Cinta Terlarang

Cinta Terlarang
Tak butuh bantuan mu lagi


__ADS_3

Nofan menghela nafas, Alica sungguh keras kepala dan sulit untuk ia hentikan.


Jika ingin melakukan sesuatu tapi tak di perbolehkan amukan akan Alica keluarkan, watak keras kepalanya telah mendarah daging.


"Terserah kamu, kamu mau turutin apa enggak suka-suka kamu, yang jelas aku gak akan tanggung jawab kalau terjadi apa-apa sama kamu!" Ucap Nofan kepancing emosi.


"Oke, aku gak butuh kamu lagi, aku bisa selesain apa yang aku mulai, kamu gak usah urusin apapun tentang aku" Alica menerima tantangan Nofan.


Bukannya tenang Nofan malah panik, Alica benar-benar menganggap ucapannya serius padahal awalnya ia melakukan itu agar Alica tak jadi mencari Rea.


"Aduh kenapa aku pake bilang itu segala lagi, gini kan jadinya, nih anak malah emosi, rungkad-rungkad" batin Nofan terjebak dengan ucapannya sendiri.


Alica telanjur emosi, ia melakukan ini semua juga demi Nofan dan yang lain, jika Alica tak menemui Rea, Alica khawatir Rea akan membuat kericuhan di tempat yang ia jadikan camping.


Nofan tak mengerti hal itu, Nofan hanya takut dampak buruk dari apa yang Alica coba lakukan.


"Ayo kita balik ke tenda" ajak Nofan dengan dingin, gengsi untuk membujuk Alica.


Alica tanpa bicara mencoba bangun, begitu sulit untuknya bangun sendiri, secara rasa sakit di kakinya belum juga sembuh.


Melihat itu tanpa aba-aba Nofan langsung menggendong tubuh Alica ala bridal style.


"Turunin gak, aku bisa jalan sendiri, aku gak butuh bantuan kamu" titah Alica mulai saat ini tak mau meminta bantuan dari Nofan.


"Gak, udah kamu diam aja, jangan banyak omong!" Balas Nofan tetap cuek.


Kedua sejoli itu sama-sama keras kepala, satupun tak ada yang mau mengalah, mereka ingin menang sendiri, tak mikir kalau mereka juga butuh satu sama lain.


Jiwa Alica terbakar, tapi dia tak berkutik, terpaksa ia pun diam, dalam hati dia mengumpat bukan-bukan.


Nofan membawa Alica kembali ke tenda, ketika sampai di tempat di mana terdapat pohon tumbang, Nofan menurunkan Alica.


Walau telah di tolong tak terucap kalimat terima kasih di bibir Alica, emosi membuat jiwa kemanusiaannya menghilang.

__ADS_1


"Kamu jangan cari lagi gadis bernama Rea itu, dengar gak!" Perintah Nofan.


"Gak, aku akan tetap cari dia, enak aja dia udah di tolong masih gak tau terima kasih juga. Kamu gak perlu khawatir sama aku, aku gak butuh lagi bantuan kamu" tolak keras Alica.


Kemarahan Alica tingkat dewa, sampai detik ini Alica tak lupa dengan kata-kata Nofan yang menusuk ke jantung hingga ke tulang-belulangnya.


"Di bilangin bandel, keras kepala, mau menang sendiri, manusia itu makhluk sosial butuh manusia lain untuk hidup. Jangan coba-coba buat bisa hidup sendiri karena itu gak akan mungkin terjadi!" Ucap Nofan memarahi Alica habis-habisan.


Orang yang lagi Nofan marahi hanya diam, tak sekalipun Alica melirik Nofan yang berada di samping kanannya.


"Nofan"


Seorang wanita bernama Dahlia mendekati Nofan dan Alica, di tangannya telah ada sebuah makalah yang di mana isinya adalah macam-macam kegiatan yang bakal di langsungkan di hutan Pinus.


Nofan mengangkat satu alis, mulutnya lagi pedes-pedesnya, Nofan tak ingin orang yang gak ada kaitannya menjadi pelampiasan.


