Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
Sultan


__ADS_3

Kembali ke kamar no.1


Aralia memandangi gaun yang harus dia kenakan malam ini, beberapa asesoris pelengkap gaun itu pun juga telah lengkap tersedia. Sepasang sepatu berwarna gold dan sebuah tas genggam berwarna silver yang hanya bisa diisi oleh ponsel dan beberapa lembar uang serta berbagai macam kartu yang dapat diselipkan di sisi kiri kanan.


" gaun ini sangat indah..."


Aralia segera beranjak ke kamar mandi, membersihkan dirinya, bersiap siap di jemput oleh pria yang baru beberapa hari menyandang gelar kekasihnya.


Setelah selesai mandi, ia memakai gaun itu, beserta asesorisnya. Menatap pantulan wajahnya dan memandang dirinya di cermin dari atas hingga bawah.


" apa ini aku...???"



" sebenarnya Tuan posesif itu ingin mengajakku kemana sich dengan gaun ini...???, kalau hanya untuk makan malam kan terlalu bagus...???"


derrtttt....deerttttt.....


" ya.."


" sudah memakai baju ???"


" kau ini , pertanyaan macam apa itu..."


Pikiran sang gadis langsung berpetualang, kenapa tiba tiba pria itu menanyakan dirinya sudah berpakaian atau belum, atau jangan...jangan...????. Aralia berlari kecil menuju ruang tamu dan benar saja, pria itu ada disana duduk manis memegang ponsel ditelinganya.


Saat Aralia menatapnya , pria itu mengakhiri panggilan teleponnya dan tersenyum dengan gaya sexy padanya.



" apa...???" Aralia bertanya arti tatapan pria itu.


" Apa...????" dibalas pertanyaan olehnya.


"Kenapa kau menatap ku seperti itu...???" kesal Aralia.


" tidak ada..." jawabnya.


David berjalan menuju kamar nya , karena Aralia masih penasaran , ia mengikuti David mengekornya di belakang.


" jelaskan..." ucapnya.


" soal...???" pura pura tak tau.


Aralia memicingkan mata.., " ok.., tak mau menjelaskan .....???, aku akan dikamar saja, berganti pakaian,dan tidak pergi kemana pun...!!!" menghentakkan kakinya, memutar tubuh hendak balik ke dalam kamar.


David tersenyum, mendekati sang gadis , memeluknya dari belakang, lalu berbisik.

__ADS_1


" I love you..."


Aralia reflek menoleh kearah suara itu berasal dan....


Cup...


Aralia mengerjap beberapa kali,menatap dari samping dengan matanya. Ia tak percaya bagaimana seorang David yang terkenal dingin dan kaku bisa melakukan ini semua...


Pria itu masih betah dengan mode memeluk nya, bahkan pelukan itu semakin erat.


" kau sangat wangi..." menaruh wajah di leher sang gadis berusaha mencium aroma gadisnya melalui hidung nya yang sexy.


" Jika tak ada aku dirumah nanti saat kita sudah menikah, ingatkan aku untuk mengirim dua pengawal berjaga diluar kamar..." masih dengan bibir menciumi ceruk sang gadis menghadirkan sensasi geli disertai desiran yang aneh.


" kenapa...???"


" agar tak ada yang berani masuk ke kamar, saat kau sedang mandi..., karena kekasihku ini, selalu saja lupa mengunci pintu kamarnya...."


" sayang geli..."


" tunggu ...., tadi kau bilang apa...???" melepaskan pelukan pria dengan tiba tiba dan segera berbalik menghadapnya.


" apa...???" menjawab pertanyaan dengan pertanyaan yang lain.


" jangan bilang kau sudah dikamar ini dari sebelum aku memakai baju...???, kau masuk ke kamar mandi ya saat aku sedang berendam...???" tanya Ara penasaran. Pria itu tersenyum manis dan mengangguk.


Wajah Aralia langsung berubah menjadi warna pink. Astaga pria di depannya ini, selain membuat seseorang berpotensi serangan jantung juga bisa membuat tubuh seseorang menjadi kaku bak manekin di sebuah toko baju.


" kau ini...." memukul bahu pria itu cukup keras.


" awww, kenapa aku dipukul, ini nama nya KDRT, kau tau tidak...???" meringis sambil memegangi bahu nya yang sedikit sakit karena dipukul sekuat tenaga oleh kekasihnya.


Plak..


Plak...


" menyebalkan....kau sangat menyebalkan..." tangan itu masih memukul pria didepannya, membuat David terpaksa memeluk gadis itu dengan erat agar pukulannya berhenti.


" berapa banyak...????" tanya Ara kepada pria itu. David yang tak mengerti pertanyaan gadisnya hanya diam sambil melihat Aralia dengan intens.


" berapa banyak gadis yang sudah kau buat jatuh cinta..., hmmm???" tanya lagi.


David diam masih memeluk tubuh itu dan menatap mata kekasihnya.


" Pasti sangat banyak kan..???, sangking banyaknya kau sampai bingung menghitungnya, iya kan...????"


" apa aku terlihat seperti itu...???" malah bertanya balik.

__ADS_1


" mana aku tau, aku hanya mengenalmu selama 1 tahun, itu pun hanya di belakang meja, urusan yang lain selalu hanya anda dan Tuan Daniel saja yang bekerja. kalaupun aku ikut rapat atau sesuatu yang berbau bisnis hanya saat rapat itu di adakan di kantor, itupun saat tak ada Tuan Daniel..., iya kan....????" mulai mengerucutkan bibir mode merajuk.


Cup..


" jangan memasang wajah manis seperti itu...."


" iiissshhh, kau ini senang sekali mencium pipiku...???"


"habis nya , wajahmu lucu...!!"


" kau itu tak bisa serius ya...,aku ini sedang marah..., malah bercanda.."


" oke...sekarang aku akan berusaha serius tapi janji jangan pasang wajah manis begitu, nanti aku jadi ingin mencium mu lagi..."


" sekarang jawab pertanyaan ku, seberapa besar perasaan mu padaku???, apakah sama seperti dia yang pernah melukai hati ini...??? " tangan Aralia memegang dada Kekasihnya.


" apa cinta ku meragukan untuk mu..???"


" aku hanya ingin menghilangkan sesuatu yang masih mengganjal di hati..., kau tampan, kaya, dan memiliki segudang talenta.., bohong kalau hati ini tidak cemas...!!"


ting...tong..ting ....tong...


David melirik arloji nya..." kita sudah di jemput, akan aku jelaskan saat kita selesai memenuhi undangan makan malam dari paman ku..." Aralia menatap wajah itu, menelusuri ke dalam manik mata pria di depannya.


" I'm promise..." ucap David seperti tau isi hati kekasihnya.


Aralia menghela nafasnya dan membuangnya kasar..." baiklah.." menunduk pasrah pada keinginan pria di depannya. Berjalan menuju pintu dimana Daniel telah berdiri menatap pasangan yang terlihat serasi di depannya.


Daniel menatap David, matanya seolah bertanya, ada apa dengan tuan putri...??? David hanya diam mengangkat bahunya, tak ingin cerita apapun.


" jangan bilang mereka bertengkar..???" Daniel.


*


*


*


*


*


*


*


@ar****a******❤**

__ADS_1


__ADS_2