Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
Maaf


__ADS_3

David memasuki suatu ruangan yang khusus untuk nya beristirahat atau hanya sekedar membersihkan diri dari sisa sisa bau darah anyir yang menyesakkan hidung.


" Tuan.."


" hmmm..???"


" kita sudah memasang chip di kepala pria itu, kita hanya tinggal menunggu dia sadar saja , Tuan..."


David diam.


" Tuan...???"


David memandang Daniel kemudian menghela nafas, " jika aku sudah menjatuhkan pilihan, kau pikir aku bisa mundur lagi...???"


Kini gantian Daniel yang menghela nafas mendengar jawaban Tuannya , " mandilah dulu Tuan, Jack dan Mark sudah menunggu di Hotel..."


" hmmm..."


Daniel tidak pernah melihat Tuannya se protektif ini saat ia jatuh cinta dulu, tapi untuk gadis nya kali ini Daniel bukan hanya melihat sifat Tuan mudanya yang lain tapi juga melihat ketakutan Tuan mudanya yang begitu besar.


" Tuan..., jika merasa terbebani bukankah harus kita lepas...???" tanya Daniel saat David telah keluar dari bathroom. Daniel memakaikan jas dan juga dasi Tuannya.


" aku merasa berbeda untuk kali ini..." balas David.


" anda harus menjaga 4 wanita sekaligus dalam hidup anda. Nyonya besar , Duo J, dan kali ini Nona Aralia...belum lagi anda harus memastikan Kesya tetap hidup setelah pelariannya selama 20 tahun.."


" apa kau ingin pergi dari hidupku...????"


" ANDA TAU DENGAN PASTI JAWABANNYA..." Daniel terlihat kesal dengan pertanyaan David.


"....Daniel......"


" ....aku mencintainya...!!"


" dapat terlihat jelas...,Tuan...!!!"


" jadi apa lagi yang perlu kau tanyakan...???"


Daniel memandang wajah Tuannya dengan teliti. Wajah yang selalu sendu setelah kematian Tuan Besar, wajah yang selalu murung saat ingin menghadiri pesta ataupun acara pernikahan. Wajah yang selalu dingin disetiap rapat. Wajah yang selalu tegas saat berada dirumah sebagai kepala keluarga pengganti Ayah nya yang telah tiada.


Tapi kali ini wajah itu tampak berbeda, wajah itu terlihat lebih ceria, walau terkadang terlihat kesal, tapi sedetik kemudian seperti orang gila , Wajah itu tertawa atau menunjukkan senyuman nya yang paliiiing manis. Ini semua karena sebuah nama " Cinta ".


" aku tidak tau kenapa aku bisa mencintainya, Daniel......, Aku juga tidak tau kapan cinta itu hadir. Aku merasa nyaman saat di dekatnya.., apa kau harus memaksakan Ku untuk melepasnya...???"


" Daniel....????"


Ya, David tau Daniel tak setuju setelah jati diri Aralia yang sebenarnya terbongkar malam itu , dapat terlihat jelas dari sorot matanya yang tegas dan sedikit lebih sendu. Bukan karena tak menyukai gadis itu, tapi karena mencemaskan dirinya. Walaupun begitu hatinya tak bisa menerima keputusan yang Daniel inginkan.


" kita ke Hotel sekarang..., Tuan. Mereka sudah menunggu...." akhirnya Daniel mengakhiri perdebatan.


" hmmm..." David berdiri meninggalkan markas diikuti Asistennya itu.


Daniel membuka pintu mobil untuk Tuan muda. Memutar badan menuju kemudi depan, lalu pergi meninggalkan tempat tersebut menuju Hotel untuk berbicara dengan Jack, Mark dan juga sang penjaga Kesya.


Sungguh hari yang melelahkan untuk seorang Daniel. Tapi inilah takdir dari pria yang bernama DANIEL SAMANTHA, tangan itu tetap akan dia genggam hingga suatu hari nanti tangan itu sendiri yang melepasnya. Menjalankan Sumpah yang telah meresap ke dalam darah dan dagingnya. Hidup dan nyawanya akan ia berikan untuk seorang David Savier sampai kebahagiaan mendatanginya. Selama kehidupan Tuan mudanya masih diliputi kesedihan, tubuhnya harus tetap kokoh berdiri, menjadi penopang untuk sang penguasa seorang..., Tuan Muda DAVID SAVIER.


" walau ini sulit, tapi dapat saya pastikan , anda akan meraih tujuan anda....." Daniel.


*************


Dikamar hotel,


derrrttt....deeerrrrttt....


"kenapa baru angkat teleponku..."

__ADS_1


"aku dikamar mandi........"


" Ck, memangnya kamar mandimu seberapa luas sampai harus begitu lama mengangkat telepon..???"


"sayang......"


" kau sudah makan...???, pelayan itu sudah mengirim makanan ke kamar kan???"


"sudah , baru saja selesai....."


" bagus..., setelah ini istirahatlah, nanti sore dandan cantik, kita kerumah Paman..."


"tidak mau....."


" kau gila..., aku tak suka penolakan..."


"tapi......"


" tidak usah banyak alasan, nanti sekitar jam 5 akan ada seseorang mengantarkan gaun dan asesoris yang harus kau kenakan..., saat kujemput kau harus sudah siap..."


tut...tut...tut...


" iiisssshhhh....., menyebalkan..." guman Ara memandang ponselnya.


Kesya tertawa melihat tampang gadis yang telah beranjak dewasa. Sungguh cinta bisa membuat siapapun gila. Baru satu jam yang lalu luapan cinta menggebu gebu keluar dari bibir gadisnya, sekarang dia melihat wajah itu sudah memajukan bibir tanda kesal.


" kau itu aneh...????"


