Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
kembali pulang


__ADS_3

" putriku..." Rebbeca menangkup wajah Putrinya, dirinya seakan tak percaya jika saat ini gadis dalam pelukannya adalah putri yang telah lama ditunggu dan di nanti kedatangannya.


"sayang..., lihat wajahnya sangat mirip denganmu..." Rebbeca mendaratkan ciuman ke pipi sang gadis dan memeluk tubuhnya kembali.


" aku merindukanmu..., sangat...,oh...,Tuhan..., putriku pulang, ia pulang..." matanya melihat ke arah David dibalas anggukan oleh David.


Aralia hanya diam mematung, tiba tiba air mata jatuh ke pipi nya. Richard menghampiri mereka, dua wanita yang membuat nya jatuh cinta dan rela berkorban apapun saat ini di depan mata nya, berpelukan dan saling melepas rindu selama 20tahun karena sebuah ke egoisan dan ketidak mampuan nya.


" Kau tak ingin memeluk Daddy mu..., sayang...???" tanya Richard membuat pelukan itu terlepas. Richard tersenyum menatap putrinya.Lalu ia memeluk Aralia.


" akhirnya kau pulang..."


" Aralia..., maafkan Daddy....." Richard seperti menahan sesuatu yang bergejolak dihatinya.


" akan lebih baik kita bicara di dalam..., disini view nya kurang bagus..." ucap David.


" ah...ya..., kau benar nak, mari masuk..., ada banyak hal yang ingin mommy tunjukkan padamu..." Rebbeca menggandeng tangan Aralia menuju ke dalam massion utama.


" kita ke atas...., mommy ingin mengajakmu kesuatu tempat..., ayo sayang.." pinta Rebbeca. Aralia menatap David, dibalas senyuman olehnya.


" aku menunggumu di bawah sini..." ucapnya dengan tangan terulur mengelus poni Aralia. Gadis itu tersenyum dan mengganggukkan kepala.


Rebbeca membawa Aralia ke suatu ruang..., disana banyak pakaian dan beberapa kain yang tersusun rapi.


" kemarilah sayang..." Aralia mendekat.


" kau ingat ini..." menunjuk sebuah pakaian dengan logo butik nya di Paris..


" ini..." Aralia menatap Rebbeca.


" Ya... ini adalah tempat dimana aku membuat pakaian khusus untukmu, mainan boneka merah dengan pita dikanan , tas ransel berwarna kuning bergambar home , selimut tebal dengan ukiran bunga tulip..., kau ingat...???" Rebbeca tersenyum mengelus pipi Aralia.


" mommy membuat nya sendiri dengan kedua tangan mommy..., mommy berharap kau tetap merasa hangat disana..., berharap dirimu tak kekurangan apapun...mommy..." Rebbeca diam tak dapat meneruskan ucapannya...Aralia terkejut, seperdetik kemudian ia menangis dan memeluk Rebbeca. Ia tak menyangka jika Mommy nya ternyata tak pernah jauh darinya, mommy nya selalu di dekatnya, bahkan semua benda yang ia butuhkan , mommy nya sendiri yang membuat untuknya..., ah...haruskah ia kini marah pada keadaan atau sedih pada kehidupan yang telah mempermainkannya.


" mommy mohon maafkan mommy, maafkan mommy..., jangan membenci kami..., Daddy mu...dia..., dia..." Rebbeca merancau tak henti henti. Dadanya kini sesak..., sangat sesak..., ia terus memeluk wanita di depan nya, membiarkan wanita itu meluapkan kesedihannya selama ini, ia tau bukan hanya ia yang terluka tapi wanita itu yang saat ini dipeluknya pun jauh merasakan rasa sakit, terluka dan kesedihan yang mendalam daripada dirinya.


Rebbeca melepas pelukan dan menangkup wajah putrinya...," sayang..., mommy mohon jangan benci Daddy mu, percayalah, jika ada jalan lain kami sangat tidak ingin memilih perpisahan ini, Daddy mu sangat terpukul setelah kepergianmu, ia merasa sangat bersalah tak bisa mempertahankanmu disisi kami. Daddy mu hanya pria biasa, ia tak tau cara berkelahi ataupun peperangan dengan senjata seperti Kesya dan kekasihmu David..."


" aku bersyukur, kau memilih pasangan yang tepat, setidaknya karena dia kini kita bertemu, kau tidak tau apa telah kekasihmu lakukan agar kau tetap aman selama di Paris..., ah...mommy sangat senang..., pria itu terlihat begitu mencintaimu..."


" David...???"


" ya, David mengirim seluruh anak buah terlatih, mengamankan area, bahkan pelayan serta koki khusus untuk melayanimu..., ah..., ia pasti sangat mencintaimu..." Aralia hanya tersenyum mengangguk.


Ya, pria itu memang yang terbaik, jika dulu dimatanya seorang David merupakan pria dingin yang menyebalkan kini yang ia tau David pria yang lembut, berkarisma, dan sangat baik.


" ia sangat baik..." cicit Aralia.Rebbeca mengelus rambut putrinya yang terurai. Tiba tiba ia teringat sesuatu...

