
Masih di tepi an.....
Ara berdiri menjauh...., menodong senjata nya...., mengarahkan tepat di tubuh ke kasih nya....
" pergi lah...., kita selesai...."
David mengelus pipi nya, mengusap darah yang sedikit mengalir menggunakan lengan baju....
Bangun sesaat kemudian menatap sang gadis....., dia tersenyum...., ternyata insting nya benar...., akan sangat sulit membawa gadis nya pulang kembali ke pelukan nya...., dia menghela nafas.....
" aaahhh...., bodohnya aku...." ucap nya memandang gadis itu lalu sesaat, menatap kelaut dan kembali memandang dengan tersenyum...
" jangan lakukan hal apapun lagi...." ucapnya....
Ara mengerenyitkan kening....
" semakin banyak hal aneh yang kau lakukan , semakin membuat aku begitu mencintaimu kan....."
Ara tersenyum x ini.....
" hal aneh....???"
" apa membunuh mu juga termasuk hal aneh....???" ucap nya tersenyum...
David menatap senjata yang mulai di geser pelatuk nya oleh sang gadis....
DORRR......
David meliuk kan badan, menangkap tangan yang memegang senjata, dan
TAAKKK....
" aaahhh...."
Senjata terlepas begitu David memukul pinggiran tangan gadisnya.
David menendang senjata itu menjauh, dan berusaha memeluk kembali gadisnya.
Ara menaikkan kaki nya ke atas mengenai kepala....
BUGHHH....
" ssshhiittt...."
Pelukan kembali terlepas...
David mengatur nafas nya menahan esmosi....
Dia kembali maju dengan Ara posisi waspada....
David menangkis tendangan, dan pukulan yang datang....
TAK....TAK..., BUGH....
BUGH....
Tendangan melayang, menangkis tangan, pukulan melayang, David menangkis lagi....
BUGH.....
" aku mencintai mu...." ucap nya di sela pertarungan....
" menjauh dariku...." jawab gadis sambil terus memukul dan menendang...
" itu hal yang paling mustahil aku lakukan...." teriak nya di sela pertarungan...
" aku tak ingin kembali..." jawab gadis itu tak kalah teriak....
" aku berjanji ini yang terakhir...." ucap nya pelan...
Ara lengah karena sedang berusaha mendengar ucapan kekasih nya..., David menggunakan nya untuk mengunci pergerakan kekasih nya.
David menendang , menarik tangan , dan memeluk nya, lalu terjatuh di pasir dengan posisi ia dibawah....
" lepaskan...." ucap Ara
" tidak sebelum kita bicara...."
" aku kesakitan...." ucap nya pura pura lemah...
David tertawa...
" aku begitu mencintaimu, honey...., aku tau saat kau berbohong atau pun saat kau serius dengan ucapan mu...."
" kau menyebalkan...." ucap nya masih berusah melepas pelukan.
David mengubah posisi nya menjadi lebih extreme...., kini gadis itu dibawah, dengan tangan ke belakang, dan kaki yang terkunci....
" jangan membenciku...., please...."
" aku minta maaf, ini pertama dan terakhir bagimu...."
Ara tertawa mengejek....
__ADS_1
" ini akan terjadi lagi untuk kedepan nya...."
" aku berjanji dan akan pastikan ini yang terakhir..."
" aku tak ingin menikah jika hanya akan menjadi janda saat kau marah di kemudian hari...."
David mengerenyitkan dahi...
" lepaskan aku...."
" Ck..., diamlah..., ini di luar..., kau tau aku berusaha sekuat tenaga menahan hasraaatt ku dalam posisi ini...."
Ara diam...., David benar...., Ara merasa sesuatu mulai mengeras sekarang....
" ssshhhiiiiitttt...., aku semakin bertravelling sekarang...." ucap nya saat melihat tubuh kekasih nya yang basah....
" kenapa kau memakai gaun seperti ini....???"teriak David frustasi
" semua gaun di lemari ku berbentuk seperti ini...." ucap nya tak kalah kesal..
" aku akan membunuh mu, Daniel..., bisa bisa nya dia memilih gaun yang mini dan berbelah di dada...." kesal David memandang ke pinggir pantai...
David kembali menatap gadisnya ...
" kenapa kau tidak bisa diam juga, HAAH...."
" jika ingin aku diam , kau harus lepaskan pelukan mu...."
" astaga..., jangan pasang wajah seperti itu...."
