
Brakkk......
Pintu pagar itu bergoyang saat benda keras membenturnya dengan kasar.
" Hei...., siapa disana....??" ucap Pria penjaga pagar. Berjalan mendekati seseorang yang tergeletak di jalan depan pagar besar tinggi menjulang.
" Bos Gamma...." pria itu terkejut, ia segera menarik tubuh pria yang tergeletak itu agar setengah bangun.
" hei, siapa pun disana, cepat bantu..., Bos terluka..." teriak nya.
Beberapa orang keluar, mereka terkejut kemudian berlari menghampiri dan mengangkat tubuh pria itu masuk ke sebuah ruangan dengan tembok serba hitam.
" aku panggil bos Delta..., kau tolong tekan lukanya agar tak banyak darah yang keluar..." pria itu berlari menaiki tangga dan menggedor pintu dengan keras.
" Bos..., tolong bos..., Bos Gamma..., Bos..."
Brakkk....
" ada apa dengan Gamma...???"
" ia...ia...tertembak..." ucap pria itu setengah panik.
" apa..., Shhiiitttt...., minggir..." Pria itu berlari menuju lantai bawah. Membuka pintu melihat seseorang tergeletak di atas ruang operasi.
" siap kan peralatan..." perintah pria itu panik.
" sudah Bos, tinggal menunggu , Tuan Jonny datang..." ucap seseorang di dalam ruang.
Seorang Pria terlihat berjalan tergesa gesa masuk ke dalam..., " kenapa bisa terjadi, siapa yang menyerangnya..." Tangan pria itu langsung memakai pelindung, mengambil obat bius dan menyuntikkannya ke tangan pria yang tergeletak.
" aku hanya memberi obat bius dosis sedang, jadi aku rasa akan sedikit terasa sakit saat aku mengeluarkan pelurunya, oke..." pria itu mengangguk lemah.
" pisau bedah...." pinta pria itu. Seseorang disamping mengambil dan memberikan pada pria yang berdiri di depan Gamma.
" aaaaaa..." teriak pria itu begitu sebuah alat membedah dan mencongkel tangan nya.
Tring.... sebuah peluru tergeletak berlumuran darah di piring bedah berukuran mini.
" jarum..." pinta pria yang sedang melakukan pembedahan. Seseorang memberikan, kemudian tangan pria itu melakukan penutupan pada luka dan menutupnya dengan kasa dan perban.
" jangan sampai terkena air, biarkan dalam keadaan kering, dan tetap harus sering datang padaku setiap hari untuk mengganti perbannya...." pinta pria itu.
" thanks Jon..." ucap pria yang baru saja di bedah dengan terbata bata menahan sakit.
" lekas sembuh..." ucap pria itu kemudian segera pergi dari tempat itu.
" apa yang terjadi...???, siapa yang telah menembakmu...???" tanya Delta menatap temannya.
Seseorang berdiri di depan pintu...., " tinggalkan tempat ini, biarkan ia istirahat dulu..."
" Tuan Patton..." ucap mereka semua di dalam ruang serempak.
__ADS_1
" Baik , Bos..., istirahatlah..." ucap Delta menatap temannya yang terbaring lemah.
Pria itu mengangguk dengan anggukan yang sedikit lemah.
Mereka semua keluar dari ruang itu agar seseorang yang terluka di dalam sana bisa istirahat. Kini mereka ada di ruang khusus diskusi.
" Bos...seseorang telah meretas jaringan komputer kita lima belas menit yang lalu..." ucap seseorang dari meja komputer.
" Who...???" tanya Delta.
" tak terlacak...."ucap pria di depan komputer.
" what...., oh...shhiiittt...." pria itu mengambil alih komputernya.
" mereka mencari informasi tentang Gamma..." ucap Delta kearah Patton.
" itu berati ada hubungannya dengan penembakan hari ini..."ucap Patton.
" jika Gamma sampai terlihat lemah begitu, dan Hacker itu meretas tanpa jejak, artinya musuh kita memiliki anak buah yang cerdik...." ucap Delta.
" Aku masih ingat wajah pria itu..." Seseorang tampak berdiri lemas di depan pintu bersandar di tembok.
" hey...., boy...., kau masih terluka..." ucap Delta menhampiri kawannya, memapah pria itu menuju kursi dan mendudukkannya disana.
" biar aku gambar sketsa wajahnya dulu..." ucap Gamma mengambil alih komputer.
Pria itu merubah sketsa wajah seseorang disana, mengganti bentuk kuping, hidung , mata, rambut dan beberapa tanda yang ia ingat, kemudian tangan nya mengeklik dan muncullah sebuah wajah pria di komputer mereka.
