
Beberapa anak buah David masih tetap di markas Red Devil, James meminta pada Jack dan Mark agar kembali ke markas dan membawa Sandra kerumah sakit. James ingin Sandra di selamatkan, biar bagaimana pun Queen sangat menyayangi adik tirinya. Tidak mungkin James tega meninggalkan nya yang notabennya saat terakhir x ia melihat , Sandra ternyata masih bernafas.
Sang asisten Daniel sedang sibuk sibuk nya mengurus seluruh pekerjaan Tuan muda nya yang tertunda, melakukan meeting, membuka cabang baru, serta harus menjaga sang Tuan muda yang tak mau beranjak dari sisi kekasih yang masih tak sadarkan diri. Sehingga seluruh hal yang berhubungan dengan markas dan juga urusan RED DEVIL diserahkan pada Jack dan Mark.
Saat ini para pengawal sedang membuat kuburan masal di dalam gedung yang besar tepat diposisi tengah gedung dan mengubur seluruh mayat yang tergeletak dalam satu liang lahat sesuai permintaan David. Setelah seluruh mayat terkubur mereka memasang rakitan bom di setiap sisi gedung.
BOOOMMMM....BOMMM...BOMMM....
Gedung roboh seluruhnya menutup kuburan masal tersebut, sedangkan Sandra sudah di bawa oleh DUO JM ke rumah sakit dan kini ada diruang ICU setelah sekitar dua jam yang lalu melakukan operasi pengangangkatan janin dan rahim.
Bayi dalam kandungan nya tak bisa diselamatkan, rahim wanita itu hancur dan harus segera di angkat , karena membahayakan nyawa Sandra. Beruntung nya wanita itu masih bisa terselamatkan jika DUO JM telat sedikit saja pasti Sandra tak tertolong.
" bagaimana kondisi nya...???" ucap Jack menatap ke dalam kaca.
" wanita itu hanya sedang menunggu pemulihan saja..., kondisi nya sudah membaik..."
" hmmm....."
" bagaimana kabar Kesya ....???, aku belum melihatnya, pasca operasi Sandra tadi..."
" My Queen sudah sadar, dan sepertinya dia sedikit syok mengetahui gadisnya kritis...."
Rey menghela nafas panjang..., " aku jauh lebih mencemaskan Tuan muda...."
" Ya , kau benar...., apa yang akan terjadi jika gadis itu benar benar pergi..."
" entah, di khianati Nona Hana saja, Tuan muda menutup hati sampai 4 tahun lamanya..., apalagi kalau sampai ditinggal pergi..."
" kita berdoa saja..."
" Yach...., kau benar..."
" aku akan melihat Nona Aralia..."
" hmmm..., aku akan tetap disini berjaga..."
Rey mengangguk dan pergi...., Jack menatap jauh di dalam kaca..., wanita itu tertidur dengan begitu cantik...
" andai cantik hati mu, sama seperti cantik wajahmu...." ucap nya tersenyum.
Disisi lain Dilantai ruamah sakit......
Kesya memaksa James agar dapat bertemu Aralia, alhasil James harus mendorong kursi roda untuk Kesya duduk karena Kesya masih tak boleh terlalu banyak bergerak.
" Queen...., kau ingin ke dalam...???" tanya Mark...
" Ya..., apa boleh...???"
" tentu..., tapi James hanya boleh mengantar lalu pergi dari ruang, karena batas orang hanya boleh dua orang..."
" David...???" ucap Kesya menatap pria di dalam ruang.
" Tuan muda tak ingin pergi kemanapun..., takut sesuatu hal terjadi pada Nona..., saat Tuan tak ditempat..."
Kesya masuk ke dalam ruang Aralia dibantu James, saat sudah disamping sang gadis, James pergi meninggalkan ruangan.
" David..." Kesya memegang pundak pria itu.
David menatap nya, lalu tersenyum..., " aku gagal..., gadis yang kusayang..., justru terkapar tak berdaya karena menyelamatkan ku..., ironis bukan...???"
" Saat seorang pria seharusnya menjaga gadis pujaan nya, aku justru diselamatkan oleh gadis itu..."
" aku gagal menjaganya...." ucap nya ternyum memandang kekasihnya. Tangan nya masih menggenggam jemari sang gadis.
" Putri kecil ku...., dia masuk kedalam mimpi ku..., menyuruhku untuk keluar dari zona nyamanku..., tapi ternyata kini...." Kesya menghela nafas menatap gadisnya.
__ADS_1
" kini..., justru gadis itu yang tertidur , menggantikan posisiku...." ucap nya tersenyum pilu.
" Rey bilang jika dalam 1x 24 jam Wanitaku tak bereaksi, seluruh selang pendukung detak jantung serta pernapasan akan di cabut...., artinya..., gadisku..., dia..." David menatap Aralia dengan mata berkaca kaca, ia tak sanggup melanjutkan ucapannya.
" Aralia ku gadis yang kuat..., aku yakin tak akan semudah itu ia pergi meninggalkan semua orang yang menyayanginya..."
David mengangguk..., " semoga...."
David menatap jam dipergelangan tangan nya..., Kini waktu menunjukkan pukul dua siang di Paris. Sepanjang malam David tak bisa memejamkan mata, berharap ada sedikit reaksi yang dia dapat dari kekasih nya. Tapi semua nihil...., hal yang ditunggu tak kunjung datang.
Rey mengetuk pintu, menatap ke arah David.
