
Alica dan kawan-kawannya terus mencari bendera, satu demi satu bendera telah mereka kantongi, isi tangan setiap teman Alica pun penuh dengan bendera tersembunyi bahkan tak di curigai sedikitpun oleh orang-orang.
Satu demi satu kaki mereka berjalan, tanpa terasa mereka pun telah sampai finis.
Semua orang berkumpul menjadi satu untuk mengetahui pengumuman siapa pemenang yang beruntung di malam ini.
Semua orang mengumpulkan bendera yang telah mereka peroleh ke depan untuk di hitung.
Para OSIS telah menghitung bendera dari masing-masing kelompok.
Pak Bambang berdiri di depan mereka, di temani oleh Wakasek dan juga para OSIS.
"Perhatian kepada semuanya" ucap pak Bambang, menggunakan mix.
Semua orang pun lantas diam, mendengar dengan seksama, mereka ikut penasaran siapa yang akan menjadi juara malam ini.
"Malam ini sudah ada tiga pemenang yang telah beruntung, bagi yang kalah jangan khawatir, akan ada banyak lomba yang berada di depan. Jika malam ini kalian tidak berhasil, maka masih ada kejuaraan selanjutnya yang bisa kalian ikut" ujar pak Bambang.
Semua murid pun telah pasrah, mereka berusaha semaksimal untuk menjadi juara, antara beruntung atau buntung mereka serahkan semuanya pada yang di atas.
Pak Bambang memperlihatkan sebuah amplop."Di tangan saya ini ada tiga nama kelompok terbaik yang menenangkan juara pada malam hari ini"
Tegang, itulah yang terjadi, semua murid merasa tegang sekaligus penasaran kelompok mana yang mendapat gelar terbaik pada malam hari ini.
Amplop itu di buka, keluar tulisan yang membuat mata pak Bambang membulat sempurna. Sedikit berseru setelah mengetahui siapa pemenang dalam lomba jurit malam.
"Langsung saja tanpa membuang-buang waktu lagi, kita akan umumkan juara ketiga pada malam hari ini jatuh pada kelompok...."
Perkataan pak Bambang terhenti, semua murid berdoa dalam hati agar kelompok mereka terpilih.
"Kelompok yang menenangkan juara ketiga ini telah memperoleh 37 bendera" sambung pak Bambang makin membuat hati semua orang berdebar-debar.
"Tolong beri tepuk tangan yang meriah dulu" titah pak Bambang.
Prok
Prok
Prok
Tepuk tangan meriah terdengar di hutan Pinus yang sepi.
__ADS_1
Di saat tepuk tangan meriah terdengar, pak Bambang langsung mengumumkan pemenang.
"Selamat kepada kelompok 5" teriak pak Bambang lantang.
Kelompok yang di sebut heboh, tak menyangka kalau mereka akan memenangkan kejuaraan ini walau mendapatkan juara tiga.
"Semoga kita bisa menang juga kayak mereka, aku pengen tau banget hadiahnya apa" harapan Popy.
Melihat kelompok 5 menang mereka merasa iri dan punya harapan besar untuk menang. Mereka ingin mempunyai pencapaian walau di dalam lomba yang di selenggarakan di hutan Pinus.
"Semoga aja kita menang juga, kita harus terus berdoa, masalah hasil akhirnya kita serahkan saja sama yang di atas" sahut Alica.
Doa terus di panjatkan, tinggal dua pemenang yang masih kosong, mereka berharap dapat menduduki peringkat dan mengisi kekosongan itu.
"Untuk juara kedua, telah berhasil mengumpulkan 40 bendera, dia adalah kelompok..."
Lagi-lagi mereka di buat tegang oleh pak Bambang, mereka berdoa dalam hati kalau yang akan di sebut adalah kelompok mereka.
"Selamat kepada kelompok 17" teriak kak Bambang.
Kelompok yang di sebuah pun merasa bangga dan bahagia, saingan mereka satu sekolah, dapat juara walaupun di adakan di sekolah begitu membuat mereka merasa bangga sebab anggota yang telah mereka kalahkan ratusan orang.
Senyum di wajah teman-teman Alica sirna, melihat kedua juara telah di tempati mereka tiba-tiba kehilangan semangat.
