Cinta Terlarang

Cinta Terlarang
Bab 57 ( Menebus kesalahan )


__ADS_3

Pak Burhan dan Mama Neti sudah harap-harap cemas dengan hasil tes DNA yang Pak Burhan dan Aisyah lakukan.


Beberapa jam kemudian petugas yang melakukan tes DNA pun datang ke kamar perawatan Mama Neti, karena Pak Burhan yang memintanya.


"Tuan, ini tes DNA yang kami lakukan terhadap Tuan dan Putri Tuan."


"Bagaimana hasilnya Dok?" tanya Pak Burhan.


"Hasilnya seratus persen cocok Tuan, jadi Nona Aisyah adalah Putri kandung Anda," jawab Dokter.


Pak Burhan dan Mama Neti yang mendengarnya langsung saja berpelukan dengan menangis terharu, dan Mama Neti semakin menyesali perlakuan buruknya selama ini terhadap Aisyah.


"Kalau begitu saya permisi dulu," ujar Dokter kemudian keluar dari kamar perawatan Mama Neti.


"Pa, Mama selama ini sudah jahat kepada Anak kandung kita sendiri, Mama Menyesal Pa. Kenapa dari awal Mama tidak bisa mengenali Aisyah Putri kandung kita, padahal selama empat bulan ini Tuhan sudah memberikan kesempatan kepada kita supaya bisa menebus kesalahan kita di masa lalu, tapi Mama malah menjadikan Anak kita sebagai Pembantu di rumahnya sendiri."


"Sudahlah Ma, jangan menyesali semua yang telah terjadi, yang penting kita harus memperbaiki semuanya dengan menyayangi Aisyah dan juga Cucu kita," ujar Pak Burhan yang merasa sangat bahagia, karena ternyata dugaannya selama ini benar.


"Kita harus pulang besok Pa, Mama ingin selalu berada di dekat Aisyah di sisa umur Mama. Mama sudah berdosa karena dulu sudah menelantarkan Aisyah, dan sekarang Mama akan menebus semua kesalahan yang telah Mama perbuat."


"Mama jangan berkata seperti itu, Mama pasti sembuh, dan Mama akan mendapatkan donor ginjal yang cocok."


"Meski pun Mama tidak sembuh, tapi setidaknya Mama sudah bertemu dengan Anak kandung kita Pa. Bagaimana kalau besok kita mengadakan syukuran karena telah bertemu dengan Anak kandung kita?"


"Apa Aisyah tidak akan curiga apabila kita mengadakan acara syukuran secara tiba-tiba?" ujar Pak Burhan.


"Supaya Aisyah tidak merasa curiga, kita berikan saja alasan kalau kita mengadakan syukuran Ulang tahun Nala yang ke-1, kita kan tidak mengetahui tanggal lahir Nala, begitu juga dengan Aisyah yang tidak mengingatnya, jadi Aisyah pasti akan setuju."

__ADS_1


"Papa ikut Mama saja, dan Papa harap Mama bisa segera sembuh secepatnya dengan melakukan cuci darah, karena ketika Aisyah mendengar Mama membutuhkan donor ginjal, Aisyah sudah berniat untuk mendonorkan ginjalnya, dan pasti ginjal Aisyah cocok dengan Mama karena Aisyah adalah Anak kandung Mama, tapi Papa kasihan kepada Aisyah jika nanti harus hidup dengan satu ginjal saja."


"Iya Pa, Mama juga tidak mau Aisyah berkorban untuk Mama, apalagi selama ini Mama sudah menelantarkan Aisyah, dan Imron pasti akan marah jika sampai mengetahui kalau Aisyah mendonorkan ginjalnya untuk Mama. Akan tetapi, Mama bahagia karena Aisyah sudah tumbuh menjadi Anak yang baik Pa, meski pun Aisyah tidak mendapatkan kasih sayang dari seorang Ibu."


"Kalau begitu sekarang Papa akan menyuruh Asisten Hendra untuk mempersiapkan acara ulang tahun Nala besok, dan minggu depan, Papa akan mencari tau tentang keberadaan Imron dan Ratna."


"Iya Pa, Mama do'akan semoga Ratna menerima Papa dan Ima memaafkan semua kesalahan yang telah kita lakukan, tolong sampaikan maaf Mama kepada Ima, karena dulu Mama sudah merebut Papa darinya."


......................


Keesokan paginya, Mama Neti sudah bersemangat untuk pulang ke rumahnya, karena Mama Neti sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Anak dan Cucunya.


