
tap...tap...tap....
Aralia turun dari kamarnya, membuat semua yang ada dibawah sana diam tanpa suara. Aralia memandang kekasihnya dari tatapan yang masih jauh tak terjangkau.
" apa kita bisa bicara berdua saja , sayang....???" pinta Aralia saat ia sudah mendekat. David seperti tau tatapan itu mengandung arti apa, segera mengangguk tanda setuju.
"hmmm...., kita ke taman...." ucap David sambil menggandeng tangan kekasihnya. Membuat semua disana diam tak bergerak.
Ara diam tanpa suara sepanjang perjalanan menuju taman, tak membuka satu percakapan apapun karena berharap penjelasan bukan pertanyaan.
Mereka duduk disebuah bangku taman berukuran panjang, dengan beberapa bunga mengelilingi sekitarnya.
" Ikutlah ke New York ...." pinta David.
Aralia memutar tubuh menghadap kekasihnya...., "kenapa....???" tanya Aralia.
" haruskah aku jelaskan sesuatu yang sudah jelas jelas kau tau penyebabnya...???, Aralia aku mencintaimu..., aku merasa seperti orang bodoh yang tidah becus disini..." Aralia terkejut dan kesal.
" dari awal kau tau tentang masalalu ku...., kau diam. Dari awal kau tau mereka mengincarku..., kau juga diam. Haruskah aku selalu jadi orang terakhir yang mengetahui semua tentang hidupku...???" tanya Ara.
" apa aku terlihat seperti itu....???" kini David yang bertanya.
" Sayang...." Ara memandang kekasihnya.
" aku bahkan baru tau tadi jika mereka sudah menunggu kedatangan mu sejak dua tahun yang lalu..."
" kau fikir apa yang lebih mengejutkan dari perasaan itu....???, aku selalu berusaha menjaga orang orang yang kusayang dengan segenap jiwa ku...., Ibu..., Jennika..., Jessika...., mereka alasanku tetap kuat hingga saat ini, aku tak mengenal cinta sampai cinta itu yang datang padaku, karenanya saat cinta itu berkhianat hati ku sangat sakit dan membuat aku membenci kata cinta...., tapi kau datang dengan cinta yang lain, kau datang dengan cara yang berbeda, kau menawarkan pertemanan yang ku artikan sebagai cinta, aku memaksamu memasuki alam cinta yang ada di hatiku..., memaksa aku harus menambah daftar nama orang yang aku jaga dan aku sayangi selain Ibu dan DUO J adikku..., aku tak bisa kehilangan mu jika alasan itu karena ketidakbecusanku dalam menjagamu..., itu hal yang menyakitkan untukku...."
Mata mereka saling menatap , ada kejujuran disana. Rasa takut, trauma dan juga kesedihan.
" aku pernah kehilangan seseorang yang berpengaruh dalam hidupku. Untukku , itu menyisakan trauma tersendiri. Saat ayah ku pergi, separuh nyawa ku seperti lepas dari raganya. Aku tak bisa kehilangan lagi, setidaknya tidak untuk kali ini..."
Aralia diam tak berucap, ia tau ini semua bukan salah kekasihnya, bahkan jika bukan karena paksaan David mungkin Kesya akan tetap diam hingga sekarang. Aralia menghela nafas dan membuangnya dengan pelan, tangannya terulur menangkup wajah kekasihnya...
" kau tau sayang, bertemu denganmu itu bukan suatu kebetulan, mencintaimu juga bukan suatu kebetulan, itu Takdir. Hidup dan mati seseorang bukan juga ditentukan oleh orang lain, tapi sudah tertulis didalam Takdir. Aku akan tetap disini menunggu takdir cinta ku, pergilah, dan segera kembali..." Aralia tersenyum menatap kekasihnya.
" tapi..."
" banyak beban dipundak mu saat ini, begitu pula ada beban dipundakku, kita tidak boleh egois, kau harus memberi makan ribuan karyawan yang bernaung dibawah Perusahaanmu, dan aku harus memberi cinta pada dua orang tua yang ada didalam sana..., jadi selesaikan tugas itu dan segera kembali..."
" maaf..., aku akan segera pulang begitu semua tugas selesai..."
" selama aku pergi, ada baiknya kau menghindari dulu tempat yang ramai..."
" kenapa...??"
David tersenyum dan berbisik, " ini Paris, aku takut kau tersesat... dan aku takut akan sulit menemukanmu..."
Aralia terkejut..., " hei...., aku bukan anak kecil..." bibirnya mengerucut.
