Cinta Terlarang

Cinta Terlarang
Isu yang berkembang di sekolahan


__ADS_3

Matahari bersinar terang, menyingkirkan kegelapan malam, segala aktivitas gadis bermata biru bernama Alica kembali di mulai.


Alica yang sudah siap dengan seragam sekolah berjalan mendekati meja makan, sebelum berangkat sekolah ia harus makan terlebih dahulu biar tidak pusing di kelas karena tak sarapan pagi.


Di meja makan sudah ada pak Anton, ustadz Hafidz, Maikel dan juga Ema. Alica mengambil duduk di dekat ayahnya.


Ragam hidangan tersaji rapih di meja makan, Alica hanya mengambil roti dan susu, untuk makan berat ia enggan, hanya dua menu itu yang ia gemari di pagi hari.


"Alica, bagaimana tadi malam gak ada yang ganggu kamu kan?" Tanya pak Anton memastikan langsung.


"Ada yah, tadi malam Alica di ganggu lagi sama hantu itu, tapi untung ada papa. Dia langsung datang dan nolong Alica saat hantu itu berusaha untuk bunuh Alica" jelas Alica


Mereka tersentak kaget, mereka kira Alica tidur nyenyak semalam tanpa gangguan apapun, tapi siapa sangka kalau Alica di datangin malahan sampai akan di bunuh oleh hantu jahat tersebut.


Keegoisan dan kekejaman hantu baru itu telah melewati batas standar, mereka cukup khawatir mendengar pernyataan Alica yang menyebut jika hantu itu mengganggunya dan hampir membuatnya celaka.


"Sampai segitunya dia jahatin kamu?" Kaget ustadz Hafidz terbelalak.


"Iya om, dia memang punya dendam pribadi sama aku, padahal aku gak ngapa-ngapain dia, aku baru ketemu sama dia, tapi dia udah sejahat itu sama aku" sahut Alica juga tak menyangka.


Tak habis pikir Alica dengan hantu seram itu, dia yang tak bersalah di teror habis-habisan, tapi orang yang sudah membunuh hantu itu malah di biarkan begitu saja. Dendamnya berpusat pada warga yang tinggal di desa Cempaka.


"Benar-benar kurang ajar, dia gak bisa di di diamin lagi, dia harus di kasih pelajaran biar dia gak makin ngelunjak" geram pak Anton.


Keselamatan putrinya terancam gara-gara satu makhluk halus yang begitu jahat.


Pak Anton sudah memberi kelonggaran pada hantu itu, namun sayangnya dia malah makin ngelunjak dan makin jadi aja yang benci pada keluarganya.


"Udah ayah, ayah gak perlu pusing-pusing lagi mikirin dia karena sekarang dia udah di singkirin sama papa, dia gak akan ganggu aku lagi" sahut Alica meredakan amarah papanya.


"Apa yang udah papa kamu lakuin buat singkirin hantu itu?" Penasaran Maikel.


"Papa bakar dia sampai dia jadi abu, kata papa dia gak akan bisa ganggu orang-orang lagi" jelas Alica.


Mereka pun kembali bernafas lega, berkat pangeran William hantu seram itu tak mengganggu mereka lagi. Mereka tak perlu mengotori tangan mereka hanya untuk membuat hantu itu minggat.


Selain mereka warga sekitar juga akan kembali beraktivitas seperti semula tanpa takut sama makhluk halus lagi.


Suasana desa Cempaka yang tentram akan kembali di mulai, tak ada serangan gaib lagi yang menghantui kehidupan masyarakat setempat.


"Syukurlah dia pergi sebelum makin membuat onar di desa kita" lega ustadz Hafidz mendengar pernyataan itu.


"Sekarang kamu buruan sarapan habis itu berangkat sekolah sebelum telat" suruh pak Anton.


Alica pun mengangguk, lalu sarapan bersama family-nya dengan secepat mungkin, was-was takut telat.


Selesai sarapan Alica menyalami punggung tangan papa dan om-omnya, kemudian melangkahkan kaki menuju rumah Nofan, yang terletak di samping rumahnya, hanya butuh 5 langkah untuk tiba di rumah Nofan.


