Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
Penterjemah


__ADS_3

"ini aksara bali...." ucap Kesya...


Daniel mengerenyitkan dahi nya....


" ada beberapa yang aku mengerti tapi jika tak terbaca semua akan percuma...."


" itu arti nya kau tidak bisa....???"


" tapi Putri ku bisa....." ucap nya tegas.


" Nona...???" Kesya tersenyum.... dan mengangguk...


Daniel diam menatap rumah utama...., lalu menatap Kesya dan menghela nafas...


Kesya tertawa...., " kau tetap harus menemui nya...., walaupun taruhan nya nyawa...., kau sangat tau bukan..., tak ada yang bisa mendekati gadis ku selama ada raja hutan disana..., dan hanya kau yang bisa menjinak kan nya..." ucap nya seperti tau alur kenapa diri nya dipanggil dan tak boleh bertemu di dalam...


Daniel kembali menghela nafas....


" Ya..., anda benar...., aku rasa aku tetap harus mendengar Tuan muda mengeluh kembali padaku..."


Daniel mengambil ponsel nya....


" Tuan..., bisa bertemu...??"


" apa sudah selesai....???"


" ......" Daniel diam membuat seseorang disebrang sana gusar...


" kau tau apapun yang terjadi aku tak akan pernah melibatkan nya...."


" iya...., Tuan...."


" temui aku di ruang kerja Richard...."


tut...tut...tut....


Daniel menatap seluruh orang yang ada disana...., " saya rasa..., Tuan benar benar akan membunuh saya..." Lirih nya....


Membuat Kesya dan James tersenyum...


" tak ada pilihan , lagi pula kau butuh cepat penterjemah bukan.....???"ucap James...


Daniel mengangguk , sesaat kemudian melirik wanita disamping nya dan kembali menghela nafas...


" aku harus ke dalam...." ucap nya pada semua...


" aku ikut, Kak..." jawab Bella dengan wajah memohon dengan tangan menyatu didada..


Daniel mengulurkan tangan membuat senyuman di bibir Bella terbit. Mereka kemudian masuk ke dalam dengan tangan Bella yang tergenggam...


" aku rasa Daniel sudah menemukan tempat nya pulang....." ucap James saat menatap kepergian Sang asisten..


" Ya..., tapi dengan jalan yang tak jauh berbeda...., seperti jalan nya cinta sang majikan...."


" kau tau honey...., jalan kami pria petarung akan selalu sama...., akan banyak darah disana untuk bertahan...., dan saling menguatkan adalah kunci dari sebuah ikatan...."


Kesya tersenyum seraya mengelus tangan sang suami di pundak nya....


" bawa aku masuk..., aku lelah..."


" hmmm..., Rey bilang kandungan mu dengan usia yang seperti ini rentan membuat mu kelelahan dan stres..., jadi ingat..., jika suatu saat putri pertama kita kembali mengangkat senjata...., kau tak boleh terlalu memikirkan nya...., paham..."


" apa kau yakin..., gadisku....."


" came on ...., kini dia sudah dewasa honey...., bahkan dia lebih lihai dari pada dirimu...., kau tak akan pernah menduga nya..., aku yakin kan padaku...., tak akan pernah..." ucap James memeluk sang istri dari belakang....


" Ya..., kau benar..." jawab Kesya bersamaan dengan sebuah anggukan.


SEMENTARA DI SUATU RUANG.....


" honey...., aku harus pergi sebentar..., ada beberapa berkas yang tak bisa kutinggalkan..."

__ADS_1


Aralia mengerenyitkan dahi nya..., " Daniel kemari...???"


" Ya..., ada diruang kerja Daddy mu..., aku harus menanda tangani sesuatu..., bolehkah...???"


" Ya..., pergilah sayang..., tapi jangan terlalu lama...."


" pergilah segera..., aku pusing jika kau terlalu lama disini...., kau membuat semua orang disini tegang...." ucap Aralia menatap dua orang yang menangani nya sedari tadi......


Aralia tersenyum senang....


" Ck....., ucapan mu seperti tak rela aku pergi tapi wajah mu mengisyaratkan kau begitu bahagia dengan kepergian ku...." kesal David.


" oh....moooo...., apa sih...."


" aku pergi..." David mendekat , mencium bibir sang kekasih lumayan lama lalu pergi..


Aralia kaget mendapat serangan dadakan dengan posisi tertidur diatas sebuah kasur yang muat untuk satu orang..., saat ini dia sedang mendapatkan service luluran setelah bagian belakang kini bagian posisi depan....


Spontan tangan nya memukul dada David...., karena tak siap dengan ciuman kekasih...


David kerkekeh geli..., " aku pergi..." teriak nya tanpa rasa bersalah..., lalu pelan menutup pintu...


" dasar pria gila..." Aralia mengelus dada nya seperti masih syok..., tapi saat melihat dua wanita disana dengan muka pucat tak kalah syok dengan diri nya..., membuat bibir gadis itu tersenyum kikuk...


" bisa kita lanjutkan....???" tanya Ara pada dua wanita di depan nya...


" ma....., maaf..., Nona..." jawab dua wanita itu kembali meneruskan pekerjaan nya.


