Cinta Terlarang

Cinta Terlarang
Hajatan di tengah gelapnya malam


__ADS_3

Alica beranjak dari tempat tidur dan melangkah keluar dari kamar, dengan pelan-pelan, Alica membuka pintu, biar tak ada yang mendengarnya.


Dengan pelan-pelan pula, Alica menutup pintu, lalu mendekati kamar Nofan, tanpa mengetuknya ia langsung membukanya.


"Loh kemana Nofan, kenapa gak ada di kamarnya" kaget Alica saat tak mendapati Nofan di kamar itu.


Kamar itu kosong, tak nampak batang hidung sahabatnya.


"Paling dia ada di luar, aku harus cari dia, aku harus kasih tau dia semuanya" Alica bergegas mencari keberadaan Nofan, di rumah nenek yang berukuran tak terlalu besar itu.


Ketika keluar benar saja jika di sana terdapat orang yang Alica cari-cari. Tengah duduk termenung, menatap lurus ke depan.


"Fan" panggilnya, duduk di dekat Nofan.


Nofan menoleh ke sampingnya."Ada apa, kenapa kamu keluar, bukannya tadi kamu udah masuk ke kamar?"


"Fan, tadi aku panggil papa ku, dia bilang kita lagi berada di alam gaib, ini bukan alam kita, semua orang yang ada di sini itu makhluk halus bukan manusia" tutur Alica memberitahukan fakta yang sebenarnya.


Sontak Nofan langsung terkejut, bola matanya melotot sempurna.


"Yang bener aja, masa kita berada di alam lain" tersentak kaget Nofan.


Kepala Alica mengangguk."Iya bener, aku gak boong, papa aku yang bilang sendiri, dia gak mungkin boong. Dari awal aku juga udah ngerasa ada yang gak beres, ternyata benar kalau tempat ini memang bukan alam kita. Kamu masih ingat kan betapa banyaknya keanehan-keanehan sejak pulang dari rumah Anna?"


Nofan mengangguk, tak mungkin ia lupakan ragam keanehan yang mendatanginya secara bertubi-tubi.


"Iya sih, tapi aku gak nyangka kenapa kita tersesat sampai ke alam ini" jawab Nofan.


Nofan masih takjub, setengah tak percaya baginya jika ia berada di tempat yang bukan menjadi alamnya.


"Terus gimana ini ca, kita harus ngapain, aku gak mau selamanya terjebak di alam ini, aku mau pulang" panik Nofan.

__ADS_1


"Aku juga mau pulang, tapi kamu gak perlu khawatir ada papa aku yang akan bantu kita keluar dari tempat ini. Tapi sebelumnya kita harus selamatkan seorang pemuda yang juga berada di alam ini, kata papa rumahnya gak jauh dari sini, kita harus selamatkan dia fan, kita gak boleh biarkan dia terjebak di tempat ini selamanya" sahut Alica.


"Oke, kita akan selamatkan dia, tapi benar ya habis itu kita pulang dari sini" memastikan Nofan.


Sungguh Nofan tak ingin berada di tempat yang sama dengan mereka yang di katakan makhluk halus.


"Iya, papa aku udah janji kok akan bantu kita keluar dari alam ini. Ayo cepat sekarang kita cari pemuda yang papa maksud, mumpung lagi sepi dan hujan juga udah berhenti. Ini kesempatan emas bagi kita buat selamatin dia" ajak Alica tak sabaran ingin keluar dari alam gaib ini.


Nofan setuju, mereka pun melangkah perlahan-lahan meninggalkan rumah nenek.


Mata mereka melirik ke kanan dan kiri khawatir ada orang yang menangkap basah mereka karena berusaha untuk kabur dari sana.


Kaki mereka berjalan lurus ke sebelah timur, di sepanjang kanan dan kiri terbangun rumah-rumah penduduk, namu pintunya tertutup rapat, tak ada satupun penduduk yang menampakkan batang hidungnya.


