Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
Shut Up


__ADS_3

David berjalan tergesa gesa menuju ruang kerja Richard, sepanjang jalan menuju ke lantai bawah, David memasang wajah kesal dan aura dingin nya sangat terpancar disana...


BRAAAKKKK....


Tampak dua orang berdiri tak jauh dari kursi singgasana Richard disana.


" jelaskan...."


Pria itu mengeluarkan secarik kertas dari dalam saku kemeja nya dan menaruh kertas itu di meja.


David melirik kertas itu sekilas......,


" lalu....???"


Daniel menghela nafas nya sebelum berbicara pada sang majikan...., Daniel punya firasat buruk saat melihat wajah majikan nya yang garang...


" Kesya tak bisa membaca tulisan itu , Tuan..., aksara bali..., harus dibaca keseluruhan baru bisa dimengerti arti dari semua pesan nya...."


David memandang tajam pada Gadis disamping Daniel..., Bella menunduk takut memegang tangan Daniel dan berdiri di belakang tubuh sang Asisten....


Daniel tampak tak menolak tangan sang gadis bahkan nampak terlihat melindungi nya...


David menghela nafas nya, berusaha mengatur esmosi nya..., dapat David ambil kesimpulan gadis itu spesial dimata pria yang telah di anggap nya kakak...., dan dapat dipastikan apapun akan di tempuh Daniel walaupun harus nyawa taruhan nya...


" apakah ini setimpal....???" tanya David...


" hanya mengandalkan feeling , Tuan...."


" semudah itu...??"


" seperti itu lah yang saya rasa ....., mungkin anda akan jauh lebih mengerti...."


" DANIEEELLLL......" teriak David


" sorry....." Daniel hanya menjawab pelan dan menunduk...


David menghela nafas nya kembali...


" aku tak akan membantu nya..., jika itu berurusan dengan Aralia ku..."


" saya tau , Tuan..., saya hanya berusaha memberitau kejadian sebenarnya..."


" perintahkan Mark mencari penterjemah itu, bahkan bila perlu aku akan membayar nya mahal..., tapi tidak dengan Aralia ku..., paham..."


Tanpa mereka semua yang ada diruang sadari sepasang mata menatap tajam dan memasang kuping nya sedari tadi...Pintu ruang kerja tak bergitu tertutup..., sehingga Aralia dapat mendengar sedikit suara kekasih nya yang nampak esmosi...


Aralia masuk..., " penterjamah apa...???"


" Honey....???"


" Nona....???"


" kakak rumah sakit....???"


Aralia menatap secarik kertas di atas meja..., David mengambil kertas itu melipat nya dan menyimpan di dalam saku celana nya....


" kenapa kau keluar...???, apa para pekerja itu selesai dengan tugas nya....???" ucap David dingin...


Aralia berjalan mendekat....., netra nya menatap pasti pada pria di depan nya...., tangan nya terulur mengusap pipi sang kekasih...


David melirik Daniel...., mengisyaratkan dengan mata agar mereka meninggalkan tempat tersebut...


" kami permisi, Tuan..."


Daniel menggandeng tangan gadis itu , keluar dan menutup pintu pelan...


" katakan..." Aralia duduk diatas pangkuan David..., mulai meraba dada pria itu...


" tidak ada yang perlu aku jelas kan..."


" Ck...., apa yang kau takutkan....???"

__ADS_1


" dirimu...."


" sayang...."


" tidak...."


" bukan kah kau lebih mengenal Daniel daripada aku...???, kau lihat tadi..., asisten mu menjaga betul gadis itu..."


" aku tak peduli...."


" astaga pria ini..., sebenar nya apa yang terjadi..., aku makin penasaran kan...???, tapi bagaimana membujuk nya coba...???"


" jangan berusaha membujuk ku dan berpikir bagaimana cara membujuk ku..., sekali ku bilang tidak akan tetap tidak..."


Aralia mengecup tekuk pria itu dan memberikan sentuhan pelan...


" kau meragukan ku...???"


" tidak..., sifat mu yang ku ragukan...."


" sayang...."


" ayolah..., sayang..., aku hanya ingin membantu..."


David tetap diam dengan tatapan dingin ke arah depan tanpa memandang sang gadis...


Aralia mengelus dada pria di depan nya, kembali mengecup leher sang pria berharap mendapat respon setelah nya...


" sayang...."


" oh..., came on..., aku tak akan bertindak jauh..., apa dirimu tak lihat tatapan memohon dari Daniel...., please...."


" Ck...., gadis ini...."


" please...."


" hanya menterjemahkan..., tak lebih...., bisakah kau berjanji...???" akhir nya pertahanan David bobol juga...


