Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
Cemas


__ADS_3

" Jujur saja, Niel sangat berharap dengan ada nya dirimu, Ruby bisa sedikit melunak hati nya...."


Maya mendesah, " tapi sayang semua itu hanya mimpi bagi Niel....."


" Setelah Ruby pulih dari rasa sakit akibat operasi yang harus di jalaninya, dia pergi, dan yang lebih mengejutkan lagi, Ruby bersekongkol dengan genk mafia untuk mencelakai ibu...."


" saat itu ibu tengah mengandung, Ruby membayar pembunuh bayaran untuk membuat ibu meninggal, dia juga menghancurkan perusahaan dengan sebuah ledakan dasyat..."


" tapi rencana nya gagal, perusahaan memang hancur dan butuh satu tahun untuk mengatasi permasalahan nya, untung nya perusahaan yang Ruby hancurkan hanya anak perusahaan..., tapi ibu..., sempat mengalami koma selama dua minggu...., bahkan jika dalam kurun waktu lebih dari dua minggu ibu tidak sadar juga, bayi dalam kandungan ibu akan hilang...., ibu akan keguguran...." ucap nya menunduk...


" dan yang ditakut kan Vier terjadi, ibu...., ibu keguguran di usia kandungan ibu yang baru lima minggu..., tapi bersyukur nya keadaan ibu baik dan rahim ibu tidak mengalami cidera walaupun ibu harus merelakan janin yang baru tumbuh di dalam nya meninggal...."


" Vier sangat marah besar, mengingat janin dalam kandungan ibu masih sangat kecil dan juga kondisi ibu yang saat itu koma lalu keguguran..., tapi saat melihat mu, Vier memerintahkan Niel hanya untuk mencari dan menangkap ibu mu, lalu memasuk kan nya ke dalam penjara...."


" Ruby dan komplotan nya di tangkap, awal nya mereka di jatuhi hukuman seumur hidup, karena rencana pembunuhan, juga mengganggu fasilitas umum, serta membunuh beberapa orang di dalam gedung, tapi karena Niel kasian melihat Ruby, akhir nya mereka hanya dijatuhi dua puluh dua tahun penjara...."


" awal nya Niel ingin menceraikan ibu mu saat ia pertama x masuk penjara, tapi ibu melarangnya...., ibu masih berharap jika hubungan itu benar benar terjadi...., lagi pula saat itu kau sangat butuh sosok ibu bukan....???"


" Seperti nya Niel berusaha menahan ego nya demi dirimu..."


" Niel sering menengok Ruby di penjara dan menunjukkan foto mu padanya, tapi Ruby selalu berteriak histeris...., mencaci dan memaki..."


" Setiap pulang dari sana, Niel selalu menemui kami dan menggelengkan kepala, tanda Ruby tak pernah berubah..."


" Tak ada cinta di hati Niel maupun Ruby, membuat ikatan pun seperti nya sulit, hal yang sangat mustahil untuk kata bersatu dan untuk kata bersama saat itu...."


" hingga saat hari pembebasan, Niel menceraikan Ruby , mengirim Ruby menjauh dari keluarga Vier dan juga menjauhkan mu dari nya...."


" tapi siapa sangka, kejadian dua puluh dua tahun yang lalu terjadi lagi...., Sesuatu yang kami tidak pernah prediksi sebelum nya...., hal yang menurut kami , baik aku, ayahmu juga Vier anggap tak mungkin..., tapi Ruby benar benar melakukan nya...."


" Ruby bersekongkol dengan seseorang untuk membunuhku...., dia mengetahui jadwal kegiatan ku"


" menurut prosedur yang ayah mu terapkan..., Niel harus mengawal secara pribadi dan memastikan aku selamat hingga pulang ke masion....."


" jika Ruby bisa membunuhku...., itu arti nya Niel juga akan mati...., karena Ruby berencana meledakkan pesawat pribadi yang aku tumpangi saat itu...."


Maya menatap sela sela tembok lalu ke langit langit dalam ruangan....


" Malam sebelum kejadian, tiba tiba jadwal berubah, Vier harus pergi secara mendadak , jika dia menggunakan pesawat kormesil, akan memakan waktu yang lumayan lama...., jadi Vier menggunakan pesawat pribadi sementara aku menggunakan pesawat komersil keesokan hari nya, Niel yang begitu khawatir akan kondisi Vier yang memang saat itu sedang kurang Fit, memaksa ikut bersama ...., Dan....."


" saat aku ingin melangkahkan kaki ku ke bandara...., hiks...hiks....hiks...., aku mendapatkan dua peti dengan dua pria meninggal dalam keadaan mengenaskan..."


Maya mulai menitik kan air mata nya kembali.....


" jika kau bertanya apakah aku marah...., sesungguhnya aku begitu marah, aku ingin sekali membunuh nya...., tapi bukan karena dia telah membunuh suamiku...., tapi....."


Maya menarik nafas sesaat , menatap langit langit dan kembali melihat Daniel.....


" aku marah karena wanita itu sudah membuat kalian harus menjadi yatim..., aku marah karena wanita itu begitu egois...., dia gila...., dia sungguh gila...., aku...., aku....."

