Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
Jangan Ganggu


__ADS_3

Daniel kembali ke markas saat malam telah menjemput. Raut wajahnya terlihat sangat lelah, bagaimana tidak, setelah berurusan dengan masalah David mendatangi kediaman Richard, Daniel masih harus mengatur meeting dengan beberapa anak cabang, belum lagi dia harus menyusun agenda Tuan mudanya selama satu minggu ke depan dan mengecek beberapa berkas yang masuk ke dalam Email nya sebelum nantinya ditanda tangani oleh David.


Daniel masih di dalam mobil nya, menyandarkan bahu nya di kursi kemudi.


derrttt...derrrttt


" apa yang kalian temukan....???"


" seperti dugaan kami, CCTV mereka juga telah diretas..."


" lalu...???"


" kami sudah mengulang sistemnya menggunakan kode rahasia..., kami yakin tak akan ada kebocoran kedepannya..."


" sudah ada tanda mencurigakan...???"


" belum, karena kita tak tau pasti kapan mereka menaruh semua alat itu..."


" semua hanya bisa dilakukan oleh orang profesional..., amati para pekerja yang kira kira baru masuk sekitar dua atau satu tahun belakangan ini..., oh ya...., cek CCTV saat dua tahun kebelakang, jika benar kematian kakak James adalah suatu kesengajaan, dan tertembaknya Kesya juga sudah di atur seseorang secara otomatis, penyadap itu sudah ada sejak dua tahun yang lalu..."


" sshhiiiittt....., kenapa tak terpikirkan..."


" karena kalian bodoh..."


" akan kami cek , Bos..."


" jangan sering membuat ku menunggu..., aku bisa hilang kesabaran...."


" beri kami waktu 1 jam...,Bos..."


" Ck....,30 menit..., atau kalian mati..."


tut...tut...tut...


Daniel keluar dari mobil setelah mematikan telepon. Memasuki rumah besar itu dengan mood yang tak begitu baik, hatinya belum tenang jika belum bisa menyatakan bahwa tugas penjagaannya untuk Aralia aman.


" Tuan muda...???"


" di kamar atas..., Bos..."


" hmmm..., jangan ganggu aku ...., aku ingin tidur..."


" baik...., Bos..."


Para pengawal memandang takut punggung Tuan Asistennya, karena dia tau saat Daniel sudah bilang """tidak ingin diganggu""" maka jika salah satu mengetuk pintu kamar nya, bukan wajah yang keluar tapi sebuah senjata bersuara senyap yang langsung mengarah ke otak mereka...dan Dooorrr.... kepala itu akan mengeluarkan isi dalamnya..., Glekkk...., NGERIII.


" kita harus beritahu yang lain agar tak mengganggu Tuan Asisten..." teman yang di ajak bicara hanya bisa mengangguk dengan wajah yang sangat pucat...


Di dalam kamar...Daniel memandang foto ayah dan Tuan Besarnya....


" kau tau Ayah, anak mu itu sangat keras kepala..., terkadang aku pusing dibuatnya..."


" cinta membuat otak nya menjadi bodoh..."

__ADS_1


" aku lelah..., harus selalu menuruti keinginan adik ku yang satu itu..."


" apa kau tau, satu hari ini kepalaku terpecah belah menjadi sepuluh bagian..."


" memikirkan cinta anakmu, anak cabang Perusahaan, file yang bertumpuk, proyek yang berjalan, belum lagi urusan si kembar dan Nyonya besar..."


" ach....aku sungguh lelah hari ini...."


Kreeekkk........


David masuk ke dalam membawa susu di tangannya.


" sudah selesai ...???"


" apa...???"


" mengadu tentang kenakalan ku pada Ayah dan Paman....???"


" Ck...."


" susu hangat..."


" jangan merayu..., aku bukan wanita anda , Tuan..."


David terkekeh kecil..., " jika merayu gadis itu, aku butuh lebih dari sekedar susu hangat..."


"Ck...., anda sangat menyebalkan...kenapa belum tidur...???, ini sudah malam, Tuan...."


Daniel menerima segelas susu yang David sodorkan, duduk di sofa di depan tempat tidurnya, dan meminum susunya hingga habis. Daniel menghela nafas panjang, menyandarkan kepala dusandaran sofa dan memejamkan matanya.


