
David hanya diam, tidak menanggapi apa yang Kesya ucapkan. Disini sebenarnya David yang paling bersalah.Daniel sudah memberi tau dari awal bahwa ada maksud terselubung antara kedekatan Kesya dan Aralia. Daniel juga sudah memperingatkan untuk menjauhi Aralia karena semua informasi mengenai Aralia merupakan kebohongan belaka.
Namun kepolosan dan kebaikan hati Aralia tak bisa David abaikan. Jauh sebelum Aralia melamar di Perusahaannya, David pernah bertemu Aralia.
David melihat seorang gadis yang turun dari ojek online untuk menolong seorang nenek yang menyebrang jalan, dan dia juga pernah melihat gadis yang sama menolong seorang pedagang buah yang tertimpa nasib naas, gerobak dagangannya terguling jatuh di jalan yang membuatnya terpaksa memungut satu persatu buah itu dijalan, saat orang lain hanya menonton, gadis itu turun ke jalan membantu. Hanya saja wajah yang David lihat bukan Aralia si CUPU , tetapi Aralia yang berdiri di samping bathup memakai jubah mandi dikamar Hotel yang sama dengan yang David tempati. Karena itu David sangat terkejut melihat penampilan Ara waktu itu.
Aralia merupakan sosok perempuan yang baik, selama menjadi Sekertaris pribadi David, Ara adalah gadis yang sopan, santun dan memegang adat ketimuran. Ara juga ringan tangan dan tidak pandang bulu membantu sesama. Aralia wanita yang sangat disegani dan disayangi banyak orang walaupun wajahnya jelek dan pakaiannya yang selalu kebesaran.
Saat David melihat wajah asli Aralia dan mengingat semua kebaikan serta kepolosannya, bagaimana mungkin David tidak menaruh simpati pada gadis itu. Hanya pria bodoh yang bisa mengabaikan semua yang terdapat dalam sosok gadis bernama Aralia. Dan David bukan pria yang bodoh.
" Saat aku melihat berkas lamaran yang Aralia ajukan, jujur saja jika aku melihat dari sisi pendidikan, aku sudah membuang CV tersebut. Tapi begitu Daniel menunjukkan segudang prestasi gadis itu, aku mulai penasaran dan berniat untuk mengujinya. Sialnya semua ujian yang aku berikan lolos, semua itu memaksa diriku untuk menerimanya menjadi Sekertarisku..." ucap David tak ingin Daniel disalahkan.
" Sepertinya , anda sudah menyiapkan semuanya dengan baik, Nona Kesya..." selidik Daniel.
" hahaha...bagaimana mungkin , seorang Kesya menaruh kelinci manis ke dalam kandang singa tanpa membekali si kelinci dengan ilmu untuk berlari dan berfikir meloloskan diri..???" ejek Kesya.
__ADS_1
" kalian pikir, aku bodoh...??? Dari kecil aku melatih semua kemampuan nya,musik bermain piano, harpa, biola, gitar dan kecapi. Bahkan aku menyuruhnya les Tari Ballet. Aku mengajarinya beladiri, adu balap, memanah, menembak dan berkuda. Semua itu aku lakukan agar gadisku pantas bersanding dengan putra bangsawan dari kalangan atas seperti anda Tuan..." menatap David dengan sebuah senyuman tipis, seolah membenarkan bahwa karena semua bakat itulah David tertarik pada gadisnya.
Daniel menatap tak suka pada Kesya, sedang yang ditatap santai dan terkesan acuh , berpura pura tak diperhatikan.
David menghela nafas panjang, inilah yang dia tidak suka saat harus berurusan dengan wanita. Wanita merupakan sosok yang menyimpan segudang misteri, jika di ibaratkan , sebuah kotak pandora yang dapat terbuka, begitu kita mengintip didalam ternyata ada kotak pandora yang berukuran lebih kecil lagi terkunci...begitu seterusnya.
" Lalu, apa hubunganmu dengan Aralia...???" tanya David mengalihkan pembicaraan.
Kesya tersenyum tipis, kemudian menatap David intens.
" Jika bukan karena Aralia Ku, dari tadi aku pasti sudah menghajarmu dan menembakmu mati ditempat, kau tau bukan aku orang seperti apa dalam dunia gelap..." ucap David mulai jengah pada wanita didepannya.
Tidak mungkin seorang Kesya mempercayakan sesuatu yang begitu berharga ketangan orang lain, sebelum dia mengorek informasi tentang orang itu terlebih dahulu.
" ternyata anda bukan orang yang humoris..." ucap kesya sambil terkekeh kecil.
__ADS_1
" Sisi humoris ku akan nampak hanya pada orang yang aku sayangi, dan kau tidak masuk dalam daftarku..., jadi jelaskan.." nada David sudah naik satu oktaf tanda ia tak main main dengan ucapannya. Jika sampai Kesya salah bicara sedikit saja pada David, sudah dapat dipastikan akan ada pertempuran di lantai 20 kamar no.3 di Hotel miliknya.
Kesya memandang David lalu tersenyum..." baiklah....."
*
*
*
*
*
@ara❤
__ADS_1