" pria itu yang aneh.., dia memaksaku ikut ke rumah pamannya yang sudah di anggap ayah baginya..."


" untuk...???"


" perkenalan keluarga...!!!"


Kesya tertawa.., " bukankah itu bagus...????, tandanya pria itu serius mencintaimu kan...????"


" aaiisshhh....kau ingin hubungan ini berjalan sangat lama lalu digantung tanpa status...begitu..????"


" ya....bukan seperti itu juga....!!!"


" So...????"


" aku belum siap bertemu keluarga Tuan David Savier, mereka orang kaya dan terpandang. Bagaimana kalau nanti mereka tidak suka padaku, Kesya......"


"aku belum siap patah hati...."


PLAK....


Kesya memukul pundak gadis sedikit kencang dan membuatnya meringis karena kesakitan.


" Sakit ...." mengelus pundaknya yang habis dipukul.


" otakmu sudah tidak bekerja ya..., mencemaskan sesuatu yang belum pasti. iya kalau mereka tidak suka....., kalau mereka sengaja menunggu mu bagaimana..????, kau kan tau si bujangan itu tak pernah tersentuh cinta setelah patah hati...????"


" mana Aralia yang selalu kuat itu..., lenyap...??? atau sudah mati...????"


" Kesya..."


" sini, peluk aku..., kau pasti bisa menjadi Nona muda Mendampingi Tuan David Savier Mu itu.., semangattt...!!!!"


Saat mereka saling berpelukan, tiba tiba ada yang memencet bell. Aralia menghampiri pintu, tampak dua orang pria berwajah tampan berumur sekitar 20an lebih membawa dua paperbag ditangannya.


" apa anda Nona Aralia...???" Aralia mengangguk kemudian salah satu orang itu menyerahkan 2 paperbag ukuran besar....


" Tuan David menyuruh kami mengantar pesanan anda, dan meminta kami mengawal Kesya hingga selamat ke Paris.."

__ADS_1


" bukankah seharusnya jam 5 nanti...????"


" penerbangan malam sangat berbahaya Nona, lebih cepat lebih baik.." sahut mereka.


Aralia memandang Kesya dengan tatapan sendu, sebelum nya Kesya sudah izin pamit pada sang gadis, walaupun Aralia tidak begitu setuju tapi tetap saja ia harus merelakan kepergian wanita yang sudah di anggap mommy oleh nya. Kesya harus ke Paris untuk mengejar cinta nya, Pria kekasih Kesya sudah lama menunggu Aralia dewasa dan kini pria itu meminta janji yang dulu Kesya ucapkan. Janji nya kembali ke Paris dan menikah , hanya ketika sang gadis sudah mendapatkan seorang penjaga hati seperti yang selama ini Kesya lakukan.


" mereka mencarimu..." ucap Aralia sendu.


" Duo JM....????, kapan kalian datang???, aku merasa tersanjung kalian secara resmi menjemputku...???"


" kalian sudah saling kenal...???"


Jack dan Mark hanya tersenyum...," silahkan pesawat pribadi Tuan David sudah siap mengantar anda, Nyonya Kesya..."


Kesya memandang Aralia, gadisnya terlihat sendu.


" hei...kau sedih..., apa kau tak ingin aku pergi...??? kau ingin aku tetap disini...????" tanya Kesya.


gadis nya sedih itu pasti, Kesya orang yang selalu ada untuknya selama ini...., tapi bukankah dia juga tak boleh egois, Kesya pun berhak mendapatkan cinta, mendapat kan seseorang yang bersedia mencintai dan menjaganya hingga akhir hayatnya.


" saat hari pernikahanmu sudah dekat, kau harus kabari aku..., ya????" Aralia memeluk Kesya dengan erat lalu melepaskan pelukan itu dengan senyuman.


" ocreee...???" Kesya tersenyum lalu menganggukkan kepala tanda setuju.


" aku pergi ya...???"


" hmmm, hati hati..., setelah sampai tolong kabari aku..." pinta Aralia dan disetujui Kezya.


Aralia mengiring kepergian Kesya hingga mencapai lift yang akan membawa mereka kebawah. Saat pintu lift sudah tertutup, Airmata itu menetes tanpa izin.


Sama seperti yang terjadi pada Kesya , wanita yang selalu kuat, seorang bos mafia terhebat , ternyata kepergiannya kali ini begitu berbekas untuknya. Airmata itupun menetes sesaat membasahi pipi tapi cepat dihapus sebelum anak buah David melihatnya.


" Queen, apa itu gadis pilihan bos...???, cantik dan manis..." tanya Jack.


" kau mau mati.., jika bos tau kau memujinya, kepala mu bisa dipenggal.." balas Mark.


" iiisshhh, memuji saja tidak boleh..." kesal Jack.


" coba memuji saat di depan Tuan muda...???" tantang Mark.


" siapa juga yang berani, belum kupuji baru menatap nya saja, peluru sudah melayang ke otak ku, kau pikir aku bodoh..." Jack semakin kesal.


" hahaha....akhirnya kau sadar..."


" kau pikir aku gila Mark..., kau ingin aku mati ya..., kau sudah bosan menjadi patner ku...???"


" jangan marah , aku hanya bercanda..." merangkul Jack, teman patner sekaligus seseorang yang sudah di anggapnya saudara. Mereka besar bersama, banyak suka duka yang telah mereka berdua lalui dalam dunia gelap bawah tanah, membuat mereka tak terpisahkan dan selalu kompak.


Jack tersenyum lalu mengacak acak rambut Mark..." aku tau kau bercanda, kau takut kehilangan aku kan...???" Mark tersenyum.


Kesya memandang lurus kedepan.


" maaf..." Kesya.


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


@ara❤


__ADS_2