
Pagi hari sebuah pesawat pribadi telah meninggalkan Bandara. Satu pesawat berisi Nyonya besar dan Duo J telah terbang kemarin malam setelah acara konser musik. Pagi ini satu pesawat lagi berisi Tuan muda dan pengikutnya bergerak menuju Jakarta. Hal ini dilakukan untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.
Didalam pesawat seorang gadis sedang tersenyum terus menerus memandang langit.
" kau kenapa...???"
" Kesya menelepon tadi pagi, jika ia sudah dilamar, dan berencana menikah dalam waktu dekat ini..., aku bahagia, sekarang Kesya tidak sendiri..."
" syukurlah..."
" ya, James pria yang baik.."
" kau kenal James...???"
" ya, saat Kesya koma, James selalu menjaganya, tak pergi hingga ia sadar..."
" Kesya koma...??"
" ya, saat itu Kesya memiliki misi, menggagalkan sebuah transaksi..."
" transaksi..???"
" beberapa di dunia mafia ada yang bekerja melalui jalur baik, ada yang melalui jalur tak baik, Kesya memilih kedua nya..."
" tunggu dulu, bukankah informasi yang ku tau kau yang mengalami koma, kenapa sekarang kau bilang Kesya..???"
" saat itu ditaman, aku dan ayah berlari santai ,tiba tiba hujan turun, kilat menyambar, saat kami ingin berteduh ada segerombolan orang menangkap ayah, karena ayah berontak, salah satu penjahat itu menembak ayah tepat dikepala, aku syok...di depan mataku ayah ku terbunuh..., tubuh ku lemas, pandangan ku kabur.., saat bangun aku sudah ada di dalam mobil, aku berteriak, tak lama kemudian mobil berhenti secara mendadak, terdengar suara tembakan, pintu mobil terbuka, James ada disana. Tapi Kesya ku berlumuran darah. Kesya masuk rumah sakit, James meminta orang dalam yang juga temannya agar memakai namaku serta dataku, aku juga tidak mengerti alasannya.., Kesya seminggu koma.." Air mata itu menetes, mengenang satu hari pahit dalam hidupnya.Kesedihan ditinggal ayah dan koma nya sang penjaga.
" kau tau siapa musuh Kesya saat itu..???"
" tidak..."
" yang aku tau, seseorang di telepon menyebut kata " Bos besar" , sepertinya lawan Kesya sama sama dari dunia mafia..."
" kau tau Kesya seorang Mafia...???"
" ya, karena itu Kesya bilang aku harus kuat. aku di ajari menembak , memanah dan berkelahi, agar suatu saat jika Kesya pergi aku sudah siap..."
" kini, dia benar benar pergi...!!" tatapan itu menjadi sendu.
" istirahatlah..., sebentar lagi kita sampai..."
" hmmm.."
Setelah pesawat mendarat, mobil pribadi sudah menyambutnya disana. Mobil itu bergerak menuju kediaman David.
Sebuah hunian yang sangat megah dengan pagar yang menjulang tinggi. Tampak banyak pengawal yang menjaga rumah besar itu. Pintu pagar terbuka begitu melihat siapa orang di balik kaca mobil.
__ADS_1
Para pengawal menunduk saat iringan mobil tersebut memasuki jalan sepanjang menuju pintu rumah yang besar.
" kenapa kita kesini...???" batin Aralia.
" Selama Nyonya Kesya di Paris, anda akan tinggal disini, Nona...!!" Daniel menjawab mata penasaran itu. Aralia menatap David.
" Disini kau tak akan kesepian, ada ibu , adikku dan semua pelayan yang bersedia membantu mu..."
" Besok pagi kita akan berangkat ke Paris, bertemu seseorang yang sangat spesial untukmu..."
" ya..???"
" siapa...???"
" kau akan tau, begitu sampai disana..."
Dua pengawal tampak membuka pintu belakang. Sedangkan Daniel membuka pintu mobilnya sendiri.
Telah banyak yang menyambut di depan pintu. Beberapa wanita berpakaian seragam, dan satu pria tua memegang sebuah kain kecil ditangan. Saat David menaiki tangga masuk, semua orang itu membungkukkan badannya.
