
Aku tidak peduli lagi dengan yang aku rasakan, yang aku tau aku sayang mas Yudi, aku cinta dia, aku nyaman berada di samping nya.....
walaupun hati ku sakit. aku harus mengabaikan nya.....
sore hari, mas Yudi mengirim pesan padaku, dia bertanya kenapa sikap aku berubah dan terlihat murung, aku pun menceritakan semuanya, semua yang aku dengar, semua yang aku rasakan, semuanya.....
Dia hanya berkata, Nina pasti akan selalu memanas-manasi kamu terus, dia ga suka aku deket lagi sama kamu, dia juga ga suka aku belain kamu. dia tuh selama ini menjelek-jelekkan kamu setiap hari,,,,, selalu begitu....
__ADS_1
dia merasa hanya dia saja yang paling bener.....paling hebat..... dan paling wah.....
menjengkelkan tau..... cerita mas Yudi sambil marah-marah.....
aku sudah menduganya, dari awal Nina emang ga pernah suka dan baik padaku, mungkin karena dia masih merasa sakit hati padaku. aku jadi bingung melihat Nina, kenapa dia yang merasa sakit hati, aku seharusnya yang merasa sakit karena perlakuan dan perkataan nya.....
mas Yudi pun berusaha untuk menghibur aku, sebenarnya aku tahu mas Yudi sayang padaku, dia banyak mengalah untuk Nina, karena dia tidak ingin Nina menyakiti aku lagi.
__ADS_1
aku benar-benar merasa kasihan padanya...
dia benar-benar tertekan.
aku pun bertanya padanya tentang rencana untuk masa depan, aku hanya penasaran saja dengan rencana dia, apakah dia rela setiap hari jadi pembantu dan setiap hari hanya hidup berpura-pura saja.
aku sebenarnya juga ingin dia tahu, aku juga mau menerima dia jika dia berani mengambil keputusan untuk berpisah, dan berani menikahi aku. apapun resikonya pasti akan aku lewati, walaupun aku harus mempertaruhkan keluarga ku.....
__ADS_1
tapi ternyata aku salah, dia tidak akan bisa berpisah dengan Nina, dia hanya berkata dia hanya mengalah saja, karena di hidup mereka berdua sudah ada anak. jadi dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi.....
sungguh aku merasa sangat sedih mendengar keputusan mas Yudi.....