Cinta Terlarang

Cinta Terlarang
Bab 80 ( Hari pertama bekerja )


__ADS_3

Keesokan paginya, Raihan dan Aisyah sudah bersiap untuk kembali ke Jakarta, dan Supir pribadi keluarga Sanjaya sudah terlihat menunggu Raihan dan Aisyah di halaman rumah, karena semalam Raihan menyuruh Supir untuk menginap di penginapan yang berada di Desa Nelayan supaya tidak mengganggu Bu Ima dan Pak Burhan, dan pastinya tidak mengganggu Raihan dan Aisyah juga.


"Yah, Pak Supri semalam menginap dimana?" tanya Aisyah.


"Ayah suruh Pak Supri tidur di Penginapan yang tidak jauh dari sini."


"Kenapa semalam gak di ajak menginap di sini saja?" tanya Aisyah lagi


"Nanti Ayah gak tenang menghukum Ibu kalau ada Pak Supri, kalau di rumah Bu Ima sama Ayah Burhan juga gak enak, masa mau mengganggu pengantin baru," ujar Raihan, dan Aisyah memutar malas bola matanya, karena semalaman Aisyah benar-benar Raihan hukum sampai-sampai Aisyah merasa lemas.


"Kenapa cemberut? mau dihukum lagi?" goda Raihan.


"Pokoknya mulai nanti malam Ayah puasa," ujar Aisyah.


"Bulan Ramadhannya masih satu bulan lagi, masa Ayah udah disuruh puasa?"


"Itu hukuman buat Ayah karena sudah membuat Ibu merasa lemas, belum lagi badan Ibu rasanya sakit semua," ujar Aisyah.


"Iya maaf, nanti Ayah pijitin deh biar gak sakit, tapi puasanya jangan lama-lama ya," bujuk Raihan.


"Gimana nanti aja, Ibu gak janji," ujar Aisyah yang masih merasa kesal kepada Raihan.


Aisyah dan Raihan terlebih dahulu mampir ke rumah Bu Ima, dan Bu Ima sudah terlihat menyiapkan makanan untuk mereka sarapan.


"Nak, sebaiknya kalian sarapan dulu, sekalian ajak Pak Supri juga untuk sarapan bersama," ujar Bu Ima kepada Raihan dan Aisyah.


Raihan mengajak Pak Supri untuk sarapan bersama, meski pun Pak Supri awalnya menolak karena tidak enak harus makan satu meja dengan majikan, tapi Raihan memaksanya, karena Raihan dan Aisyah selalu memperlakukan semua orang yang bekerja di kediaman Sanjaya seperti keluarganya sendiri.


Selesai sarapan, Aisyah dan Raihan langsung berpamitan kepada Pak Burhan dan Bu Ima, karena Aisyah akan mampir ke Puskesmas terlebih dahulu untuk berpamitan kepada Ratna.


"Bu, Aisyah titip Ayah ya, semoga Ibu dan Ayah selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan," ucap Aisyah dengan memeluk tubuh kedua orangtuanya.

__ADS_1


"Nak, terimakasih banyak karena Aisyah sudah menyatukan kami. Semoga kalian selamat sampai tujuan, Ayah pasti akan sangat merindukan Anak-anak," ucap Pak Burhan.


"Nanti kami akan sering menjenguk Ayah dan Ibu. Ayah dan Ibu jangan lupa ya minggu depan ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan Gisel dan Evan," ujar Aisyah.


"Iya Nak, insyaallah kami akan datang. Salam untuk semuanya ya," ujar Bu Ima.


Aisyah dan Raihan naik ke dalam mobil setelah mengucapkan Salam, dan mereka melambaikan tangan sebagai salam perpisahan.


......................


Setelah Aisyah dan Raihan berpamitan kepada Ratna dan keluarga Ustad Mahmud serta mengundang mereka untuk datang ke Pernikahan Gisel dan Evan, Aisyah dan Raihan kembali melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.


"Sayang, sebaiknya Ibu tidur supaya tidak merasa lemas," bisik Raihan karena malu jika sampai terdengar oleh Pak Supri.


"Ya sudah kalau begitu Ayah tidur juga," ujar Aisyah yang saat ini merebahkan kepalanya pada paha Raihan, dan tidak memerlukan waktu lama Aisyah yang sudah mengantuk pun tertidur pulas.


Lima jam kemudian, Aisyah dan Raihan akhirnya sampai juga di Jakarta, dan seperti biasa Nathan dan Nala yang tidak pernah rewel sedang terlihat asyik bermain.


"Nak, kalian sudah pulang? mana Pak Burhan, kenapa tidak ikut pulang?" tanya Papa Herdi.


"Alhamdulillah kalau seperti itu, Papa turut bahagia mendengarnya. Raihan, mulai besok Raihan bantu pekerjaan Evan di kantor ya, karena Evan sebentar lagi akan cuti menikah, jadi Papa harap Raihan bisa segera mulai masuk kerja."