" apa.....???" pura pura polos.
" shhhiiittt...." ucap nya menahan....
" aku akan lepaskan tapi janji kau akan menurut untuk di ajak bicara..."
" tidak...."
" aku mohon....."
" tidak...."
" Sayang...." ucap David memelas dengan wajah yang sudah memerah....
Ara tersenyum simpul.....
" jangan tersenyum..., astaga, wanita ini...."
" katakan kau setuju dulu...."
" David , aku benar benar sakit...."
" janji tak akan lari...."
Ara menghela nafas...
" iya..."
David mulai melepaskan pelukan dan bergulir ke samping.
BUGH....
" aaawww...." David mengelus perut nya saat mendapat pukulan kembali...
Dia memandang gadis nya yang telah berdiri dan kembali duduk di tepi an.
"masih sempat sempat nya memukul...., Ck..." David memegang perut nya.....
Dia bangun dan mensejajarkan diri nya di belakang Ara.
Memeluk gadis itu...
" aku sudah lelah, Honey..., tolong jangan pukul lagi..." pinta nya memelas saat tatapan itu menjadi tajam ke arah nya.
" Ck...."
David tersenyum dan memeluk wanita itu dengan sangat erat.
" maaf..." ucap nya sambil terus memeluk dan mencium leher sang gadis....
" ini yang terakhir..." ucap nya lagi.
" bagaimana jika nanti ada pria yang mendekati ku , dan tanpa sengaja memeluk ku lagi...."
" aku berjanji tak akan bicara apapun pada mu, hanya akan memeluk dan mencium saja..."
Ara menatap tajam dari samping....
" aku serius..., aku berjanji tak akan bicara apapun.., aku akan mengatur esmosi ku..., promise....." David mengangkat jari nya berbentuk V
Ara tertawa....
David mengelus pipi itu dan mencium nya....
__ADS_1
"tapi pria yang memeluk mu itu pasti akan mati...." David tersenyum setan.
Ara menghentikan tawa nya dan menatap wajah kekasih nya yang sedikit lebam
" apa sakit....???" tanya Ara kemudian..
" tidak..."
" serius...???"
" sudah ada Rey disana...." tunjuk David.
" Ck..., kau bahkan sudah siap peralatan medis sebelum kita bertemu..., HAAH....??"
David tertawa....., hal langka yang terkadang Ara selalu ingin lihat..., lagi dan lagi....
" kenapa.....???"
" tidak...." pipi Ara merona.
" aku semakin tampan saat tertawa..., benar...???"
" Iiissshhh...."
David kembali tertawa....
" aku mencintaimu....."
" aku tau...." jawab Ara.
" harus nya kau jawab..." me too" ....begitu kan...???"
" tidak mau...."
" kenapa...??"
" kalau ku bilang tidak ya berarti tidak..."
" astaga....., baiklah...., aku saja yang cinta, kau tidak usah..." ucap David menahan kesal.
David mengelus jemari gadis nya....
" cincin mu..., dimana cincin mu..., HAAH...." x ini David mulai kesal....
Bukan kah kata Leo...., jika Ara memakai cincin itu arti nya dia jatuh cinta, tapi kemana cincin itu....
David masih mengamati jari kekasih nya...
" saat kau bilang " selesai" aku melepasnya...., bukan kah artinya aku dilarang mencintaimu..."
" Hei...., kau gila ya, jangan lakukan itu...."
Ara menari tangan nya...
" kemarikan jarimu, tadi..."
" untuk....???"
" aku pakaikan cincin...." ucap David melepas cincin nya.
" tidak perlu...."
" jangan buat aku kesal ..., x ini aku benar benar kesal....., jangan pancing esmosiku..., honey...."
Ara meraba kalung nya...., melepas nya, liontin pemberian Kesya tak ada...., liontin itu terlepas berganti sebuah cincin disana.
" cincin nya ada disini ....."
Ara memperlihatkan kalung dengan bandulan cincin di tengah nya.
David menatap cincin itu..., mengambil kalung dan mengeluarkan cincin ditengah nya.
David memakaikan nya kembali ke jari gadis nya.
" jangan lepaskan lagi...." pinta nya.
Ara hanya tersenyum....
" maaf kan aku...." ucap David.
David memeluk gadis nya erat...
" aku mencintai mu...., ARALIA ZAHRA..., I LOVE U...." lirih nya...
*
*
*
*
@ara❤
__ADS_1