Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
Kekasih Daniel


__ADS_3

Berlanjut ke kota New York.....


Rapat beragendakan penjelasan tentang produk dan cara pemasaran berlangsung sekitar 60 menit dengan Camelia sebagai narasumber. Penjelasan yang begitu detail dan terinci dari gadis didepannya membuat seulas senyum tipis di wajah David.


" sekian penjelasan dari kami, jika ada yang ingin memberi masukan ataupun kritik dari Tuan David ataupun Tuan Daniel, silahkan...." ucap Camelia di akhir kalimat.


David melirik Daniel, berkas itu ditaruh di atas meja, Daniel mengulur kan tangan pada kedua orang di depannya.


" selamat, mulai besok kita bekerja sama menjadi rekan bisnis...."


Kedua orang itu mengerjapkan mata tak percaya. Kemudian sang gadis tersenyum, tangan nya terulur menyambut uluran tangan Daniel.


David bangun dari duduk nya..., " semoga cabang kami di New York merasa nyaman dengan produk yang anda berikan, tanpa ada kecacatan hingga akhir nanti..., kalau begitu kami permisi..." ucap David yang kini ke arah gadis di depannya.


" tunggu dulu..., New York...???, hanya New York...???"


David mengerenyitkan dahi mendengar pertanyaan gadis itu..., " Ya..., ada yang salah dengan ucapan Tuan David...???" ucap Daniel yang menjawab sementara David tetap diam ditempatnya.


" bagaimana mungkin perusahaan kami yang besar bisa kalian pandang sebelah mata..., hanya New York....???, aku pikir kita akan bekerja sama secara keseluruhan..., tapi ini...., hanya New York....???" ucap gadis itu terlihat esmosi..., Sekertaris Wu, menarik tangan gadis itu membawa nya sedikit menjauh.


" berhentilah berbicara tak penting, jika kau tak tau apapun..." ucap Wu


" memang apa yang aku tak tau...???"


" kau tau berapa banyak anak cabang di New York...???, belum lagi Resort , hotel, mall dan seluruh usaha yang mengatas namakan ADIDAYA GROUP COMPANY....???"


" berapa...???" tanya gadis itu...


Wu menepuk jidatnya...., " jika kita menguasai persaingan di New York saja , setidak nya kita harus membuat seluruh pekerja di Perusahaan kita lembuh hampir tiap sabtu dan minggu..."


Camelia menganga..., " kau bercanda...???"


" sejak kapan aku pernah bercanda jika berurusan dengan perusahaan...., jika kau serakah ingin menguasai semua, yang ada kita akan di depak sebelum akhir bulan karena tak bisa memenuhi pesanan mereka..."


" wowww...., sebesar itukah Perusahaan mereka..." Camelia menutup mulutnya, ia kemudian berbalik, bibirnya tersenyum menatap kedua pria di depannya.


" maaf atas kelancangan ku tadi, aku tidak tau dan tidak membaca surat perjanjian...." tangan sang gadis mengatup di dada.


" Daniel..., aku tunggu diluar..." David berlalu dengan kepala Daniel yang tertunduk.


Sesaat setelah David meninggalkan ruangan, Daniel menatap tajam kedua orang didepannya..., " akan lebih baik perusahaan kalian bekerja dengan baik, Tuanku tak terima satu kata salah..., jika setiap bulan selama satu tahun produksi kalian tak mencapai target , perjanjian secara otomatis batal dan kalian harus ganti rugi, tiga kali lipat sesuai perjanjian awal di dalam surat..., kalian paham.....,Permisi..." ucap seraya berlalu menyusul Tuan muda yang telah mendahului nya ke dalam mobil.


" astaga..., jantungku...." Camelia melotot tak percaya.


"ternyata sang Asisten lebih tampan dan berkarisma tiga kali lipat dari pada atasannya..., ahhhh..., hatiku meleleh..." senyum nya menatap kepergian Daniel


" kita hampir kehilangan tender besar karena kecerobohan anda, Nona....???" kesal Sekertaris Wu membuyarkan lamunan Camelia.


" Ya...., maaf. Mana aku tau jika cabang nya di New York sebanyak itu..." Camelia memajukan bibirnya , seperti menyesali kesalahannya lagi.


" tapi , Sekertaris Wu....???, kenapa sepertinya Asisten Daniel lebih berpengaruh daripada Pemimpin aslinya ya...???" tanya Camelia bingung.


" menurut berita yang saya dengar, hampir 90% keputusan Tuan Daniel disetujui oleh Tuan David, itu artinya, apapun yang Tuan Daniel bilang dan utarakan pasti Tuan David laksanakan..., termasuk kerja sama tadi...., jika Tuan Daniel tak setuju, Tuan David pasti tidak akan kerja sama dengan kita...., karena bagi David, Daniel adalah kakak tertua dan tiang penyanggah perusahaan... , begitu setau saya , Nona..." jawab Wu antusias.


" wowww...., amazing...., kalau begitu kenapa aku harus repot repot mengejar David, jika mengejar Daniel lebih menguntungkan....???" tanya Camelia menatap Wu bingung.


" karena Tuan Daniel lebih sulit di dekati daripada Tuan David...." ucap Wu tegas.


" ah..., kita belum tau endingnya kan....???" ucap Camelia tersenyum seraya menaik turunkan alis matanya di hadapan Wu.

