Cinta Terlarang

Cinta Terlarang
Di hampiri sosok anak kecil misterius


__ADS_3

Nofan meletakkan Alica di kursi panitia yang menjadi miliknya."Diam di sini, liatin aja"


Alica mengangguk paham, senyum tak kunjung pudar, terus merekah di bibirnya ketika melihat banyak anak-anak yang berpartisipasi mengikuti lomba yang lagi di selenggarakan.


Meski Alica hanya diam di tempat menyaksikan mereka bertanding, tapi tetap saja dia bangga, ia menyoraki teman-temannya agar lebih semangat.


Nofan menyelimuti tubuh Alica menggunakan jas OSIS miliknya, ia juga memberikan beberapa Snack agar Alica tak bosan.


"Ini makan, aku mau ke sana dulu, kalau ada apa-apa bilang aja, aku gak jauh kok" Nofan menyodorkan snack-sncak itu pada Alica.


Dengan senang hati Alica mengambil."Oke"


Nofan mendekati para kontestan yang sedang bersaing satu sama lain, ia mengatur dengan bijak.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat jelas betapa pedulinya Nofan pada Alica. Ia menatap keduanya dengan tatapan tidak suka.


"Aku jadi iri sama Alica" ucap orang itu memperhatikan dari kejauhan.


Kebersamaan antar Nofan dan Alica melampaui sekedar teman, orang-orang yang melihat perlakuan Nofan ke Alica merasa iri hati, sebab Nofan terkenal dengan sifat dingin pada setiap wanita tapi beda kalau menyangkut Alica.


Alica selalu menjadi orang yang Nofan utamakan.


Nofan sibuk mengatur lomba yang lagi berlangsung.


Sampai tibalah saatnya lomba berakhir, pemenang sudah mendapatkan hadiah masing-masing.


Alica duduk tenang sendirian di depan tenda sambil menikmati susu hangat yang telah Nofan berikan.


Tiba-tiba datang seorang anak kecil berjenis kelamin perempuan usia sekitar 5 tahun mendekati Alica.


"Halo kamu mau apa?" Tanya Alica lembut


Anak kecil itu tak pernah sekalipun Alica lihat sebelumnya, ia penasaran siapa gadis kecil itu.


"Kakak, kakak hati-hati" ucapnya memperingati.


Alica yang tak paham mengerutkan alis."Hati-hati? Hati-hati dari siapa?"

__ADS_1


Tak ada tanggapan, anak kecil itu tak memberikan tanggapan lagi, dia cuman diam saja.


Alica kebingungan apa yang ingin anak kecil itu sampaikan padanya mengapa seperti ada yang menghalanginya.


Mimik muka wajahnya terlihat takut, ia berdiri agak menjauh dari Alica.


"Apa yang mau dia masih tau ke aku, kenapa kayaknya serius banget, sebenarnya apa yang lagi dia takutkan" batin Alica bertanya-tanya.


Secara tiba-tiba di datangi sosok asing jelas Alica keheranan, apalagi yang dia katakan terdengar menyimpan misteri yang luar biasa.


"Ca"


Panggilan itu mengalihkan tatapan Alica, kini matanya menyorot kedatangan seorang laki-laki yang menghampirinya.


"Kaki kamu udah sembuh belum?" Tanya Nofan.


"Belum, masih sakit, mungkin besok kaki aku akan sedikit mendingan"


"Kalau kayak gini Alica gak akan bisa ikut lomba nanti malam, aku harus cari cara buat batalin lomba itu dan di ganti dengan lomba lain. Aku maunya dia ikut dalam lomba itu" batin Nofan memperhatikan kaki Alica yang merah akibat keseleo.


"Emang kenapa?" Tanya Alica merasa ada sesuatu yang Nofan sembunyikan.


Alica mengangguk patuh, tak bakalan Alica melanggar agar Nofan tak marah lagi.


Alica melihat ke arah anak kecil itu."Loh kok dia udah gak ada!"


"Cepet banget ilangnya"


Alica kepikiran peringatan dari sosok anak kecil yang datang secara tiba-tiba padanya.


