Cinta Terlarang

Cinta Terlarang
Tatapan maut Bu Mesi


__ADS_3

"Begini fan, kemarin itu ada laporan kalau di kelas 10 A3 ada anak yang di bully habis-habisan sampai orang tuanya datang ke sekolahan marah-marah sama kepala sekolah, soalnya anak itu gak mau sekolah lagi karena takut di bully lagi. Kepala sekolah minta kita menyelesaikan masalah ini, mereka mau kita membereskan permasalahan yang terjadi di kelas 10 A3 tersebut" jelas Calvin.


"Siapa anak yang di bully itu?" Terkejut Alica.


"Namanya kalau gak salah itu... Rere, dia anak baru, mukanya capek sih, tapi katanya dia agak penakut sehingga mudah di perbudak, seraya kan dia gak bisa melawan" jawab Reza.


"Kasihan banget dia, fan kamu urus masalah ini, jangan biarkan anak baru itu tertekan dan milih pindah dari sini. Kamu kan ketua OSIS, kamu pasti bisa kan bungkam mulut orang-orang yang udah jahat sama Rere" titah Alica berusaha menegakkan keadilan.


"Gak perlu kamu suruh juga aku akan lakuin itu. Sekarang kalian semua cari tau siapa saja nama-nama orang yang terlibat, biar nanti ketika istirahat kita langsung datangin mereka. Enak aja mereka main bully orang sembarangan, mereka kira kita akan tinggal diam apa" perintah Nofan.


"Kita udah dapatin nama-nama mereka dari salah satu anak siswi yang bisa kita ajak komunikasi" jawab Dimas.


"Sebutin siapa aja, aku mau dengar" suruh Nofan.


"Namanya itu Lira, Rika, Vely dan Lilik" sebut Dimas.


"Ca, catet nama-nama mereka" suruh Nofan.


"Iya" jawab Alica mencatat nama-nama orang yang sudah Dimas sebutkan.


"Nah, udah selesai. Di kertas ini ada 4 nama orang yang terlibat, nanti habis istirahat kamu kasih mereka pelajaran biar mereka tidak berani melakukan sesuatu seenaknya aja" titah Alica memberikan secarik kertas yang di dalamnya tertera nama-nama orang yang terlihat pada Nofan.


Krieet


Pintu tiba-tiba terbuka dengan lebar. Mulut mereka tercekat saat melihat siapa yang membuka ruangan tersebut.


Nofan langsung mengambil secarik kertas itu dan menyembunyikannya.


"Bu Mesi" terkejut mereka semua melihat kedatangan Bu Mesi.


Bu Mesi memberikan tatapan mata yang menyeramkan. Wajahnya tidak bersahabat, apalagi saat di dalam ruangan itu terdapat Alica.


"Alica, kenapa kamu ada di sini, ini belum waktunya istirahat. Ngapain kamu bersama mereka!" Hardik Bu Mesi.

__ADS_1


Ketar-ketir, itulah yang terjadi, Alica tidak memiliki keberanian sedikitpun untuk menjawab pertanyaan Bu Mesi. Mencari alasan yang tepat rasanya Alica ia tidak bisa.


"Anu Bu"


Gelisah Alica tak menentu, rasanya ia tidak bisa mengeluarkan kata-kata apapun lagi. Lidahnya terasa keluh saat berhadapan langsung dengan Bu Mesi yang galak itu.


"Anu apa!" Bentak Bu Mesi keras.


"Anu..."


"Alica ke sini karena di suruh sama saya Bu" jawab Nofan berusaha menyelamatkan sahabatnya.


"Kenapa kamu nyuruh dia ke sini, dia bukan anggota OSIS, tidak ada gunanya dia ada di sini!" Teriak Bu Mesi tak suka Alica bersama mereka semua.


"Dia memang bukan anggota OSIS, tapi dia bantu-bantu kami di sini, ibu jangan marah-marah, keberadaan Alica di sini sudah meminta izin terlebih dahulu pada kepala sekolah dan beliau mengizinkannya" jawab Nofan santai dan tak merasa takut sama sekali meskipun yang ia katakan bohong, ia melakukan itu untuk menyelamatkan Alica dari terkaman maut Bu Mesi.