Alica ikutan sedih melihat semangat kawan-kawannya yang patah semangat."Kalian jangan sedih, kalah menang dalam sebuah perlombaan itu hal biasa. Tapi kalian jangan sedih dulu, sang bintang belum di sebut, kalian jangan patah semangat, terus berdosa semoga kita juga menang"
Kalimat penenang hanya dapat membuat mereka tenang tapi dalam hitungan detik, yang namanya fakta tetap menyakitkan, ketika harapan telah patah, hati pun ikut menanggung rasa sakitnya.
"Tapi ca gak mungkin kelompok kkta yang memang, saingan kita pada berat-berat, kelompok 6 yang tadi dapat bendera banyak aja gak menang, apalagi kita" putus asa Nadia.
Mereka insecure pada kelompok-kelompok yang menang, bendera yang mereka kumpulkan benar-benar banyak dan kayak untuk mendapatkan juara.
Mereka sudah tidak ada harapan untuk menjadi juara.
Alica tersenyum."Apa salahnya kita berharap, walaupun harapan kita gak seusai dengan realita, setidaknya kita sudah berusaha, siapa yang menang berarti dia yang hebat"
Hanya dehaman yang keluar, wajah empat orang tersebut masam. Wajah bersinar penuh rasa semangat itu tiba-tiba bilang di makan rayap.
"Di dalam sebuah perlombaan pasti ada beruntung pasti juga ada buntung, kalau sekarang kita buntung kita jangan patah semangat, masih ada lomba-lomba di depan yang bisa kita ikuti" ujar Alica.
Terdiam, satupun tak ada yang menyahut, mereka tertunduk lesu, ingin pergi dari lokasi tapi masih penasaran kelompok mana yang akan menjadi juara pada malam hari ini.
__ADS_1
"Teruntuk juara pertama, total bendera yang di kumpulkan mencapai 45" ucap pak Bambang berwibawa.
"Huuuu" sorak murid-murid makin di buat penasaran dengan sang bintang pada malam hari ini.
"Dia adalah kelompok terbaik di antara kelompok yang lain" timpal pak Bambang.
Anak-anak makin penasaran, suasana menegangkan terasa.
Semua orang berdoa meminta agar juara tersebut jatuh pada dirinya sendiri.
"Dia adalah...."
Dah dig dug
Hati semua orang berdebar-debar, panjatan doa telah melangit.
"Kelompok 12" teriak lantang pak Bambang mengumumkan sang pemenang yang mendapatkan julukan kelompok terbaik pada malam hari.
Mata Alica dan kawan-kawannya pun berbinar, mereka bersorak gembira saat nama kelompok mereka yang di sebut.
"Kita menang, kita yang menang" heboh Popy berteriak bagai orang gila ketika di nyatakan sebagai pemenangnya.
Tak hanya Popy mereka juga ikut senang, saking senangnya mereka sampai melompat-lompat bagai katak.
"Harap pada perwakilan setiap kelompok pemenang untuk menerima hadiah yang sudah di sediakan oleh pihak sekolah" suruh pak Lukman mengambil alih acara.
Di setiap kelompok ada satu perwakilan yang maju ke depan untuk menerima penghargaan.
Di kelompok Alica, Susi yang maju ke depan. Mereka yang melihat Susi dari jarak jauh tersenyum bangga.
Wajah mereka penuh senyum tak kunjung sirna, kebahagiaan mereka pun tak akan dapat di singkirkan.
Perjuangan mereka untuk mengumpulkan bendera-bendera di sepanjang jalan tak sia-sia.
Pak Bambang langsung yang memberikan penghargaan, untuk juara 3 mendapatkan sertifikat, teruntuk juara 2 sertifikat dan piala, teruntuk juara pertama hadiah yang di dapatkan berupa sertifikat, piala dan buket coklat.
Moment tersebut di abadikan agar tidak hilang dan selalu di ingat.
Setelah dia abadikan setiap perwakilan kelompok yang maju kembali ke kelompok masing-masing.
"Terima kasih pada semua siswa yang sudah antusias mengikuti acara yang pihak sekolah selenggarakan, selamat bagi yang menang dan bagi yang kalah jangan berkecil hati, karena kesuksesan berawal dari kegagalan. Besok akan ada banyak lomba yang bakal di laksanakan, kami tutup acara sampai di sini, kami pamit undur diri dulu wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" pak Lukman menutup acara.
__ADS_1
"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh" jawab anak-anak.
Satu persatu murid membubarkan diri, mereka pergi ke tempat yang mereka inginkan ada yang kembali ke tenda, ada pula yang masih nongkrong di batang pohon yang tumbang.