__ADS_1
David tersenyum.., tangan nya terangkat dan mengacak acak poni wanita di depannya. Sungguh ada kebahagiaan tersendiri saat kau jatuh cinta. Ada banyak rasa saat kau jatuh cinta, terkadang rasa marah dan sedih seperdetik kemudian muncul rasa sayang, kadang rasa takut dan cemas seperdetik kemudian muncul rasa senang..., ada banyak rasa bahagia yang berlebihan, sedih yang berlebihan, tapi disana juga ada kebodohan yang berlebihan. Cinta membuat seseorang yang tadinya diam jadi banyak bicara. Seseorang yang tadinya selalu murung jadi banyak tertawa seperti orang gila.
Mungkin itu gambaran orang jatuh cinta, Menurutku....
Setelah sedikit perdebatan di taman , kini Aralia memandang lurus kedepan. Mobil yang membawa kekasihnya baru saja pergi meninggalkan istana Richard.
Meninggalkan sekeping hati yang berdiri menatap kepergiannya.
" cepatlah pulang, aku pasti akan sangat merindukanmu..." Aralia.
***********
************
" kaliaaannnn......" meremas selembar foto yang ada ditangannya.
" mereka sudah resmi tiga hari yang lalu , Bos...." ucap anak buahnya.
" Jika aku tak bisa memilikimu..., maka aku pastikan ia pun tak akan bisa bersama dengan mu..."
" Bos...., Tuan Patton...???"
" diam..."
" tapi bagaimana jika Tuan Patton tau...."
" itu urusan ku..., sekarang lebih baik kau pergi dari sini, pergiii..."
Saat sudah di luar markas...., wanita tua itu menelepon seseorang.
" bagaimana....???"
" sudah beres , Tuan..." ucapnya.
" hmmm...., terima kasih..."
Wanita tua itu tersenyum setelah menutup teleponnya, memandang ke arah markas besar mereka.
" Kau hanya wanita murahan..., Tuan ku hanya pantas dengannya saja..., hehehe...." wanita itu tertawa sembari melangkah pergi menjauh dari markasnya.
************
************
" kau kenapa...???" tanya wanita disampingnya.
" siapa yang meneleponmu...???"
" seekor burung tua yang membawa kabar gembira..." jawabnya sambil tersenyum.
__ADS_1
Pria itu memeluk erat tubuh mungil yang ada di depannya. Mencium punggung wanita nya yang masih polos, dirinya seolah tak pernah bosan dengan wanita yang ada dalam dekapannya. Jika banyak hal bisa di ungkapkan dalam sebuah buku diary, mungkin buku itu telah penuh terisi coretan tinta akan kekagumannya yang tak terhingga.
" aku mencintaimu..., sangat.., apa dapat terlihat olehmu....???"
Wanita itu tertawa kecil..., " ya aku tau, kau mencintaiku seperti orang bodoh, bagaimana mungkin aku tak dapat melihatnya..." Pria itu tersenyum mendengar jawaban dari wanitanya.
" sudah malam, tidurlah sayang...."
" apa besok kau akan ke markas...???"
" hmmm..."
" apa aku boleh ikut dengan mu...???"
" lain hari ya..., besok...., biar aku sendiri ke sana memeriksa keadaan disana..., jika kurasa cukup aman untukmu..., aku akan membawa mu kesana..." Pria itu mengelus pundak mulus wanita nya.
" apa yang kau takutkan...??"
" tidak ada..."
" lalu kenapa kau tak bolehkan aku kesana..???, jangan jangan....???" wanita itu mencubit tangan yang melingkar di pinggangnya....., membuat pria ya itu tertawa kecil dan mengecup kening wanitanya.
" Levelnya jauh dibawahmu..., aku tak akan tertarik padanya..."
" Ck..., mana ku tau apa yang ada di hatimu..." ucap wanita itu membuat pria di belakang tubuhnya menggigit bahu wanita itu..., " awww...., sakit sayang..."
" kau pikir aku tak tau, jika Gelang yang kau berikan padaku sudah kau sisipkan alat penyadap didalamnya, ...hmmm..., jadi hentikan omong kosong ini dan segera tidur...., atau aku akan mengulangi adegan tadi yang akan membuatmu tertidur karena kelelahan..." ucap pria itu kesal.
Wanita itu tertawa mendengar pria disamping nya marah dan berusaha menahan esmosi..., " baiklah..., ayo tidur..., aku sudah lelah sayang..."
Pria itu mengelus kepala wanita nya pelan , membuat wanita itu tidur dalam buaian mimpi hanya dalam hitungan menit. Mendengar suara dengkuran yang teratur, membuat pria itu tersenyum mengelus pipi wanita nya.
" kau terlalu sempurna untukku....., bagaimana mungkin hati ini berpaling..."
" mimpi indah...., sayang..."
Pria itu mengecup bibir wanitanya pelan, menarik selimut dan ikut tertidur dalam selimut yang sama dengan wanita di pelukannya.
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
@ara❤