Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
Aku sudah Tua


__ADS_3

...Makasih buat semua pecinta novel, semoga tetep semangat membaca, semangat memberi like, dan juga koment yang membangun buat kami penulis 🙏...


...Maaf jika banyak penulisan yang salah dan banyak kalimat yang ribet dan kurang dimengerti🙏🙏 karena saya masih belajar dalam menulis novel. Makasih.😁...


...LANJUT😁***...


" brengs*eeeeeekkkk......."


" arrrrrrrggggghhhhhhh......, kalian semua pengkhianat......!!!!"


Seseorang mengamuk ditengah malam, menghancurkan seluruh barang yang ada di atas meja.


" kenapa....., kenapa....., kenapa selalu aku yang kalah....., Queeennnnnn....., aku membencimu....., Queeennnnn...."


" aku pastikan kau akan mati....., Quuueeeennn....., Hahhahahaha...., wanita brengs*eeeekkk...."


Setelah tertawa, tiba tiba wanita itu menangis...., " hiks...hiks..., kau jahat James....., aku mencintaimu..., aku sangat mencintaimu..., James....."


" kenapa kau harus membuat aku bersaing dengan kakak ku...., James...."


" Queennn..., kenapa harus dirimu...., kenapa Queeennnn...."


" Hahahahaha......, kalian berdua harus mati...."


Sandra seperti orang gila, sebentar tertawa sebentar menangis tersedu sedu, meringkuk di pojok tembok dengan kedua tangan melingkar di lutut. Sandra begitu kecewa dengan hidupnya. Apa yang salah dengan dirinya. Kenapa tak ada cinta disana untuknya. Ia masih terus menangis, masih terus menangis meratapi nasibnya.


tok....tok....tok.....


" Bos.....???, bos tidak apa apa bos...???"


Sandra terdiam, ia menghapus air matanya. Berjalan menuju pintu yang terkunci.


Cekleekkk.......


" siap kan mobil..., aku harus segera pergi..." ucap nya pada seseorang di depan pintu.


" baik bos...." pria itu menunduk patuh lalu pergi dari sana menuju tangga bawah.


" apa kata wanita itu....???" tanya James.


" Nona Sandra ingin pergi dan saya disuruh menyiapkan mobil , Tuan...."


" hmmm..."


Ya, sekitar setengah jam yang lalu, rapat tertutup beragendakan keputusan kepemilikan bangku kepemimpinan yang disaksikan dan di putuskan oleh beberapa klan yang berada dibawah naungan The Queen Black telah selesai dilaksanakan. Dalam rapat itu hampir 90% pimpinan pasukan setiap klan memilih James yang kini berstatus sebagai suami Queen menjadi pimpinan pasukan dan menggeser posisi Sandra.


Seseorang tergesa gesa turun kebawah dengan membawa dua koper di tangan nya.


" kau mau kemana....???" James menarik tangan itu kasar.


" pergi..., bukan kah aku sudah tak kau butuhkan lagi..., selama ini kau hanya baik padaku agar aku menurut padamu kan...???" teriak Sandra membuat pria itu mengerenyitkan dahinya.


Sandra tersenyum setan...," kau pikir aku tidak tau, jika selama ini kau hanya memanfaatkanku sebagai boneka penunggu kastil mu....???" Kepala Sandra miring menatap James.


" dari awal kau hanya menjadikanku boneka mu , agar bangku kepemimpinan tidak kosong..., agar tahta nya tak direbut oleh siapapun...,ia kan....???, kau hanya mencintainya..., aku tau itu James..., tapi tak boleh kah aku berharap..., James....???, tak bolehkah aku berharap jika cinta itu suatu saat akan menjadi milikku....???" Sandra menunduk, air matanya tumpah, ia menangis memukul dadanya sendiri.


" Segala cara sudah aku lakukan agar cinta itu berpaling...., bahkan cara kotorpun sudah aku lakukan, tapi ternyata dia tetap disana..., kenapa James..., kenapa kau mengharap sesuatu yang jauh sedang yang ada didekatmu kau buang...., kenapa James....???"


" seharusnya aku penghangat ranjang itu..., aku disana menunggu, tapi kau...???"


Ya, Sebenarnya Sandra tau jika James selama ini hanya memanfaatkan dirinya untuk menggantikan posisi Queen dalam dunia mafia. Hanya saja Sandra berpikir ia akan dapat merebut hati James dan menggeser posisi Queen sebagai pendamping James nanti karena Queen telah pergi jauh meninggalkan Paris dan singgasananya, tapi ternyata Sandra keliru, ternyata sangat sulit untuk dirinya menggeser Queen di hati James. Seolah hati itu terkunci dan tak bisa terbuka lagi.


