
Pagi itu di waktu yang sama di jalan raya bersebrangan dengan rumah sakit tempat Nona muda di rawat.
Di dalam sebuah mobil....
" jangan cari perkara , sayang..."
" kakak...." rengek sang gadis.
" Bella, kau tidak mengerti mereka orang yang seperti apa, aku rasa mereka bukan tipe orang yang senang di usik kehidupannya..."
" tapi tetap saja aku merasa bersalah kak..."
Leo mengusap wajahnya kasar..., sekuat apapun usaha nya melarang, dia tau adik nya sangat keras dan akan tetap pada prinsip awalnya...
" terserah kau saja..., aku bingung bagaimana lagi caranya untuk melarang mu..." desah Leo kesal.
" aku menyayangimu kak..."peluk Bella.
" sekarang yang harus kita pikirkan bagaimana cara masuk ke dalam sana..???" tanya Leo
" bagaimana ya...??!?!?!, kakak ada ide...???" Leo menggeleng...
" kau lihat, Bella...???, bagian bawah saja pengawalnya sebanyak itu, apalagi kamar utama...???" tunjuk Leo dari jarak nya duduk saat ini.
Tiba tiba tampak terlihat Daniel dan David keluar dari rumah sakit menuju mobil berjalan tergesa gesa dan langsung melesat keluar menuju jalan raya.
" Kakak..., itu tuan singa keluar..." tunjuk Bella.
" itu Tuan muda David Savier..." tunjuk Leo pada seseorang di belakang Daniel.
" seperti nya wajah kedua nya tampak kesal..., apa karena gaun ya kak....??"
" jangan suka mengambil kesimpulan sendiri , Bella..."
Tiba tiba saja Bella mendapat ide di dalam kepala nya saat melihat sang pengawal pemberi gaun dan juga pemberi alamat butik...
" kakak...., aku ada ide..., mana kertas selembar pemberi alamat rumah sakit..., aku rasa aku bisa masuk ke dalam sana..."
Leo menyerah kan kertas selembar yang ada di dalam dompet nya...
" kau ingin apa..???"
" tenang saja kak..., aku hanya sebentar saja..., begitu aku meminta maaf, aku akan segera keluar dari sana..."
" janji..."
" iya kak..., aku janji..."
" jangan terlalu lama..., aku takut dua pria itu kembali..."
" iya LEO ABRAIL....."
" Ck..., adik durhaka..., cepat sana , aku tunggu disini..."
" oke..., doakan aku agar aku berhasil..."
Bella keluar menyebrang jalan, mengikuti seseorang yang dia kenal..., setengah berlari saat pria itu hendak menuju ke dalam rumah sakit.
" Tuan pengawal..., tuan pengawal...."
" kau....???, ada apa kau disini...???"
" itu..., itu..., aku harus ke ruang ini...." tunjuk sang gadis pada selembar kertas yang di berikan pada pengawal.
" kamar Nona...???, darimana kau tau tentang kamar ini...???"
" menurut Tuan pengawal...???" tanya balik.
" Tuan Daniel....???, masih tentang masalah gaun...???"
Bella mengangguk tanda bersalah..., " aku harus minta maaf pada Nona Muda atas kejadian gaun itu kan...???"
"pantas saja, Bos dan Tuan muda tampak kesal saat keluar tadi..." Pengawal.
" Bisa kau antar aku...???, aku hanya di beritahu alamat rumah sakit dan juga lantai nya, tapi kamarnya aku tak tau..."
" kau yakin jika Tuan Daniel yang meminta mu menemui nya...???" Bella mengangguk.
" Baiklah..., tapi ingat ada beberapa peraturan yang harus kau penuhi..., pertama jangan menyentuh Nona muda, yang kedua jangan lama lama menatap dan berbicara pada nya, jika kau melanggar aku rasa aku bisa di pecat hari ini juga..."
" apa serumit itu...???"
" bahkan setau ku..., tak ada yang boleh bertemu dengan nya selain keluarga..."
" tapi karena kau khusus undangan dari Tuan Daniel aku anggap pengecualian..., bagaimana..., apa bisa...???, karena ruangan nona muda transparan..., jadi seluruh gerakan mu akan langsung di awasi oleh banyak orang..."
" Memang nya tidak ada tembok penutup...???"
" ada tapi saat ada Tuan Muda saja, tirai kamar tertutup..., tapi saat ada orang lain tirai kamar terbuka guna melihat seluruh gerak gerik pengunjung..."
" baiklah..., aku mengerti..."
" kita naik lift khusus saja..."
