Cinta Terlarang

Cinta Terlarang
Dia bernama Anna


__ADS_3

Mereka menunduk takut, ketua OSIS yang terkenal dengan kekejamannya itu kini berdiri di depan mereka, mereka tidak punya nyali untuk melawannya.


"Sekarang katakan kenapa kalian membully anak yang bernama Rere itu?" Tanya Nofan.


Lidah mereka terasa keluh, mulut mereka terkunci rapat, wajah mereka terus tertunduk ke bawah.


"JAWAB!" bentak Nofan keras.


Mereka tersontak kaget, kedatangan Nofan sungguh membuat mereka ketar-ketir.


"B-bukan kami kak, kami gak bersalah, dia yang bersalah" jawab Lilik terbata-bata.


"Kalian masih aja mau ngeles, udah jelas-jelas kalian yang salah, masih aja lempar kesalahan sama orang lain. Semua orang juga sudah tau kalau kalian yang udah bully anak baru itu" timpal Nofan membantah keras jawaban mereka.


Mereka makin bungkam, mereka tak tau harus melakukan apa.


"Sebagai hukumannya kalian berempat cepat sekarang berishin semua kamar mandi di sekolahan ini. Jangan berhenti apalagi coba-coba kabur, kalau sampai kalian kabur, liat aja aku gak akan tinggal diam" perintah Nofan tegas.


Mereka masih diam di tempat tanpa pergerakan. Kini mereka menyesal, mereka kira mereka akan aman dan tidak akan pernah mendapatkan hukuman seperti ini.


"Tunggu apa lagi cepat sana laksanakan hukuman kalian, apa mau di tambahin hah?"


Mereka menggeleng, dengan secepat kilat mereka berlari keluar dan melaksanakan hukuman yang telah Nofan berikan.


Nofan menatap semua murid-murid yang ikutan takut padanya.


"Dan untuk kalian semua, kalau nanti ada lagi kasus yang sama menimpa salah satu murid di kelas ini, jangan sungkan-sungkan langsung lapor pada ku. Aku yang akan bereskan masalah ini" perintah Nofan.


"B-baik kak" jawab mereka semua gugup dan takut.


"Ayo cabut" ajak Nofan pada teman-temannya.


Mereka semua ikut pergi meninggalkan tempat itu.


"Gimana, bagus kan cara aku bikin para pembully-pembully itu bungkam?" Tanya Nofan bangga sebab telah berhasil membuat tersangkanya menderita.

__ADS_1


"Bagus, sangat bagus, saking bagusnya aku jamin gak akan ada orang yang ngefans sama kamu" jawab Alica.


"Bodo amat, yang penting aku udah bikin anak-anak takut dan gak berani macem-macem lagi sama aku" ujar Nofan.


"Terserah mu, aku mau balik ke kelas bye" pamit Alica tanpa menunggu respon Nofan.


Alica berjalan di koridor dengan santai, ia melangkah menuju kelasnya yang tak terlalu jauh.


Tiba-tiba Alica berhenti mendadak, matanya melotot tajam saat makhluk hitam berbulu lebat itu akan mendorong seorang gadis yang terus ia ikuti sejak tadi.


"Gawat, dia akan mencelakai gadis itu, aku harus selamatkan dia, aku tidak akan biarkan gadis itu terluka" panik Alica.


Alica berlari mendekati mereka. Alica mendorong makhluk hitam itu hingga jatuh ke lantai dan membuat usahanya gagal.


Mata merah dan seramnya menatap tajam Alica.


"Kau lagi. Apa kau mau aku beri pelajaran hah!" Hardik makhluk hitam yang ganas.


"Aku gak akan takut dengan makhluk seperti mu, aku tidak akan biarkan kamu mencelakainya orang lain. Kamu jangan coba-coba mencelakai orang di depan ku jika kamu tidak mau berurusan dengan ku!" Balas Alica tegas.


Gadis kecil di depannya telah mengganggu ketenangannya dan ia sangat tidak terima.


"Kurang ajar, aku akan balas dendam, tunggu saja pembalasan dari ku, aku tidak akan tinggal diam. Akan aku buat kau menyesal karena ikut campur dalam masalah ku" peringatan keras makhluk hitam.


