
James mengendarai mobil sport nya, menuju hutan membelah pepohonan rindang , mengikuti jalan satu arah yang sedikit terjal di depannya, mata nya fokus ke depan, mobil melewati jembatan dengan aliran sungai dibawahnya. Gemericik air menambah keindahan panorama di sepanjang jalan menuju markas.
Ya, James sedang menuju markas The Queen Black...., markas yang telah membuat nya mengenal sosok seorang Queen dan mengenalkannya pada banyak wajah mafia di sekitar mereka.
Kini mobil itu telah sampai di sebuah pagar tinggi menjulang dengan pohon besar disekitarnya.
" bos..." sapa penjaga dengan hormat begitu tau siapa yang datang ke dalam markas mereka...
" hmmm...." James keluar dari mobil menyerahkan kunci mobil pada salah satu anak buahnya disana.
" Parkir ditempat biasa..."
" siap bos..."
James masuk kedalam , memandang sekitar ruang yang terlihat sepi.
" akhirnya kau pulang...." Seorang wanita tampak turun berjalan gemulai menuruni tangga di depannya.
James tidak menjawab..., ia berjalan lurus menuju ruang kerjanya..., membuat gadis yang menegurnya tadi kesal.
" Selamat atas pernikahanmu..., Kak...." James berhenti, dia terdiam menunggu ucapan selanjutnya yang ingin wanita itu lontarkan.
" apa kini kau puas...., Kak....???, kenapa harus dia Kak...???, kenapa harus Queen..., kak..., kenapa harus dia...???"
" kenapa...??? , dari awal memang hanya dia yang ada dimataku..., apa masalahmu...???"
__ADS_1
" kau gila Kak..."
" aku memang gila, bukan kah dari awal kau tau aku sudah gila karena wanita itu...???"
" Jamesss..."
" Jangan biasakan memanggil namaku dengan nada mu yang tinggi, kau tau aku tidak menyukai itu..."
James melanjutkan jalannya, tapi kemudian ia berhenti...," Aku masih menyelidiki penembakan istriku dua tahun yang lalu, jika aku tau kau terbukti terlibat..., aku pastikan kau akan mati..., bukan kah dari awal aku sudah memperingatkanmu..."
" Aku mencintaimu, James...."
James tersenyum setan...," apa aku tak salah dengar..., bukankah saat ini kau adalah kekasih Patton...."
Sandra melebarkan pupilnya, mendengar ucapan pria di depannya...., " bagaimana...???"
" termasuk hasrat ku untuk membunuhmu..., jika bukan karena Queen begitu menyayangimu..., hari ini kau pasti hanya tinggal nama....., ingat itu baik baik..."
Wanita itu tertawa,...." Queen mencintaiku...., apa aku tak salah dengar..., dia itu orang yang telah menghancurkan hidupku, dia yang membuat aku kehilangan kasih sayang ayah, bahkan ayah mengakui kepemimpinannya daripada aku sejak awal ia ada disini, semua yang ayah punya hanya untuknya, dia pencuri kau dengar..., dia pencuri...., bahkan ibuku mati karena keserakahannya..." teriak wanita yang ada didepannya.
James tersenyum setan mendengar ucapa wanita itu...., " ternyata kau memang hanya seorang Tuan putri....,pantas saja semua orang begitu cemas akan nasibmu......"
" kau bilang apa..., bicara yang jelas..., jangan menghinaku , James...." wanita itu semakin marah.
" asal kau tau, Ayah mu dan ibu mu yang memutuskan agar kau hidup layaknya wanita biasa, dia ingin kau menikah dengan Pria biasa dan ingin kau bahagia, karena nya ia tak mau kau bercampur darah. Kau tau kenapa...., karena kau tidak memiliki jiwa mafia, kau kalah dalam urusan menembak, kau kalah dalam urusan peperangan, kau kalah dalam urusan adu balap dan kau selalu gagal dalam misi..., bahkan untuk misi mudah seperti membawa senjata ke rekan kita yang ada di seberang pun kau gagal, jadi bagaimana mungkin ayah bisa mempercayakan kepemimpinan ini padamu, kau hanya tuan putri..., selama ini kau hanya ingin duduk di atas tahta, tanpa melakukan apapun, kau tau jika markas ini sebuah organisasi dimana banyak anak buah yang bergantung padamu....????, jika kau memang seorang pemimpin, jawab aku, apa jasa yang telah kau lakukan untuk klan ini selama kepemimpinanmu...????, pernahkan tangan mu membunuh seorang musuh????, pernahkan satu misi berhasil kau tuntaskan...???, hanya satu saja, jawab aku..., tidak pernah kan...???, yang bisa kau lakukan hanya mengandalkan aku sebagai anak buahmu..., hanya aku...., kau tau..., kau tidak mencintaiku, tapi kau takut Kakakmu membawa pergi tubuh ini dan kau akan sendiri..., ia kan..????, kau sungguh menyedihkan....!!!" ucap James esmosi kemudian beranjak meninggalkan tempat perdebatan, tapi baru dua langkah ia berhenti.