Malam itu sekitar dua bulan sesaat sebelum James bertemu Queen, Sandra mendapat informasi jika James akan membawa pulang Queen kembali ke markas dan menjadikannya Queen sebagai istri dan mendampingi James menaiki singgasana kepemimpinan.


Sandra marah, ia cemburu dan memakai cara licik agar James menjadi miliknya, Sandra menaruh obat perangsang di minuman James malam itu saat James sedang sibuk di ruang kerjanya. Karena James terlalu sibuk dan terlalu banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan, membuat nya sedikit lengah dan tidak sadar telah masuk ke dalam jebakan yang Sandra buat..., tubuhnya panas hawa terbakar menjalar disetiap kulitnya.


Flashback on


Prang.....


" minuman apa ini , Sandra..." James memegang kursi itu kuat kuat. Tubuhnya bergetar, jantung nya berdetak keras. Seorang wanita disana tertawa.


Wanita itu mendekat...., " bagaimana rasanya sayang..., apa kau sakit..." wanita itu membelai pipi pria itu pelan...


" kau gila Sandra..."

__ADS_1


" aku akan membuatmu lebih gila lagi , sayang...." bibir nya berbisik di telinga James, membuat pria itu memejamkan mata.


Sandra menj*ilat telinga pria yang sedang duduk disampingnya, kemudian ia duduk dipangkuan pria itu dan mengalungkan tangan di lehernya.


" jadikan aku milikmu..., James..." Bibirnya sudah menyentuh pipi mengecup dengan alunan yang lembut. Tapi saat ingin mencium, James sadar dan menutup bibir dengan tangan kirinya.James bangun dari kursi itu membuat wanita dipangkuannya terjatuh.


" kalaupun ada seseorang yang kusentuh malam ini, yang jelas itu bukan kau..., kau tau kenapa...???, karena levelku lebih tinggi dalam memilih pasangan hidupku..., dan kalaupun aku harus tersiksa malam ini, itu jauh lebih baik untukku daripada harus menyentuh tubuhmu......" James pergi meninggalkan tempat itu dengan tubuh yang gemetar, kepala nya sangat berat tapi ia tetap terus melangkah meninggalkan markas. James masuk ke mobil dan menancap gas dengan kecepatan tinggi. Menghubungi seseorang disana.


" Queen..., aku butuh kau..."


" James...??"


" dimana lokasimu...???"


" aku di Paris , baru pulang dari Istana Rebbeca..."


" jangan kembali ke Indonesia dulu..., Queen..., temui aku ditempat biasa..."


" tapi..."


" cepat Queen..., aku bisa mati...." teriak James...


" ya..., aku tunggu kau disana"


tut...tut...tut....


James menabrak pintu pagar disebuah rumah didalam hutan. Seorang wanita keluar dari rumah karena panik.


" Jameeesss..."


" Queeeennn...., ak ....aku...."


" wajahmu merah james..., kau kenapa....???, ayo masuk dulu...." Queen memapah tubuh kekar itu masuk ke dalam rumah.


Queen membaringkannya di atas ranjang dan menutupi tubuh pria itu dengan selimut tebal.


" tunggu sebentar, aku akan ambilkan air hangat...."


James menarik tangan itu...., " aku tidak butuh air hangat, aku butuh kau..."


" sayang..., Adikmu..., dia..., dia menaruh obat perangsang dalam minumanku..., Queen..., cepat layani aku Queen..., aku..."


Queen, menatap James tak percaya...," Astaga, James..."


James tidak sabar, ia merobek pakaian yang Queen kenakan dan membuang nya disembarang arah, kemudian melepas pakaiannya sendiri.


Penyatuan malam itu sedikit berbeda, karena James sedang dalam pengaruh obat, kekuatan James tak bisa terkontrol membuat seseorang dibawah kukungannya, menjer*it dan mendes*h tak berkesudahan...


" James..., aku lelah...."


" maaf , Queen..., tapi aku masih menginginkamu..., Queen..."


" Biarkan aku tetap melakukannya..." Ucap James sendu, membuat wanita nya itu tersenyum mengangguk.


" lakukan pelan..., aku sudah tak kuat bergerak..."


" Biar aku yang bekerja kali ini..."


Setelah sekian kalinya , sesuatu yang melel*eh keluar, dan keluar...., James baru dapat melepaskan pengaruh obat itu, sedangkan wanita dibawah nya, entah sudah berapa kali ia mendapat pelepasannya.


" Queen..., aku mencintaimu...sangat...." Pria itu mengecup kening wanita, menarik selimut, ikut terlelap ke alam mimpi menyusul wanita itu yang terlebih dahulu terlelap karena kelelahan.