"No-


Teriakan Alica terhenti saat seorang pria yang siap dengan pakaian seragam keburu keluar dari dalam rumah.


Alica terkejut, ia dengan tak percaya melihat keanehan dari diri sahabatnya. Mulut Alica sampai melongo menatap Nofan yang pagi-pagi sudah siap untuk berangkat ke sekolah.


"OMG itu beneran Nofan, kok ada yang aneh dari dia hari ini" kaget Alica setengah tak sadar.


Nofan menghampiri Alica yang diam dengan mulut terbuka lebar."Woooyy!"


Sontak Alica langsung menepis halunya."Kamu kesambet setan mana, kok tumben jam segini udah bangun" kaget Alica.


"Loh apa salahnya aku mengubah diri menjadi lebih baik, gak salah kan?" Nofan heran mengapa Alica seterkejut itu melihatnya pagi-pagi sudah siap berangkat sekolah.


Nofan yang biasanya bangun jam setengah delapan telah menghilang dan itu membuat Alica benar-benar terkejut.


Ada baiknya Nofan seperti ini namun Alica merasa ada yang aneh dan janggal akan perubahan Nofan.


"Gak papa sih, malahan bagus aku gak perlu capek-capek teriak-teriak hanya karena ingin bangunin kamu" sahut Alica senang akan perubahan sahabatnya walaupun hatinya merasa ada yang gak beres.


"Ya udah ayo kita berangkat sebelum telat" ajak Nofan.


Alica mengangguk setuju, mereka pun berangkat ke sekolah yang jaraknya lumayan jauh menggunakan motor Nofan.


Motor itu di temukan oleh Karan di pinggir jalan, Karan yang mengenali motor itu langsung membawa pulang walaupun tak ada batang hidung putranya di sampingnya.

__ADS_1


Setelah 23 menit lamanya waktu untuk melakukan perjalanan, akhirnya mereka tiba di sebuah bangunan menjulang tinggi, tempat mereka selama ini menuntut ilmu.


"Sana kamu langsung ke kelas, gak akan ada yang marahin kamu, kalau ada bilang aja sama aku, aku yang akan beresin" berani jamin Nofan.


Sejak menjadi ketua OSIS tak ada yang berani mengusik ketenangan Nofan, karena dia terkenal kejam saat menghukum orang-orang yang melanggar aturan.


"Iya, aku pergi dulu, bye" Alica berlari masuk ke dalam sekolah dengan senang, sudah lama ia tak menginjakkan kaki di sana.


Nofan memarkirkan kendaraannya terlebih dahulu, dengan cool ia melangkah masuk ke dalam sekolahan.


Seketika semua mata tertuju padanya, orang-orang menatap Nofan dengan tatapan aneh, sambil sesekali di antara mereka berbisik-bisik.


Nofan peka dengan sekitarnya, tapi dia bodo amat dan terus berjalan tanpa memikirkan area sekitar.


"Stoooop!" Teriak segerombolan orang berdiri menghadang Nofan.


Terpaksa Nofan menghentikan langkah, menatap mereka dengan wajah dingin, satu alisnya pun ikut terangkat.


"Kamu dari mana aja, kenapa udah 1 Minggu kamu menghilang dari peradaban!" Introgasi Dimas.


Sudah selama itu Nofan menghilang tanpa kabar, para anggota OSIS terbengkalai saat tak ada sang ketua OSIS.


"Ada banyak hal yang aku lewati sehingga selama itu aku pergi gak ada kabar. Aku gak bisa bilang sama kalian sekarang, tapi aku janji aku akan cerita semuanya sama kalian. Sekarang aku lagi ada urusan dan gak bisa di tunda-tunda lagi" jelas Nofan.


Calvin menaruh kecurigaan."Urusan? Urusan apaan, sama siapa dan masalah apa"


Ragam pertanyaan bertubi-tubi di layangkan oleh Calvin.