Tatapan maut Bu Mesi masih saja terjadi. Alica yang di tatap seperti itu rasanya jantungnya akan copot. Dadanya berdegup kencang, kedua tangannya dingin seperti es batu.


Bu Mesi tanpa banyak bicara langsung keluar dari dalam ruangan tersebut.


"Sekarang kamu udah aman itu semua gara-gara siapa" ujar Nofan.


"Iya deh ini semua terjadi gara-gara kamu, kamu memang yang terbaik" puji Alica biar Nofan senang meskipun ia terpaksa.


"Owh jelas, aku gitu loh" bangga Nofan.


"Aku kan udah menjalankan perintah dari kamu, sekarang aku mau keluar, aku mau ke kantin laper, tadi pagi aku gak sempat makan gara-gara aku ngerasa udah telat. Tapi pas nyampe di rumah kamu, kamunya masih molor, tau gitu aku sarapan aja bareng ayah" gerutu Alica menceritakan sedikit tentang drama singkat yang terjadi di pagi hari.


"Ya udah sana, nanti saat istirahat cari aku. Sekarang kamu boleh kemana aja, asal hati-hati" suruh Nofan.


"Hmm" Alica membalas dengan dehaman, ia malas memperpanjang persoalan.


Alica dengan gembira melangkah keluar meninggalkan mereka semua yang berada di ruangan tersebut.

__ADS_1


Alica berhenti di kantin sekolah, belum sempat masuk Alica tiba-tiba di cengangkan dengan penampakkan makhluk halus yang berdiri di belakang seorang siswi.


"Kenapa makhluk hitam itu berdiri di sana, apa makhluk hitam itu memang ada di kantin ini sebelumnya?" Ucap pelan Alica sambil mengingat-ingat.


"Tapi sebelumnya gak pernah tuh aku lihat ada makhluk halus kayak dia yang menghuni kantin, sepertinya dia emang ikutin gadis itu, aku harus cari tau kenapa dia menjaga gadis itu. Aku harus selamatkan dia jika benar dia dalam bahaya" ujar Alica.


Alica mengambil duduk tak jauh dari posisi meja gadis tersebut, itu ia lakukan agar dirinya dapat memantau gerak-gerik makhluk seram dan besar itu.


Sambil membuka menu Alica sesekali melirik ke arah makhluk hitam, Alica berusaha mencari celah saat dia berniat akan mencelakai gadis itu.


Makhluk hitam nan besar itu menyadari jika Alica dapat melihatnya. Dengan mata merah mengerikan makhluk hitam itu berdiri di depan Alica.


Alica bergetar ketakutan, wajah makhluk hitam membuatnya sangat ketakutan. Meskipun Alica dapat melihat makhluk tak kasat mata sejak kecil tapi jika di tatap dengan tatapan seseram itu ia tetap akan ketakutan.


"Jangan ikut campur urusan ku jika kau masih mau hidup" peringatan keras makhluk besar dan menakutkan tersebut.


Alica menelan ludah pahit, menatap wajah makhluk hitam yang menyeramkan membuatnya ketakutan parah.


"Ca" panggilan itu membuyarkan lamunan Alica.


Alica menatap ke arah orang yang memanggilnya dengan tersenyum lebar sekaligus lega.


"Bengong aja kerjaannya, kenapa gak pesen makanan katanya kamu laper" ujar Nofan mengambil duduk di dekat Alica.


"Kamu aja yang pesenin" suruh Alica.


"Kebiasaan, ya udah aku yang akan maju, kamu tunggu aja di sini" titah Nofan.


Alica mengangguk dan diam di tempat, sementara Nofan mendekati ibu kantin.


Makhluk hitam menakutkan itu menatap tajam Alica kemudian kembali mendekati gadis yang sedang fokus makan tersebut.


Hati Alica lega, separuh nafasnya kembali lagi, ia rasanya hampir mati berada di dekat makhluk hitam itu.

__ADS_1


"Huft untung aja dia gak ngapa-ngapain aku. Aku sih pake kepo segala, gini kan jadinya" Alica menyesali perbuatannya, ia memukul jidatnya berulang kali sambil meratapi kebodohannya.


Rasa penasaran itu datang tanpa aba-aba, Alica tidak bisa menghindarinya apalagi menahannya meskipun tau bahwa dia akan terkena masalah setelahnya.


__ADS_2