Setelah memberikan peringatan makhluk hitam yang biasa di sebut genderuwo itu menghilang dengan dendam yang terus menggebu-gebu di jiwanya.


Alica sedikit merasa lega sebab makhluk hitam itu telah pergi meski ia akan mendapatkan masalah habis ini.


Alica menatap gadis yang baru-baru ini terus di ikuti oleh makhluk hitam.


"Kamu gak papa?" Tanya Alica.


Gadis itu menggelengkan kepala."Enggak, aku gak papa, aku baik-baik aja, terima kasih udah bantu aku terlepas darinya"


Alica membalas dengan senyuman."Sama-sama, tapi kalau boleh tau kenapa makhluk itu terus ngikutin kamu?"

__ADS_1


Gadis bernama tag Anna itu tertunduk sedih, dari wajahnya terlihat bahwa ada beban berat yang dia pendam.


"Cerita aja, aku gak akan bilang sama siapa-siapa, aku janji kok" sambung Alica untuk meyakinkan Anna.


"Sebenarnya genderuwo itu ikutin aku karena dia di suruh sama dukun yang mau bunuh aku" tutur Anna.


Alica terkesiap, mulutnya terbuka saking terkejutnya.


"Bunuh kamu? J-jadi kamu mau di bunuh" kaget Alica.


Kepala Anna mengangguk."Iya, aku di incar untuk di bunuh sama orang jahat yang punya dendam sama keluarga ku"


"Tunggu-tunggu siapa yang mau bunuh kamu, terus untuk apa dia bunuh kamu?" Tanya Alica penasaran.


"Orang yang mau bunuh aku adalah dukun, dia mau bunuh aku karena dia punya dendam sama keluarga ku, dia mau keluarga ku satu persatu meninggal, dan kini giliran ku, sudah ada 3 orang kakak ku yang meninggal gara-gara dia. Mereka semua meninggal dengan tidak wajar. Satunya ada yang terserang penyakit aneh, satunya lagi di kabarkan meninggal karena kecelakaan, dan yang satunya meninggal karena di santet, mereka bertiga itu meninggal dalam kurun waktu yang berdekatan" jelas Anna takut meregang nyawa kayak saudara-saudaranya yang lainnya.


Alica geleng-geleng kepala shock, dari awal ia sudah curiga kalau ada yang tak beres dengan Anna.


"Kalau boleh tau konflik apa yang membuat dukun itu setega ini sama kalian?" Penasaran Alica terus mengorek informasi penting.


"Bapak aku gak sengaja membebaskan orang yang di jadikan tumbal, dan sekarang perseteruan dukun itu terus saja berlangsung, dia mengancam akan bunuh keluarga ku satu persatu" jeda Anna.


"Tiap hari kami harus hidup dalam ketakutan saat dukun itu mengirim teror-teror yang menakutkan. Parahnya lagi sekarang dia udah bikin ibu ku sakit parah. Aku takut ibu akan bernasib sama seperti ketiga saudara ku yang lainnya" ketakutan Anna.


Mendengar penjelasan Anna Alica merasa iba, kehidupan keluarga Anna terancam gara-gara dukun jahat dan kejam itu.


"Kamu tenang aja, aku akan bantu kamu, aku gak akan biarkan niat jahat dukun itu terwujud" ucap Alica.


Senyum merekah di bibir gadis bernama Anna karena baru kali ini ada orang baik yang mau menolongnya.


"Makasih, makasih kamu mau bantu aku, sungguh aku bingung banget bagaimana caranya terlepas dari ini semua. Aku sampai mau nyerah karena gak punya solusi lagi" berulang kali Anna berucap terima kasih pada Alica yang bersedia membantunya.


Semua orang sudah tau bahwa Alica dapat melihat makhluk yang tak kasat mata, namun jarang ada orang yang berani mengusik kehidupan Alica sebab backingan Alica adalah Nofan. Nofan tidak akan tinggal diam jika ada orang yang berani mengusik ketenangan orang-orang yang ia lindungi.


"Sama-sama, aku akan berusaha semaksimal mungkin buat menolong mu" jawab Alica senang jika dirinya bisa membantu orang yang kesusahan meski ada bahaya besar yang harus ia hadapi.

__ADS_1


__ADS_2