Cinta Terlarang

Cinta Terlarang
Bab 59 ( Aku bukan Boneka )


__ADS_3

Hati Evan saat ini begitu berbunga-bunga, karena Evan dan Gisel bisa jalan bersama, meski pun saat ini mereka menjalani hubungan tanpa status.


Aku akan secepatnya mencari tau penyebab kamu masih belum memberikan jawaban tentang perjodohan kita Gisel, ucap Evan dalam hati, kemudian menggenggam erat tangan Gisel yang saat ini berada di sampingnya.


Gisel tiba-tiba menyandarkan kepalanya pada bahu Evan, dan Evan tidak pernah menyangka kalau Gisel akan melakukan semua itu.


Setelah menempuh dua jam perjalanan, Evan dan Gisel akhirnya sampai di tempat Pariwisata yang menyajikan keindahan alam Air terjun yang begitu sedap dipandang mata.


"Apa sekarang kamu sudah merasa lebih tenang?" tanya Evan dengan tangan yang masih menggenggam erat tangan Gisel, dan semua itu tidak luput dari perhatian Mama Rita yang terus saja mengikuti Gisel dan Evan kemana pun mereka pergi.


"Makasih ya Van, sekarang aku sudah merasa lebih baik," ucap Gisel.


Evan dan Gisel memutuskan untuk bermain air di bawah guyuran Air terjun, dan mereka berdua terlihat bahagia.


Mama Rita yang melihat kebersamaan Gisel dan Evan merasa sangat geram, karena Mama Rita menginginkan Gisel menikah dengan Raihan bukan dengan Evan yang hanya berstatus sebagai Asisten Papa Herdi saja.


"Dasar Anak bodoh, sia-sia aku berusaha untuk memasukan Gisel ke Panti Asuhan supaya dia di adopsi oleh keluarga Sanjaya kalau ujung-ujungnya hanya mendapatkan seorang Kacung," gumam Mama Rita dengan mengepalkan kedua tangannya.


"Gisel, sudah dulu ya main airnya, sebaiknya kita segera berganti baju dan mencari makan siang, aku tidak mau kalau kamu sampai sakit," ujar Evan dengan mengelus lembut kepala Gisel.


"Ternyata kulkas dua pintu bisa bersikap romantis juga ya," sindir Gisel, dan Evan yang mendengarnya langsung memeluk tubuh Gisel.


"Aku hanya bersikap seperti ini kepadamu Gisel, karena aku sangat mencintai kamu," ucap Evan dengan mendekap erat tubuh Gisel.


Gisel meneteskan airmata ketika mendengar pernyataan cinta Evan, karena selama ini Gisel pun mempunyai perasaan yang sama, hanya saja Gisel terlalu takut untuk mengakui semua itu.


"Kenapa kamu diam saja? apa kamu tidak mempunyai perasaan apa pun terhadapku?" tanya Evan dengan menangkup kedua pipi Gisel.

__ADS_1


"Maafkan aku Evan, aku tidak bisa," ucap Gisel dan mencoba untuk melepaskan diri dari pelukan Evan.


"Apa alasan kamu tidak bisa menerima cintaku? aku yakin kamu juga mempunyai perasaan yang sama," tanya Evan menatap lekat wajah cantik perempuan yang sangat dicintainya.


"Maaf Evan, aku tidak bisa mengatakan semuanya kepadamu, tolong lepaskan aku, jangan membuat aku berada dalam situasi yang semakin sulit," ujar Gisel dengan airmata yang terus membasahi pipinya.


"Gisel, apa kamu tidak ingin berbagi semuanya denganku? siapa tau kita bisa mencari solusi untuk masalah kamu saat ini."


"Tidak Evan, aku tidak bisa membaginya dengan siapa pun juga," ujar Gisel kemudian berlari meninggalkan Evan, dan semua itu membuat Evan semakin yakin kalau Gisel menyembunyikan sesuatu darinya.


Evan yang merasa khawatir dengan Gisel mencoba menyusulnya, tapi ternyata saat ini Gisel sedang berbicara dengan seorang perempuan paruh baya yang tidak lain adalah Mama Rita.


Evan memutuskan untuk bersembunyi dan merekam semua interaksi Gisel dengan Mama Rita, karena Evan yakin kalau Mama Rita ada hubungannya dengan Gisel yang tidak bisa menerima cinta Evan.


"Mama menyesal melahirkan kamu ke Dunia ini Gisel, kamu itu bodoh, bisa-bisanya kamu jatuh cinta kepada seorang Kacung, padahal dari awal, kamu sengaja Mama masukan ke dalam keluarga Sanjaya supaya kamu bisa mendapatkan Raihan juga semua harta keluarga Sanjaya. Sia-sia dulu Mama menyuruh Neti untuk menculik Raihan," teriak Mama Rita.


