
*
*
" akan ku usahakan..."
Pintu ruang operasi tertutup, menyisakan seorang pria yang bersender di tembok dengan posisi jongkok dan seorang asisten yang menatap Tuannya dengan posisi berdiri.
" Tuan..., mari duduk disana..., dibangku itu..." Daniel mengangkat bahu Tuan muda nya yang sudah lemas tak sanggup lagi untuk bangun.
David duduk dengan di bantu Daniel memapah tubuh nya tadi.
" Apa dia akan pergi...??" rancau David.
" apa aku harus kembali kehilangan...???" tanya nya pada diri sendiri.
" Nona muda akan baik baik saja..., Tuan..."
David menatap lantai rumah sakit....
Ucapan gadis itu di rumah pinus kembali terngiang....
"bagaimana jika setelah perang ini aku mati...???"
" akan ku panggil dan kutarik kembali roh mu ke dunia nyata..., akan kupastikan kau tetap hidup..."
" kau gila..."
" Ya..., aku berubah gila sejak jatuh cinta pada wanita gila..."
Ucapan gadis itu di rumah pinus seperti tanda perpisahan untuknya.
David merasa teramat sedih, sekali lagi dalam hidup nya, ia tidak bisa menjaga orang yang menyayanginya..., Dulu ayah..., kini gadisnya.
David tersenyum kecut, menggelengkan kepala dan menitik kan air mata.
DUO JM tampak berlari ke arah Tuannya setelah Daniel mengabarkan posisi nya tadi.
" apa yang terjadi , Bos...??"
" Nona Aralia tertembak..."
DUO JM ingin lanjut bertanya, tapi isyarat mata dan tangan Daniel menyuruh mereka untuk diam. DUO JM menatap ke arah Tuan muda nya yang duduk tak jauh dari sana. DUO JM mengerti dan menganggukkan kepala.
" bagaimana dengan Kesya...??" tanya Daniel.
" My Sister it's okay..., hanya menunggu pemulihan dan siuman dari tidurnya..."
Mereka bertiga , menuju tempat David duduk.
" Tuan..."
David mengangkat wajah nya. Tampak jelas wajah yang kacau dan menyedihkan disana.
" Nona akan baik baik saja...,Tuan..."
" semoga kau benar..." lirihnya.
" Kesya bagaimana..." Tanya David pelan.
" hanya menunggu siuman saja, Tuan...., kondisinya stabil..."
" hmmm....,syukurlah...."
BRAAKKK....
Pintu operasi terbuka....
Rey memperlihatkan wajah sendunya...
" bagaimana...???" David bangun dan menghampiri Rey.
" aku sudah berusaha sebisa mungkin..., tapi..."
" kau bicara apa, HAH...., yang jelas jika bicara ...." ucap nya sedikit meninggi...
" tenang Tuan..." ucap Daniel memegang bahu Tuan mudanya.
__ADS_1
" katakan padaku dengan jelas..., jangan bertele tele..., cepat, apa yang terjadi...??"
" peluru itu menembus terlalu dalam , Tuan...., Nona kehilangan banyak darah, dan..., detak jantungnya melemah..." ucap nya pelan namun pasti.
" Nona..., dia kritis...." David terdiam menatap tak percaya, tapi tak mungkin pria di depannya berbohong bukan..., gadisnya kritis...???, bagaimana bisa...???
David menjambak rambutnya kiri kanan dengan kedua tangan.
" bagaimana bisa...." lirihnya pelan.
" kita hanya bisa percaya pada satu ke ajaiban bahwa dia akan bereaksi sebelum 1x24 jam, jika lewat batas nya tubuh itu tak juga merespon..., maaf..., anda harus merelakannya ,Tuan..." ucap Rey pelan.
David menatap nya sendu...., " apa maksudmu...???"
" itu artinya, nyawanya tak tertolong , Tuan..."
David nampak linglung tak percaya...., " tidak..., dia pasti akan bangun..." lirihnya seraya membungkuk.
BRAAKK...
Pintu terbuka, sebuah kasur pasien di dorong dengan Aralia di atas nya.Tubuhnya memucat putih pasi, dengan mata terpejam.
" kami akan pindahkan ke ruang ICU..." ucap Rey.
David mengikuti langkah kasur itu di dorong.
" Aralia..." lirihnya...
Pintu sebuah ruang terbuka, Tubuh gadis itu dipindahkan ke dalam ruang tersebut. Kini, banyak kabel menempel didada gadis itu dan selang infus serta selang udara di atas hidung bangirnya.
" hanya boleh dua orang maksimal yang masuk kesini..., guna menjaga kenyamanan dan juga sterilitasi ruang..." ucap Rey. David mengangguk dengan tatapan tak lepas dari sang gadis.
" berdoalah , Tuan.., semua akan baik baik saja..." ucap Rey menyentuh pundak David.
David diam tak menjawab.Tangannya memegang jari jemari yang melemah. kening itu saling beradu.
" jangan tinggalkan aku..." ucap nya pelan.
Kedua orang tua Aralia tiba di rumah sakit, tepat setelah Aralia di pindahkan.
" putriku..." Rebbeca menatap putri nya dari kaca transparan.
" masuk lah lebih dulu..." ucap Richard. Rebbeca mengangguk dan masuk setelah memakai pakaian steril.
" David.." Rebbeca mengusap puncak kepala pria itu.
" Dia tak akan pergi kan, Mom...???" tanya pria itu tetap menatap Aralia yang tertidur.