__ADS_1


" sayang, bagaimana kabar Kesya ....???"


" ia sudah menikah..."


" Apa..., kenapa aku tak di beritau..." Rebbeca bertolak pinggang dengan muka marah. Terlihat lucu dan menggemaskan..., membuat Ara tertawa kecil.


" apa yang lucu..???"


" Kesya selalu bilang, jika aku kesal dan sangat marah wajahku seperti mommy..., tadi nya aku bingung, tapi sekarang...." Ara kembali tertawa membuat Rebbeca tersenyum menatap putrinya.


" ayo...., kita ke kamar mu..., kau pasti penasaran kan???, kamar itu selalu terkunci, tapi entah kenapa bisa terdapat penyadap disana..., ah..., kalau saja Tuan Daniel tidak datang, kami tidak tau jika dirumah ini ada mata mata dan musuh yang menunggu kepulangan mu..." ucap Rebbeca lemas. Aralia memicingkan mata.


" musuh...???, penyadap....???, maksud mommy...???"


" ah ..., jadi Kau belum tau, satu hari sebelum kau kesini, Nak David mengirim Tuan Daniel memeriksa seluruh rumah utama dan banyak sekali penyadap serta pengintai disini..., dan pembuat onar itu baru tertangkap tadi pagi sesaat sebelum kedatanganmu..."


" mereka bertarung dengan sangat brutal, sungguh menakutkan..., lutut mommy sampai ingin lepas dari engsel nya..."


" tertangkap...???" Aralia teringat ucapan Daniel pada seseorang sesaat sebelum sampai ke rumah ini, saat di dalam mobil.


" astaga ...., kau tak tau sayang...???" Aralia menggelengkan kepala.


" David tidak memberitahu dirimu...??" Aralia kembali menggeleng.


" sepertinya ia sengaja merahasiakannya darimu agar kau tak cemas..." Aralia mengangguk mencoba berfikir positif.



" kemarilah sayang...., masuklah..., ini kamar khusus untuk mu, apa kau suka..." tangan nya menarik pelan putrinya masuk.


" ini sangat indah..." ucap Ara...


" ah, syukurlah..., oh...ya..., kamar ini langsung menghadap ke arah taman disamping dimana banyak bunga cantik dan sebuah gazebo kecil untuk kau langsung beristirahat tanpa seseorang tau..." ucap nya lagi.


" tapi kini tepat di depan sana ada dua penjaga, katanya agar kau aman..." Rebbeca mendes*h begitu ia menceritakan semua pada putrinya.


****************


****************


Kembali ke ruang tamu


Mark dan Jack muncul saat Aralia sudah sampai di atas.


" Tuan..."


" Bos..."

__ADS_1


" kenapa lama sekali..."


" maaf, mereka seperti tau jika telah dicurigai..., sempat terjadi perlawanan tapi mereka tetap dapat kami lumpuhkan...." cicit Mark dengan kepala tertunduk.


" Ck..., dimana mereka...???" tanya David.


" mereka di bawa ke gudang tua , atas perintah Tuan Daniel..."


" saya takut mereka mata mata yang diutus untuk mengetahui keberadaan kita, Tuan..." ucap Daniel. David menghela nafas sambil tangan memijit pelipis tanda ia khawatir kini.


" aku ingin penjagaan di perketat...dan untuk mereka, habisi mereka semua malam ini..." ucap David.


" Baik..., Tuan..." mereka semua menunduk dan menjawab serempak.


" kapan acara konfrensi pers akan di adakan , Tuan Richard...???" tanya David.


" secepatnya..., bukankah putri ku sudah pulang, mereka harus tau jika putriku sudah kembali bukan...???"


" bisa kah anda tunda hingga kepulanganku satu minggu lagi..." tatap David meminta.


" apa akan terjadi sesuatu...???" tanya Richard.


" tidak..., hanya saja aku merasa lebih tenang jika aku ada disamping Aralia ku..." ucapnya memastikan Richard.


" Nak..., kau kekasih putriku..., jangan memanggilku seperti orang asing, aku sangat tidak nyaman..., dan bisakah kau jujur padaku saja, jika memang sesuatu buruk akan terjadi , aku harap aku juga mengetahui, walaupun tak bisa membantu tapi setidaknya , aku tidak merasa seperti orang bodoh di sini..."


David menghela nafas..." Putri mu..., kedatangannya telah ditunggu oleh musuh..., dan kali ini musuh yang kalian hadapi bukan orang sembarangan , ia sebuah organisasi yang bergerak di dunia mafia dan musuhmu..., dia termasuk salah satu rival terbesarku..." ucap David menatap Richard tajam.


" ba...bagaimana bisa...???"


" Alex..., semua atas perintah Alex..." kini Daniel yang menjawab.


" adikku..." Richard mengepal tangan hingga uratnya keluar dan telapaknya memucat.


" jika suatu saat Alex berani menyentuh Aralia ku..., maaf...., bagi ku hanya kematian jalan yang pantas untuk nya..." ucap David


" akhirnya perang ini benar benar terjadi...." Daniel.


*


*


*


*


@ara❤

__ADS_1


__ADS_2