" Selamat datang , Tuan muda..." kata mereka serempak. David hanya diam meneruskan jalannya menuju sofa empuk besar yang diikuti Daniel dan Aralia. Aralia duduk disamping David, sementara Daniel berdiri tak jauh di samping David. Seluruh pelayan mengikuti sikap Daniel, tak terkecuali pria tua itu.
" apa sudah dapat kabar dari ibu...???" tanya David.
" Nyonya besar telah sampai di Paris terlebih dahulu..." ucap Daniel.
Ya, David telah menceritakan tentang Aralia pada sang ibu, tapi hanya sedikit garis besarnya, dibumbui sedikit kebohongan agar ibu nya tak terlalu syok. Ibu hanya tau, jika aralia diculik saat bayi dan kini orang tua asli nya telah ditemukan. David menunjukkan foto ayah kandung Aralia dan menyuruh ibunya untuk datang ke Paris lebih dahulu , sebelum mereka sampai kesana. David telah memesan sebuah kamar hotel di Paris dengan fasilitas terbaik disana. Jadi begitu ibunya tiba, kamar itu dapat langsung di gunakan.
" Siap, Tuan..." jawab Daniel.
" Apa menu siang ini..???"
Pria tua itu maju menjajarkan diri nya dengan Daniel.
" Seperti pesanan anda tadi malam , Tuan..." jawab pria itu setengah menunduk.
" hmmm..."
" saya harus pergi, Tuan..." ucap Daniel.
" segera kembali, ada yang ingin aku bicarakan nanti malam..." jawab David.
" baik , Tuan...." membungkuk lalu pergi.
" Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, turunlah ke meja makan, aku menunggu. kau pasti lapar kan.....???" David mengelus tangan Aralia pelan, di jawab anggukan olehnya.
Dua orang pelayan wanita berjalan pekan ke arah kekasih Tuannya , lalu menunduk hormat.
__ADS_1
" Mari, Nona muda...., kami akan tunjukkan kamarnya..."
" ikut lah,mereka akan membantu mu bersiap..." kata David.
Aralia bangun dari duduknya mengikuti dua pelayan di depan dan dua pelayan berjalan mengikutinya di belakang.
Sebuah pintu terbuka menampilkan kamar yang luas lagi mewah. Aralia masuk mengikuti pelayan itu.
" silahkan duduk disini dahulu, Nona. Saya siapkan air hangatnya..."
" tak perlu, aku bisa sendiri..." Aralia menolak secara halus.
" maaf , Nona. jika kami tidak membantu anda, nanti Tuan marah dan kami akan dipecat..., tolong kami , Nona...!!" salah satu pelayan mengatupkan kedua tangannya ke dada.
Aralia menatap tak percaya, namun seperdetik kemudian menghela nafas yang panjang.
" terserah kalian..."
Mereka tersenyum senang..." terima kasih , Nona..."
Seseorang menuju kamar mandi, satu orang lagi menuju ruang ganti, saat semua sudah siap kedua pelayan disamping Aralia mendekat.
" biar kami bantu melepas pakaian nya, Nona..." ucap mereka.
" tidak perlu, kalian cukup diam disini..., aku akan mengurus diriku..., aku mandi dan berganti pakaian sendiri..., oke..!!!"
Mereka semua mengangguk. Aralia masuk ke dalam kamar mandi, tempat yang sangat luas berukuran hampir 1kamar besar untuknya. Melepas pakaian dan menuju bathup tertutup sebuah kaca otomatis yang dapat menutup dan buka sendiri ,didalamnya juga telah dipasangi aroma terapi...
Sekitar 15menit berendam, Aralia bangun dari sana dan menuju tempat bilas. Setelah semua ritual selesai...menuju kamar ganti , memakai pakaian yang telah disiapkan. Aralia beralih ke meja rias , dimana semua pelayan telah menunggu.
" biar kami saja yang keringkan , Nona..."
Aralia menuruti pelayan itu, Seseorang memegang pengering rambut sedang yang satu menghias wajah sang gadis. dua orang lainnya memilih sepatu serta asesoris yang akan dipakai.
" beginikah hidup orang kaya..." pikirnya.
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
@ara❤