
kami pun bergegas kembali lagi ke tempat kerja, setelah menghabiskan waktu bersama, aku pun turun dari depan gang dan berjalan kaki menuju ke cafe, sedang mas Yudi pergi duluan masuk ke parkiran cafe dengan motor nya, kami berdua berakting berpura-pura tidak istirahat bersama, untuk menghindari gosip, walaupun itu kenyataan nya. kami pun kembali bekerja seperti biasa, aku benar-benar seperti seorang pelakor, setelah selesai bekerja, aku pun pulang ke rumah, sesampainya di rumah, Mama menghampiri aku dia bertanya, "Li kamu kok belakangan banyak ini agak aneh ya, Mama liat kamu jadi pendiem, sering ngelamun dan sering lembur pulang malam terus, sebenarnya ada apa Li??" Mama tampak sangat khawatir padaku, aku juga kaget kenapa mendadak Mama nanya kayak gitu.... tanya ku dalam hati, "aku g apa kok mah, kerjaan di cafe banyak banget jadi aku sering lembur, dan suka capek setelah pulang kerja, jadi suka diem ngurung diri di kamar." ya udah li, kamu istirahat ya udah malem.... Mama juga mau tidur." kata Mama sambil tersenyum. aku pun masuk ke kamar dan beristirahat. waktu pun terus berlalu, sampai 2 bulan kemudian mas Yudi tiba tiba pulang ke kampung, aku mendengar kabar kalau istrinya melahirkan, aku merasa sangat sedih mendengar nya, aku kehilangan mas Yudi lagi deh karena dia pulang kampung, tapi aku ga boleh egois, dia kan udah punya istri, apalagi anak nya baru saja lahir. aku harus mengalah.... benar saja seminggu kemudian dia kembali bekerja, aku lega melihat dia lagi.... saat ini istri dan anaknya ikut pindah ke kota ini, aku pun memutuskan menjaga jarak dengan mas Yudi. suatu hari dia menarik tanganku dan berkata"sayang kamu kenapa sih, kok diem aja, ga tanya kabar aku, setiap aku lewat kamu selalu menghindar." aku hanya diam, "kamu jangan marah ya., aku tu sayang nya cuma sama kamu...."katanya sambil menatap ku....hatiku pun luluh seketika, aku memaafkan dia, aku juga menyayangi dia,"aku juga sayang sama kamu, tapi kamu nempatin aku di posisi yang sulit sekarang, kamu minta aku jangan marah, jangan ninggalin kamu, tapi kamu ga memperjelas hubungan kita...., aku juga bingung apa yang harus aku lakukan dengan posisi seperti ini...." aku pun bertanya padanya....dia menjawab"kamu tenang saja yang di ingini ibu aku kan udah lahir, ibu aku cuman mau aku dan dia punya anak aja buat nyatuin bisnis keluarga besar di kampung, aku juga sama sekali ga cinta sama istri ku sekarang, asal kamu ga ninggalin aku dan tetap sayang sama aku, aku akan nurutin semua kemauan kamu, kamu maunya aku gimana??tanya mas Yudi, " aku mau kamu cerai sama istri kamu, kamu bilang ga cinta sama dia kan, kamu juga bilang yang penting anak itu sudah lahir jadi kamu sudah tidak terbeban lagi sekarang.... gimana kamu bisa?? " tanya aku dengan wajah serius... " oke demi kamu semua akan ku lakukan, tapi kamu janji ya asal ada surat cerai kamu tetap akan bersama dengan aku, kita akan menikah.... kamu janji ya...."jawab dia. "oke aku janji..." jawab ku pada mas yudi, dia pun pergi untuk melanjutkan pekerjaan nya, aku juga lanjut bekerja, lalu aku pun berpikir kenapa aku menjanjikan hal yang ga mungkin sama mas Yudi, aku juga menyuruh dia bercerai sama istrinya, padahal kita juga belum tentu bisa bersatu, perbedaan kita terlalu banyak, belum lagi kedua orang tua ku belum tahu kalo aku pacaran sama mas Yudi, apalagi sebentar lagi status dia duda anak satu.... ya ampun, apa yang harus aku lakukan, aku benar-benar berdosa, sudah jadi pelakor, nyuruh cerai, kenapa aku ga mikirin keadaan bayi nya, aku benar-benar egois, yapia aku hanya ingin memenangkan cinta aku, aku ingin bahagia, walaupun harus mengorbankan orang lain.....