Sebelum pulang, Mama Neti dan Pak Burhan membeli banyak kado untuk Aisyah dan Nala.


"Pa, apa Aisyah akan suka dengan pakaian dan barang-barang yang kita belikan?" tanya Mama Neti.


Jantung Mama Neti dan Pak Burhan sudah berdebar-debat ketika mobil yang mereka tumpangi memasuki halaman, dan di depan rumah, Aisyah dan Nala sudah terlihat menyambut kedatangan mereka.


"Aisyah, Mama pulang Nak. Maaf kalau Mama dan Papa masih belum bisa mengakui Aisyah sebagai Anak kandung kami," gumam Mama Neti dengan airmata yang terus membasahi pipinya.


"Assalamu'alaikum Bu, Yah. Makasih banyak ya karena Ayah dan Ibu sudah mempersiapkan acara ulang tahun Nala, meskipun Aisyah tidak ingat tanggal berapa Nala dilahirkan."


"Wa'alaikumsalam Nak, sama-sama sayang. Meskipun kita tidak tau kapan Nala lahir ke Dunia ini, tapi kita akan selalu mendo'akan yang terbaik untuk kebahagiaan Nala dan Aisyah," ujar Pak Burhan.


Mama Neti yang dari tadi terus saja menangis, langsung saja memeluk tubuh Aisyah.


"Ibu kenapa menangis? apa ada yang sakit?" tanya Aisyah yang terlihat khawatir kepada Mama Neti.

__ADS_1


"Tidak Nak, Ibu baik-baik saja, bahkan sekarang Ibu merasa sangat baik. Ini adalah airmata bahagia karena akhirnya Ibu bisa pulang dan bisa bertemu lagi dengan Aisyah dan Nala." Ini Mama Nak, ini Mama kandung Aisyah. Maafkan Mama selama ini sayang, karena Mama sudah banyak melakukan kesalahan kepada Aisyah, lanjut Mama Neti dalam hati.


Sebelum masuk ke dalam rumah, Pak Burhan menyuruh Supir untuk mengeluarkan kado, serta barang-barang dan pakaian untuk Aisyah dan Nala.


"Bi, tolong bantu Pak Agus untuk membawa semuanya ke dalam kamar Aisyah," ujar Pak Burhan.


"Biar Aisyah bantu Pak Agus sama Bi Minah juga Yah."


"Tidak sayang, Aisyah jangan melakukan pekerjaan apa pun, Ibu tidak mau Aisyah sampai kecapean."


"Tapi kenapa barangnya dibawa ke kamar Aisyah semua?" tanya Aisyah yang merasa heran."


"Karena itu adalah kado ulang tahun dan hadiah untuk Nala dan Aisyah," jawab Mama Neti.


"Aisyah gak enak jadi ngerepotin Ayah dan Ibu."


"Tidak Nak, kami tidak pernah merasa direpotkan oleh Aisyah, bukankah sudah menjadi kewajiban orangtua harus memenuhi semua kebutuhan Anaknya," ujar Mama Neti dengan kembali memeluk tubuh Aisyah.


Kenapa sikap Bu Neti menjadi berubah? apa Bu Neti sudah benar-benar menerimaku sebagai bagian dari keluarga ini, ucap Aisyah dalam hati.


Acara ulang tahun di kediaman Pak Burhan akan diselenggarakan pada sore nanti dengan mengundang tetangga dan Anak Yatim, sedangkan di kediaman Sanjaya saat ini acara ulang tahun Nathan sedang berlangsung dengan mengundang tetangga dan Anak Yatim juga.


Raihan tadinya tidak mau ke luar dari dalam kamarnya, tapi Papa Herdi dan Nenek Rose terus memaksa Raihan, karena merasa kasihan terhadap Nathan jika kedua orangtuanya tidak menemaninya.


Meski pun Raihan hadir untuk menemani Nathan, tapi Raihan hanya diam tanpa mengucapkan satu patah kata pun, dan saat ini airmata terus menetes pada pipinya, apalagi Raihan terus saja teringat kepada Aisyah dan Nala yang entah bagaimana nasibnya.


Ayah yakin kalau kalian masih hidup, dimana pun Aisyah dan Nala berada, Ayah akan selalu berdo'a untuk kesehatan dan kebahagiaan kalian. Selamat Ulang tahun Nala Putri kecil Papa, ucap Raihan dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2