"Udah, kalian ikut aja sekarang, nanti kalian juga akan tau masalah apa yang aku hadapi dan siapa yang udah bikin masalah ku menjadi membesar hingga aku gak ada kabar selama kurun waktu 1 Minggu" jawab Nofan tak mau memberitahu mereka.


Mereka membuntuti Nofan dari belakang, mereka amat penasaran masalah apa yang telah membuat Nofan menjadi laki-laki yang sedingin es batu. Nofan yang terkenal dingin kini makin dingin hanya karena masalah ini.


"Kita mau kemana fan, kok ke arah sana?" Reza heran, karena arah Nofan berjalan seperti mengarah ke salah satu ruangan kelas.


"Udah, kalian gak perlu banyak tanya, tinggal ikuti dan dengarin aja apa yang akan aku lakuin" balas Nofan tak ingin memberitahukan kawan-kawannya, walaupun mereka penasaran setengah mati.


Nofan terhenti di sebuah ruangan kelas berjejer rapih, tatapan mautnya jatuh pada salah satu ruangan kelas yang berada di tengah-tengah.


Tanpa aba-aba Nofan masuk ke dalam kelas itu, sebelum masuk ia mengeluarkan tatapan terseram yang pernah ia punya.


Nofan menatap semua murid bergantian dengan tatapan sangar. Tatapannya terhenti pada seorang gadis yang duduk tanpa ekspresi di barisan bangku paling belakang.


"Itu yang paling belakang maju ke depan" perintah Nofan menunjuk ke arah gadis yang ia maksud.


Seketika semua mata beralih menatap gadis yang Nofan tunjuk. Gadis itu berjalan maju ke depan tanpa ekspresi sesuai permintaan Nofan.


"Ada apa kak manggil aku, tapi sebelumnya kok bisa kakak ada di sini, bukannya kakak lagi nyembah sama iblis" ucap gadis itu.


Nofan mengerutkan alis tak paham, pertanyaan yang di ajukan oleh Anna membuatnya tercengang.


"Apa maksud mu!" Tak mengerti Nofan meninggikan volume, kekesalannya pada Anna makin memberudak.


"Udahlah kak gak usah pura-pura lagi, semua orang juga udah pada tau kalau kakak bersekutu dengan iblis, kakak gak perlu ngelak lagi, kami semua udah tau semua kebusukan kakak dan Alica" tutur Anna.


Tangan kekar Nofan langsung mencekik leher Anna, membuat gadis itu tersentak kaget dan langsung terdiam.


Perlakuan Nofan yang secara tiba-tiba membuat Anna terkejut, ia gelagapan, wajahnya langsung ciut menatap mata elang Nofan.


Tak hanya Anna, kawan-kawan Nofan serta murid-murid yang menyaksikan itu semua ikutan terkesiap.


"Tutup mulut mu!" Perintah Nofan tak suka benar-benar gedeg dengan gadis liar yang berdiri tepat di depannya.


"Selain pintar menipu kau juga pintar bersandiwara, kau berlagak seolah-olah bahwa aku dan Alica yang bersekutu dengan iblis, nyatanya kau dan keluarga mu yang bersekutu dengan iblis" lantang Nofan penuh penekanan.


Nofan tak peduli akan ada banyak orang yang mendengar aib keluarga Anna.


Semua orang tercengang mendengar ucapan Nofan, salah satu murid memvideokan mereka tanpa Nofan sadari.


Anna berusaha melepas paksa tangan Nofan yang mencekal kuat lehernya, Anna kesulitan bernafas gara-gara Nofan.


"Aku kira kau baik, ternyata kau lebih busuk dari pada bangkai, mulut busuk mu ini telah banyak memakan korban. Tidak cukupkah kau membuat semua orang menderita atas tindakan jahat mu!" Teriak Nofan mengeluarkan semua unek-uneknya.


Sedari kemarin malam Nofan geram, kelakuan Anna begitu fatal dan tak bisa di kasih hati lagi, mangkanya ingin cepat-cepat tiba di sekolah untuk memberi nenek sihir itu pelajaran yang setimpal atas perbuatan jahatnya.

