
Mereka melongo, jawaban Karan membuat bola mata mereka melotot sempurna.
"Seminggu, perasaan kami di sana cuman semalam deh" ucap Nofan dan Alica berbarengan.
"Kok bisa om bilang kita hilang seminggu, kita di sana gak sampai 1 hari loh" terheran-heran Alica.
"Emangnya kalian itu pergi kemana, tempat apa yang kalian maksud?" Tanya Maikel.
"Kami terjebak di alam gaib om, untung papa bantu kami keluar dari sana" jelas Alica.
"Owh pantesan aja kami cari kalian ke seluruh tempat malah gak ada, ternyata kalian malah terjebak di tempat yang gak bisa kami datangin" kini pak Anton mewajari hilangnya anaknya yang tak kunjung ketemu meski di cari ke mana-mana.
"Tapi kami di sana cuman semalam loh yah, gak sampai 1 hari, tapi kenapa pas kami sampai di sini kalian malah bilang kalau kami hilang 1 Minggu" shock Alica.
"Perbedaan waktu di alam manusia dengan alam gaib emang jauh, di sana 1 jam di sini bisa 1 hari" jelas ustadz Hafidz.
"Owwh pantesan aja kalian bilang kami selama itu hilangnya" manggut-manggut Nofan mendengar penjelasan ustadz Hafidz yang sudah memecahkan rasa penasarannya.
"Ini siapa, teman kalian juga" pak Anton merasa asing pada Aldi yang sedari tadi diam.
"Ini namanya Aldi ayah, dia terjebak juga di sana, ya udah kita ajak pulang bareng. Nasib aku sama dia sama, sama-sama di jebak sama orang jahat" jelas Alica.
Aldi yang di perkenalkan hanya bisa tersenyum, mereka semua tampak asing di matanya. Seorangpun tak ada yang ia kenali.
"Oalah, kalau begitu ayo kita pulang, ini udah mau sore, sebelum keburu malem" ajak pak Anton.
Mereka pun mengangguk setuju, mereka masuk ke dalam mobil Alphard, berwarna hitam milik pak Anton sebagian lagi masuk ke dalam mobil putih milik Karan.
Maikel, dan Nofan berada di mobil yang berbeda, yakni mobil milik Karan.
"Ayah, tolong anterin Aldi ke rumahnya dulu, rumahnya ada di jalan sakura" titah Alica.
"Iya akan ayah anterin" jawab pak Anton, fokus mengemudikan mobil menuju rumah Aldi, baru setelah itu ia akan menancap gas menuju rumahnya.
Sekitar 45 menit lamanya baru mobil berhenti tepat di depan kompleks perumahan yang ada di jalan sakura.
__ADS_1
"Benar Aldi kamu tinggal di sini?" pak Anton menatap rumah-rumah yang menjulang tinggi di kompleks tersebut, sebelum itu ia harus memastikan terlebih dahulu apakah Aldi tinggal di sana.
"Iya om, itu rumah aku, om sama yang lain mau mampir gak" tawar Aldi.
"Enggak lain kali aja, kami mau pulang soalnya takut kemalaman" tolak pak Anton.
"Oh ya udah, Aldi turun dulu, makasih semua udah nolong dan anterin Aldi sampai rumah" Aldi beruntung bisa bertemu dengan orang-orang baik yang menolongnya tanpa mengharap imbalan sama sekali.
"Sama-sama" balas mereka.
Aldi berjalan menuju rumahnya yang berada di depan mata dengan gembira, sementara pak Anton tancap gas menuju rumah yang letaknya cukup jauh dari rumah Aldi.
Alica menyadarkan punggungnya pada kursi, rasa letih terasa di tubuhnya, namun terbayarkan dengan kesuksesan meski banyak halangan yang terus berdatangan.
Pak Anton melirik putrinya yang kecapean."Gimana sama keluarga Anna itu, kamu udah berhasil selamatin mereka?"
"Aduh ayah, aku jadi kayak gini gara-gara keluarga mereka" jawab Alica mengelap peluh-peluh di dahi.
Pak Anton mengerutkan alis."Maksudnya?"
"Gini ceritanya, ternyata keluarga mereka itu gak kenapa-napa, mereka baik-baik saja. Mereka bikin drama seolah-olah keluarga mereka terkena musibah besar dan butuh bantuan aku. Tujuan awal mereka dekatin aku karena mereka ingin jadiin aku sebagai tumbal. Aku di kasih tau sama warga sekitar kalau keluarga Anna itu bersekutu dengan iblis" jelas Alica secara singkat dan mudah si pahami.
