Cinta Terlarang

Cinta Terlarang
Keegoisan hantu korban tabrak lari 2


__ADS_3

Mendadak langkah Alica terhenti, ia tercengang melihat ceceran darah yang menuju lantai.


"Darah!"


"Kenapa bisa ada darah sebanyak ini di lantai, siapa yang terluka, apa ayah atau om, aku harus cari mereka" panik Alica campur cemas.


Alica yang penasaran milik siapa darah-darah yang berceceran di lantai itu melangkah mengikuti kemana darah itu akan membawanya.


Bau amis darah tercium memenuhi rumah, tapi kaki Alica terus melangkah sampai mana titik darah itu terhenti.


Alica mengerutkan alis."Kok darah ini ke arah dapur, apa mungkin dia ada di sana kali ya" pikir Alica.


Kaki Alica makin semangat, dengan begitu penasaran ia melangkah mendekati dapur, selain akan mengambil air ia juga akan mencari tau milik siapa darah-darah yang berceceran itu.


Kaki Alica terhenti, mulutnya ternganga, bibirnya bergetar hebat, wajahnya langsung memucat.


"Hai apa kau masih ingat pada ku" sapa seorang wanita berpakaian putih, tubuh bersimbah darah, tengah berdiri di dapur menunggu kedatangan Alica.


"K-ka-u, kenapa kau ada di sini" terkesiap Alica.


Ternyata darah yang berceceran di lantai itu milik hantu yang Alica temui di jalan.


"Apalagi kalau bukan menghabisi mu, kau adalah warga desa ini, aku tidak akan biarkan satu warga pun yang hidup" ancam penuh penekanan hantu itu.


Alica panik, Alica berusaha untuk kabur dari sana, namun entah mengapa kakinya tidak bisa bergerak, berpindah saja ia tidak bisa apalagi berlari meninggalkan tempat itu.


"Kenapa kaki ku gak bisa gerak, ada apa ini, kenapa aku bisa jadi kayak gini. Aku ingin pergi, aku harus pergi sebelum dia membunuh ku" batin Alica panik dan berusaha keras untuk pergi dari sana.


Hantu itu tersenyum mematikan, begitu senang wajahnya menatap Alica yang kesulitan untuk bergerak.


"Hahahaha, aku tidak akan bisa pergi kemana-mana anak kecil, waktunya kau mati, tidak perlu kau berusaha sekeras mungkin untuk pergi, percuma karena kau tidak akan bisa" ucap hantu itu mengaku kalau dirinya akan dapat membunuh Alica.


Melihat Alica tertekan ia begitu gembira, walaupun ia sudah tau siapa Alica tapi ia tetap tak takut, ancaman pangeran William tak membuatnya gentar sedikitpun.


Alica berusaha keras untuk bergerak dan pergi dari sana, ia tak mau mati di tangan hantu seram sepertinya.

__ADS_1


Tawa hantu itu pun terhenti, di tangannya terdapat sebuah pisau tajam.


Alica gemetaran melihat pisau setajam itu di tangan hantu yang memiliki dendam pribadi padanya.


"Pisau ini akan membuat mu menjadi seperti ku, aku jamin hari ini kau akan mati di tangan ku" tutur hantu itu, lalu menyunggingkan senyuman bengis.


Alica menggeleng cepat."Tidak, jangan lakuin itu, aku mohon jangan apa-apain aku, aku masih mau hidup, aku tidak mau mati, aku mohon jangan habisi aku"


"Tidak bisa, kau harus mati, aku tidak akan biarkan orang seperti mu hidup" tolak keras hantu itu.


Hati hantu begitu keras seperti baja, walaupun di ajak kompromi dengan nada selembut mungkin tak dapat melunakkan hatinya yang sekeras batu.


"Lihatlah pisau tajam ini, sebentar lagi dia akan menancap tepat di tubuh mu" ujar hantu memperlihatkan pisau tajam di tangannya.


Alica ketakutan parah, kakinya tak bisa bergerak, ia tidak bisa pergi dari sana. Tiba-tiba mulutnya terasa keluh, ia tak bisa berteriak meminta pertolongan sama orang rumah.


"Tak perlu kau berusaha sekeras mungkin pergi dari ku karena hidup mu memang akan berakhir di tangan ku" lantang hantu itu begitu sombong dan angkuh.


