Cinta Terlarang

Cinta Terlarang
Bab 82 ( Tragedi pada Pernikahan Gisel dan Evan )


__ADS_3

Pak Sarip dan Pak Komar saat ini sudah mendekam di dalam penjara, sedangkan Mama Rita masih menjadi buronan Polisi.


Raihan baru satu minggu bekerja di Sanjaya Grup, tapi Raihan sudah bisa menilai mana orang yang mempunyai kinerja baik serta attitude yang baik juga, dan rencananya setelah nanti Raihan mengungkap jati dirinya, Raihan akan mengganti beberapa Kepala Divisi yang memang tidak bersikap profesional dalam bekerja, karena saat ini Raihan masih merahasiakan identitasnya dengan menjadi seorang OB.


Raihan dan Evan juga masih merahasiakan kepada Gisel tentang Mama Rita yang terlibat dalam selundupan barang perusahaan, karena mereka tidak mau jika Gisel sampai kepikiran, apalagi besok adalah hari pernikahan Gisel dan Evan.


Pak Burhan dan Bu Ima yang akan menghadiri acara pernikahan Gisel dan Evan, sekaligus menengok Anak dan Cucunya, saat ini sudah sampai di kediaman Sanjaya, tapi Ratna dan keluarga Ustad Mahmud tidak dapat hadir karena ada acara keluarga juga, apalagi Ratna masih belum benar-benar pulih pasca melahirkan.


Aisyah terlihat bahagia dengan kedatangan kedua orangtuanya, dan Aisyah membelikan banyak pakaian serta perhiasan untuk Bu Ima, Aisyah juga menitipkan hadiah untuk Anak Ratna kepada Bu Ima jika nanti pulang ke Desa Nelayan.


"Nak, Ibu jadi tidak enak menerima banyak hadiah dari Aisyah," ujar Bu Ima.


"Semua ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan semua kebaikan Ibu kepada kami, dan sudah sepantasnya seorang Anak melakukan semua itu untuk orangtuanya. Terimakasih banyak atas semuanya ya Bu, Aisyah lihat sekarang Ayah tambah sehat dan gemukan, itu pasti karena Ibu sudah melayani Ayah dengan baik."


"Ibu hanya mengerjakan kewajiban Ibu sebagai seorang istri, apalagi sekarang Ibu sudah dilarang berjualan lagi sama Ayah, jadi Ibu gak ada kerjaan di rumah."


"Iya Nak, setiap hari Ayah makan enak terus, jadi Ayah semakin gemuk saja," ujar Pak Burhan dengan tersenyum, dan Aisyah sangat bahagia melihat kedua orangtuanya yang terlihat harmonis.


Raihan yang baru pulang kerja mencium punggung tangan kedua Mertuanya, serta memeluk dan mencium kening Aisyah.


"Ayah, Ibu bagaimana kabarnya? kenapa tidak meminta dijemput sama Supir kalau mau datang ke sini?" tanya Raihan.


"Alhamdulillah kabar kami baik Nak, Ayah ingin mencoba naik Bus, sudah lama juga Ayah tidak naik kendaraan umum, hitung-hitung Ayah mengenang masalalu kami, tadi juga ada Supir yang jemput dari Terminal," jawab Pak Burhan.


"Sayang, Ayah sama Ibu sudah makan kan?" tanya Raihan kepada Aisyah.


"Sudah Yah, Ya sudah sekarang Ayah sebaiknya bersih-bersih dulu, sebentar lagi waktu Ashar juga sudah mau habis," ujar Aisyah.

__ADS_1


"Kalau begitu Raihan permisi ke kamar dulu," ujar Raihan kepada Pak Burhan dan Bu Ima.


Beberapa saat kemudian, Nenek Rose dan Papa Herdi yang baru pulang dari pusat perbelanjaan untuk mengajak jalan-jalan Nathan dan Nala langsung menghampiri Bu Ima dan Pak Burhan.


"Besan, bagaimana kabarnya? kelihatannya semakin sehat saja?" tanya Papa Herdi dengan merangkul Pak Burhan.


"Alhamdulillah Besan, kabar kami baik. Bagaimana sebaliknya?" tanya Pak Burhan kepada Papa Herdi.


"Alhamdulillah kami juga semakin baik, apalagi sekarang kami mempunyai Nathan dan Nala yang selalu menghibur kami."


