
Daniel kini tiba di rumah sakit kembali....
Mengetuk pintu dan membuka nya secara perlahan..., David tampak diam dengan pandangan tak teralihkan pada wajah Nona Muda nya...
" apa yang kau temukan...???"
" Wanita itu masih di Paris......"
" saya sudah mengutus Jack menjemput dan membawa nya ke markas ...."
" hmmm....."
" Saat ini, Mark sedang dalam perjalan ke tempat ini, dia membawa sesuatu ...."
"membawa sesuatu...???"
" begitu menurut informasi yang di berikan , Tuan...."
Tak selang beberapa lama, Mark dan Rey datang dan mengetuk pintu pelan, masuk ke kamar rawat , membuka jaket, mencuci tangan, mengambil tas kecil dan membuka nya...., kini di tangan nya tampak sebuah botol kecil berwarna ungu....
" apa itu....???"
" Sejak awal Nona di nyatakan pingsan, kami sudah memeriksa secara menyeluruh, tapi ditubuh Nona tak terdeteksi ada nya racun atau apapun yang bersifat berbahaya..., sehingga kami harus melakukan cara lain untuk mengetahui nya, dan setelah melakukan analisa pada pisau yang menggores tubuh Nona , ternyata pisau itu telah dilumuri racun yang sangat berbahaya, racun tersebut akan langsung mematikan seluruh sistem syaraf yang ada dalam tubuh manusia dalam hitungan menit, tanpa bau, tanpa gejala seperti layak nya serangan jantung mendadak, menurut penyelidikan ada sindikat tersembunyi di Amerika yang memproduksi beberapa racun mematikan yang sengaja di perjual belikan melalui pasar gelap dengan harga yang fantastis..." ucap Mark, sementara Rey sambil tangan nya mengocok dan memasukan cairan itu ke dalam jarum suntikan terus mengatur temperatur suhu ruangan agar menjadi dingin dan membuka selimut pasien.
" Saya mendapat informasi jika racun di tubuh Nona Muda tersebut, tidak ada obat nya, tapi...."
" apa...???"
" maaf , Tuan..., Bos...., saya memakai stempel kekuasaan Lion King untuk menakuti mereka, agar mereka mau berbicara jujur...."
" apa yang kau dapat.....???" tanya David.
" mereka memeriksa barang tersebut, setelah merasa barang itu asli, akhir nya mereka mau buka suara karena takut jika team kita menghancurkan markas mereka..."
flashback.......
" aku ingin bertemu pimpinan kalian..."
"lancang sekali , masuk tanpa undangan dan langsung ingin bertemu pimpinan, kau pikir kau ini siapa...???"
" Serahkan ini pada pimpinan kalian dan kita lihat apa dia mau bertemu atau tidak...." ucap Mark seraya menyerah kan sesuatu yang dia ambil di saku celana nya.
Mereka berdua memperhatikan cap dalam kertas selembar yang di berikan..., saling memandang...., lalu mengangguk...
" baik..., tunggu disini..." satu orang masuk satu lagi berjaga mengawasi Mark...
Selang beberapa menit , seseorang keluar dan berkata..." kau boleh masuk tapi sebelum nya kau harus di geledah..."
" oke..."
Setelah pemeriksaan selesai Mark masuk ke dalam , seseorang membuka pintu rahasia yang berupa tembok dan nampaklah ruangan yang sangat luas....
" jangan berusaha memperhatikan sekeliling, fokus saja berjalan ke depan...." ucap satu pengawal menodongkan senjata di pelipis Mark...
Mark tersenyum, " turun kan senjata mu..., atau tangan mu akan hilang dari tempat nya sekarang , sesaat setelah pertemuan ku dengan pimpinan kalian nanti..." ancam Mark...
" kau...." teriak orang itu, tapi mata teman nya menggeleng lemah..., membuat pria itu menurunkan senjatanya....
Kini mereka sampai di sebuah ruangan dengan pintu berwarna merah menyala...., " masuk lah..., bos kami sudah menunggu..."
Mark masuk kedalam dibukakan pintu oleh satu pengawal disana....
Didalam nampak sebuah kursi kebesaran dengan seseorang duduk bersandar dan satu orang lagi berdiri di samping nya....
" Silahkan duduk , Tuan..."
" tidak perlu karena waktu ku tidak banyak...."
" apa yang kau mau....???"
" informasi..."
" hahahaha....., seorang utusan mafia yang di takuti dalam dunia bawah tanah datang kesini hanya untuk sebuah informasi...., kau bercanda....?"
" mungkin ini akan sedikit menakutkan , tapi informasi dari mu akan menentukan masa depan klan mu , Tuan kegelapan...."
Pria di belakang mengeluarkan senjata kearah Mark dan berteriak..." kurang ajar, kau datang seorang diri dan kini mengancam kami di wilayah kami sendiri..., kau mau mati*....???"
Krekkk..... senjata dalam keadaan siaga
" seperti nya ada yang tidak anda pahami...., saat seseorang di utus di sebuah wilayah, saat itu nyawa nya 100% sudah terlindungi...., jika orang tersebut kembali tanpa nyawa, maka akan ada ribuan nyawa hilang sebagai gantinya, apa anda tidak dengar dua hari yang lalu satu klan mafia di Inggris hilang tak bersisa hanya karena satu kesalahan....???, menculik seseorang yang mempunyai hubungan kerjasama dengan ketua kami...." ucap Mark menekan kan kalimatnya.