__ADS_1


Wu hanya menggeleng pelan melihat putri Tuan besarnya...., " terserah anda saja, Nona...., ayo pulang...." Wu mempersilahkan Camelia lewat.


****************************


****************************


Daniel menuju kursi kemudi, dimana David sudah duduk memandang sekitar nya yang banyak manusia hilir mudik.


" Rapat berikutnya satu jam dari sekarang di tempat yang berbeda..." ucap Daniel.


" hmmm..., lanjutkan saja..." David menyenderkan kepalanya di bangku belakang...


" anda ingin istirahat..???"


" tidak..."


" kita sampai sekitar tiga puluh menit dari sekarang, Tuan..., istirahat lah..."


David mengambil ponselnya, berniat menghubungi seseorang, tapi sebelum itu, ponselnya sudah terlebih dahulu berbunyi...


David mengaktifkan loudspeaker di ponselnya.


" Ya..."


" Red Devil...." David mengerenyitkan dahi mendengar nama musuhnya disebut.


" Aralia di incar oleh mereka..., apa kau sudah tau...???"


" ya , aku tau...."


" astaga...., itu artinya kau tau jika pengeboman dan penghancuran gudang senjata dua tahun lalu ulah Kekasihmu...???"


" tunggu..., apa maksudmu...???" David membenarkan duduknya.


" kau bercanda...????"


" apa aku terdengar bercanda, HAAH...., gadisku dalam bahaya...." David memegang pelipisnya.


David terkejut, jelas saja ia terkejut...., "bagaimana mungkin...."


" aku juga tak tau, Aralia seperti orang yang aneh menurut James...., ia tak sadar saat ia melakukan itu semua...."


" Aralia ku....ia tak ingat apa yang sudah ia lakukan pada Red Devil begitu ia tau aku baik baik saja...."


" pantas saja , saat aku bertanya, ia seperti orang yang biasa saja..., aku tak melihat wajah berbohong seolah ia benar benar tidak tau menau..."


" Ya , James juga berucap seperti itu..."


" hmmm, terima kasih atas info ini...."


tut...tut....tut...


David diam menatap Daniel tajam...membuat yang ditatap menghela nafas yang begitu panjang.


" kau tau....????" tanya David, Daniel hanya dapat menganggukkan kepala nya.


" saya mengecek CCTV saat Queen koma dirumah sakit...." Daniel melihat keadaan sekitar jalan raya, mengendalikan setir ke arah kiri pembatas jalan dan menepikan mobil disana, mengambil ponsel disaku dan membuka suatu rekaman video.


David mendengar semua percakapan Aralia, kemudian melihat raut wajah Aralia yang tadinya begitu penuh dengan amarah tiba tiba hilang saat tangan Kesya bergerak. Mata itu meredup, senyum terkembang dan terlihat Aralia nya berubah menjadi Aralia manis yang selalu dilihatnya.

__ADS_1


" tapi...., bagaimana mungkin...???"


" mata itu , akan menjadi iblis begitu ia merasa takut kehilangan pada orang yang ia sayang, kemarahan yang berlebihan karena merasa seseorang yang disayangi telah disakiti...., Yah....semacam itu...???"


" Saat ia melihat ayahnya ditembak mati dan melihat nyawa Kesya terancam, amarah nya begitu besar dan membuat ia seperti hilang akal atau lebih tepatnya menjadi manusia setengah iblis...."


" tapi bagaimana ia bisa lupa...???"


" itu yang saya kurang tau , Tuan..."


" astaga...., dia begitu sempurna...." David tersenyum seperti sedang membayangkan kekasihnya, membuat Daniel menepuk jidat nya melihat reaksi Tuan muda.


" apa...???"


" anda tidak takut...???"


" takut...???, soal...???"


" wanita yang anda sukai itu monster , Tuan..."


" sama seperti mu..., kau pun akan jadi monster saat tau aku dalam bahaya..., apa bedanya kau dengan dia...???" tanya David ke arah Asistennya dengan wajah bingung.


Daniel diam, memandang Tuan nya kemudian..., " bagaimana jika Tuan melakukan kesalahan...???, seperti jatuh hati pada wanita lain mungkin...???"


" berarti kau harus menyelamatkanku dari amukan gadis yang kau sebut monster itu..." ucap David mengangkat bahu.


" Tuan...., saya serius...."


" hei...., kau pikir aku bercanda...???"


" sebenarnya apa yang membuat anda begitu mencintai gadis itu sih...???" ucap Daniel sedikit kesal.


" apa ya...???" David menaruh tangan di dagu dengan kepala mengadah ke atas..., seolah sedang berpikir.


" anda gila... " Daniel menghidupkan mobil menyetir dengan kecepatan penuh, membuat pria di belakang tempat duduknya tertawa.


" berhenti tertawa , Tuan..., cinta membuat anda menjadi pria yang bodoh..." ucap Daniel sambil menggelengkan kepalanya.


" kau tau Daniel apa yang ada dalam otak ku sekarang...????"


" jangan menyumpahi saya...."


" mana aku berani...., aku hanya berdoa semoga kau ditakdirkan mendapat gadis yang jauh lebih menakutkan daripada seorang monster..."


" seperti apa..." Daniel memicingkan mata.


" Gadis manis , lembut dan mudah menangis jika kau berbuat ulah apapun itu nanti...." David kembali tertawa....., Daniel begidik ngeri.


" amit....amit...." Daniel.


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


@ara❤


__ADS_2