
Pagi hari di Rumah sakit tempat Aralia di rawat. Sepasang kekasih sedang berpelukan di bawah selimut yang tebal dengan suhu yang tidak begitu dingin.
Aralia menggeliatkan tubuhnya , membuka mata perlahan dan tersenyum menatap wajah sang kekasih yang masih tertidur pulas di samping nya.
" apa aku tampan...???" tanya dengan mata terpejam.
PLAK...
" kau sudah bangun...???" kesal Aralia seraya berusaha untuk bangun dari posisi nya.
" awww..., kau ini senang sekali memukul ya???" mengelus pundak bekas pukulan.
David menatap luka bekas tembak sang gadis...
" masih sakit...???" tunjuk nya pada luka sang gadis sambil bangun dari posisinya juga.
" tidak..., hanya saat bergeser atau tersentuh sedikit ngilu...."
David mengangguk namun dengan tatapan tak berbeda, masih terlihat jelas wajah bersalah disana.
" maaf...."
" hei..., ini bukan salah mu honey, bahkan aku bersyukur..., jika bukan karena dirimu dan pasukan khusus mu..., Kesya dan aku tak mungkin keluar dari sana hidup hidup...."
" tapi tetap saja, karena melindungi aku..., kau hampir kehilangan nyawa...."
" tapi kini aku disini kan....?????, sedang memeluk kekasihku yang tampan dan juga baik hati ini..." gadis itu memeluk tubuh kekasih nya , menatap mata David dan tersenyum.
Tok...tok...tok...
" masuk..."
" Tuan..., Nona..." ucap Daniel menunduk..
David bangun dari tempat tidur menghampiri Daniel..., " kau bawa gaun yang ku pesan...???"
" tidak..."
David memiringkan kepala menatap Asistennya...., " kenapa...???"
" ada sebuah kesalahan..."
" lalu..."
" saya bawakan gaun dengan corak yang mirip tapi tidak sebagus pilihan anda, Tuan muda..."
" Ck..., kau harus bertanggung jawab..."
" maaf kan saya..." tunduk nya
Aralia menatap Daniel yang beberapa x menunduk pada kekasihnya, gadis itu tau ada yang tidak beres.
" sayang...."
David masih menatap Daniel....
" My lion....."
" Ya sayang...." reflex nya menyaut dan menghampiri tempat tidur sang kekasih.
" ada apa...???, apa terjadi sesuatu...???"
" tidak ada..., aku menyuruh Daniel membawa gaun untuk mu, tapi gaun itu hilang..." cemberutnya.
" dia mengganti dengan gaun pilihan nya sendiri..." ucap nya seperti mengadu pada sang ibu..
Aralia menatap jauh ke tempat Daniel berdiri..., "Gaun.....????, untuk apa...???" kembali menatap wajah David yang semakin kesal karena kekasih nya menatap sang asisten.
" pagi ini Rey akan melepas selang infus di tangan mu..., dan malam nanti kita akan berkumpul di hotel tempat ibu ku menginap , kita akan makan malam disana bersama keluarga besar..., sayang..."
" Ooooo...."jawab nya..., tiba tiba...
" apa..., aku keluar dari rumah sakit...???, jangan bercanda..., apa kau serius...???"
__ADS_1
" hei jangan banyak bergerak.., luka mu belum kering kan...???, nanti bisa berdarah lagi..." kesal David
" maaf..., tapi apa benar kita akan keluar dari sini...???"
" Ya..., Rey bilang percuma memaksa mu untuk tetap di tempat tidur..., jadi lebih baik kau istirahat di rumah saja..."
" istirahaaattt...???"
David menatap kekasih nya, tangan nya ditaruh di pinggang.
" memang nya apa yang kau harap kan dari kata " keluar dari rumah sakit..."....HAH....???"
Aralia memegang tekuk nya..., salah tingkah dengan tatapan sang kekasih.
" selama kau dirumah, seluruh isi rumah akan ku suruh mengawasi mu 24 jam..., tidak boleh keluar rumah dan juga tidak boleh banyak bergerak di dalam rumah..., paham..."
Aralia menatap David tak percaya..., " apa...???, lalu apa beda nya aku disini dan di rumah coba...???"
" jadi kau ingin tetap ada disini...???, tak ingin keluar ...???, begitu....???" tanya David meyakinkan...
Aralia mengusap wajah nya kasar , membuat sang asisten tersenyum tipis mendengar keributan yang sangat konyol dari sepasang kekasih.
"pasangan yang aneh..." Daniel.
" Maaf Tuan..., sepertinya kita harus pergi..."
David berbalik badan menatap sang asisten.
" kenapa aku harus ikut..., bukan nya hanya tinggal pengesahan saja..., tanda tangan mu saja, aku malas...." kesal nya .
" ini peraturan yang anda buat sendiri , Tuan..." jawab Daniel kembali...
" astaga..., oke tunggu aku di luar..., lima menit..."