__ADS_1


Anna kesulitan untuk bernafas, ia berusaha menyingkirkan tangan Nofan, namun tenaganya berbanding jauh dengan Nofan, di tambah lagi Nofan tengah marah besar dan itu membuat Nofan gelap mata.


"Aku dan Alica sudah baik bersedia membantu keluarga mu yang katanya terkena masalah besar, namun siapa sangka kalau kau dan seluruh keluarga mu ingin menjebak kami, kau ingin menumbalkan sahabat ku untuk ego semata mu. Kau tidak memikirkan perasaan kami yang sudah kau tipu, kau celakai. Lantas mengapa kau masih membuat drama dan berusaha untuk menghancurkan image ku!" Teriak Nofan tak habis pikir.


Semua orang tercengang, pengakuan Nofan berbanding terbalik dengan berita yang memanas di sekolahan ini.


Selama Nofan dan Alica pergi, Anna mengambil kesempatan dan merusak paksa nama baik Nofan dengan menyebar isu kalau Nofan bersekutu dengan iblis dan bodohnya semua oenag malah langsung mempercayainya.


"Ahhhh" pekik Anna berhasil menyingkirkan tangan Nofan yang mencekik kuat lehernya.


Anna menyentuh lehernya yang merah akibat cengkraman kuat tangan Nofan.


"Jangan percaya, dia pura-pura, dia berbohong, dia yang jahat bukan keluarga ku, dia sengaja ingin lari dari kenyataan dan melemparkan semua kesalahan pada ku" bantah keras Anna tak mau mengaku, ia sudah mati-matian berusaha meyakinkan semua orang, ia tidak mau segala usahanya berakhir dengan kata sia-sia.


Tubuh Nofan meradang, wajahnya bak udang rebus, tuduhan Anna begitu sadis, tak di duga Anna yang Nofan kira polos ternyata licik melebihi iblis.


"Udah salah, kau masih aja berlagak seolah-olah kau paling benar di sini, apa perlu aku obrak-abrik rumah mu biar semua orang tau kalau rumah mu penuh dengan iblis dan makhluk astral, bahkan kakak pertama mu Dewi di hamili sama makhluk halus, gak sampai di situ saking teganya kau dan keluarga-keluarga mu telah numbalin ibu kandung mu sendiri" teriak Nofan biar semua orang dengar.


Kepala Anna menggeleng, wajahnya panik saat Nofan membuka semua aibnya. Nofan bukan Alica yang diam saat di hina.


"Enggak, gak kayak gitu, dia boong, dia yang salah bukan keluarga aku, dia memang gak mau di salahkan mangkanya dia melimpahkan semua kesalahan pada ku" tutur Anna berupaya keras agar orang-orang tidak percaya dengan Nofan.


"Jika memang aku yang salah, pertanyaannya apa keuntungan ku bersekutu dengan iblis, papa ku sudah kaya sejak aku belum ada, papa ku punya segalanya, tak pernah kami bersekutu dengan iblis hanya demi harta semata" jeda Nofan.


"Kalau keluarga mu yang bersekutu dengan iblis bisa jadi" sambung Nofan terus membawa-bawa nama keluarga Anna biar Anna menyudahi drama yang ia ciptakan sendiri.


Anna seakan tercekik, keadaan membuatnya terdesak, ia panik di tengah keramaian. Sulit baginya untuk melawan Nofan, Nofan bukan musuh yang gampang di kalahkan. Belum apa-apa aja dia kini sudah terdesak.


"Aku memang miskin kak, tapi aku tidak mungkin bersekutu dengan iblis, aku tidak mungkin melakukan itu. Selama ini orang tua ku mendidik ku dengan baik, tidak mungkin keluarga ku gelap mata dan melakukan hal tak terduga seperti itu hiks hiks hiks" Anna menitihkan air mata seakan-akan dia manusia yang paling tersakiti.


Nofan berdecak kesal, drama yang di lakukan oleh wanita ular di depannya begitu basi dan eneg terdengar di telinganya.