"Pa Apa bisa Raihan menjadi OB dulu?"


"Kenapa seperti itu Nak? Raihan adalah pemilik dari Sanjaya Grup, tidak mungkin Raihan kerja sebagai OB," ujar Papa Herdi.


"Pa, Raihan saat ini hanya lulusan SMP, dan Raihan merasa belum pantas untuk memimpin perusahaan. Jadi, Raihan ingin memulai semuanya dari nol."


"Tapi Nak, itu akan memakan waktu yang lama."


"Raihan hanya ingin tau semua kinerja Karyawan perusahaan yang nanti akan Raihan pimpin, dan cara satu-satunya Raihan harus bekerja dari posisi yang paling bawah. Meski pun posisi Raihan sebagai OB, tapi Raihan akan sambil belajar kepada Evan bagaimana cara mengurus perusahaan."

__ADS_1


"Baiklah kalau itu yang Raihan mau, Papa akan selalu mendukung semua keputusan Raihan."


"Tapi kita harus merahasiakan identitas Raihan yang sebenarnya kepada semua Karyawan, supaya Raihan lebih leluasa dalam bekerja. Jadi, Raihan bisa menilai mana yang mempunyai kinerja bagus, dan mana yang mempunyai kinerja buruk dalam bekerja."


"Semoga rencana Raihan berhasil, dan nanti kita akan membicarakan semuanya kepada Evan, sedangkan Gisel besok sudah mulai berhenti bekerja. Ya sudah, sebaiknya sekarang Raihan dan Aisyah istirahat dulu."


"Kalau begitu kami bawa Nathan dan Nala untuk tidur siang juga Pa, sepertinya mereka sudah mengantuk," ujar Aisyah dengan menggendong Nala, dan Raihan menggendong Nathan.


......................


Saat ini Raihan sudah memakai pakaian OB perusahaan Sanjaya Grup, dan semalam Raihan sudah membicarakan tentang rencananya kepada Evan. Meski pun pada awalnya Evan merasa tidak enak kepada Raihan, tapi Raihan meyakinkan Evan jika dirinya akan baik-baik saja, apalagi saat ini Perusahaan sedang mengalami kerugian, dan Raihan akan mencari tahu siapa dalang dibalik semuanya.


"Sayang, Ayah berangkat kerja dulu ya, do'akan Ayah semoga hari pertama bekerja diberikan kelancaran," ujar Raihan dengan mengecup kening Aisyah, juga mencium dan memeluk kedua Anaknya.


"Tuan Evan, mari kita berangkat," ujar Raihan dengan tersenyum.


"Tuan muda, saya tidak enak jika nanti harus memanggil Tuan muda dengan sebutan nama saja," ujar Evan.


"Sudahlah Evan, kamu harus terbiasa dengan semua ini, supaya kita bisa menemukan dalang dibalik semua kerugian yang Perusahaan alami, dan semua ini aku lakukan demi kemajuan perusahaan juga," ujar Raihan dengan merangkul bahu Evan.


......................


Raihan dan Evan saat ini telah tiba di perusahaan, semua orang terlihat tunduk dan ramah kepada Evan yang saat ini menjabat sebagai seorang Asisten Direktur utama, sedangkan mereka menatap sinis kepada Raihan yang hanya memakai seragam OB.


Evan memanggil kepala OB yang bernama Komar untuk memberitahukan jika dirinya membawa OB baru yang khusus bekerja di ruangannya.


"Pak Komar, perkenalkan ini adalah Raihan, dan Raihan akan menjadi OB khusus di ruangan saya, jadi Raihan akan lebih menghabiskan banyak waktu di ruangan saya, tapi sesekali Raihan akan saya suruh untuk membantu membersihkan ruangan lainnya jika saya sedang tidak membutuhkannya," ujar Evan.


"Baik Tuan saya mengerti," ujar Pak Komar.


"Pak Komar sekarang bisa memberikan bimbingan kepada Raihan, serta mengajak Raihan untuk berkeliling di Perusahaan ini supaya Raihan tau letak semua Divisi yang ada di Perusahaan, karena setiap hari, Raihan akan saya suruh untuk mengantarkan dokumen harian ke setiap Divisi," jelas Evan, kemudian masuk ke dalam ruangannya.

__ADS_1


Pak komar yang takut Raihan akan mengambil posisi sebagai Kepala OB, langsung saja mengancam Raihan.


"Heh Anak baru, jangan mentang-mentang Tuan Evan yang memasukan kamu bekerja di sini, kamu bisa menjilatnya supaya bisa mengambil posisiku sebagai Kepala OB, karena aku mendapatkannya dengan susah payah," ancam Pak Komar, dan Raihan yang mendengar perkataan Pak Komar hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.


__ADS_2