" baik Tuan..., permisi Nona..." ucap Daniel menunduk dan keluar.
Aralia menatap sang kekasih tak berkedip, " kau akan pergi...???"
" hmmm...., hanya beberapa pekerjaan kecil..., setelah itu aku akan kembali kesini..."
" apa tidak apa apa...???"
" ah..., tidak..., pergilah..., aku akan tetap disini menunggu..."
" mommy dan Daddy mu akan segera tiba sebentar lagi..., aku juga sudah meminta ibu dan DUO J kesini menemani..., tapi karena ada satu dan lain hal mereka tidak bisa kesini..., alasannya karena sibuk mengurus gaun serta hal hal yang berhubungan dengan pernikahan kita nanti...."
" mereka semua mengurus keperluan pernikahan...???"
" hmmm...., Rey akan datang aebentar lagi membuka selang infus ditangan mu..., jangan lupa habis kan sarapan mu..., akan kusuruh pelayan atau suster menemani mu makan..., dan kalau sampai tidak habis.., akan ku pecat dia...."
" hei..., bagaimana bisa begitu...???"
" apa...., aku pemilik rumah sakit ini..., jadi aku berhak atas seluruh nya, termasuk memecat para pekerja yang tak becus kan...???"
" Ya..., Ya...., apapun yang kau katakan selalu benar..."
Ya, David memang memiliki beberapa hotel , rumah sakit dan juga Mall di beberapa negara atas nama perusahaan nya, alasan nya agar lebih mudah saat dia berkunjung di negara tersebut , dia tak perlu repot repot mengantri atau pun mendaftar saat urgent datang sekalipun..... Horang...kaya.....
" aku pergi..., jika butuh sesuatu DUO JM ada disini..., kau bisa menghubungi nya.., James dan Kesya ada di kamar sebelah dan ingat...., jika kau perlu sesuatu kau harus memanggil mereka..., hmmm...."
" iya sayang..."
" sudah pergi sana..." Aralia
" aku akan segera kembali setelah semua pekerjaan selesai..."
Aralia berusaha tersenyum..., " iya..., hati hatilah..."
" kau yakin akan aman selama aku pergi...???"
" tentu sayang..."
" astaga..., pergilah...."Aralia
__ADS_1
" jangan banyak bergerak ya, jangan melakukan kesalahan atau orang lain akan terkena hukumannya...."
" ancaman macam apa itu....???, Daniel tolong aku..." Aralia...
tok...tok...tok...
" kau dengar, Daniel pasti menunggumu..., ini sudah lebih dari lima menit kan..."
David mengecek jam di tangan nya...
" Ck...., baiklah, aku pergi..."
Cup
" Love you..."
" Me too...."
David keluar dari ruangan menyisakan sang gadis yang mengelus dada sebanyak banyak nya...
" untung aja cinta..." gumam Ara dengan mata terus menatap ke pintu.
Diluar ruang , David berjalan menuju Jack dan Mark yang sedang duduk santai di meja ditengah tengah ruang Aralia dan Kesya guna mengawas mereka.
" jangan biarkan dia keluar dari kamarnya..."
" siap..., Tuan..."
David pergi disusul Daniel sang asisten di belakang nya menuju lift...
Saat di dalam lift...
" kenapa gaun ku bisa hilang...??"
" itu..."
" Daniel Samantha......"
" Seorang gadis memakai gaun nya , Tuan..."
David diam menatap Daniel yang berada di belakang nya dari pantulan kaca lift..., Pria itu nampak sedang menunggu penjelasan.
Jujur saja, Daniel sebenar nya malas membahas sesuatu yang begitu sangat memalukan untuk Tuan Muda nya ketahui..., tapi tatapan itu memaksanya harus jujur karena jika dia tidak jujur, dapat dipastikan David akan mencari tau sendiri dari orang lain dan yang ditakutkan akan terjadi sesuatu pada gadis itu ataupun kakak nya yang notaben nya seorang pebisnis.
Daniel menghela nafas panjang, menatap sang Tuan muda dari pantulan kaca dan mulai bercerita dari awal pertemuan sang gadis hingga gaun itu bisa terpakai oleh nya.
Sepanjang perjalanan dari mulai menutup pintu mobil hingga menuju tempat rapat Daniel terus berbicara soal sang gadis yang memakai gaun pilihan tuan muda nya.
Ciiiiiiiitttttt.........
" kita sudah sampai , Tuan...."
" Ck...., awas saja kalau sampai bertemu gadis itu...." kesal David masih terasa.
" Tuan...."
" Ck...., oke..., anggap semua selesai..., tapi jangan sampai aku melihat nya..."
" baik, Tuan..."
" Ck..."
David turun dari mobil dengan wajah masih kesal apalagi begitu mengetahui jika semua itu karena kebodohan asisten nya.
Daniel menghela nafas panjang....
" Semoga saja aku juga tak pernah lagi melihat nya...." Daniel
*
*
*
__ADS_1
*
@ara❤