Pagi harinya, James yang sudah selesai dengan ritual mandinya, tersenyum menatap gadis yang masih setia di dalam selimut tebalnya.


" sayang, bangun..., apa kau tak ingin pulang menjaga gadis itu..."


" James..., pinggang ku sepertinya patah, James..."


" apa perlu ku gendong ke dalam kamar mandi..., sayang..." tanya James.


Queen mencoba menggerakkan badannya..., " awww..., astaga ...., tubuh ku lemas , James..." ucapan Queen membuat seseorang menarik lengkungan manis disudut bibirnya.


" akan aku bantu..." James mengangkat tubuh Queen menggendong ke dalam kamar mandi dan meletakkannya di dalam bathup yang mengarah ke hutan belantara.


__ADS_1


Rumah yang dikelilingi pohon pinus membuat pemandangan di pagi hari begitu indah. James membangun rumah di dalam hutan untuk mendapat sensasi alam karena Queen sangat suka ketenangan dan suasana sunyi.


" haruskah aku juga membantu menggosok tubuhmu dengan sabun, Queen....???"


" kau gila, James...., tubuh ku remuk semua..." Queen kesal menyiram james dengan cipratan air.


James terkekeh geli melihat wajah wanita didepannya yang begitu kesal memandang ke arahnya. Tiba tiba wanita itu membuka lebar matanya dan berteriak.


" James..." James yang terkejut dengan teriakan gadis itu refleks ikut berteriak dan panik.


" Apa..., kau kenapa...???" tanya nya penasaran.


" James..., kau...., mengeluarkan nya berkali kali di dalam James..., bagaimana jika aku hamil....???" Queen memegang kepala dengan kedua tangan, menggemaskan membuat pria itu tertawa.


" jangan tertawa James, aku serius..."


" kenapa kau begitu panik..., bukankah kau sendiri yang bilang, jika kau sudah tua...???, bagaimana bisa hamil...???, tapi jika kau hamil aku akan semakin senang,berarti rencanaku berhasil kan...???"


" kau gila , James..., aku sudah tua..,bagaimana mungkin aku melahirkan, aku takut, James..."


" melahirkan saja secara cesar..., memangnya kau tak mau punya anak dariku...???" Ucap James mengelus kepala Queen.


" mau, tapi aku takut..." cicit Queen, mengerucutkan bibirnya.


" apa yang kau takutkan sih...???"


" katanya melahirkan itu sakit , James..."


" tidak..., "


" sok tau, memang kau pernah melahirkan...???, atau jangan jangan kau pernah menjalin hubungan dengan wanita lain dan membuatnya harus melahirkan anakmu, ya...??" Queen menunjuk dada James dengan tatapan tajam. James menepuk jidatnya gemas dengan wanita didepannya. Mengambil jari yang menunjuk dan menggigitnya.


" aww, sakit, James...."


" astaga , Queen..., aku jadi ingin melakukan lagi dengan mu pagi ini..."


" jangan lagi James..." pinta Queen.


" hahaha...., kau menggemaskan..." James bangun dari duduknya di bathup melangkah pergi keluar kamar mandi, lalu tiba2 ...


" James, tubuhku sakit semua..." ucapan Queen membuat James berbalik dan kembali kearah Queen.


" hei..., bukan aku yang membuat tubuh mu sakit seperti itu..., semua salah adikmu..., jika ia tak menaruh obat perangsang di minumanku, aku tak akan khilaf seperti semalam..."


" lagipula apa kau tak pikir, bagaimana tersiksanya aku menahan semua sampai aku bisa ke tempat ini...???"


" aku bahkan berusaha menahan tubuh ini agar tak menyentuh adikmu yang sialan itu..."


" jangan apa apakan adikku , James...!!"


" Ck...., kau masih membelanya setelah semua yang ia lakukan padamu...???"


" dia adikku , James...!"


"terserah padamu..." James mengecup kening wanitanya.


" aku tunggu di luar saja, cepat lah bersiap dan berbenah, aku akan mengantar mu kembali ke Indonesia...." ucap sebelum ia keluar dari kamar mandi...


Flashback off


" Cih....., jika bukan karena kakakmu itu membujukku untuk mengampunimu, apa kau pikir hingga kini kau tetap hidup, kau perusak kebahagiaan rumah tangga ku..., kau tau itu..., harusnya kau sudah lenyap sedari dulu..." James pergi berlalu meninggalkan Sandra yang diam mematung menatap kepergian pria yang selalu mengganggu hari harinya. Ia tetap berdiri disana menatap belakang punggung pria itu sampai tubuh itu menghilang ke dalam suatu ruangan.


" aku bersumpah , James...., kali ini ia pasti mati..." Sandra.


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2