Dahlia menatap lekat wajah Nofan lalu jatuh pada Alica, dapat Dahlia simpulkan kalau kucing dan dogi itu tengah terlibat perang besar.


Kapan lagi Dahlia bisa memarahi seorang Nofan.


"Kegiatan apaan aja hari ini?" Tanya Nofan.


Dahlia membuka makalah yang di pegangnya."Hari ini tuh ada lomba antar kelompok, seperti lomba makan kerupuk, lomba karung, tarik tambang dan lain sebagainya, kayak lomba agustusan gitu"


"Lomba itu di ciptakan buat seru-seruan aja, terus nanti malam ada semacam lomba yang mengharuskan siswa baik siswi masuk ke dalam hutan sendirian tanpa penerangan, rute sudah di tentukan dan aku yakin acara nanti malam sukses besar" jelas Dahlia.


Nofan melirik Alica, dalam hati ia berkata."Aku pengen Alica ikut acara jurit malam yang di lakukan seorang diri, aku ingin dia gak takut lagi sama hantu, sesekali dia harus di biarkan berinteraksi secara langsung sama makhluk halus"


"Tapi Alica gak akan bisa ikut, kaki sakitnya. Gimana caranya agar Alica bisa ikut" dalam hati Nofan mikir keras.


Kegiatan jurit malam yang di lakukan seorang diri itu sangat di nanti-nanti oleh Nofan. Dan Nofan ingin Alica ikut dalam kegiatan tersebut. Guna meningkatkan mental dan juga nyali, biar Alica tak terus-terusan takut saat bertemu makhluk halus.


"Kok bengong, aku di sini. Kamu mikirin apaan sih" hardik Dahlia kala Nofan mengabaikannya.

__ADS_1


Nofan tersentak kaget, ia pun bangun dari lamunannya."Gak kok, ayo kita ke sana aja, mulai aja acaranya"


Alica melongo, Nofan tak peduli sedikitpun padanya, Nofan malah membiarkannya seorang diri di sana sedangkan dia dan Dahlia pergi untuk mengikuti lomba.


"WHAT! dia ninggalin aku, tega bener emang ya, liat aja aku gak akan minta bantuan lagi sama dia, aku bisa hadapi semuanya sendiri!" Tutur Alica kelewat kesal.


Alica rasanya ingin berteriak keras, kakinya sudah sakit eh malah di tinggal pergi oleh sahabatnya sehingga ia seorang diri di tempat yang sepi.


"Kenapa hari ini buruk banget, kemana keberuntungan, kenapa malah pergi dan di ganti oleh kesialan" teriak Alica kesal, marah, dan jengkel.


Hati Alica di penuhi amarah, ia ingin marah tapi bingung harus marah pada siapa.


Amarah Alica makin menjadi-jadi kala matanya menangkap seorang gadis berdiri di dekat pohon yang terletak di seberang.


"Sini kau!" Suruh Alica.


Gadis itu mengumpat, tak berani berhadapan dengan Alica yang lagi kacau balau.


"Kau itu tuli apa gimana, aku bilang sini ya sini!" perintah Alica emosional.


Dengan ragu-ragu gadis itu mendekati Alica, wajahnya tertunduk lesu. Sungguh dia tidak berani menatap wajah Alica.


"Benar-benar sialan, udah di tolongin, di bantuin, tetap aja gak tau di untung!"


"Nofan itu udah baik mau bantu kamu, kalau gak ada dia, mayat kamu akan tetap di air terjun karena gak akan ada yang berani buat evakuasi"


"Tapi apa balasan mu, kamu malah gak tau diri dan malah ganggu Nofan, kamu mikir gak sih, kamu tau gak gimana caranya terima kasih!"


Kemarahan Alica lampiaskan pada Rea, gara-gara gadis itu Alica berperang dengan Nofan.


Bibir Rea tak bergeming, di sini bukan dia lagi yang seram tapi Alica.


Ketika marah Alica lebih menakutkan dari pada hantu.

__ADS_1


__ADS_2