
Malam pun kini telah tiba, dan semuanya telah masuk ke dalam kamar masing-masing.
Saat ini Aisyah terlihat menatap bintang di langit melalui kaca besar kamarnya yang berada di lantai dua.
Aisyah tidak pernah bermimpi jika sekarang dirinya dan Raihan memiliki semuanya, padahal saat mereka kecil, untuk makan saja mereka harus memulung rongsokan terlebih dahulu.
"Sayang, Ibu baik-baik saja kan?" tanya Raihan dengan memeluk tubuh Aisyah dari belakang.
Aisyah membalikan tubuhnya, kemudian memeluk erat tubuh Raihan serta menghirup dalam-dalam aroma tubuh Suaminya tersebut.
"Ibu baik-baik saja Yah, hanya saja semua kenyataan yang sekarang kita alami rasanya masih seperti mimpi," jawab Aisyah.
"Iya sayang, dan kita harus selalu bersyukur dengan semua yang telah Allah SWT berikan untuk kita," ujar Raihan, kemudian mengangkat tubuh Aisyah menuju kasur.
"Ayah mau ngapain?" tanya Aisyah.
"Ayah Mau buka puasa sayang, udah hampir lima bulan Ayah puasa, apa Ibu sudah siap?" tanya Raihan, dan Aisyah hanya menganggukan kepalanya dengan tersenyum sebagai jawaban dari pertanyaan Raihan.
Raihan yang sudah mendapat persetujuan dari Aisyah langsung saja memulai malam yang indah dengan memadu kasih bersama istri tercintanya.
"Makasih sayang, Ibu Nathan dan Nala selalu memberikan kebahagiaan untuk Ayah," ujar Raihan dengan membawa Aisyah ke dalam pelukannya.
......................
Satu bulan sudah Pak Burhan tinggal di kediaman Sanjaya, dan semenjak pulang ke Jakarta, Raihan sudah disibukan dengan mengikuti Sekolah Paket. Raihan yang sejak dulu sudah mempunyai Aisyah sebagai Gurunya dengan mudah lulus Sekolah Paket A, dan saat ini Raihan sedang mengikuti Sekolah Paket B.
"Bagaimana hari ini Sekolahnya Yah?" tanya Aisyah.
"Alhamdulillah lancar sayang, Ayah kan punya Ibu Guru Aisyah yang cantik."
"Yah, apa saja yang mau dibawa untuk keberangkatan kita besok ke Kalimantan?" tanya Aisyah, karena besok rencananya semua keluarga Sanjaya akan ke Kalimantan untuk acara empat puluh hari Almarhumah Bu Neti.
__ADS_1
"Ibu siapin perlengkapan Anak-anak saja, kalau baju-baju kita kan di sana banyak, jadi gak usah repot-repot bawa," jawab Raihan dengan menidurkan kepalanya pada paha Aisyah, dan Aisyah memijit pelan kepala Suaminya tersebut sampai akhirnya tertidur.
Setelah melaksanakan Shalat Ashar, Aisyah dan Raihan turun untuk melihat Nala dan Nathan yang saat ini sedang aktif-aktifnya, dan ternyata kedua Anak kembarnya tersebut sedang bermain bola bersama kedua Kakeknya.
"Ayah dan Papa terlihat bahagia bermain dengan Cucunya ya," ujar Aisyah.
"Iya sayang, tidak terasa Anak-anak kita sudah mulai besar, kita harus lebih rajin lagi bikin Adik buat si Kembar," celetuk Raihan, dan Aisyah memutar malas bola matanya.
"Kenapa Ibu cemberut?" tanya Raihan.
"Memangnya Ayah gak sadar saking rajinnya setiap malam kita selalu begadang?" sindir Aisyah, dan Raihan terkekeh mendengar perkataan Aisyah.
Gisel dan Evan yang baru datang fitting gaun Pengantin terdengar berdebat karena mereka memiliki pendapat yang berbeda.
"Kalian kenapa sih pulang-pulang malah ribut?" tanya Aisyah kepada Gisel yang saat ini duduk di samping Aisyah, sedangkan Evan duduk di samping Raihan.
"Evan itu nyebelin banget Aisyah, aku kan pengen memakai gaun pengantin yang terbuka, tapi dia melarangnya," ujar Gisel.
"Sayang, aku tidak rela jika oranglain melihat lekuk tubuhmu yang indah itu," ujar Evan yang menginginkan Gisel memakai gaun tertutup.
"Kok kamu malah belain Evan sih," ujar Gisel dengan cemberut.
