
waktu pun berlalu dengan cepat, aku masih melanjutkan hubungan cinta terlarang ini, cinta yang sangat sulit. mas Yudi meminta waktu 2 bulan untuk mengurus perceraian dia dengan istrinya, aku pun sabar menanti persidangan mereka selesai, akhirnya mereka pun bercerai, aku telah berhasil membuat mereka berpisah, istrinya menggugat cerai mas Yudi alasannya karena dia mempunyai laki laki yang dia suka, sama saja dengan mas Yudi juga mempunyai orang yang dia sukai, anaknya pun ikut bersama dengan istri nya pulang ke kampung. 3 bulan kemudian aku mendengar kabar dari mas Yudi, kalau istrinya sudah menikah lagi dengan pacarnya yang dulu..... mas Yudi pun bertanya kepada ku"sayang, Diah mantan istri aku udah nikah sama pacarnya, kamu kapan mau nikah sama aku??" aku pun hanya tersenyum, aku jadi merasa bersalah dengan dia, aku seharusnya tidak menjanjikan buat menikah sama dia setelah dia bercerai, hubungan kami terlalu rumit, aku juga belum bicara apapun dengan ke dua orang tua ku tentang hubungan aku dan mas Yudi, aku takut bercerita pada mereka, karena pasti mereka ga akan setuju....apa yang harus aku lakukan sekarang.... "mas, aku butuh waktu aku belum cerita sama Mama dan papa, aku cuman takut mereka ga setuju, karena kita ga seiman...." kata ku pada mas yudi. "apa aku harus ikut keyakinan kamu dulu baru mereka setuju, oke gapapa aku mau ikut keyakinan kamu. tapi kamu janji ya kamu ga boleh ninggalin aku..." jawab mas Yudi dengan semangat, " iya aku janji." jawab ku. benar saja, mas Yudi mulai belajar mengenal keyakinan ku, dia mulai rajin membaca semua yang berhubungan dengan keyakinan ku, di juga suka bertanya tanya padaku jika ada yang dia tidak mengerti, dia sudah berusaha semampu nya, sekarang aku juga harus berusaha juga memperjuangkan cinta ku. aku pun memutuskan untuk bercerita pada mama tentang hubungan aku dan mas Yudi, " mah, lili mau curhat sama Mama, Mama ada waktu bentar ga??" tanya ku pada mama, " ada Li, bentar ini Mama udah selesai masak, tunggu bentar ya" kata Mama sambil berberes di dapur. "aku menunggu Mama sambil duduk di kursi ruang tamu, aku berpikir bagaimana caranya memulai pembicaraan ini, Mama pun akhirnya datang mem aku, dia duduk di samping ku, "Li kamu mau curhat apa??" tanya mama pada ku. " gini mah lili mau cerita sama Mama, klo seandainya lili punya pacar, trus pacar lili berumur 11 tahun lebih tua dari lili, dia beda keyakinan, beda ras, dan berstatus duda anak 1, menurut Mama lili harus gimana??" tanyaku dengan hati-hati pada mama, " waduh Li, Mama pasti ga ngijinin kamu pacaran sama orang kayak gitu sih, sudah pasti Mama orang pertama yang menentang nya, apalagi kamu anak Mama satu satunya...." jawab Mama dengan lantang." aku jadi down banget denger jawaban Mama. Mama bener bener ga suka sama mas Yudi....., aku harus gimana lagi, aku bingung. " Li, kamu emang pacaran sama orang kayak gitu??" tanya mama, aku hanya diam saja sambil menunduk. " Li, kamu jangan sampai salah pilih pacar ya, kalo ciri-ciri pacar kamu seperti yang kamu ceritakan ke Mama, Mama sudah pasti ga akan merestui sampai kapan pun, ya udah sayang kamu istirahat ya, besok kan kamu kerja..." kata Mama sambil membelai rambut ku, aku pun masuk ke kamar dan beristirahat, aku memikirkan perkataan Mama, aku benar-benar merasa hubungan ini sangat sulit....