"Di mana orang yang kamu maksud, kenapa gak ada satupun orang yang keluyuran" was-was Nofan takut ketahuan.


"Kata papa rumahnya gak jauh dari sini, tapi kemana ya kok gak ketemu juga" mata Alica menyisir area tempat itu, tapi tak ada tanda-tanda ada kehidupan sama sekali.


"Ada apa?" Alica langsung menoleh ke samping.


"Liat, di sana ada lampu kelap-kelip, sepertinya ada orang di sana" tunjuk Nofan ke depan.


Dari jarak beberapa meter terlihat ada lampu kelap-kelip yang menyala di tengah gelapnya malam. Sorakan penduduk terdengar dari posisi mereka berdiri, dentuman musik pun terdengar memeriahkan suasana di sunyinya malam.


"Iya, kayaknya semua orang lagi ada di sana, pantesan aja gak ada satupun orang yang kita liat" sahut Alica memprediksi hal yang sama.


"Tadi nenek sama cucunya juga ke sana, mereka pamit sama aku, kayaknya ada acara deh di tempat ini sehingga semua penduduk ke sana semua" ujar Nofan.


"Mereka ngajakin kamu gak?" Penasaran Alica.


Nofan mengangguk."Iya mereka ngajakin aku, cuman aku gak mau, soalnya si Bilqis itu keliatan gak suka banget sama aku. Aku gak mau ngerusak suasana, ya udah aku tolak ajakan nenek, lagian gak mungkin aku ninggalin kamu di rumah sendirian"

__ADS_1


"Kalau begitu ayo kita ke sana, kita liat ada apa di sana sehingga ada banyak orang yang ada di sana" ajak Alica tak sabaran.


Mereka pun berlari mendekati tempat yang mereka curigai terdapat banyak penduduk desa gaib ini yang berkumpul di sana.


Ketika telah mendekati tempat itu sorakan para penduduk makin keras terdengar, mereka berdua terhenti di tempat gelap yang berada di area rumah orang yang punya jahat tersebut.


Dari kegelapan mereka dapat melihat dengan jelas suasana meriah di rumah salah satu penduduk gaib yang penuh dengan warga. Semua orang terlihat bahagia dengan adanya sebuah acara hajatan besar-besaran tersebut.


"Owh ternyata ada hajatan di rumah ini, pantesan aja penduduk-penduduk ada di sini semua" kepala Alica manggut-manggut menatap ke depannya.


"Tapi siapa yang nikah kok meriah banget, terus kenapa harus malam-malam, biasanya kan siang. Tapi ini kok beda ya" merasa aneh Nofan.


Umumnya pernikahan di mulai dari pagi sampai malam, tapi di alam ini mereka mendapati jika pernikahan di selenggarakan di tengah gelapnya malam.


"Namanya juga alam gaib, ya beda sama alam kita" sahut Alica.


Pandangan Alica fokus menatap ke depan yang meriah dan semua orang begitu menikmati hajatan tersebut.


Tiba-tiba Alica menajamkan pengelihatannya."Fan, fan fan fan"


Dengan bertubi-tubi Alica memanggil nama orang di sampingnya.


"Ada apaan?" Tanya Nofan dengan mata fokus ke depan.


"Liat itu, di samping pohon aren itu ada seorang pemuda, aku ngerasa dia sama kayak kita, dia berbeda dengan mereka semua. Aku rasa dia pemuda yang papa aku maksud" tunjuk Alica pada sebuah pohon aren, tumbuh di sebelah timur agak menjauh dari keramaian.


Posisi pemuda itu berada di paling belakang, dapat di liat kalau dia sangat tidak bersemangat tak sama seperti warga-warga lainnya.


"Kayaknya emang dia deh pemuda yang kita cari-cari" sahut Nofan merasakan hal yang sama.


"Kalau begitu tunggu apalagi sana kamu ajak dia ke sini, aku tunggu di sini. Habis itu aku akan panggil papa ku biar kita malam ini juga pergi dari tempat ini" suruh Alica.

__ADS_1


__ADS_2