Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
takjub


__ADS_3

Ceklek...


Aralia masuk ke kamarnya, mengedarkan pandangan pada setiap sudut kamar...kemudian dia tersenyum.


" Ternyata orang kaya mah beda ya, " memandang takjub pada kamarnya...


Bagaimana dia tidak takjub...kamarnya sangat luas. Ada 1 ranjang dengan ukuran kasur yang big size, meja rias serta sebuah sofa panjang yang menghadap ke arah jendela yang sangat besar...dengan tempat yang tingginya 20 lantai , sudah pasti menyuguhkan pemandangan yang sangat indah...apalagi pada malam hari.


Penasaran dengan kamar mandi dia melangkahkan kakinya kedalam kamar mandi...dan matanya seperti mau loncat dari tempatnya...seperti tidak percaya dengan pemandangan yang ada di depannya. sebuah lemari untuk menaruh pakaian ganti mengarah langsung kekamar mandi dimana di dalam kamar mandi terdapat 2 jenis tempat mandi ada yang bentuk shower ada juga bathup...dan luasnya hampir sama dengan kontrakan yang ditempatinya saat ini...


"ini bukan kamar hotel...ini seperti kamar seorang tuan puteri, pasti tempat ini sewanya sangat mahal..." gumannya sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.


tingtong...tingtong...


Pintu luar dilengkapi bell , karena jika diketuk secara manual dapat dipastikan tidak akan ada yang mendengar saat mereka ada dikamar.


Ara keluar begitu mendengar suara orang memencet bell. Mengintip dari balik lubang kecil...


" layanan kamar Nyonya...mengantarkan makanan yang sudah dipesan..." ucap seseorang di balik pintu.


Ceklek...

__ADS_1


Makanan di bawa masuk, Ara menyerahkan tips , tersenyum pada pria tersebut dan menutup pintu tak lupa menguncinya.


tok...tok...tok...


" Tuan , makanan sudah datang Tuan,..!" beritahu Ara pada David.


Ceklek...


David keluar dengan pakaian casual nya..celana pendek dan kaos merah bergambar nada.Duduk di meja makan.menatap pesanannya, kemudian menyantap makanannya...


Ara diam ditempat dia mengetuk pintu tadi...pandangannya beralih kepada David yang saat ini duduk sambil makan dimeja makan.


' apa itu Tuan David, kenapa dengan tampilan seperti itu dia lebih tampan ya???...ach...hatiku meleleh...' batin Ara.


" maaf Tuan, apa tidak apa - apa saya makan satu meja dengan Tuan..??" tanya Ara hati - hati.


" hemmm..." jawab David.


Ara duduk berhadapan, kemudian menyantap makanan.


" setelah ini , siapkan berkas untuk rapat. Besok pagi jam 8 kita ada meeting di lantai bawah di Hotel ini.setelah itu siang nya kita memantau proyek yang sedang berjalan...pastikan kau bangun pagi - pagi agar bisa sarapan.aku tidak mau kau pingsan diproyek karena alasan lapar..." jabar bos nya panjaaaannnggg sekali.

__ADS_1


" Jika sudah selesai, masuklah ke kamarmu istirahat...dan jangan ganggu aku hingga esok pagi..." ucap David lagi , dan Ara hanya mengangguk tanda mengerti.


Setelah selesai David kembali ke kamar sedangkan Ara membuka pintu luar dan menggeletakkan troli berisi piring kotor di depan pintu , agar layanan hotel tersebut membawa bekas makan mereka tanpa perlu mengetuk pintu , tak lupa mengunci ulang pintu tersebut.


Masuk ke kamarnya, Ara mandi kemudian mengganti pakaian tidurnya...kebiasaan Ara jika tidur tidak memakai Bra sehingga lekuk tubuhnya terlihat jelas apalagi saat ini dia memakai pakaian tidur tali kecil panjang diatas lutut dan celana pendek juga diatas lutut, rambutnya terburai, melepaskan kacamata dan wajahnya polos tanpa riasan...jika David melihat penampilan Ara...dia pasti langsung syok.


Ara yang saat ini dikamar berbeda 180 derajat dari Ara yang diluar kamar...


oh ...Aralia


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


@ara❤


__ADS_2