"Jadi selama ini Gisel telah membohongi keluarga Sanjaya, dan semuanya itu sengaja mereka lakukan supaya mereka bisa mendapatkan semua harta kekayaan keluarga Sanjaya. Mereka benar-benar licik," gumam Evan, dan Evan memutuskan untuk menghampiri Gisel dan Mama Rita, sampai akhirnya langkah Evan terhenti ketika mendengar perkataan Gisel.


"Gisel sangat mencintai Evan Ma, dan Gisel ingin hidup bersama Evan. Apa Mama tidak ingin melihat Gisel hidup bahagia?" tanya Gisel dengan airmata yang terus membanjiri pipinya.


"Yang membuat kita bahagia itu adalah kekayaan Gisel, jika kamu mendapatkan Raihan, kamu akan mendapatkan harta yang banyak yang tidak akan habis sampai tujuh turunan, apalagi Raihan adalah Anak Tunggal keluarga Sanjaya," teriak Mama Rita.


"Ma, sampai kapan Mama akan menilai semuanya dengan uang? Gisel juga manusia yang mempunyai hati dan perasaan, selama ini Papa Herdi selalu berbuat baik terhadap Gisel, dan Gisel tidak mau membalas kebaikannya dengan kejahatan. Jadi, Gisel mohon Mama lupakan semua ambisi Mama untuk mendapatkan harta yang bukan hak kita Ma."


"Itu akibatnya kalau kamu terus bergaul dengan kacung. Mama tidak rela jika sampai kamu menikah dengan Kacungnya si Herdi," teriak Mama Rita dengan melayangkan tangannya untuk menampar pipi Gisel, tapi dengan sigap Evan mencekal pergelangan tangan Mama Rita sebelum berhasil mengenai pipi Gisel.


"Tidak sepantasnya seorang Ibu melakukan tindakan seperti itu kepada Anak kandungnya sendiri," ujar Evan.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu ikut campur dengan urusanku, kamu itu hanya seorang Kacung," teriak Mama Rita.


"Lebih baik menjadi seorang kacung daripada menjadi lintah darat yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan harta kekayaan oranglain," sindir EVan.


"Evan, lepaskan tangan Mama, bagaimanapun juga Mama adalah perempuan yang telah melahirkan aku ke Dunia ini," ujar Gisel.


"Kasihan sekali kamu Gisel, karena ternyata selama ini kamu sudah dimanfaatkan oleh manusia serakah yang kamu anggap sebagai seorang Ibu. Seharusnya seorang Ibu menyayangi Anaknya, bukan memperalat Anaknya untuk mendapatkan harta kekayaan," tegas Evan.


"Semua itu bukan urusan kamu Kacung, jadi sebaiknya kamu tidak perlu ikut campur dengan urusanku," teriak Mama Rita.


"Kalau Anda masih berani mengancam Gisel, jangan salahkan saya jika melaporkan Anda kepada pihak berwajib atas tuduhan penculikan terhadap Tuan muda Raihan," ancam Evan.


"Memangnya kamu punya bukti apa untuk menjebloskan aku ke dalam Penjara?" tantang Mama Rita.


Evan kini memperlihatkan video percakapan Mama Rita dengan Gisel.


"Saya rasa bukti ini cukup kuat untuk saya melaporkan semua kejahatan Anda," ujar Evan, sehingga membuat wajah Mama Rita pucat pasi.


"Gisel, cepat kamu rebut handphone kacung itu, dan segera hapus videonya," ujar Mama Rita.


Gisel terlihat diam mematung mendengar perintah Ibunya, dan Mama Rita semakin geram terhadap Gisel.


"Maaf Ma, sekarang Gisel sudah mengambil keputusan, untuk tidak menuruti lagi semua kemauan Mama," ucap Gisel dengan lirih.


"Gisel apa kamu mau jadi Anak durhaka karena tidak menuruti kemauan orangtua?" bentak Mama Rita.


"Kemauan Orangtua yang seperti apa dulu yang harus Gisel turuti Ma? selama ini Mama hanya memperalat Gisel untuk melakukan semua keinginan Mama. Gisel bukan Boneka yang bisa Mama mainkan sesuka hati. Mulai sekarang biarkan Gisel memilih jalan hidup Gisel sendiri, dan biarkan Gisel hidup bahagia dengan Evan," ucap Gisel, kemudian menarik lembut tangan Evan untuk pergi meninggalkan Mama Rita yang masih diam mematung karena tidak percaya dengan Gisel yang sudah berani menentangnya.

__ADS_1


__ADS_2