Selang beberapa saat David keluar sang mommy masuk ke dalam ruang...


" mommy..."


Wanita paruh baya itu tersenyum...


" bagaimana....???, apa masih lama...???" tanya Rebbeca pada dua wanita yang sedang menangani putri nya...


" sebentar lagi , Nyonya.." jawab mereka serempak...


" ah....., syukurlah, karena di bawah sudah ada penata rambut yang akan mengurus rambut dan juga alis mu...., honey..."


" ya..., kau memiliki alis yang sedikit lebat dan tak beraturan seperti mommy, kau pasti harus merapikan nya..., dan rambut mu juga sudah lama tak terurus kan...???"


" mommy..., apa ini harus..."


" off course..., Kau tau bagaimana sifat calon mantu ku bukan ...???, jika sampai kau mengeluh dan merasa tak nyaman, aku rasa dia akan membuat mereka semua yang menanganimu dalam masalah...." ucap sang mommy seraya mengangkat bahu nya...


" tolong beri nilai A, ya Nona..., jika nilah kami tak tinggi , tempat kerja kami akan bermasalah..." ucap dua orang di depan nya sambil tangan terkantup di dada.


Aralia tersenyum dan mengangguk..., " tenang saja..., kalian aman..., service kalian bagus bahkan sangat memuaskan..."


" terima kasih..."ucap mereka menunduk lalu kembali melanjutkan kerja nya....


" ngomong ngomong dimana dia...??"


" Mom...., jangan menanyakan nya...., dia sedang sibuk..., lagipula bagus jika dia tak ada disini..." keluh sang putri..


Rebbeca tertawa..., seraya menggeleng gelengkan kepala...., merasa lucu akan jawaban putri nya.


" Ck...., setiap dia ada disampingku...., semua yang berusaha mendekat seperti orang kehabisan darah dan serangan jantung..., pucat pasi...."


" dasar..." ucap mommy tersenyum seraya memukul pelan tangan gadis nya...


" biar bagaimanapun...,kau sangat mencintainya bukan..."


Aralia nyengir..., " yes...., Mom...."


" So...., dimana dia...???"


" tadi dia bilang akan ke ruang Daddy..., menandatangani beberapa berkas..."


" really...???"

__ADS_1


" ya..., Daniel datang...."


" Daniel....???" Rebbeca tampak mengingat ingat sesuatu...


" ah..., ya..., tadi dia ada di bawah..., menurut pelayan khusus yang menjaga mu saat mommy berpapasan tadi, Asisten calon suami mu itu ingin bertemu Kesya..."


" Kesya..."


" ya...., tadi mommy sempat melihat dari arah jendela yang langsung mengarah ke taman..., mommy lihat dia sedang mengobrol bersama Kesya dan James...."


" perihal...???"


" entah..., mommy tak bisa mendengar dengan jelas, sayang..." ucap Rebbeca seraya mengelus rambut putrinya...


" ah..., tapi dia sempat mengeluarkan secarik kertas dari saku nya...., sesaat mommy lihat tulisan itu hanya seperti pasta pepperoni..., melingkar lingkar tak jelas bentuk nya..." ucap nya santai....


" tapi setau mommy , Daniel tak bawa tas, map atau semacam nya, honey...."


" really...???" kini ganti Aralia yang seperti orang bingung....


" Yes...., mommy sangat yakin...., ah iya..., Daniel membawa seorang gadis, cantik..., sangat cantik..."


" gadis....???" tanya Ara..


Sang mommy mengangguk sambil tersenyum....., " mommy rasa itu kekasih nya...."


" Daniel...???, kekasih....???" Aralia menatap sang mommy tak percaya...


" hentikan pijatan nya..., aku harus pergi..., ambilkan jubahku..."


" ba..., baik..." ucap dua wanita di depan nya, pijatan berhenti dan salah satu nya memakaikan jubah pada Nona muda nya...


" a...., ada apa honey...."


" entah...., tapi kurasa ada hal yang tak beres..., aku harus mengecek nya..."


" tapi...."


" its okay..., Mom. aku rasa ini bukan hal yang terlalu serius..."


" kau bercanda....???, jika setelah mendengarkan penjelasan mommy, kau tiba tiba menghentikan serangkaian perawatan mu....., bukan kah itu artinya kau mencemaskan sesuatu...???"


" Mom...., please...."


" tapi...."


" its okay..., Mom..., semua baik baik saja...., please percaya padaku..., aku pergi..."


Cup...Aralia mencium kening mommy nya dan pergi menuju ruang kerja Richard...


Pintu ruang kerja tak bergitu tertutup..., sehingga Aralia dapat mendengar sedikit suara kekasih nya yang nampak esmosi...


" aku tak akan membantu nya..., jika itu berurusan dengan Ara ku..."


" saya tau , Tuan..., saya hanya berusaha memberitau kejadian sebenarnya..."


" perintahkan Mark mencari penterjemah itu, bahkan bila perlu aku akan membayar nya mahal..., tapi tidak dengan Aralia ku..., paham..."


Aralia masuk..., " penterjamah apa...???"


" Honey....???"


" Nona....???"


" kakak rumah sakit....???"


*


*


*

__ADS_1


*


@ara❤


__ADS_2