Cinta Terlarang

Cinta Terlarang
Ragu untuk mempercayainya


__ADS_3

"Tapi ca kalau dia beneran hamil kenapa aku gak bisa liat" heran Nofan terus menatap wanita pucat itu.


"Itu yang aku bingungkan, kenapa seakan-akan hanya aku seorang yang dapat melihat itu semua, terus apa wanita itu tau kalau dia hamil atau jangan-jangan dia juga gak tau" Alica kini merasa aneh dan takut terjadi apa-apa pada wanita hamil tersebut.


Tak hanya Alica Nofan pun merasakan kegelisahan dan juga ketakutan yang sama.


"Gimana caranya kita bisa tau kalau wanita itu lagi hamil atau enggak dan apakah dia sudah nikah atau belum" bingung Nofan, untuk bertanya ia malu dan tak enak hati karena ingin menyangkut masalah pribadi.


"Sana kamu nanya apakah dia sudah berkeluarga apa belum" suruh Alica sedikit memaksa.


Nofan ketar-ketir, tegang dan cemas, untuk mengajukan pertanyaan yang terbilang menyangkut urusan pribadi Nofan enggan karena takut hal itu membuat suasana indah ini hancur.


"Fan nanya sana, kamu dengar gak apa yang aku minta" suruh Alica sekali lagi.


Bibir Nofan tak bergerak, namun tubuhnya tak bisa tenang. Alica yang kesal lantaran Nofan tak kunjung melaksanakan perintahnya menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya.


"Anna, itu kakak kamu juga" bola mata Alica jatuh pada wanita pucat.


"Iya, ini kakak keempat ku, kenapa, kok kamu nanyain dia?" Tanya Anna merasa seperti ada yang ingin Alica sampaikan.


"Ah enggak, apa sebelumnya kakak mu sudah berkeluarga?" Penasaran Alica terus mengorek informasi lebih dalam lagi.


Anna menggeleng."Belum, kedua kakak ku ini gak ada yang berkeluarga, dan yang sudah berkeluarga udah meninggal"


Ekspresi wajah sedih Anna kembali terlihat, pertanyaan yang Alica ajukan membuat Anna teringat akan mendiang kakak-kakaknya yang telah meninggal dunia.


"Maaf Anna kalau pertanyaan ku membuat kamu sedih" merasa bersalah Alica.


Anna menyeka sedikit air mata yang tak sengaja mengalir."Enggak kok, aku gak papa, kamu jangan merasa bersalah"


Senyuman manis terukir indah menghiasi wajah Anna, itu Anna lakukan agar Alica tak merasa bersalah lagi.


"Kenapa kamu nanyain tentang kak Dewi?" Penasaran kak Tara.

__ADS_1


"Sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku bilang tentang kak Dewi, tapi aku takut buat mengatakan yang sebenarnya" sedikit ragu Alica untuk mengutarakan seluruh beban yang tersimpan di hatinya.


"Ada apa dengan kak Dewi, kamu bilang aja sama kami" suruh Anna semakin penasaran.


Alica melirik Nofan yang terus bungkam seperti tak bisa mengeluarkan kata-kata lagi.


Nofan mengangguk tanda setuju dengan keputusan Alica yang akan memberitahukan fakta yang cukup tak sedap namun penting dan tak bisa di sembunyikan lagi.


"Sebenarnya kak Dewi itu hamil" ujar Alica.


"APA HAMIL!" kaget mereka semua.


Kepala Alica mengangguk cepat sedikit merasa tak enak hati harus mengatakan ini semua.


"Yang benar kak Dewi hamil, tapi dia hamil sama siapa, dia belum nikah, gak mungkin dia bisa hamil" bantah Anna tak percaya sama sekali akan penuturan Alica yang tak masuk akal.


"Betul itu, kak Dewi gak hamil tapi kenapa kamu bilang dia hamil" sambung kak Tara sependapat dengan Anna.


Sontak mereka semua pun terkejut, tapi mulut mereka malah bungkam.