" Ck...., bangun dari pangkuan ku...., kau membuat sesuatu dibawah sana sesak...."


" upsss....., sorry...." ucap nya bangun dari pangkuan....


tok...tok...tok...


" masuk..."


Daniel masuk kembali keruangan tak berapa lama setelah acara bujuk membujuk selesai....


" seperti sebuah kabel setruman saja, tau kapan harus pergi dan harus kembali...." bingung Bella menatap Pria di samping nya...


" aku hanya memberimu tugas menterjemahkan...., ingat...." ancam David...


" siap bos...." tegas Ara dengan tangan di dahi tanda hormat.


" Ck...." David menatap gadis nya kesal , mengambil kertas disaku celana nya dan menyerahkan pada kekasih nya....


" Wow....., sepertinya orang yang menulis ini sangat sengaja membuat tulisan nya jelek...." ejek Ara


" tapi masih bisa dibaca kan, Nona...???"


" off course...., percayakan padaku..., hehe..." cengir Ara


" Ck..., berhenti bersikap manis pada pria lain..., aku tetap akan menghukum pria itu walaupun dia telah ku anggap saudaraku..."


Aralia menatap kesal ke arah David..., " dasar...."


Gadis itu mulai serius menataptulisan dalam kertas yang dipegang nya..., tiba tiba tangan nya berhenti...


" siapa keturunan Abrail...???" tanya Ara..


" saya, Nona..., nama saya Abella Abrail..."

__ADS_1


Aralia menatap gadis di depan nya..., menyusuri nya dari kepala hingga kaki....


" apa kau punya hubungan dengan, Leo Abrail....???"


" anda kenal kak Leo...???, dia kakak saya, Nona...., tapi kini dia di culik...."


" WHAT.....???, Leo di culik....???, tunggu dulu..., maksud kalian kesini untuk menemukan tempat Leo di culik melalui tulisan ini...???"


" betul ,Nona..." kini Daniel yang menjawab...


" Damn...." kesal Ara....


" apa anda kenal kakak ku...???"


" off course..., dia pria yang baik...., dia selalu membantuku dulu saat aku bekerja di sebuah panti sosial..., dia sangat suka mengadakan penggalangan dana sedang aku hanya bisa membantu dengan tenaga saja...."


" OMG...., ZAHRA...., REALY...., apa kau zahra....???, gadis yang berhasil membuat kakak ku tak bisa membuka hati lagi..., hingga saat ini....???"


" ekhemmmm....., tutup mulutmu..., atau kita akan kehilangan penterjemah karena ucapan mu...." bisik Daniel...


" ups...."


" sudah selesai nostagia nya...., apa sekarang kau bahagia, akhir nya kau menemukan penghubung yang bisa mempertemukan lagi antara kau dengan pria lama mu....???, atau cinta pertama mu....???" ucap David tajam...


" siapa...???, Leo....???"


" shiiittt...., kau bahkan memanggilnya dengan mesra..." David bangun dari duduk nya dan hendak melangkah pergi..., tapi sebelum itu sudah dipeluk Aralia dari belakang....


" aku hanya cinta padamu..., Im your's...., apa kau mulai meragukan ku...., sayang...."


Daniel berbalik badan memeluk gadis itu dan secara otomatis menutup mata sang gadis akan drama yang sebentar lagi akan dilihatnya....


Dan benar saja seperdetik berikut nya David berbalik badan dan mencium bibir Aralia dengan rakus...., begitu lama dan saat sang gadis hampir mencapai maximum nafas nya ciuman itu baru David selesai kan....


" aku tak suka kau menyebut nama pria lain selain diriku dengan mata berbinar cerah seperti tadi...., paham...."


Aralia yang masih syok dengan ciuman yang sangat lama itu hanya mengangguk tanpa bisa berkata....


" ekhem...."


Daniel melepas pelukan itu dan berbalik arah kembali ke depan....


" honey...."


Aralia diam tak menjawab...


" honey...., hei..., jika kau tak meneruskan terjemahan nya aku akan membawamu pergi sekarang juga...." ucap David mengelus pipi gadis nya...


Aralia mengedip kedip kan matanya, menjernikan otak nya yang syok dan juga mengatur nafas nya kembali, lalu menatap pria di depan nya dan melayang kan tinju ke arah perut nya...


BUGH....


" awww...., ini sakit honey..." ucap David sambil tertawa kecil...


" Shut Up....." kesal Aralia...


Aralia kembali fokus pada kertas di tangan nya....


" Mata elang menyembunyikan gadis itu di inggris...."


*


*


*


*


*


@ara❤

__ADS_1


__ADS_2