__ADS_1
" ada satu hal lagi...., ibu mu..., ia meninggal bukan karena Queen tapi karena anda, Tuan putri. Hari itu karena kemarahan anda serta kebencian anda melihat Queen, anda pergi untuk mabuk mabukan, tapi anda tak tau jika ibu mengikuti anda hingga ke sana, saat segerombolan pemuda ingin membawa anda, ibu berusaha menolong, ia menodongkan senjata tapi karena ibu tak bisa memegang dengan benar, dia berhasil dilumpuhkan. Saat Queen dan aku tiba mereka hampir ingin memperkosa mu..., kami membawa mu pulang dalam keadaan tubuh terbungkus selimut tebal dan ibu yang pingsan. Saat kau sadar kau hanya bisa merancau berteriak ini semua salah Queen..., ibu mu tak tahan menampar mu hari itu, hari dimana kau kembali kabur dari rumah. Tapi ibu mu kembali memohon pada Queen untuk mencari mu bukan pada ayahmu Roberth, karena ayahmu sudah muak dengan sikap kekanak kanakanmu..., malam itu, musuh yang tau kau putri Roberth sang pemimpin mafia membawa dan menyekapmu disuatu tempat, Queen dan aku menyelamatmu dalam penyekapan itu melalui baku tembak, kami bisa menyelamatkamu yang saat itu masih berada dalam pengaruh obat bius dosis tinggi, tapi Queen tertembak. Ia kehilangan banyak darah. Ibu mu yang mempunyai golongan darah yang sama bersikeras menyumbangkan darahnya. Queen tertolong tapi ibu mu kritis..., kau bangun saat kau tau ibumu kritis karena menyumbangkan darah untuk Queen tanpa kau tau, kau penyebab semua itu terjadi. Kau membenci Queen karena telah menyebabkan ibu mu meninggal..., tanpa kau sadari kau lah penyebab ibumu meninggal...., Jadi mulai saat ini berhenti menyalahkan orang lain atas kesalahan yang telah kau lakukan ..., Nona Sandra yang terhormat...." James menatap tajam wanita di depannya.
Sandra syok..., ia tak menyangka jika selama ini ia begitu bersalah pada orang orang disekelilingnya. Ayah....., yang dipikir membencinya ternyata begitu mencintainya. Ibu yang dipikir pergi karena Queen ternyata pergi karena kebodohannya. Dan James..., pria yang selalu ada disampingnya, pria itu juga pergi karena dirinya sudah muak akan tingkah laku Sandra yang seperti anak kecil.
Sandra berlari menuju James, memeluk tubuh kokoh itu dari belakang,..." jangan tinggalkan aku James..., aku mohon tetaplah bersamaku, aku akan berubah James..., aku akan meubah sifat ku..."
James terkejut namun membiarkan Sandra mengoceh tak jelas dibelakangnya. Setelah Sandra selesai bicara , James melepaskan tangan itu kasar membuat tubuh itu terjatuh kebelakang.
" Kau tau apa perbedaanmu dengan Queen. Queen ku , dia memiliki hati yang lembut, tak ada dendam disana, dia memang ceroboh tapi ia selalu berusaha belajar dari setiap kesalahannya. Queen bukan darah daging Roberth dan Ibumu, tapi tak pernah sekalipun ia menyakiti hati mereka, tidak seperti dirimu yang memiliki hati busuk, iri, dengki , pemarah dan dendam, selalu membuat ibu mu susah karena harus selalu menutupi kesalahanmu dan membuat ayahmu muak dengan sifatmu yang manja dan kekanak kanakan itu..."
" Jawab aku sekarang, jika kau ada di posisiku...., menurutmu aku akan memilih mu atau seorang wanita seperti Queen untuk menemaniku, menjadi pendampingku serta ibu dari calon anak anakku kelak......???"
" malam nanti akan ada pertemuan tertutup antar klan di bawah naungan The Queen Black, jika kau bisa membawa 51% pasukan atas namamu, maka kepemimpinan tetap menjadi milikmu, tapi jika aku berhasil membawa lebih dari 51% maka kau harus mundur dan aku yang akan memimpin klan ini..., jadi akan lebih baik kau bersiap saja menerima kekalahanmua mulai dari sekarang...."James berlalu meninggalkan gadis yang kini meratapi nasibnya, menangisi kebodohannya.
" kenapa ..., kenapa aku harus selalu kalah..., kenapa Queen..., aku membencimu..., sangat....." Sandra.
*
*
*
*
*
__ADS_1
@ara ❤