" Sesuai dugaan anda, rumah itu tak aman ditempati..., setiap ruang terdapat alat pengintai dan penyadap..., sepertinya musuh masih berada di dalamnya..."


" Ck....."


" CCTV dirumah itu juga diretas, saya menyuruh Mark mengubah pola susunannya..., dan menempatkan seseorang berjaga di depan layar monitor..."


" Alex....???"


" tak ada tanda tanda kemunculannya..."


" berapa banyak penjagaan disana...???"


" 30 orang dibagi pagi dan malam, 10 diantara nya pengawal profesional..., ada 5 pelayan wanita , satu koki dan kepala pelayan kita , Paman zen..."


"hmmm....., aku rasa cukup..." ucap David manggut manggut menaikkan kepala dan menurunkannya bergantian.


" ada hal lain...???"


" ini tentang penembakan 2 tahun yang lalu..."


" penembakan itu untuk mengambil paksa Aralia dari tangan Kesya saat Kesya lengah..., karena kakak dari Tuan James berontak, dirinya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas..."


" begitu Kesya mengejar, mereka sudah membawa kabur Aralia dari tempat kejadian..., James yang tau Sandra berniat membunuh Kesya, kemudian menyusulnya dan mendapati Kesya tertembak saat menolong Aralia. Sayang nya tembakan itu menembus hingga tulang punggung belakang dan sangat sulit mengambilnya, Kesya kehilangan banyak darah dan menyebabkan nya koma....,dia tak sadarkan diri hingga hari ke tujuh, setelah itu saya kurang tau pasti..."

__ADS_1


" itu artinya musuh kini tau, jika seseorang yang selalu membantu Kesya selama ini adalah James...???" ucap David dibalas anggukan Daniel.


" Pertanyaan nya kini, jika Kesya koma selama tujuh hari, lalu siapa yang telah membakar gudang persenjatan Red Devil dan membombardir seluruh pasukan disana saat hari ke enam Kesya dirawat...???" tanya Daniel tajam.


" menurut mu...???"


" entah...saya belum yakin...."


" itu artinya kau tau orangnya....???"


" Nona pasti mencari anda, Tuan..., lebih baik anda kembali ke kamar sebelum ia terbangun..."


" ada yang kau sembunyikan....???"


Daniel tertawa kecil,...."anak kecil tak boleh terlalu banyak tau, lagipula lebih baik anda bermain dan bersantai saat ini, anggap sebagai bonus dari saya karena selama ini anda bekerja keras membesarkan Perusahaan..."


" Ck..., sekarang kau berlagak seperti seorang ayah..."


" tubuh saya ini multi fungsi , Tuan..."


" jika anda perlu seorang ayah yang ingin melindungi anaknya..., saya akan lakukan. Jika anda perlu seorang kakak untuk curhat, saya akan lakukan..., tapi jika anda ingin saya menjadi kekasih, maaf saya masih normal..."


David refleks meninju pria di depannya...,


BUGHH......


" brengsek..., kau pikir aku homo..."


Daniel terkekeh geli..., " saya lelah , Tuan...."


" sejak kapan kau kenal lelah...???" memicingkan mata menatap pria yang sudah di anggap kakak tepat duduk disampingnya.


" sejak anda jatuh cinta...., Tuan.. , entah kenapa semua yang saya kerjakan jadi melelahkan..., pertama karena sekertaris saya dipecat dan di jadikan calon istri, yang kedua, karena Tuan muda saya sedang jatuh cinta, sehingga pekerjaan nya harus saya pula yang kerjakan..."


David tertawa kecil mendengar kejujuran pria disampingnya, Ya....Daniel tak pernah menyembunyikan kekesalannya jika berurusan dengan David. Dan tak ada yang bisa mengembalikan mood nya , kecuali David pula.


" kau akan tau jika nanti kau jatuh cinta..."


" Ck...., mood saya semakin buruk sekarang.." berjalan menuju tempat tidur. Menarik selimut dan merebahkan tubuhnya disana. David semakin tertawa , bangun dari duduknya, meninggalkan tempat itu menutup pintu dengan pelan.


Daniel membuka matanya begitu tau Tuan muda nya keluar ruangan.


" cepatlah menikah Tuan..., aku ingin melihatmu bahagia..." Daniel.


*


*


*


*


*

__ADS_1


@ara❤


__ADS_2