Nampak jauh disana LEO mengawasi sang adik yang sedang mengobrol dan saat sang adik masuk kerumah sakit bersama pengawal...
" astaga, gadis itu..., apalagi yang dia rencanakan..., semoga saja semua sesuai rencananya..."
Sang gadis menuju lift khusus tempat Nona Muda dirawat. Saat sampai di kamar atas tampak beberapa orang sedang mengelilingi Nona muda.
" siapa gadis itu...???" tanya Jack.
" aku Abella Abrail..., Tuan..."
" Dia wanita yang khusus di undang Bos menemui Nona Muda..." bisik pengawal.
" dia kenal Bos...???" bisik Jack.
__ADS_1
" bahkan langsung di gendong menuju kamar Bos..." bisik nya.
" Hei..., kau bercanda..." ucap Jack setengah teriak...
" tidak , Tuan..."
" siapa tadi namamu...???"
" Abella Abrail , Tuan..."
" bagaimana kau bisa kenal dengan Bos Daniel...???"
" itu..., itu...."
KRAK....
Rey nampak keluar dengan beberapa perawat , menyisakan satu perawat saja di dalam menunggu sang Nona muda makan.
" aku sudah membuka selang infus dan sudah menarik seluruh peralatan di dalam sana..." ucap Rey, di jawab anggukan oleh Jack.
Rey menatap gadis di depan nya..., seperdetik kemudian menatap Jack meminta penjelasan.
" utusan Bos..."
" untuk...???"
" entah..."
" kau yakin...???"
" aku Abella Abrail..., apa aku sudah bisa menemui Nona Muda...???"
Rey dan Jack menatap gadis itu begitu gadis itu mengucapkan kata Nona Muda, kedua pria itu saling menatap dan mengangguk.
" baiklah kau boleh masuk, tapi ingat..., jaga jarak dan jangan terlalu lama..." perintah Jack.
" boleh sekarang...???"
" Jack antar dia..."
" Ocreee..., mari Nona Abella..."
Pintu terbuka , mata di dalam ruang menatap dua orang yang muncul di depan pintu.
" Nona Aralia, gadis ini ingin menemui mu..., perkenalkan dirimu..."
" Abella Abrail..., namaku Abella Abrail..."
Gadis itu tersenyum cerah..., " apa kau mengenalku...??"
" astaga..., pantas saja Tuan Muda mencintai gadis ini, cantik manis dan juga menenangkan..." Abella.
" Nona..." Jack berusaha membuat Bella sadar dari lamunannya.
" Nona..." Bella kaget.
" pantas saja anda menjadi kekasih orang no.1 , aku sangat sangat begitu beruntung bisa menemui mu..." ucap Bella ingin melangkah ke arah Nona muda tapi tangan nya ditarik Jack.
" awww..."
" Jack..."
" Maaf , Nona Aralia..., ini peraturan mutlak..., tak ada yang boleh mendekati anda kecuali kerabat..."
" ah, iya aku lupa..., maaf Tuan..."
" Jack..., kau terlalu berlebihan..., kau ingin aku yang bangun menghampirinya atau gadis itu yang menghampiriku..., lagipula Tuan mu sedang pergi kan...???"
" Tapi...???"
" Came On , Jack..."
" Baiklah..., tolong jangan lama lama..., nyawa kami taruhannya..."
" ah , iya, terimakasih..."
" permisi Nona..."
" iya Jack, terimakasih..." Senyum Aralia.
Jack keluar ruangan menutup pintu pelan dan tetap mengawasi dari luar ruangan melalui kaca ruang yang besar.
" ada apa kau mencariku, Nona Abella..."
" panggil saja aku Abel atau Bella..., Nona Muda..."
" kalau begitu, panggil juga aku Ara..., aku sedikit canggung dengan kata Nona Muda..."
Bella tersenyum..., " tapi pada kenyataan nya anda memang seorang Nona Muda..."
" kau ini..., jadi katakan apa yang kau butuhkan...??"
" ini soal gaun , Nona..."
" Gaun...???"
Bella mengeluarkan gaun di dalam paperbag yang tadi ia bawa. Menunjukkan pada Aralia.
" ini gaun pilihan Tuan Muda, tapi saya tidak tau kalau itu gaun anda..., Maaf..."
" maksudmu...???" Aralia nampak bingung.
Akhirnya Bella menceritakan awal dia bertemu Daniel dan bagaimana akhir nya gaun itu bisa dia pakai...
" maaf...,maaf kan aku.., ini semua salah saya , Nona Muda..."
