
Kembali ke meja makan.......🌹🌹
Aralia terlihat tak selera menyantap menu di depannya. David memegang tangan kekasihnya, mata itu bertemu membuat sang gadis terpaksa tersenyum canggung di bibir tipisnya.
David menatap James dan Kesya secara bergantian, ia tau jika pembicaraan ini harus ia yang mulai terlebih dahulu. Semua ia lakukan agar sang kekasih merasa lebih tenang.
" James, kedatangan ku ke Paris kali ini bukan hanya sekedar untuk mengantar kekasihku menghadiri pesta pernikahan kalian, tapi lebih dari itu..."
" aku ke Paris untuk meminta restu pada seseorang, aku ke Paris karena ingin menemui pria yang akan menggandeng tangan pengantinku saat nanti berjalan di atas altar..."
Semua orang yang ada di meja makan menatap David dengan tatapan yang sulit diartikan.
" Aku rasa kali ini kau harus menjelaskan padanya sekarang..., Kesya..."
" aku ingin semua clear malam ini, besok pagi aku harus menemui kakak mu dan menyerahkan gadisku, jadi...." David diam, tangan nya mengangkat telapak sang gadis dan menciumnya.
" biarkan dia tau jati dirinya dengan jelas, malam ini juga...." Aralia menatap David dengan mata berkaca kaca. Dadanya sangat sesak, seolah berjuta duri tertancap disana. Fikirannya berkelana, seolah bertanya rasahasia apa yang mereka tau tapi aku tak tau.
" sayang...."
" Aku mencintaimu, aku ingin kita menikah, karena nya kau perlu mendengar semua penjelasan penjagamu malam ini, besok kau akan ku bawa menemui mereka..."
" Kesya..." Aralia memandang sendu pada wanita di depannya.
Kesya mengambil nafas sebanyak banyaknya, membuang dengan kasar dan menatap gadis di depannya yang sudah di anggap putrinya sendiri.
" kau ingin dengar....??? , maka kau harus siap menahan tangismu..., kau tau aku tak bisa melihat wajah mu yang sedih..., setiap melihat kesedihanmu aku teringat adikku..., aku seperti kakak yang tak becus menjaga dan melindungi nya..., jadi berjanjilah..., jangan menangis...!!!"
Aralia mengangguk..., David mengulurkan tangan ke arahnya.." kita bicara di tempat lain..."
Mereka kini diruang kerja, terdapat sofa panjang ber leter L dengan meja kecil ditengahnya.
David duduk disamping Aralia, sedang James duduk di sofa kecil yang khusus satu orang, Kesya duduk di dekat Aralia memegang kedua tangannya, berhadap hadapan di depannya.
" kau anak kandung dari Tuan Willy Richard pengusaha no.1 di kota Paris. Ibumu bernama Emilly Richard dan....dia adikku..., Willy memiliki adik bernama Alex , dia paman mu yang menyuruh ku menculikmu 20 tahun yang lalu..."
Aralia menutup mulut dengan satu tangan,menggelengkan kepala dengan cepat..." kau bohong...kau sedang berbohong kan..."
Aralia mengguncang tubuh di depannya..." jawab aku..., ini semua kebohongan ...iya kan..???"
__ADS_1
" Sayang ,...sayang..., cukup..., jika kau ingin semua jelas kau harus tenang..., kau harus diam mendengar hingga akhir..." David menarik tangan itu dan memeluknya, Aralia menangis , tubuhnya lemas, selama ini semua tentang nya adalah kebohongan..., apa yang dia ketahui adalah kebohongan, data data hidupnya adalah kebohongan..., dan ternyata hidupnya telah diatur oleh orang orang yang ia kenal, bahkan ia sayang seperti keluarga nya.
" Aku tak tau jika kau milik adikku, aku baru mengetahui saat malam aku ingin mengambilmu dari istana itu..."
" dan jika kau tau apa kau akan tetap melakukannya...???, ia kan...???" Aralia berteriak histeris.
" aku membawamu kabur dari Paris atas izin orang tua mu...!!!"" teriak Kesya tak kalah histeris.
" aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu, jika aku tak mencintaimu, aku tak akan menyerahkan 20 tahun hidupku hanya untuk menjagamu, aku tinggalkan hidup bebasku, aku tinggalkan cintaku, aku tinggalkan segala galanya untukmu..., aku...hiks...hiks.."
" cukup ..., cukup..., aku tak mau dengar.." teriak Ara.
" Pamanmu ingin memisahkanmu dan menjadikan mu tebusan atas semua harta orang tuamu, dia tak peduli kau ada dimana, dia hanya butuh dirimu hidup hingga saat ini..."
