Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
Kakak Ku


__ADS_3

kembali ke kamar no.3


"James perantara antara aku dan Rebecca selama ini, James juga yang mengatur seluruh skenario ini hingga berjalan 20 tahun, dua bulan lagi genap 21tahun, harusnya tujuan ku sudah selesai setelah 2bulan ini, tapi....kemarin malam aku kedatangan tamu tak di undang.."


Kesya menghela nafas....


flashback


Kesya tiba tiba diam ditempat, mendengar seperti ada seseorang yang berusaha membuka pintu depan rumahnya. Memutuskan saluran CCTV nya dari Ponsel dan menaruhnya di belakang Bingkai Foto yang sudah di desain khusus. Kesya bersembunyi di atas atap melihat siapa yang menjenguk nya malam ini.


"tidak ada siapa siapa didalam , Bos..!" ucap seorang pria.


" nyalahkan lampunya...Periksa seluruh ruangan.jangan ada yang luput dari penglihatan..."


Cetek.....lampu menyala dari saklar.


Kesya tersenyum begitu tau siapa tamunya.


" Bos kecil...."


BUGHHH....


Doorr....


Kesya turun dari atap memukul tengkuk wanita itu dengan tangan nya dan melayang kan tembakan pada salah satu pengawal yang mengukuti mereka.


Tersisa Kesya dan seseorang di dalam ruangan itu. Pria itu menatap wajah Kesya dengan takjub, wajah wanita yang hanya bisa ia dengar suaranya tanpa melihat nya secara langsung. Pria itu penghubung Kesya dan adiknya Rebecca.


Kecantikan itu tak pernah pudar, terakhir kali bertemu saat sang gadis Aralia berumur 18 tahun. Saat Kesya koma selama satu minggu. Setelah itu mereka kembali berpisah karena keadaan mengharuskan perpisahan tersebut.


" Kenapa kau kesini bersama gadis bodoh ini..???"


" kau ingin aku mati...???"


" Apa aku seperti menginginkan kematianmu...???"


" siapa yang memberitau keberadaanku...???"


" mata mata dari suatu markas, sepertinya mereka ingin Sandra sendiri yang membawa mu kepada mereka.., karena itu aku ikut rombongan ini..., jika aku tak ikut maka dapat dipastikan Sandra membawa banyak anak buah kita dan aku tidak tau akan terjadi apa nantinya..., jika aku ikut Sandra hanya akan membawa sedikit pengawal dan aku sebagai tamengnya..."

__ADS_1


Pria itu menghela nafas..." peluk aku Queen...aku sangat merindukanmu..."


Kesya berlari kecil ke arah Pria itu, " James suntik bius dulu Ratu kecilmu, aku tak ingin dia mengganggu.." pinta Kesya.


James mengeluarkan sebuah senjata mini dari sakunya, mendekati Sandra...dan..


Jlep....cessssss


Itu sebuah senjata dengan suntikan bius diujungnya. Senjata itu bisa membuat korbannya tidur hingga 1jam lamanya.


" kau tau, jika aku pasti membawa nya...???" ucap Pria itu sambil tersenyum saat berbalik melangkahkan kaki mendekati pujaan hatinya, memeluk tubuh mungil yang ia rindukan disetiap malam dan ia cemaskan dipagi hari.


" tentu saja..., bahkan aku tau, seorang James jauh jauh datang mengawal gadis kecil itu pasti karena ingin menyelamatkan diriku..., kau terlalu takut aku mati kan..???"


Pria itu terkekeh kecil..." tentu saja, aku takut kau mati, aku belum menikahimu sayang, aku bahkan ingin memiliki penerus dari rahim mu..."


" kau gila, apa aku masih bisa melahirkan anak...???, aku sudah tua James...umurku saat ini 40tahun..." lirih Kesya.


" wooowww, kau meragukan kemampuanku...hmmm???"


" aku tak meragukanmu, aku meragukan diriku...kenapa kau tetap menungguku.." Kesya mengeluh.


" apa hak mu mengatur hatiku..." James nampak terlihat kesal.


" Queen, cukup perdebatannya, mereka pasti akan datang menyergap tempat ini, cepat pergi...temui pria itu, kau harus segera pulang ke Paris , kembali ke Markas dan menyusun pertahanan menghadapi musuh.."


" Tapi..., aku belum terlalu yakin.."


" kalau begitu bicara padanya, tanya keputusan apa yang dia ambil, bertahan dan membantu mu..., atau melepas gadis itu dan pulang ke Paris bersamamu..."


*********


" kini disinilah aku...dihadapanmu...menanyakan isi hati seorang Tuan David Savier, jika kau mencintai Aralia ku, selamatkan dia dan aku akan pulang ke Paris sendiri malam ini, jika kau tak bisa menjaganya, aku harus membawa gadis itu bersamaku malam ini juga pulang ke Paris..." ucap Kesya menatap David dan Daniel tajam.


" Tuan muda..." Daniel menyadarkan David dari keterkejutannya.


" Aku tak akan mengizinkan mu membawa gadisku..." tegas David.


" Bagaimana dengan ayah palsu Nona Aralia..???" kini Daniel yang bertanya.

__ADS_1


" Dia kakak kandung James..., James menitipkan aku padanya, dan ia menaruh nama Aralia dalam Kartu Keluarga nya karena sang istri baru kehilangan putrinya. Tapi kenyataan pahit harus dia terima kembali, istrinya meninggal tepat seminggu setelah melahirkan..., dan cerita selanjutnya Tuan Daniel yang terhormat ini pasti tau..." ucap Kesya.


" pulanglah ke Paris besok malam, karena besok pagi hingga sore hari, kau harus menemui kekasihku, dia harus melihatmu sebelum kepulanganmu ke Paris..." tegas David kemudian bangun dari duduknya menuju ke arah luar di ikuti Daniel sang asisten...


" Tuan David..."


David terdiam menunggu kata selanjutnya yang keluar dari mulut sang penjaga.


" mereka tau wajah asli Aralia, aku mengirim Foto itu setiap hari kelahirannya..." lirih Kesya.


" Aralia urusanku...akan aku pastikan dirinya tetap aman hingga bertemu keluarganya di Paris..."


" kepulangan mu akan di atur oleh nya" melirik Daniel..." aku pastikan kau aman menuju Markas mu, dan aku pastikan anak buahku menjagamu hingga pernikahanku dengan Aralia nanti..., dia pasti ingin kau hadir bukan..???"


David kembali melangkahkan kaki menuju pintu luar.tubuhnya sangat lelah...ia ingin segera memeluk kekasihnya seperti malam kemarin. Wangi tubuh gadis itu begitu membuatnya tenang, memabukkan dan menjadi candu untuknya.


" Dia tidak tau....????, anda tidak akan memberitau kenyataan ini...????" tanya Daniel saat Tuan mudanya sudah keluar dari pintu.


" Ya, rahasia ini akan tetap ada hingga umur nya 21tahun..." ucap David.


" cinta anda akan semakin rumit Tuan..." ucap Daniel.


" aku akan bersama dirimu, menjalani kerumitan ini...betulkan...???" berbicara seraya menaikkan bahunya.


" hmmm....ya...mau bagaimana lagi...memang sudah nasib ku Tuan.." Daniel menghela nafas sementara sang Tuan Tertawa....


" hahaha..., wajahmu sangat lucu, Kakak ...hahaha...."


Daniel menunjukkan senyuman setannya saat David menyebutnya Kakak...


" aku akan menjaga mu Tuan, walau nyawa taruhannya..." Daniel.


*


*


*


*

__ADS_1


*


@ara❤


__ADS_2