" Hahahaha...., jadi...., kau berhasil mengelabui seorang Daniel Samantha...???"
__ADS_1
Bella mengangguk..., " astaga..., kau sangat unik..., tapi kau tau..., jika seorang Daniel Samantha membebaskan mu dari semua masalah ini dan menanggung nya sendiri..., aku rasa kau memang gadis yang unik..., Hahaha...."
Tiba tiba pintu terbuka , sosok pria yang di bicarakan muncul....
" Kau..., apa yang kau lakukan disini...???"
" Tuan...., aku...???"
" Siapa dia Daniel...???"
" itu...., maaf Tuan..., saya akan segera menyuruh nya pergi..."
" ayo ikut..." Daniel menarik paksa tangan gadis itu.
" tapi Tuan..., Nona belum memberi kan kata maaf..."
" kau benar benar mencari mati ya..." masih terus menarik tangan gadis itu...
" sakit Tuan..., tanganku..., Tuan..., sakit...."
Seluruh pengawal, Jack, Mark dan James yang ada di luar lorong menatap ke arah mereka.
Daniel memutar kepala nya..., " kalian mau mati, Hah....."
Semua mata itu mengalihkan pandangan ke arah lain, saat melihat wajah Daniel yang tak bersahabat.
Daniel melepas tangan gadis itu..., " kau, cepat ikut aku turun..., atau akan kutarik kau secara paksa seperti tadi..." ucap nya setengah teriak pada sang gadis.
Bella menatap Daniel dan menangis..., " kau jahat..., kau jahat..." Bella berlari sekencang kencang nya menuju lift yang telah di bukakan oleh pengawal yang berjaga di depan lift.
Gadis itu masuk kedalam lift lalu berteriak..., " aku membencimu..., kau jahat..."
Ting.....lift tertutup....
Daniel menghela nafas....
Semua di sepanjang lorong tak berani menatap sang Asisten..., Jack, Mark dan James memilih masuk ke ruang Kesya dari pada mendapat tatapan mematikan...
" jika sampai gadis itu kembali menemui Nona Muda, kalian akan mati, camkan itu..." teriak Daniel sepanjang lorong sebelum menuju kamar Nona Muda.
Daniel menahan nafas nya sejenak saat ingin membuka pintu, berharap Singa yang di dalam sana sudah lebih santai dan tidak mengaung seperti pemangsa lapar mencari pemburu.
Cekrek.....
" Tuan..., Nona..."
David diam tak bersuara, duduk di sofa menghela nafas berkali kali.
" aku lapar..."
" akan saya siapkan..." tunduk Daniel kemudian pergi dari ruangan itu....
" sayang..." Aralia ingin bangun tapi David menatap nya seolah berkata...
"awas saja kalau kau turun..."
" baiklah, aku tetap disini, tapi aku ingin di peluk olehmu..."
" Ck...." David menghampiri sang gadis.
" jangan membela nya..."
" sayang..."
" aku akan semakin membenci nya jika kau membelanya..."
" ancaman lagi..." Aralia...
" Sayang, gadis itu kesini untuk minta maaf, gaun yang dia pakai, dia mengembalikan gaun itu..., tolong kau mengerti..."
" aku bukan pria pemaaf..."
" kau ini..., kalau kau tak mau memaaf kan Daniel atau gadis itu...., kau tidur saja di tempat lain, tidak usah bersamaku..."
" hei..., ancaman macam apa itu...???"
" senyumlah..., kau membuat Daniel menjadi serba salah sayang..., please..."
David menghela nafas..., pintu terbuka tampak Daniel membawa piring berisi dua potong sandwich dan juga segelas coklat hangat.
" makanan anda, Tuan...."
" hmmm..., Daniel..., gadis itu meminta maaf pada Aralia dan memberikan gaun itu padanya...."
"Jadi..., gadis itu..., Ck..., sudah kubilang tak usah , kenapa tetap melakukan nya..." Daniel.
" Aralia menyuruhku memaafkan nya..., jadi aku anggap ini kesalahan mu mutlak...."
" sayang..." protes Ara.
" baik , Tuan..., saya terima semua hukuman anda..."
" pergilah..."
Daniel menunduk dan pergi dari ruangan itu.
" Gadis menyebalkan..., aku selalu saja sial setiap bertemu dengan nya..." Daniel
*
*
*
*
***Maaf ya pembaca Novel yang baik, aku kemaren2 ada kendala, jadi otak nya rada error buat ngetik kata kata...makasih buat semua pembaca novel yang selalu memberi masukan dan juga dukungannya😊🙏
__ADS_1
@ara❤