" kau harus merelakannya , Tuan..." ucap Rey.
David menatap pria di depannya dengan tatapan bingung...., " masih ada waktu satu jam bukan...???"
" tapi...."
" banyak hal bisa terjadi dalam waktu satu jam..., Rey..."
" Tuan...."
" Keluar dan kembali setelah waktunya....." ucap pria itu tegas.
" tapi tuan...., tak ada lagi kemungkinan lagi..., kita semua tau, begitu seluruh alat dicabut..."
" aku bilang ...., KELUAR...." teriak David.
Rey menatap David..., menggelengkan kepala frustasi.. , menunduk dan keluar ruang.
Kesya memegang dadanya, menatap sendu ke arah tempat tidur.
" aku harap kau juga keluar, Queen.."
Kini pria itu hanya sendiri , berdiri menemani putri tidur berwajah putih pias. Tangan itu menggenggam jemari sang gadis.
David menaruh kening nya tepat di wajah Aralia..., hembusan nafas hangat terasa disana. Kedua kening saling beradu....., airmata itu menetes.
" haruskah kau pergi...???, haruskah...???"
" bukankah kau berjanji, setelah penobatan , kau akan menerima lamaranku..???"
" bukankah kita...., seharusnya menikah...???"
" sebuah pernikahan dengan banyak bunga tulip dan karpet merah sepanjang jalan menuju altar..., kau ingat itu....???"
" berpakaian laksana seorang putri dari negeri dongeng..., bukankah semua sudah kita rencanakan...???"
" aku selalu berharap..., sejak awal kau di nyatakan kritis...., aku selalu berharap..."
" tapi....???"
" apa yang akan terjadi kini...???, apa kau harus pergi...???, apa kini kau akan meninggalkan aku...???"
" apa kau akan meninggalkan Kesya..., Mommy..., serta Daddy mu....???"
" aku tau kau bisa mendengarku...., aku tau itu...."
" aku mohon...., aku mohon kembalilah......, aku mohon...."
Cup
David mencium kening gadis nya. Pintu terbuka, seseorang mendekat.
" Sayang...." David menoleh dan memeluk wanita paruh baya yang ada di depan nya.
__ADS_1
" aku kehilangan lagi...." masih memeluk.
Wanita itu menangis menatap gadis yang terbaring..., " kau tau, terkadang ada saat nya kita harus merelakan sesuatu yang ingin kita dekap..."
" sayang...., lihat..., dia sudah tenang..., biar kan Rey melakukan tugas nya..., Ibu mohon..."
David memandang ke tempat tidur..., gadis itu masih disana, diam tak bergerak. David mengangguk.
" Boleh ibu panggil Rey....???" David kembali mengangguk.
Ibu menuju pintu dan menatap semua orang diluar. Kemudian wanita itu mengangguk. Seluruh orang diluar masuk.
Ada Willy dan istri yang saling berpelukan..., DUO J yang sengaja datang bersama Ibu ke Paris, Kesya dan James, DUO JM dan Daniel..., beberapa perawat dan juga Rey.
Rey dan beberapa perawat melepas seluruh selang, menyisakan selang pernafasan dan detak jantung. Saat selang pernafasan di lepas.
Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittttttttttttttt...............
Alat detak jantung menunjukkan posisi datar dan berbunyi satu suara saja.
Semua nya menangis...
DUO J berlari menuju Aralia...., " seharus nya kau jadi kakak ku..., kami menyayangimu...., kak..." peluk DUO J. melepas pelukan dan keluar kamar meneruskan tangis.
Rebbeca dan Willy menghampiri Aralia..., " jangan pernah pergi..., jika itu adalah sebuah permintaan yang begitu sulit untuk mu..., mommy ikhlas..., mommy menyayangimu..., sangat..." mengecup pipi dan kening sang putri.
" pergi lah dengan tenang..., maaf kan DADDY..." mengecup telapak tangan dan kening...
Mereka berdua keluar..., guna menenangkan diri.
DUO JM dan Daniel hanya menundukkan badan disamping tempat tidur..., " semoga kau tenang, Nona..." penghormatan terakhir lalu keluar.
James mendorong kursi roda Kesya..., " Aku berharap ini bukan akhir..., tapi jika ini memang akhirnya, aku bisa apa...???, aku menyayangimu..., sangat..." mencium seluruh wajah dibantu bangun oleh suami nya James.
James mengambil jemari tangan itu..., " kau tau ..., dimata kami, aku dan Queen..., kau adalah putri sulung kami..., kau kakak dari adik yang dikandung Queen kini..., We love you..." James mengecup kening dan keluar mendorong kursi roda dengan Kesya yang menangis sepanjang menuju pintu keluar.
Kini hanya ada David dan Sang Ibu di dalam..., Rey sudah keluar dari awal bersama perawat yang tadi menemani melepas seluruh selang.
" Sayang..., Ibu diluar , akan ibu biarkan kau disini sebentar..." David hanya diam. Mata nya menatap ke arah brangkar.
" apa kau ingin aku percaya semua ini....???"
" apa kau sedang belajar menipuku...???"
" bangun...., jangan siksa aku seperti ini...."
" bangun..."
" paksa roh mu untuk kembali..., bangun..."
David mengguncang guncangkan tubuh kekasihnya..., lalu memeluk nya.
" aku mohon, kembalilah..., bangun...., sayang..." lirihnya pelan sambil terus mendekap.
" Honey...."
*
*
*
*
@ara ❤
__ADS_1