Dia kini berlagak layaknya orang paling tersakiti karena ucapan Nofan saat membawa-bawa status sosial keluarganya.


"Udahlah kak, kakak ngaku aja, kakak jangan menghina jika kakak yang salah" salah satu murid menyahut dan membela Anna.


Mata Nofan melotot sempurna."Aku? Kau bilang aku bersalah, hei jika aku yang salah akan aku akui di awal, tapi faktanya aku gak salah. Dia yang salah, orang yang sedang anda bela adalah orang yang pernah menipu ku, sampai aku dan Alica terjebak di alam gaib. Semuanya gara-gara dia"


Nofan tak terima saat semua orang memihak pada Anna, ratu ular yang pintar dengan tipu muslihatnya. Akan Nofan pastikan keadaan di kendalikan olehnya, ia tidak terima jika sampai kalah dengan Anna yang jahat dan licik serta pintar memainkan peran.


"Kamu itu-


"Hentikan!"


Seketika semua mata tertuju pada orang yang baru datang. Semua orang tercengang melihat siapa yang datang ke kelas itu.


"Ibu, ibu dia jahat Bu, dia udah nuduh Anna yang bukan-bukan hiks hiks" Anna yang melihat para guru mendatangi kelasnya langsung kembali berakting, ia berlari mendekati mereka seraya meminta pertolongan, seakan-akan di sini Nofan yang salah.


Ulah Anna membuat suasana makin tambah kacau, Nofan mengumpat kesal.


"Tak ada habis-habisnya wanita ular itu membuat ku seakan-akan terlihat orang paling bersalah di sini, sialan dia, awas aja apa yang akan aku lakukan padanya" batin Nofan gedeg melihat tingkah laku Anna yang membangkitkan emosinya.


"Nofan, ibu kecewa sama kamu, gak nyangka kamu akan begini!" Ujar Bu Mesi.


"Bu ini semua fitnah Bu, saya tidak sama seperti tuduhan itu, itu bukan saya, dia dan keluarganya yang udah ngelakuin itu semua dan melempar kesalahan pada saya" Nofan membela diri, tak mau kepercayaan para guru hilang gara-gara Anna.


"Sekarang kalian berdua ikut kami ke kantor" perintah pak Bambang, kepala sekolah.


Nofan menghela nafas, dengan langkah berat ia pun mengikuti para guru ke kantor.


Di kantor semua para guru telah berada di tempat masing-masing. Persoalan yang melanda sekolahan ini begitu rumit karena melibatkan sang ketua OSIS.


"Apa benar kamu dan Alica telah bersekutu dengan iblis seperti isu yang kini lagi. berkembang di sekolahan ini?" Tanya pak Bambang tegas dan serius.


"Enggak pak, itu semua bohong, saya dan Alica gak kayak gitu, itu semua gak bener" jawab Nofan tak akan tinggal diam saat namanya berusaha untuk di hancurkan.


"Kami perlu bukti, kamu tidak bisa percaya dengan ucapan saja, bisa aja kamu bohong" tutur pak Bambang.


Nofan mengacak rambutnya keras."Pak, bagaimana saya bisa nunjukin bukti, bukti apa yang harus saya berikan, apakah saya harus seret iblis-iblis jahanam di rumahnya ke sini biar bapak dan para dewan guru sekalian percaya?"


Kelewat kesal Nofan, mereka yang selama ini percaya 100 persen padanya, kini malah tak ada satupun yang percaya.


"Pak dia bohong, rumah saya gak ada apa-apanya, dia yang bohong, dia yang bersekutu dengan iblis tapi dia malah melimpahkan kesalahan sama saya" bantah Anna saat Nofan kembali menyeret namanya.

__ADS_1


"Jangan percaya pak, dia itu siluman, dia pintar dengan tipu muslihatnya, kalian jangan percaya sama orang yang modelannya kayak dia, saya sudah pernah tertipu, saya gak mau kalian juga ke tipu" teriak Nofan geram saat semua orang terus memojokkannya.


__ADS_2