
Di dalam mobil suasana mencekam terasa..
" pengawal Bob...., kau masih hidup kan..., pengawal Bob...." ucap nya sambil terisak.
" Bob kita ke mana..., aku..., aku tak tau Paris Bob..., aku...." wanita itu terus mengoceh sambil menangis...
" Bob..., pengawal Bob...., jangan tinggalkan aku..." teriak nya frustasi...
" ru...., mah..., sa..., kit..., Nona...." ucap Bob tertatih....
Wanita itu terus ngebut, tiba tiba ia melihat ke arah kiri nya , itu Rumah sakit Nona Muda...
" ach..., iya..., kita kesana...." wanita itu putar stir berbalik arah...
Bella menabrak pembatas tanda parkir VVIP, keluar dari mobil dan menengok pengawal sesaat.
" Bob..., bertahan lah..., aku akan memanggil perawat..." pria itu mengangguk.
Tampak dari jauh Rey lewat, Bella menahan air mata nya, berlari mengejar Rey...
" Tuan Dokter...., Tuan Dokter...., aku mohon ..., Tuan dokter tolong aku....tolong..."
" kau..., apa yang kau lakukan disini..."
" kakak ku..., kakak ku..., tolong..., ayo..."
Bella berlari sekuat tenaga menuju mobil, Rey memanggil beberapa perawat pria guna menarik ranjang pasien dan berlari menyusul Bella yang seperti orang gila tak tentu arah.
Bella membuka pintu mobil...berteriak ke arah Rey, dengan sigap Rey dan seluruh perawat yang datang menarik tubuh pria di dalam mobil , menaruhnya di atas ranjang pasien dan membawa nya masuk ke dalam menuju ruang operasi.
" kau tunggu disini..., tenang lah dan serahkan semua pada Tuhan, berdoa lah agar kakak mu selamat..." Bella mengangguk..., pintu ruang operasi tertutup.
Bella berjalan mondar mandir tanpa lelah, wajah nya berantakan, mata nya sembab dan sangat ketakutan.
Dua jam sudah operasi berjalan, tiba tiba lampu atas ruang operasi mati tanda operasi selesai. Rey keluar dari ruang operasi. Bella bangun dari duduk nya setelah dua jam lelah mondar mandir tak jelas.
" Ba...bagaimana , Tuan dokter...???"
" bersyukur kau datang saat kondisi nya masih sempat tertolong..., dia hanya tinggal menunggu siuman dari obat bius dan semua akan baik baik saja..."
Bella bernafas lega..., " ach..., syukurlah..." gadis itu tersenyum.
Rey menatap sang gadis, dalam hati ia ingin bertanya tapi sebelum kata kata keluar dari mulut nya, gadia itu memegang tangan nya.
" Tuan Dokter, tolong bantu aku satu x lagi..., please...." ucap nya memohon...
" apa...???"
" Tuan monster..., bisa kau hubungi Tuan monster..., aku mohon..., aku tidak punya nomor nya dan yang parah nya lagi..., aku..., aku tidak begitu mengenal Paris..., aku mohon..."
" tunggu..., tunggu..., kau bilang siapa tadi...???, Tuan monster...???, siapa dia...???, siapa yang kau sebut Tuan monster...???"
" Tuan yang menyuruh ku turun dengan paksa dari lantai rumah sakit ini yang paling tinggi itu..., tuan dokter..., kau pasti mengenalnya kan...???"
Rey diam, menatap sang gadis, sesaat berfikir..., kemudian tertawa terbahak bahak...
" Hahahaha..., Daniel..., maksud mu Daniel...???, Hahahaha..., Tuan monster..., Daniel..., Tuan monster...???, Hahaha..., astaga..., kau sungguh menggemaskan..., hahaha..., andai Daniel tidak mengenalmu, aku pasti menyukai mu..., hahaha..."
" apa aku terlihat lucu..., aku serius, tolong hubungi dia..., kakak ku di culik..., sebelum di culik kakak ku bilang hanya dia yang bisa membantu...., tolong bantu aku..." ucap nya kesal tapi tetap menangis.
" kakak mu di culik...???" gadis itu mengangguk...
" kau serius...??" gadis itu kembali mengangguk.
" oh..., shiiittthhh...."Rey mengeluarkan ponsel di saku celana menelepon Jack agar turun.
__ADS_1
derrtt....derrttt....derrrttt....
" ya..."
" turunlah, depan ruang operasi..., aku tunggu..."
" hmmm...."
tut...tut...tut....
Tak berapa lama Jack dan Mark muncul keluar dari pintu lift.
" kau..., gadis bos....????, sedang apa dia disini...???" tanya Mark bingung.