Maksud dari peringatan itu belum sepenuhnya jelas, Alica bingung ancaman apa perlu ia waspadai. Ia belum sempat bertanya langsung maksud dari peringatan yang anak kecil itu sampaikan.


"Kenapa dia nyuruh aku hati-hati, apa yang sebenarnya akan terjadi?"


Sejak tadi Alica terus memikirkan masalah yang mengganggu pikirannya.


Kehadiran sosok anak itu meninggalkan kesan misteri yang tiada tanding.

__ADS_1


"Aku harus hati-hati, bisa jadi ancaman itu datangnya dari makhluk halus juga, tapi bisa jadi dari manusia"


"Kalau manusia masih belum meyakinkan, yang paling dekat itu makhluk halus!"


Alica menyimpulkan sendiri, Alica dapat merasakan kalau bahaya tengah mengintainya.


"Apa mungkin dia meringatin aku dari Rea ya, Rea kan emang keterlaluan, dia udah janji tapi pada akhirnya dia langgar janji itu"


"Aku harus hati-hati sama dia"


Alica tak akan mengentengkan peringatan walau secuil kuku, yang namanya bahaya bisa datang dengan sendirinya, ia harus mempersiapkan diri untuk menyambutnya.


"Hai semua" sapa Nofan sambil mendekati para OSIS yang lagi berkumpul di dekat tenda para guru.


"Kamu kemana aja sih fan, sukanya ilang mulu, kamu itu lama-lama kayak makhluk halus tau, sekejap ada sekejap gak ada. Kita itu bingung mau nyari kamu di mana, habisnya kamu pergi-pergi mulu" omelan meluncur keluar dari bibir Calvin ketika Nofan mendekati mereka.


"Ya maaf, aku kan ada urusan, urusan aku itu gak cuman kalian aja. Kalian harus ngerti" balas Nofan sambil menggaruk-garuk kepala yang tak gatal.


Para OSIS geleng-geleng kepala, menghela nafas berat sebab ketua OSIS mereka layaknya makhluk halus karena suka menghilang.


"Oh ya buat acara nanti malam itu mulainya jam berapa ya, yang sekiranya nyali semua orang itu pada di uji, aku maunya kegiatan nanti malam harus menantang dan kesannya menakutkan" ucap Dahlia mengalihkan topik.


Mereka mulai berpikir, acara yang akan di selenggarakan nanti malam harus perfect dan berhasil menguji nyali para murid.


"Kalau menurut aku lebih baik di mulai dari jam 9 aja, kalau jam 7 masih siang, belum malam banget, kalau 9 itu pas" sahut Dimas.


Acara kegiatan jurit malam yang di lakukan seorang diri akan terkesan menyeramkan, suasana hutan yang gelap dan sepi mendukung kegiatan ini guna meningkatkan nyali padr kontestan.


Pemenang dari lomba ini akan mendapatkan hadiah misterius, dan dia akan menjadi orang dengan nyali yang paling tinggi di antara banyaknya kontestan yang berpartisipasi.


"Gimana fan menurut kamu, bagus gak kalau acara nanti malam di laksanakan mulai jam 9?" Tanya Dahlia konfirmasi terlebih dahulu pada sang ketua OSIS.


Nofan diam sejenak, apa yang akan ia katakan mungkin dapat membuat mereka kecewa tapi ia harus tetap mengajukan usulannya.


Nofan mengambil nafas terlebih dahulu lalu mulai menjawab."Kalau menurut aku nanti malam free aja, aku dapat komplain dari beberapa siswa yang berargumen capek kalau lombanya sampai dua kali sehari"


"Mereka juga butuh istirahat. Secara waktu istirahat di kurangi, itu yang bikin mereka berbondong-bondong datang menghadap aku barusan" sambung Nofan.

__ADS_1


Nofan menjelaskan permasalahan yang mengusik ketenangannya.


Sebelum Nofan mendatangi Alica ia sempat di tegur oleh beberapa siswa yang mengusulkan kalau nanti malam mereka ingin libur. Seharian ini para siswa baik siswi letih dengan acara yang berlangsung, mereka butuh istirahat untuk memulihkan tenaga.


__ADS_2