"Bukannya aku belain Asisten Evan, tapi coba kamu pikir baik-baik, jika kamu memakai pakaian terbuka, maka semua lelaki yang melihatnya akan melakukan dosa, karena mereka melihat aurat yang tidak seharusnya mereka lihat, dan tentunya kamu juga yang akan lebih berdosa karena telah mempertontonkan aurat yang tidak seharusnya kamu perlihatkan selain kepada Muhrim kamu kelak. Jadi, Asisten Evan melakukan semua itu karena dia sayang dan cinta sama kamu supaya kamu tidak melakukan dosa juga," ujar Aisyah, sehingga Gisel memahami semuanya.
"Terimakasih ya Aisyah karena kamu sudah mengingatkanku," ucap Gisel.
"Kita kan saudara, jadi harus saling mengingatkan tentang kebaikan," ucap Aisyah dengan memeluk tubuh Gisel.
"Maaf ya sayang, aku sudah marah-marah sama kamu," ucap Gisel kepada Evan dengan tersenyum malu.
"Aku melakukan semua itu karena aku sangat mencintaimu sayang," ujar Evan dengan tersenyum.
__ADS_1
"Van, kamu harus lebih sabar lagi dalam menghadapi perempuan, apalagi kalau mereka mau PMS, dan biasanya calon pengantin selalu mendapat ujian sebelum pernikahan, jadi kalian berdua harus ekstra sabar lagi," ujar Raihan.
Gisel dan Evan akan melangsungkan pernikahan dua minggu lagi, setelah sebelumnya mereka melakukan acara pertunangan satu bulan yang lalu, dan acara tersebut di adakan tertutup yang hanya dihadiri oleh keluarga serta orang-orang terdekat saja, apalagi saat ini Mama Rita masih menjadi buronan Polisi, dan Gisel tidak mau kalau Ibu kandungnya tersebut mengacaukan acara pertunangannya.
......................
Aisyah dan Keluarga Sanjaya sudah bersiap menuju Kalimantan dengan menggunakan jet pribadi milik Sanjaya Grup.
Nathan dan Nala yang baru pertama kali naik Pesawat terlihat bahagia, padahal Aisyah sudah takut jika kedua Anaknya akan rewel.
"Apa Nenek bilang, Nathan dan Nala pasti akan baik-baik saja, dan Aisyah tidak perlu mencemaskan si Kembar yang lucu dan pintar ini," ujar Nenek Rose.
"Iya Nek, Nathan dan Nala memang pintar ya, dan semua itu berkat Nenek yang selalu membantu Aisyah untuk menjaga si Kembar," ujar Aisyah dengan memeluk tubuh Nenek Rose.
Saat ini Aisyah dan keluarganya telah sampai di kediaman Pak Burhan, dan semua pekerja di rumah tersebut sudah menyambut kedatangan majikannya.
"Selamat datang di Kalimantan Nek," ucap Aisyah.
"Udara di sini masih sejuk ya Nak," ujar Nenek Rose.
"Iya Nek, mungkin karena masih banyak perkebunan, dan di daerah sini masih belum tercemari polusi udara. Sebaiknya sekarang Nenek istirahat dulu, kasihan Nenek pasti cape habis perjalanan jauh," ujar Aisyah dengan mengantar Nenek Rose masuk ke dalam kamar tamu yang berada di lantai bawah.
Pak Burhan juga masuk ke dalam kamar yang sudah satu bulan ini tidak ditempatinya, dan letak barang-barang di kamar tersebut masih sama seperti sebelumnya.
"Ma, Papa pulang. Maaf Papa baru bisa pulang sekarang, Mama tau kalau Papa sangat merindukan Mama," ucap Pak Burhan dengan menitikkan airmata ketika melihat fhoto wajah Bu Neti yang masih terpajang rapi, dan Pak Burhan langsung mencium fhoto mendiang istrinya.
......................
Acara tahlil 40 hari Almarhumah Bu Neti dilaksanakan pada malam harinya.
Acara berjalan dengan lancar dan yang hadir untuk mendo'akan lebih banyak dari biasanya, karena Pak Burhan mengundang Karyawan di Perusahaannya juga.
__ADS_1
Keesokan paginya, Aisyah dan keluarga melakukan ziarah ke makam Bu Neti, dan Aisyah juga membawa Nathan dan Nala.
"Assalamu'alaikum Bu, maaf Aisyah baru bisa nengok Ibu lagi. Ibu lihat, ini namanya Nathan, dan Ibu baru pertama kali melihat Anak Aisyah yang ini kan? semoga Ibu selalu beristirahat dengan tenang, dan Ibu jangan mengkhawatirkan Ayah, karena kami akan selalu menemaninya. Bu, meskipun Aisyah pasti akan jarang datang ke sini, tapi insyaallah kami akan selalu mengirim do'a untuk Ibu," ucap Aisyah dengan mengelus batu nisan Bu Neti.