Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
POV DANIEL


__ADS_3

POV DANIEL


tok...tok...tok....


seorang pemuda masuk kesebuah ruangan setelah mendengar suara seseorang mengizinkannya masuk.


" Tuan besar..."


" duduklah.."


" ada perlu apa tuan memanggil saya ???" pemuda itu duduk di sebuah sofa disamping Tuan besarnya.


" bagaimana kabarmu hari ini..???"


" seperti biasa, hari saya sangat menyebalkan...anda tau penyebabnya kan Tuan...???"


Pria itu terkekeh geli mendengar penuturan pemuda itu.


" hanya kau yang bisa mengatur watak nya, dia keras kepala tapi dengan mu dia akan lunak saat kau menatapnya..."


pemuda itu menghela nafas..Pria di depannya kembali terkekeh kecil. Bangun dari duduknya berdiri tepat di depan pemuda itu, mengelus kepala pemuda itu dan menatapnya sendu.


" Tadi malam aku bermimpi, mimpi ku sangat mengerikan, aku merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi, karena itu aku memanggilmu kemari.."


Pemuda itu mendongakkan kepalanya. Netranya menatap tajam ke arah Tuan Besarnya, seolah ada hal yang sangat penting yang ingin Tuan Besarnya sampaikan padanya.


Tuan Besar menatap lurus kedepan, menghela nafas panjang sebelum melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


" David sang pewaris , walaupun hidupnya terlihat bahagia dengan semua yang telah dimiliki, kau tau jika hatinya begitu rapuh.."


" tidak ada teman atau saudara bahkan cinta yang begitu tulus untuknya, jika pun ia mendapatkan nya , maka ujian yang ditempuh pasti amat berat nantinya..."


" kau mengerti ucapanku...hmmm???" pemuda itu mengangguk.


" Tolong kau jaga dia untuk ku, sayangi dia seperti kau menyayangi adikmu sendiri..., marahi dan tegur dia jika ia salah melangkah..., lindungi ia dari orang orang yang berniat berbuat jahat padanya..., jaga dia dengan nyawamu seperti ayahmu menjagaku selama ini, hanya kau yang tulus menyayanginya..., aku tak bisa percaya pada orang lain..." ucap Pria itu parau.


" Tuan..."


" Panggil aku ayah, sama seperti dia memanggilku..!!" pinta Pria itu.


" Ayah..."


" Berjanjilah padaku..." Pemuda itu mengangguk...Tuan Besarnya hanya bisa tersenyum, tangan nya tetap mengelus pelan rambut pemuda didepannya.


" ayah..." sikembar menangis didekapan sang ibu. Sementara ibu nya , Nyonya besar hanya terdiam menatap batu nisan, seolah tak percaya semua ini terjadi pada keluarganya.


Semua yang datang menyelawat telah pergi. Satu persatu meninggalkan tempat pemakaman menyisakan Sang pewaris tahta yang masih berdiri kokoh tak bersuara. Mata yang terus menerus basah karena tak dapat menahan kesedihan, Bibir yang tak bersuara walau semua orang mengelilingi mengucapkan Turut Duka.


Ibu dan Dua saudara perempuan nya telah pulang terlebih dahulu karena lelah, mungkin lelah fisik, mental, bahkan lelah hati. Tapi Asisten itu tetap berdiri dibelakang Tuan mudanya, menunggu Sang Pewaris menuntaskan kesedihannya.


" Mari pulang , Tuan..." ucapnya.


" apa yang terjadi setelah aku pulang nanti , Daniel.."


" langkah pasti dan hati sekuat baja , karena Tuan harus menjaga tiga bidadari anda, Tuan... !!!" ucap Daniel tegas.

__ADS_1


" apa aku sanggup..???" tanya lagi.


" saya akan tegak berdiri disamping anda, untuk membuat anda sanggup..." tegasnya.


David berbalik,menatap Daniel sendu. Berlari kecil ke arahnya, memeluk tubuh kokoh itu.


" menangislah yang kencang , Tuan... luapkan semuanya, karena setelah ini, airmata itu harus kering. Saya tak ingin melihat anda kembali menangis setelah ini..." ucapnya seraya memeluk Tuan mudanya.


Daniel memandang Nisan Tuan besar dan Nisan Ayahnya yang dibangun disamping Tuan Besarnya.


" Ayah, aku menyayangi Mu,..."Daniel.


"Tuan Besar..., setelah ini, tubuh lemah yang kupeluk akan baik baik saja. Tenanglah disana, kini tugas itu akan aku tanggung. Selama dia belum bahagia, aku tak akan melepas tangannya. Ini janji dan sumpahku pada Mu..' Daniel.


*


*


*


*


*


*


@ara❤

__ADS_1


__ADS_2