
Saat David tiba di rumah sakit, Aralia masih terlelap dalam tidurnya....
Ya..., David menyuruh Rey memberi obat bius yang biasa di berikan pada pasien ketika operasi pada kekasih nya, karena hanya itu jalan satu satu nya agar wanitanya tidak curiga apa yang akan dilakukan nya pada orang yang sudah membuat wanita itu terluka, masuk ICU dan hampir mati.
Aralia gadis yang sensitif dan sedikit cemburu dan lebih parah nya lagi wanita itu sulit untuk di tipu..., David tidak ingin ada masalah kedepannya, apalagi ternyata yang melakukan itu semua adalah mantan tunangannya...
" Tuan...." pengawal penjaga depan pintu membuka pintu kamar Nona Muda nya, nampak Rey ada di sana bersama dua orang perawat.
" kalian bisa keluar...." ucap Daniel pada para perawat.
" Rey...."
" ya, Tuan....???"
" urus kepulangan nya malam ini...., aku ingin dia tidur diranjang nya yang empuk..."
" baik, Tuan..., segera saya atur kepulangan Nona Ara..." ucap Rey, menunduk dan berlalu meninggalkan kamar itu.
Kini di dalam hanya ada Daniel , David , dan juga pasien yang tertidur.
" Daniel...., tutup kawasan itu, jangan ada siapapun masuk kesana untuk sekedar memetik atau menginjak tamannya..."
" baik , Tuan...."
" ekhhhmmm....." Aralia nampak membuka matanya nya sesaat setelah semua orang pergi...
" David..."
Pria itu menengok dan tersenyum...., " kau sudah bangun....???" Bergerak menuju ranjang pasien dan duduk di sampingnya, Mata itu menatap Daniel...
" karena Nona sudah bangun saya akan suruh pelayan menyiapkan makanan untuk anda dan Nona , permisi Tuan...." ucap Daniel.
" hmmm........"
David kembali menatap gadisnya, mencium kening dan bibir nya sesaat.
" bagaimana keadaan mu...??? apa ada yang sakit...???" Ara menggelengkan kepala.
Ada kelegaan di wajah pria yang saat ini sedang memandang nya dengan tatapan cinta..
" malam ini kita pulang...."
Ara hanya tersenyum...
Tok...tok...tok...
Daniel masuk membawa meja yang berjalan..., ada beberapa makanan tertata rapi di atas nya.
" silahkan di nikmati..., saya permisi...."
" Daniel..."
" iya, Nona...?"
" apa aku bisa bertemu Bella...???"
Yang ditanya diam dengan mata menatap Tuan muda nya, dan di jawab anggukan pelan oleh David.
" saya akan bawa ke istana Richard setelah anda sampai disana..., permisi..." jawab Daniel lalu segera keluar dari kamar tersebut karena melihat Tuan muda nya menunjukkan wajah kesal pada dirinya...
" makan dulu..., settelah itu kita bersiap siap..." Ara hanya mengangguk kan kepala tanda setuju.
__ADS_1
*********(((()))))***********
ARALIA sudah sembuh.., tepat setelah tiga hari , barulah David bisa meninggalkan kediaman Richard...
Kini dia ada di kantor nya, duduk di singgasana dengan semua berkas menumpuk yang harus di kerjakan setelah lama melimpir dari tugas nya...
Tok....tok....tok....
Daniel masuk dengan minuman di tangan kanan nya dan juga sepiring buah buahan yang telah dipotong kecil kecil ...
" wanita itu mati bunuh diri pagi ini...."
David diam...
" haruskah dilanjutkan hingga ke akar atau....???"
David tetap diam....
Daniel menaruh piring dan botol di meja..., " ini buah dan minuman anda...., Tuan...." berbalik hendak meninggalkan ruangan tersebut.
" hentikan semua nya..." lirih David namun masih tetap terdengar jelas di telinga asisten nya itu.
Daniel diam di tempat nya berrdiri, dan memutar badan nya menghadap David....
" Baik, Tuan......"
" Suruh wanita itu datang ke kediaman Ara...., aku pusing mendengarnya terus merengek sepagian ini..."
Daniel diam....
" awasi gadis ku...., aku takut jika dia bertemu teman sebaya nya, dia menjadi liar tak terkendali...."
" baik Tuan....." Daniel menunduk dan pergi...
******************************
" Kau tau kan apa tugas mu....???"
" iya..."
" temani Nona , tapi jangan pernah setuju dengan ajakan apapun darinya...."
Gadis itu mengangguk...
" apa kakak akan pergi...???"
Daniel diam, sebenarnya dia sangat takut meninggalkan gadis nya sendiri di istana Richard, apalagi Daniel begitu hafal karakter Nona muda nya yang begitu frontal..., sementara gadis di samping nya terlalu polos....
" aku harus kembali ke hotel, sore ini ada klien yang harus kutemui...., begitu selesai aku akan langsung menjemputmu..."
" apa Tuan galak itu ada disana...???"
" tidak..."
" syukurlah...." Bella
Daniel memeluk tubuh Bella dan mencium kening nya...., membuka pintu mobil dan mengulurkan tangan pada gadis nya...
" ayo..."
Mereka bergandengan tangan sepanjang menuju istana.
__ADS_1
" Kakakkkkk......" Duo J berteriak histeris saat melihat kakak tertua mereka menggandeng wanita..
Daniel memperlihatkan wajah terkejut, saat melihat Nyonya besar yang tersenyum dan menatap tajam penuh tanda tanya pada nya, Daniel melepaskan pegangan tangan nya....
Bella menatap bingung, tangan nya yang terlepas...., namun seperdetik kemudian sadar saat senyum wanita paruh baya itu tertuju pada siapa...
" Nyonya..., apa kabar...."
" baik..., Nak...., kemarilah..." pinta nya pada Bella..., kini ganti Bella yang menatap Daniel minta persetujuan....
Daniel mengangguk pelan..., membuat kaki itu terpaksa melangkah ke depan , tapi sejurus kemudian tubuh itu membeku..., Nyonya besar itu memeluk nya..., begitu erat dan mengelus pundak nya...
" terima kasih..." bisik Maya...
" tetap lah bersama putraku..., buatlah dia bahagia..." bisik nya lagi...
Lalu pelukan itu terlepas..., lalu berganti suara bising Duo J... yang berlari dan bergantian memeluk Bella...
" kakak iparrr...."
" acchhhhh...., kau sangat cantik..."
" kau juga sangat manis..."
" tubuh mu kecil sekali...."
"accchhh....., lihat saat tersenyum kau punya lesung pipi, cantik........"
Daniel menghampiri kedua gadis nakal itu dan menjewer telinga mereka...
" aawwwwhhhh......, kakak lepaskan...., ampun kak...."
" berhenti mengganggu nya atau uang bulanan kalian aku bekukan...." ucap nya dengan wajah datar.
" Ibuuuuuu......" rengak mereka mengadu....
Maya hanya tersenyum saat kedua putri nya mengumpat di belakang tubuh nya...
" gadis itu....???" Maya tidak meneruskan pertanyaan nya...
" Nona ingin bertemu dengan nya...."
" hemm..., dia di kamar..., David melarangnya turun dari ranjang nya...."
Daniel tersenyum..., " Tuan muda hanya menjaga semua tetap pada porsinya, Nyonya...."
" Ya...., itu lah David..."
" saya permisi dulu , Nyonya..." Daniel pamit membawa wanita nya yang sedikit menunduk dan tersenyum juga pada Maya..
" Dia cantik Bu..." ucap Jess
Nyonya Maya hanya tersenyum...
*
*
*
*
__ADS_1
*@ara❤