__ADS_1


Daniel memeluk ibu nya...., wanita itu menangis.....


" dia telah membuat hati ku melayang separuh...., dia merampas Vier dan Niel dengan cara yang begitu menyeramkan....., dia..., dia....."


Maya kembali menangis di pelukan Daniel.....


Sekitar lima belas menit, tangisan mereda...., Daniel melepaskan pelukan nya dan menatap wajah ibu nya yang sangat kacau..., wanita yang selalu tersenyyum sesulit apapun hidup nya, tapi kini dia melihat wanita itu menangis..., raut wajah sedih, keriput yang tterlihat, rambut yang sudah sedikit memutih....


" aku meminta Sam untuk menangkap dan memasukkan nya ke rumah sakit jiwa, karena aku berfikir, penjara bukan lah tempat yang bagus untuk nya, dia gila, dia tidak bisa sembuh jika di kurung disana....., tapi....???"


Maya mengelus wajah Daniel....


" bagaimana wanita itu bisa bebas dan bagaimana wanita itu bisa berkeliaran di sekitar anak ku....???"tanya Maya bingung.


" itu yang sedang kami pikirkan bu..., pasti ada seseorang yang membantu nya....., dan orang itu pasti orang dalam...." ucap David.


Daniel tak bergeming menatap sang ibu..., pria itu sedang berfikir...., jika wanita itu bisa membunuh nya, target berikut nya adalah sang ibu....., tapi jika dia bicara seperti itu dalam keadaan seperti ini, ibu nya pasti cemas dan memikirkan dua putri nya...


"Bu...."


" hmmm...." Maya menatap Daniel.


" apa....???, katakan...???"


" tinggal lah disini sementara waktu...."


" aku masih membutuhkan mu, Bu....."


Plak.....


" jangan begitu...., jangan selalu membuat wanita patah hati, yang x ini sudah benar..., pilihan mu x ini sudah benar..., tidak kah kau lihat dia begitu cemas...."


Daniel diam menatap ibu nya.....


" Dengar kan ibu...." Maya mengambil telapak tangan Daniel..., dan menaruh di atas pangkuan nya....


" Seburuk buruk nya wanita itu, dia tetap ibu mu...., jadi jika ada hal yang mengganjal di hati mu, tanyakan pada nya...., dan jangan melakukan hal yang bisa kau sesali untuk kedepan nya....."


" aku ingin semua tetap terkendali..., aku ingin kau tetap bahagia..., aku ingin kau selalu bahagia...." usap maya di pipi Daniel.


Daniel hanya diam.....


" aku tetap akan membunuh nya, jika dia berani menyentuhmu, Bu....."


Maya tersenyum dan memeluk Daniel....


" aku sangat sayang padamu...." melepas pelukan lalu bangun menuju sang gadis...


Memeluk gadis itu dan berbisik....

__ADS_1


" dia memiliki hati yang begitu lembut jauh di sana...., bukankah kau bisa merasakan nya....??" Bella mengangguk dalam pelukan...


" dia hanya terlalu egois karena takut terlihat lemah..., dia sangat butuh dirimu sebagai tempat pulang dan beristirahat sejenak, jadi bersabarlah...." Maya melepas pelukan.


" jaga putraku...." tatap nya pada Bella dan di jawab anggukan.


Maya tersenyum dan berjalan keluar....


Tapi baru beberapa langkah...., Maya kembali berjalan mundur...., dan berteriak histeris....


" Akkkkhhhh....., rambutku...."


Ternyata dia menatap kaca yang berdiri disana..., melihat sekilas penampilannya yang sangat aneh....


" aku sangat terlihat jelek...." ucap nya mengeluarkan beberapa peralatan kecantikan dari dalam tas nya.


Daniel tersenyum dan bangun dari kasur nya....


" Anda cantik....." peluk nya dari belakang.


Maya terkejut, Daniel mengambil sisir di tangan ibu nya dan mulai menyisir..., setelah ritual dandan selesai, Daniel kembali memeluk ibu nya....


" bisakah aku menahan mu sekali lagi..., Bu...."


Maya berbisik.....


" Jika aku memang ditakdirkan tetap hidup di antara kalian, beribu tusukan atau racun tak akan mampu membunuhku..., tapi jika aku memang tak layak hidup jauh lebih lama daripada hari ini, aku pastikan jalan itu yang terbaik untukku...., bukan karena seorang Ruby, juga bukan karena seorang Daniel...."


Daniel melepas pelukan dan menatap dalam wajah ibu nya...., wanita itu tau, bahkan dia bisa membaca ke khawatiran Daniel saat semua orang tak menyadari nya....


" Bu...."


" aku menyayangimu....., sangat..., kau putraku..., seburuk apapun kehidupan mu di masalalu, kau putraku..., tak peduli kau lahir dari rahim yang mana..., yang aku tau kau putraku...., jaga saudaramu untuk ku..., hanya kalian yang aku punya...., hmmmm...."


" Bu...."


Maya kembali memeluk Daniel....


Maya melepas pelukan nya, lalu menuju David dan memeluk nya bergantian dengan Bella...., Lalu pergi meninggalkan ruang.


*


*


*


*


@ara❤

__ADS_1


__ADS_2