"Tapi kamu gak papa kan nak?" Makin khawatir pak Anton setelah mendengar hal yang sebenarnya yang menimpa putrinya.
"Enggak kok ayah, aku baik-baik aja, untung ada papa yang nyelamatin aku dan yang lain" jawab Alica.
"Tapi kok bisa kamu ada di alam gaib, kamu kan bilang mau ke rumah Anna, kok tiba-tiba bisa terjebak di sana" heran ustadz Hafidz.
"Itu karena ada orang yang pengen aku sama Nofan ke sana, intinya ini saling berkaitan sama keluarga Anna" sahut Alica.
"Tega banget keluarga teman kamu itu, kamu udah berbuat baik tapi apa balasan mereka, mereka malah ingin celakain kamu. Ayah minta sama kamu, kamu jangan temenan lagi sama dia, ayah gak mau liat kamu bareng dia lagi. Kalau sampai ayah dengar kamu masih berhubung sama dia, ayah gak akan segan-segan pindahin kamu ke sekolah lain yang lebih jauh" peringatan pak Anton.
Demi keselamatan putrinya ia akan melakukan berbagai cara, untuk kali ini hanya cara ini yang bisa ia lakukan untuk keamanan Alica.
Ayah mana yang tidak akan marah jika mendengar kalau anaknya berusaha untuk di manfaatin. Begitu pula dengan pak Anton, ia geram saat tau kenyataan ini, kalau bisa ia akan menuntut keluarga Anna biar mereka tidak semena-mena memperlakukan orang.
__ADS_1
"Iya ayah, gak lagi kok. Lagian aku juga gak akan mau temenan lagi sama Anna, dia udah jahat banget sama aku, aku gak mau punya teman kayak dia" jawab Alica menuruti kemauan ayahnya.
Tanpa di minta pun Alica juga tidak akan sudi berhubungan baik lagi dengan Anna ataupun keluarganya yang jahat.
Pak Anton pun lega, ia yakin anaknya tidak akan mengkhianati kepercayaannya.
"Alica lain kali kamu jangan percaya begitu saja sama orang asing, kalau ada apa-apa lagi kamu ngomong sama om, biar om selidiki dulu agar kamu gak ketipu kayak gini" perintah ustadz Hafidz.
"Iya om, Alica akan kasih tau om terlebih dahulu sebelum membantu orang" setuju Alica.
Ustadz Hafidz membalas dengan senyuman, Alica sudah seperti keponakannya sendiri, sudah dari kecil ia dekat dengan Alica.
Sesekali ustadz Hafidz pulang ke desanya untuk membalas rasa rindunya pada kedua orang tuanya yang kini sudah mulai menua.
Mobil terus melaju membentang jalanan yang sepi, perlahan-lahan mobil mulai masuk ke sebuah pedesaan.
Langit telah berganti warna menjadi gelap, kesunyian terasa tapi hak itu yang membuat Alica merasa tenang.
Di gelapnya malam, mobil pak Anton terus melaju menuju rumah.
Ciiiiiiiit
Tiba-tiba pak Anton mengerem mendadak, mereka yang ada di dalam mobil terkejut.
"Ada apa ayah, kenapa ngerem mendadak" kaget Alica.
"Liat itu" tunjuk pak Anton ke depan.
Alica menutup mulut tak percaya, ia terkaget-kaget melihat seorang wanita berbaju putih panjang, berdiri di tengah jalan, tubuh bersimbah darah, dari hidung dan mulut sesekali darah mengalir, tatapan mata wanita itu menatap tajam mereka.
Bau anyir darah tercium jelas, Alica merasa mual mencium darah seamis itu.
"S-siapa dia ayah, kenapa dia hadang jalan kita" bergidik Alica.
Hilang selama 1 Minggu membuatnya kehilangan banyak berita penting, sampai-sampai ia tidak tau akan sosok wanita berpakaian putih yang kini menghadang jalannya.
__ADS_1
"Dia wanita korban tabrak lari tempo hari, sampai saat ini pelaku yang udah nabrak dia belum di tangkap sehingga membuatnya gentayangan dan mengganggu aktivitas warga. Warga menjadi takut keluar rumah malam-malam gara-gara sering ada warga yang di ganggu sama dia" jelas pak Anton secara singkat namun dapat di pahami dengan jelas.