" Siapa namamu nona....????" tanya Rey.
" Bella, namaku...., Abella Abrail...."
" Nona Bella, kakak nya tertembak..., baru selesai di operasi dan menunggu detak jantung stabil baru bisa di pindahkan ke ruang perawatan..., sedangkan kakak nya yang satu lagi di culik dan meminta tolong padaku agar menghubungi Daniel Samantha..."
" what...???"
" hei..., lalu apa hubungannya dengan kami...???, kau tau kan ini jam kantor...???, Bos bisa menaruh senjata di pelipisku dan DOOOORRR...., tamat riwayat ku..."
" apa lagi aku..., aku mana berani..., kau tau kan , waktu baginya adalah uang, berbeda cerita nya jika itu berhubungan dengan keluarga DAVID SAVIER...."
" aku juga takut..."
Bella menatap ketiga nya..., " apa kalian tidak bisa membantu...???"
" apa menghubungi pria itu begitu sangat berat....???"
" itu..., begini Nona Bella..., masalah nya Tuan Daniel hanya akan datang kalau dia merasa itu adalah tugas nya..."
Rey menghela nafas panjang..., " kita coba..."
Rey mengetik nama Daniel di Ponsel nya dan menghubunginya...
Tut...tut...tut....
tut...tut...tut....
Saat deringan ke tiga telepon di angkat...
derttt...derrrttt...
" Ya..."
" Daniel..., ada seseorang yang menunggumu...."
" Who....???"
Rey mengganti nya dengan mode video call..., memutar mode layar, menampilkan wajah sang gadis yang sangat acak acakan...
" dia membawa kakak nya yang tertembak dan kakak satu lagi menyuruh nya datang menemui mu, karena kakaknya yang satu lagi diculik..., dia seperti orang bingung, panik dan sangat ketakutan..."
Daniel diam ..., menatap layar ponsel nya...
" Daniel..., kau masih mendengar ku...???"
" Daniel....???"
Tut...tut....tut....
Ponsel di matikan sepihak....
__ADS_1
" bagaimana..., apa dia mau menemui gadis itu...???"
" dia mematikan ponselnya....."
" sekarang apa yang harus kita lakukan...???"
" kau tau kan, sangat berbahaya jika kita bergerak tanpa perintah dari Bos...???"
" hmmm...., artinya gadis itu sendiri...."
" aku rasa dia akan datang..." ucap Jack...
" Ya..., firasatku juga mengatakan seperti itu..." Ucap Rey.
" So..., apalagi...???, kita tunggu saja dia datang...." ucap Mark.
" bagaimana dengan nya...???"
Ting....
pintu ruang operasi terbuka, sang pengawal terbaring lemah dengan perban melilit di tubuhnya...
Bella bangun dari duduk nya berlari menghampiri sang pengawal.
" Pengawal Bob..., pengawal Bob..."
Ketiga pria itu saling berpandangan.
" dia pengawal...???"
" mau dibawa kemana kakak ku...???"
" dibawa ke ruang perawatan..., kau ikuti saja dia..., nanti kau akan tau dia kemana..."
" terima kasih..." Bella berlari mengejar ranjang itu..., berdiri disamping Bob hingga menuju kamar perawatan yang sudah di hubungi Rey sesaat sebelum keluar dari ruang operasi.
Bella menatap sang pengawal...
" pengawal Bob..., cepat lah sadar..., aku takut..."
" bagaimana dengan kakak ku..., pengawal Bob..., aku bingung..., pria itu tak mau menemuiku..., Pengawal Bob..., tolong aku..." Bella histeris dan menangis sejadi jadinya.
Di dalam ruang kerja seseorang.....
Daniel kembali menuju meja kerja, menatap layar komputer nya seperdetik kemudian menatap ponsel nya yang ada diatas meja bersebelahan dengan komputer.
Daniel kembali menatap layar..., menghela nafas..., didepannya banyak wajah yang memperhatikan kegelisahannya, hampir seluruh wajah dilayar terkejut, karena yang mereka tau Bos di depannya , tangan kanan direktur utama serta asisten pribadi yang sudah di anggap seorang kakak oleh Tuan Muda David Savier selalu dingin dan kaku..., tapi saat ini wajah itu seperti seseorang yang sedang sangat cemas, entah apa yang ada dalam pikirannya.
Daniel menatap layar dan...., " kita sudahi dulu rapat nya, siap kan saja seluruh berkas laporan kalian dan kita akan rapat lagi besok pagi..."
" Baik Tuan..."
CLIK.....layar mati...
" Shiittthhh...., ada apa denganku..." Daniel bangun dari duduk nya meninggalkan ruang....
*
*
*
*
@ara❤
__ADS_1