" kalian kenal...???" tanya Gamma, serempak dua pria itu menggeleng.
" Cari data lengkapnya..." ucap Patton.
" siap..." Delta langsung bergerak dengan mouse nya dan....beberapa tulisan tercetak...
" Shhiiitttt..."
" oh...no.....???" Pria itu memegang kepalanya memandang ke arah teman disampingnya.
" bagaimana mungkin tidak ada data disana, Seorang disainer pakaian...???, are you crazy..., data macam apa itu..., ini pasti sabotase..., ya, pasti pria itu tau kita akan mencari data tentang nya jadi dia menyabotase semua data pribadinya..." ucap Delta.
" shiitttt....., I don't believe it..." ucap pria itu esmosi, berjalan lurus dan ....
Brakkk....
Pria itu menendang sebuah kursi hingga kaki kursi itu patah.
" hmmm...., sungguh menarik...., aku semakin menikmati permainan ini..." ucap Patton tersenyum.
" Bos..., saat aku selesai menghubungimu, pria itu menodongkan pistol di belakangku, tapi situasi berbalik seperdetik kemudian pistol itu dapat aku rebut, saat aku ingin menembaknya, seseorang datang dan memberi tembakan satu kali ke arah ku..., dan disinilah aku sekarang..."
" itu artinya , pria yang menyerangmu, bukan seorang penembak jitu..., sedang orang yang datang menolong itulah justru penembak jitu mereka..."ucap Delta.
__ADS_1
" bagaimana kau bisa menarik kesimpulan seperti itu...???" tanya Patton.
" jika dilihat dari tembakannya yang begitu dalam artinya ia menggunakan pistol jarak jauh dan tempat dia menembak adalah diluar jalur rompi anti peluru yang kau pakai...., artinya pria itu tau dengan betul dimana ia harus menembak melumpuhkan lawannya..." ucap Delta menatap bekas tembakan di lengan teman nya.
" Shhiiittt..., kenapa tak terpikirkan olehku...??" ucap Gamma menepuk jidatnya dengan tangan kiri.
" lalu bagaimana kedepannya...???" tanya Patton.
" coba kita retas CCTV mereka seperti yang biasa kita lakukan, siapa tau dengan kita mengetahui siapa saja manusia di dalam rumah itu, kita bisa tau siapa musuh kita nanti...." ucap Delta mulai mengetik sesuatu sandi di depan komputernya, menggeser ke kanan dan kiri mouse berharap mendapatkan sesuatu dan....
" Shhiiittt..., bagaimana mungkin, bagaimana mungkin aku bisa kalah dari mereka...???" ucapnya kesal.
" Ck..., itu artinya hanya satu cara kita bisa menerobos menculik wanita itu dan membawanya ke markas kita..."
" apa itu , Bos...???"
" kita harus mendapatkannya diluar istana..." ucap Patton.
" tapi bagaimana mungkin..., setelah kejadian ini, penjagaan mereka pasti semakin di perketat..." ucap Delta seperti tau apa yang dipikirkan oleh temannya.
" mereka pasti punya titik lengah walau hanya seperdetik saja, bukan....???, tetap ikuti wanita itu, aku tak bisa percayakan pekerjaan ini pada orang lain selain kalian berdua...." ucap Patton seraya pergi dari tempat itu.
Delta menatap wajah temannya..., " istirahatlah..., sobat. Serahkan tugas ini padaku..., kau harus bisa sembuh lebih cepat untuk menjaga benteng terakhir...., ingat tembakan tangan mu yang jitu sangat diperlukan...." Gamma menghela nafas panjang.
Sejujurnya ia benci keadaan ini, tapi temannya benar, ia harus istirahat total agar keadaannya cepat membaik.
" jaga dan jangan lengah..., amati target dari tempat yang jauh, salah satu dari mereka sepertinya memiliki ke ahlian sama sepertimu..., dan salah satu nya lagi memiliki ke ahlian sepertiku..., amati dari tempat yang tak terjangkau...." ucap nya .
" kau tenang saja..." Delta menepuk pundak temannya.
" awwww...., shhhiiiitt....."
" uupppssss...., sorry...."
" bocah siallllll...."
" hahahaha...., sorry Gamma...., jangan marah...." ucapnya berlari pergi meninggalkan temannya yang merintih kesakitan karena pukulannya tadi menyenggol luka.
Gamma menatap lukanya, " kita akan bertemu lagi..., dan aku ingin bertanding satu lawan satu denganmu...., penembak jitu..."
*
*
*
*
*
@ara❤
__ADS_1