" kubilang...DIAAMMMM..."
" aku pernah bangun dari kematian satu kali karena harus menyelamatkanmu darinya, aku tak akan melepasmu, tidak sampai usia mu 21 tahun..., tidak akan pernah..." nada nya sudah tinggi dari sebelumnya.
" Kesya..???"
" dua tahun lalu, penembakan itu atas perintah Alex, dia tau wajah aslimu, dia menyelidiki dari pengiriman orang tua mu, dia mengejarmu hingga ketempat ini, menembak Kakak kandung James yang kau anggap ayah hingga saat ini...."
" banyak hal yang telah kulalui agar kau tetap hidup normal seperti orang kebanyakan..., ada nyawa yang hilang agar kau tetap bisa berdiri kokoh hingga saat ini, aku mengajari mu cinta, sayang, tapi tak pernah mengajarimu rasa sakit..., tak ada yang menghinamu, karena jika itu terjadi artinya orang itu harus mati..., aku menyerahkan semua hidup ku untuk mu, aku sangat mencintaimu.., sangat..."
Akhirnya airmata itu tumpah, setelah sekian lama akhirnya ia melihat Kesya menangis, setelah apa yang di berikan oleh Kesya pada nya selama ini.
Ara memeluk Kesya.., " maaf..., maaf kan aku..., maaf kan aku..., aku mohon, jangan menangis...., aku mohon maaf kan aku..."
" aku mengajarimu segala hal agar kau kuat, aku tak ingin kau menjadi wanita lemah, aku tak bisa melihat mu menangis, jika kau menangis hati ku sakit..., aku sangat sakit..."
" aku tau itu...aku tau itu...aku tau kau mencintaiku..., aku sangat tau..., maaf kan aku...,jangan menangis..., maaf kan aku.."
Kesya melepas pelukan itu, menangkup wajah gadisnya....., " besok David akan membawamu pada mereka..., setidaknya aku jauh lebih tenang, pria disamping mu bukan pria sembarangan,dia bisa menjagamu tanpa harus kau menjauh dari orang tua mu...., dulu aku tak punya kekuatan itu, aku tak bisa melakukan nya, aku hanya bisa menjauhkan mu dari bahaya saja..., aku tak punya kekuatan besar seperti pria disamping mu..."
" itulah sebab nya aku melarangmu jatuh cinta pada pria yang salah, pendamping mu harus mencintaimu, harus rela mati untuk mu dan yang paling penting dia harus kuat, dia harus berkuasa hingga kau tetap aman walaupun nanti akhirnya aku harus pergi..."
" jika selama ini kau pikir aku egois, maka salahkan ke egoisan ku, salahkan aku. aku bukan tak ingin kau mengenal orang tua mu, tapi Alex terlalu kuat. jika dia bisa mengenalku, itu artinya dia sudah lama berkecimpung di dunia bawah tanah..., aku tak bisa ambil resiko, jika kau pergi adikku akan gila, Rebbeca ku akan mati, aku tak bisa ambil resiko itu..., maaf kan aku..." Kesya masih memegang wajah itu, menghapus setiap air yang mengalir di pipi putrinya.
" besok kau ikut...???" tanya Aralia..., Kesya menggeleng.
__ADS_1
" terlalu bahaya untukmu..."
" kau harus bisa memanfaat semua moment mu disana, aku memberi mu waktu satu bulan, jika keadaan bersahabat aku akan membiarkan kau tetap disana hingga hari pernikahan, tapi jika dengan kedatanganmu nanti memancing semua musuh yang ingin memusnakanmu, aku akan menarikmu sebelum satu bulan..." kini David yang berbicara.
Aralia mengangguk tanda setuju.., " aku tau semua keputusan kalian pasti yang terbaik.." jawabnya.
" berbahagia lah selama kau di Paris..." ucap David sambil mengelus pipi lembut Aralia.
" Ya, terimakasih.., sayang.."
" hmmm..."
" Jangan lupakan aku..." ucap Kesya.
" iiisshhh, aku tak akan melupakan orang jahat seperti mu.., mommy..." mereka berdua saling berpelukan.
" James, apa kira2 aku akan punya adik ...????"ucapan Aralia di tanggapi tatapan tajam Kesya.
James tersenyum..., " seharus nya sedang on the way...." membuat semua yang duduk disana tertawa kecil kecuali Kesya.
" kalian semua gila..., aku sudah tua..." kesal Kesya membuat bibirnya mengerucut.
"hahahhahaha...." David, James dan Ara semakin tertawa keras...
" kau harus selalu bahagia..." Kesya.
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
@ara❤