Cinta Terlarang

Cinta Terlarang
Sedikit merasa aneh


__ADS_3

Kening Alica berkerut."Negatif, negatif gimana pa?"


Alica tak paham dengan kata negatif yang barusan meluncur keluar dari bibir papanya.


"Negatif, yang papa temui di sana ada banyak hal-hal negatif, tepatnya di belakang rumah Anna ada sebuah benda-benda gaib atau benda-benda kiriman gitu yang terpendam di dalamnya, besok kamu datang lagi ke sana dan bongkar semua benda-benda itu lalu bakar biar tidak ada gangguan lain yang lebih berbahaya lagi yang menimpa keluarga mereka" perintah pangeran William.


Secepat kilat kepala Alica mengangguk, dengan senang hati Alica akan melakukannya. Alica begitu semangat membantu keluarga Anna yang mengalami musibah.


"Baik pa, besok Alica akan ke sana lagi, tapi Alica mohon papa tolong ikut juga, biar Alica gak usah nyari-nyari lagi di mana letak benda yang papa maksud" titah Alica, karena di sini papanya lebih paham betul tentang area halaman rumah Anna yang katanya terdapat benda-benda gaib.


"Iya, besok papa akan ikut, papa gak akan biarkan terjadi apa-apa sama kamu, papa akan terus lindungi kamu" setuju pangeran William.


Alica memeluk erat tubuh papanya, meskipun hanya ia seorang yang dapat melihat wujud pangeran William namun tak apa, baginya memiliki dua ayah yang selalu menjaga dan melindunginya adalah sesuatu yang menyenangkan.


"Tapi ca, papa masih belum tau latar belakang keluarga Anna itu, papa hanya bisa lihat keadaan area rumah milik teman kamu itu, papa belum nyari tau lebih detail lagi" ucap pangeran William.


"Gak usah nyari tau pa, mereka itu baik, buktinya saat Alica di sana mereka baik banget, gak mungkin mereka jahat, papa jangan dengarin Nofan dia memang kayak gitu, dia paling gak suka kalau Alica bantu orang" tutur Alica tak mau jika pangeran William termakan ucapan Nofan.


"Alica, teman kamu itu bukannya gak suka, dia hanya gak mau kamu dalam bahaya, dia baik kok, mangkanya dia terus jagain kamu, kamu jangan lupa bersyukur punya teman seperti dia" timpal pangeran William mengelus rambut Alica lembut.


"Iya pa, Alica tau, tapi kali ini Alica beneran ingin bantu keluarga Anna, kasihan mereka pa, mereka mengalami kesulitan yang cukup berat parahnya gak ada yang mau bantu keluarga mereka. Mungkin dengan ini Alica bisa bantu keluarga mereka" sahut Alica.


"Kamu boleh bantu mereka, papa akan jaga kamu biar gak ada bahaya yang mengancam mu, papa gak akan biarkan kamu kenapa-napa, jika makhluk-makhluk halus yang berada di rumah Anna mengganggu kamu papa yang akan maju paling depan" setuju pangeran William.

__ADS_1


Watak Alica sama persis seperti ibunya Viera, sekali apa yang Viera inginkan harus terlaksana dan di jamin tidak akan ada orang yang bisa menghentikannya sekaligus dirinya.


"Makasih pa, Alica sayang papa" Alica makin mengeratkan pelukannya.


Makin dewasa Alica makin sadar siapa dia, siapa pak Anton, siapa juga pangeran William. Alica sudah tau segalanya meskipun tak ada yang memberitahunya.


"Pa, papa tau gak kakaknya Anna yang namanya kak Dewi itu hamil sama makhluk halus, tapi anehnya Nofan gak bisa liat perut besarnya, papa tau gak alasannya kenapa, apa karena anak yang dia kandung bukan manusia mangkanya Nofan gak bisa liat?" Tanya Alica penasaran.


Pangeran William seketika terkejut dengan penyampaian Alica.


"Masa Nofan gak bisa liat?" Tanya pangeran William merasa aneh.


Kepala Alica menggeleng."Enggak, dia gak bisa liat, gak tau kenapa, mangkanya Alica nanya sama papa barang kali papa tau"


"Dulu waktu ibu kamu hamil semua orang dapat lihat perut besarnya, tapi kenapa saat kakak teman kamu itu hamil malah gak ada yang bisa liat selain kamu" heran pangeran William ikutan janggal dengan keanehan yang menimpa keluarga Anna, khususnya kak Dewi.


"Nah itu pa yang bikin Alica bingung, Alica juga heran kenapa gak ada yang bisa liat kalau perut kak Dewi sebesar itu, cuman Alica doang yang bisa liat" sahut Alica.


Pangeran William makin diam, kasus antara kak Dewi dan Viera mendiang istrinya sama, tapi ada perbedaan yang mencolok.


"Nanti papa akan cari tau, kamu jangan bingung, ada papa mu di sini" ujar pangeran William.


Alica mengangguk, sejak ada pangeran William ia tak terlalu bingung malahan ia mendapatkan arahan berkat papanya.

__ADS_1


"Besok papa ikut Alica ke sana, Alica akan kasih tau siapa itu kak Dewi, di jamin deh ketika papa liat kak Dewi, papa akan tau kenapa dan mengapa kehamilannya tidak di ketahui oleh orang lain" ujar Alica tak sabar malam berganti menjadi siang.


"Iya, papa akan ikut kamu ke sana. Sekarang kamu tidur gih sana, ini udah malam besok kamu harus sekolah, jangan tidur malam biar gak ngantuk di kelas" suruh pangeran William.


"Iya pa" jawab Alica mengangguk patuh.


Alica merebahkan tubuh di kasur dan menutup mata, kemudian terlelap dalam tidurnya. Pangeran William tersenyum melihat jika putri kecilnya telah beranjak dewasa walau tanpa seorang ibu.


"Viera, anak kita Alica udah besar, andai kamu masih ada di sini, pasti kamu juga akan senang" ucap pangeran William teringat dengan Viera.


Terkadang pangeran William miris melihat Alica tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu, ia juga merasa kesepian sejak di tinggal pergi oleh wanita yang ia cintai hingga detik ini.


Walaupun di dekatnya sudah tak ada Viera, tapi pangeran William masih berada di alam manusia karena darah dagingnya berada di sana. Sesekali ia kembali ke alamnya namun itu tak lama karena ada anak yang harus ia jaga dengan sebaik mungkin.


Pangeran William menyeka sedikit air mata, tak pernah pangeran William menunjukkan kesedihannya pada Alica.


"Tapi Viera kamu gak perlu khawatir, kamu tinggal istirahat aja yang tenang di alam sana, biar aku yang akan jaga anak kita dan aku yakin tidak akan ada orang yang bisa memisahkan kita karena di tubuhnya mengalir darah ku" sambung pangeran William.


Pangeran William mengecup singkat kening Alica, lalu menghilang dari sana dan membiarkan Alica tidur dengan pulas malam ini.


Pangeran Wiliam tak khawatir meninggalkan Alica sendirian, karena tak akan ada yang berani mengusik kehidupan anak pangeran jin, lantaran ia tak akan terima jika anaknya di ganggu.


Semua jin sudah tau dan memang masih ada beberapa jin yang membangkang dan tetap saja mengganggu Alica, naasnya setelah itu jin tersebut berubah menjadi abu. Dari awal pangeran William sudah memberi peringatan keras, jika melanggar itulah yang akan di terimanya.

__ADS_1


__ADS_2