"Kak Dewi di hamili oleh mereka yang tak terlihat, parahnya lagi makhluk itu suruhan dukun" tambah Alica.


Tercengang itulah yang terjadi, semua lidah terasa keluh, untuk membantah mereka semua tak bisa namun untuk menerima mereka masih tak yakin.


"Alica kamu gak lagi bohong kan, gak mungkin kan kakak aku di hamili sama makhluk halus?" Anna memastikan kembali, Anna berharap apa yang terdengar di telinganya saat ini salah.


Alica mengangguk."Anna ini benar, aku gak lagi bohong, aku bilang yang sebenarnya, kak Dewi lagi hamil besar, ku rasa sebentar lagi dia akan lahiran"


Perut kak Dewi yang buncit dapat di prediksi bahwa tak lama lagi dirinya akan melahirkan anak dari makhluk halus.


Kak Dewi yang mengetahui kenyataan pahit ini menutup mulut tak percaya, bulir-bulir bening berjatuhan membasahi wajahnya.


"Gak mungkin, gak mungkin aku di hamili makhluk halus, kamu jangan ngarang cerita!" Tolak mentah-mentah kak Dewi.

__ADS_1


Shock, kak Dewi shock mendengar fakta ini.


"Tapi kak aku bilang yang sebenarnya, kakak lagi hamil, aku gak boong, aku bilang sebenarnya kok" Alica meyakinkan keluarga Anna yang sekarang mulai meragukannya.


Secara logika masalah ini langsung di terima dengan mudah tentu saja tidak akan segampang itu, wajar-wajar saja jika keluarga Anna membantah dan tak percaya dengan penyampaian Alica.


"Kalau Dewi memang benar-benar hamil kenapa perutnya gak terlihat, perutnya masih rata loh tapi kenapa kamu bilang kalau Dewi anak saya hamil besar?" Merasa aneh pak Basuki lantaran tak dapat menemukan perubahan di dalam diri anaknya.


"Di mata kalian perut kak Dewi memang rata, tapi di mata ku berbeda" jelas Alica.


Mereka bingung harus percaya atau tidak lantaran mereka tak dapat melihat langsung apa yang Alica maksudkan.


"Jika memang benar aku hamil, lalu cara apa yang harus aku lakukan, aku gak mau melahirkan anak gabungan antara manusia dan makhluk halus, sungguh aku tidak mau" risau kak Dewi tak menginginkan keberadaan anak di dalam kandungannya.


"Kak Dewi tenang dulu, aku akan cari cara untuk memecahkan persoalan mu, nanti kalau aku tau aku akan kasih tau kalian" sahut Alica.


Meski Alica dapat melihat makhluk tak kasat mata sejak kecil, tapi untuk memecahkan masalah gaib yang berat-berat seperti ini ia masih membutuhkan orang lain.


"Iya, aku akan tunggu, aku mohon sana kamu tolong kasih tau caranya, aku gak mau melahirkan anak itu, sungguh aku gak mau" mohon kak Dewi kini resah akan keberadaan anak gaibnya itu.


"Iya kak, aku akan cari tau secepatnya, kakak tidak perlu khawatir" balas Alica tak ikutan tegang biar mereka semua tak ikutan tegang juga.


"Sekarang di mana makhluk yang telah menitipkan benihnya di rahim ku?" Penasaran kak Dewi.


"Dia sudah pergi kak, tapi aku yakin dia pasti akan balik lagi, dia tidak akan melepaskan kakak begitu saja karena sekarang ini kakak lagi mengandung anaknya" yakin Alica.


Makhluk halus memang jahat, namun jika menyangkut darah dagingnya atau orang yang ia cintai, ia akan lembut seperti kapas.


"Terus bagaimana caranya dia biar dia tidak mendekati ku, aku tidak mau di dekati oleh makhluk astral" tanya kak Dewi.


"Kakak sekarang banyak-banyak berdoa aja, sebelum tidur harus baca doa biar tidak ada makhluk halus yang mengganggu" suruh Alica.


"Baik, aku pasti akan menuruti mu" sahut kak Dewi.

__ADS_1


__ADS_2