Nenek Rose menghampiri Bu Ima kemudian melakukan cipika cipiki, begitu juga dengan si Kembar yang langsung meminta di gendong oleh Bu Ima dan Pak Burhan.


......................


Keesokan paginya, Semuanya telah berangkat menuju hotel bintang lima tempat acara pernikahan Gisel dan Evan akan diselenggarakan.


Raihan dan Papa Herdi langsung menemui Evan yang masih berada di ruang ganti, dan saat ini Evan terlihat grogi.


"Evan sangat gugup Pa," ujar Evan yang sudah Papa Herdi larang memanggil Tuan.


"Kamu tenang saja Van, semuanya pasti berjalan dengan lancar," ujar Raihan.


Papa Herdi sengaja menyuruh Raihan dan Aisyah untuk di dandani seperti pengantin juga supaya ada fhoto kenang-kenangan saat memakai pakaian pengantin, karena dulu saat Raihan dan Aisyah menikah, mereka tidak didandani. Jangankan didandani, bahkan pernikahannya juga tidak ada yang menghadiri karena saat itu mereka masih belum bertemu dengan keluarganya dan hanya hidup berdua saja dengan ekonomi yang serba kekurangan.


Hari ini Papa Herdi sudah berencana akan mengumumkan Raihan sebagai Anak tunggalnya serta sebagai penerus Perusahaan Sanjaya Grup. Jadi, mau tidak mau Raihan harus berhenti menjadi OB, karena semua karyawan yang hadir pasti akan mengetahui identitas Raihan yang sebenarnya.


"Raihan, Evan, sebaiknya sekarang kita ke luar, karena Penghulu sudah datang," ajak Papa Herdi.

__ADS_1


Evan saat ini sudah berada di depan Penghulu, dan beberapa saat kemudian, Aisyah mengantar Gisel untuk duduk di samping Evan.


Evan yang melihat Gisel duduk di sampingnya begitu terpesona dengan kecantikan Gisel, dan setelah Evan siap, Penghulu membuka acara dengan bacaan Basmalah, sampai akhirnya Evan mengucap ijab kabul pernikahan dengan lantang.


Gisel merasa terharu, dan tanpa terasa Gisel menitikkan airmata, karena statusnya saat ini sudah menjadi istri dari Evan, meski pun dalam hati Gisel terselip rasa sedih karena Ibu kandungnya tidak dapat hadir dalam acara pernikahannya, karena entah dimana keberadaan Mama Rita saat ini yang masih menjadi buronan.


Bukan hanya Evan saja yang terpesona dengan kecantikan istrinya, Raihan juga sangat terpesona dengan kecantikan sempurna yang Aisyah miliki.


"Sayang, kamu semakin cantik saja," bisik Raihan pada telinga Aisyah.


"Maaf gak ada receh," canda Aisyah, dan Raihan yang merasa gemas langsung mencium pipi Aisyah.


"Yah, malu dilihatin orang," bisik Aisyah.


"Kenapa harus malu, kita kan Suami istri, bahkan sebentar lagi pernikahan kita tiga tahun," Aisyah hanya diam tanpa mau berdebat dengan Raihan, dan Aisyah lebih memilih untuk mengajak Raihan mengucapkan selamat kepada Gisel dan Evan yang sudah berdiri di atas pelaminan.


Saat ini Evan dan Gisel sudah berdiri di atas pelaminan untuk menyalami tamu, banyak do'a dan ucapan selamat dari para tamu yang hadir dalam acara pernikahan mereka.


Ketika Raihan dan Aisyah naik ke atas pelaminan untuk menyalami kedua mempelai, Mama Rita yang sudah menyamar menjadi pelayan sudah merencanakan kejahatan kepada keluarga Wijaya.


Sekarang Gisel hanya mendapatkan seorang kacung, dan Aisyah sudah menjadi Ratu di keluarga Sanjaya. Kalian harus menderita karena sudah membuat hidupku menderita juga, ucap Mama Rita dalam hati.


Mama Rita sudah bertekad akan menghabisi nyawa Aisyah atau Raihan supaya kebahagiaan keluarga Sanjaya hancur, dan saat ini Mama Rita sudah mengeluarkan sebuah pistol.


Saat Raihan dan Aisyah menyalami Gisel dan Evan, Mama Rita menembakan pistol tersebut kepada Aisyah.


Dor

__ADS_1


Suara tembakan membuat suasana pesta menjadi ricuh.


"Aisyah awas"


__ADS_2