" Ya..., putriku..., dia kuat..." ucap Rebbeca pelan seraya menitikkan air mata.
" Kesya diruang sebelah , Mom..." ucap David memberitahu.
" ah , iya..., aku akan ke tempat nya, kemudian kembali kesini..." ucap Rebbeca pamit. Tangan nya mengelus pundak dan mencium kepala pria itu.
Rebbeca keluar sambil menutup mulutnya dengan tangan, berharap suara tangisnya tak keluar.
" Sayang..." Richard memeluk tubuh istrinya yang terguncang hebat.
Wanita itu menangis tanpa bersuara..., kemudian melepas pelukan...," aku akan keruang Kesya disebelah..." ucap nya menatap Willy.
" aku akan ke dalam..." jawab Willy, di jawab anggukan sang Nyonya.
Willy kedalam, tangannya menyentuh pipi putrinya...., " maaf..., jika saja aku bisa sedikit lebih tegas pada pamanmu...., semua ini tak akan terjadi..."
" ibu mu tak akan pernah menangis, dan kau tak akan kehilangan kasih sayang selama 20tahun..."
" maaf..., aku mohon maaf kan aku, jika kau marah , hukum saja aku, tapi aku mohon jangan hukum ibu mu..., wanita itu sudah lama menantimu..., bagaimana kau bisa pergi..., bagaimana nanti dengan nya setelah kepergianmu..., ibu mu bisa gila..., dia tak akan sanggup kehilangan untuk yang kedua x nya..."
" aku mohon..., apapun..., apapun hukumanmu aku terima, tapi jangan pergi..., ibu mu tak akan sanggup lagi..." Willy menitikkan airmata sementara David hanya diam tak bersuara.
Tak ada lagi airmata di wajah pria itu. Pria itu hanya diam , mematung menatap kekasihnya yang tertidur pulas dengan tangan yang menggenggam jari jemari sang gadis.
" aku akan menjemput Rebbeca..." ucap Richard. David tak menjawab, mulut itu tetap diam.
Hari sudah menunjukkan waktu senja di kota Paris. Sang asisten masuk ke dalam ruang ICU. Tangan nya membawa sepiring nasi beserta lauk pauk dan juga botol air putih dan meletakkan nya diatas meja di depan sofa tunggu.
" Tuan..., anda harus makan..." Ucap Daniel.
__ADS_1
David diam tak bereaksi. Daniel menghampiri majikannya.
" anda memerlukan banyak tenaga extra hingga besok pagi , Tuan..."
" jika anda tak makan, anda akan pingsan, dan tentu nya tak bisa menjaga Nona..." ucap sang asisten , berharap setelah nama wanita itu disebut, setidaknya ada reaksi dari Tuan mudanya.
Dan benar saja setelah nama kekasihnya disebut, David bangun dari duduk nya menuju sofa, mengambil sendok dan mulai memakan makanan yang ada di dalam piring itu.
Dalam waktu singkat habis tak tersisa..., bahkan David yang notabennya tak suka brokoli, sayuran itu pun juga hilang dari piring nya. Seolah semua makanan hanya numpang lewat saja tak ada rasa.
David kembali duduk disqmping kekasihnya, setelah selesai makan dan minum satu botol air putih berukuran besar di atas meja.
Daniel hanya diam tak berkata apa apa. Tangan nya mengambil piring kosong beserta botol kosong dan membawa nya keluar.
Disisi lain di alam bawah sadar Kesya......
Seorang gadis duduk di ujung pantai tersenyum manis pada Queen yang berjalan mendekat.
" kau disini...??? " tanya Queen heran..
" Ya, aku datang menjemputmu..., kau tidak boleh terlalu lama disini, Kesya..., James menunggumu..."
" kau tau, aku sudah penobatan, kini seluruh dunia tau, kalau putri Willy Richard masih hidup..., sesuai keinginanmu, aku telah melakukan penobatan...."
" ah...iya....???, aku sangat senang..."
gadis itu mengulurkan tangannya , Kesya bertanya..., " kita kemana....???"
" ketempat kau yang seharusnya..., ikuti aku..."
Dua wanita itu saling menuntun bergandengan tangan dan tersenyum.
Di depan kedua nya kini ada sebuah pintu..., " pergilah..., temui James dan hiduplah bahagia dengan bayi kalian..."
" hei, kenapa hanya aku...???"
" aku masih nyaman berada disini..., biar aku disini lebih lama sedikit..."
" aku tak mau..., jika aku ke pintu itu, kau juga harus pergi..."
" pintu itu hanya cukup untuk dilewati sebanyak satu x..." ucap gadis itu tersenyum.
" kalau begitu kau saja, aku biar disini saja..."
" kau ini..., ayo kita menuju pintu bersama sama..." pinta Aralia.
" nah, jika itu aku setuju..." ucap nya tersenyum.
Saat pintu terbuka, gadis itu mendorong tubuh Kesya melewati pintu lalu menutupnya.
" Ara....."
" Aralia...., buka pintu nya...."
" Ara...."
" Aralia...."
James terkejut melihat wanita nya teriak teriak.
" sayang..., sayang, ini aku James sayang....."
Kesya membuka mata....., " Aralia gadisku...., mana dia...???
" sabar, tunggu dulu...biar aku jelaskan..."
" lepas , James..., aku harus bertemu dengannya...."
" aralia koma..., dia kritis..."
" Apa...???"
*
*
*
__ADS_1
*
*@ara❤