Alica menitihkan air mata, keringat-keringat dingin bercucuran di wajahnya, kepalanya menggeleng terus menerus berharap kalau hantu itu tidak mencelakainya.


Tanpa aba-aba hantu itu melempar pisau tajam ke arah Alica.


Alica menutup mata tak dapat membayangkan jika sampai pisau setajam itu mengenai tubuhnya.


Alica yang tak merasakan apapun kembali membuat mata, alangkah terkejutnya ia kala melihat pangeran William yang tiba-tiba pasang badan untuk melindunginya.


Sebelum pisau itu mendarat tepat di tubuh Alica pangeran sudah lebih dulu menangkapnya.


Pangeran William membuang kasar pisau itu, kemudian menoleh ke belakang, ia langsung melepaskan sihir yang membuat putrinya tak bisa bergerak.


"Papa, papa Alica takut huhu" tangis Alica memeluk erat tubuh papanya.


"Kamu jangan takut nak, biarkan papa mu yang akan membereskan orang sepertinya" ujar pangeran William.


Tatapan pangeran William beralih menatap hantu yang masih diam di tempat tanpa ada rasa takut yang tampak di wajahnya.

__ADS_1


"Beraninya kau berusaha untuk mencelakai putri ku, apa peringatan yang ku berikan tadi masih kurang?" Tubuh pangeran William meradang akibat tindakan hantu yang makin keterlaluan.


Perbuatan hantu itu hampir saja akan membuat nyawa putrinya melayang, pangeran William tidak bisa membiarkan hantu itu hidup bebas di desa karena akan ada banyak orang yang menjadi korban, termasuk putrinya.


"Aku tidak takut pada mu, walaupun kau memberi ku peringatan, aku tidak akan mundur, dari awal aku sudah bertekad akan menghabisi orang-orang yang tinggal di desa ini" jawab hantu itu.


"Kau boleh saja membunuh mereka, tapi di sini putri ku tidak bersalah, dia tidak melakukan apapun, namun mengapa kau bersikeras untuk menghabisinya!" Geram pangeran William.


"Aku tidak peduli, aku mau semua orang mati. Jika aku mati di tempat ini, maka orang yang tinggal di tempat itu juga harus mati bersama ku" teriak hantu itu egois.


Pangeran William melihat hantu itu makin ngelunjak kesal bukan main.


"Kau memang tidak bisa di biarkan lagi, aku tidak bisa biarkan kau tetap berkeliaran di tempat ini, aku harus singkirkan kau dari muka bumi ini" naik pitam pangeran William.


Mendengar hal itu hantu itu pun langsung panik, kali ini ancaman pangeran William tak main-main.


"Gawat, sepertinya dia akan melakukan sesuatu yang buruk pada ku, aku harus pergi sebelum dia melakukan hal yang enggak-enggak pada ku" batin hantu itu merasa terancam.


"Aarrrrrrrggh" jerit keras hantu saat tubuhnya terbakar akibat sihir yang pangeran William layangkan.


Usahanya untuk kabur dari sana telah terbaca oleh pangeran William, pangeran tidak akan biarkan pengecut itu lari lagi dari peperangan.


Alica menyaksikan sendiri bagaimana tubuh hantu itu terbakar dan berubah menjadi abu.


Alica begidik ngeri, pemandangan menakutkan seperti ini membuatnya tak selera untuk makan.


Pangeran William bernafas lega."Dia sudah pergi, dia tidak akan mengganggu mu lagi, kamu dan semua orang bisa hidup dengan tenang sekarang"


"Makasih pa, makasih udah datang tepat waktu sebelum dia menghabisi Alica" senang Alica, lantaran masih di beri kesempatan untuk selamat dari kejahatan hantu penuh dendam.


"Sama-sama nak, papa itu gak akan biarkan kamu terluka, papa akan selalu lindungi kamu. Sana kamu balik ke kamar, papa jamin habis ini gak akan ada yang ganggu kamu, hantu itu sudah lenyap dari muka bumi ini, kamu tidak perlu khawatir dia datang dan mengganggu mu lagi" suruh pangeran William.


Alica mengangguk patuh, ia kembali ke kamar untuk melanjutkan istirahatnya yang terjeda.


Bener yang di katakan pangeran William jika habis itu tidak ada gangguan yang mendatangi Alica sehingga Alica dapat tidur dengan tenang.

__ADS_1


__ADS_2