" jika ingin mencoba...., its okay...., saya siap...., tembak saya ditempat yang anda suka...." ucap Mark sambil tersenyum...
" Dion...., turun kan senjata mu..."
Pria yang duduk itu tersenyum...., " maaf atas kelancangan anak buahku...., dia belum mengetahui perkembangan terakhir di dunia bawah tanah..., tolong jangan di ambil hati...."
Mark hanya tersenyum dan mengangguk...
" lalu...., informasi apa yang kau butuhkan....???"
Mark mengambil sesuatu di saku baju nya...., menuju ke meja dan menaruhnya disana....
" katakan jika pria ini bukan orang dari klan anda..."
Pria itu tampak terkejut dengan foto yang ada di atas meja nya.
Mark tersenyum...., " ternyata benar, pria itu berasal dari kelompok anda...."
" Tunggu dulu, biar kami jelaskan...., pria ini memang pernah menjadi orang kepercayaan ku, tapi itu satu tahun yang lalu sebelum dia berkhianat...." ucap pimpinan mereka....
Mark kembali tersenyum , " aku tak peduli tentang urusan dalam organisasi kalian...., yang kalian harus tau, pria itu telah mati bunuh diri...., tapi sebelum menghabisi nyawa nya sendiri...., pria itu telah mengusik kenyamanan Tuan kami...."
__ADS_1
Mark mengeluarkan sesuatu di dalam tas yang dia bawa....." pisau ini telah di lumuri racun yang mematikan seseorang dalam hitungan menit, tak berbau, tak ada rasa, dan yang pasti tak terdeteksi, jika bukan karena pisau ini masih ada dalam genggaman kami, kami tak akan tau jika yang terjadi pada salah satu anggota kami karena racun...., jadi bisa kalian pertanggung jawab kan...., karena orang yang tergores pisau ini dalam keadaan kritis saat ini...."
Pria itu mengambil ujung pisau tersebut....
" jangan bercanda, setau ku, jika sudah terkena sedikit saja dalam hitungan menit, nyawa korban tak akan tertolong, jadi tak mungkin jika korban itu hingga kini kritis...."
" cukup sudah diskusi nya...., katakan kau punya penawar nya atau tidak....???"
" tidak....."
" kau yakin dengan jawaban mu...???"
" walau anda membunuh ku saat ini jawaban ku akan tetap sama...., tidak ada penawar untuk racun ini...., karena kami memang belum menemukan nya....."
" bagaimana mungkin kalian membuat racun tanpa ada penawar.....???" ucap Mark setengah teriak....
" Bos kami berkata benar , sebagian dari klien kami terkadang hanya butuh racun tanpa penawar selama itu tak membuat mereka di jerat hukum, mereka berani membayar dengan harga tinggi...." ucap pria yang berdiri...
" itu artinya dia akan mati.....????, kalian gila....., jika orang yang satu ini mati, bukan hanya klan kalian yang akan hancur, aku berani menjamin seluruh klan yang berbisnis di dunia macam kalian akan luluh lantah tertimbun tanah....., dengar itu..., dan ini bukan sebuah ancaman...., aku dapat pastikan seluruh omongan ku ini....." teriak Mark....
Pria itu terkejut bukan kepalang...., jika benar itu terjadi, maka dapat di pastikan klan nya yang akan pertama kali hancur...., dia diam memejamkan mata, lalu tersenyum....
" ada satu cara....., tapi ini berisiko...."
" apa itu....???"
" tunggu sebentar...." pria itu bangun menekan sesuatu dan sebuah brangkas mengeluarkan asap dingin....
Meraih sesuatu berbentuk botol kecil dari dalam brangkas tersebut dan menutup nya kembali....
" ini adalah racun yang sama jahat nya seperti racun yang mengalir dalam tubuh orang tersebut, beda nya racun ini akan bereaksi dan menunjukkan ketajaman nya pada korban yang terkena racun...., seperti tubuh berwarna biru dan syaraf memucat serta nampak ingin keluar..."
" apa maksud nya....???"
Mark bingung kenapa harus racun bertemu racun....
" begini, dalam senyawa kedua racun tersebut, jika di satukan , mereka akan bersifat netral tetapi itu tergantung tubuh korban itu sendiri...., anda bilang tadi jika korban racun sebelum nya hanya kritis bukan mati, itu arti nya dia memiliki tibuh yang kuat terhadap racun tersebut...."
" itu arti nya kau ingin menjadi kan korban sebagai eksperimen kalian....???"
" tidak...., tapi seperti itulah ada nya...., lagi pula kami tak akan berani membual di hadapan anda bukan....???"
Mark diam dan berfikir...., " baiklah, patut di coba...."
Saat Mark maju dan ingin mengambil...., Pria itu berbicara.....," jika korban tersebut sembuh, kami ingin sebuah imbalan...."
Mark tersenyum...., " katakan...."
" kami harus pergi ke pulau di sebelah selatan Paris...., tapi sangat sulit karena ternyata disana di jaga ketat...., sudah berkali kali kami coba masuk tapi setiap kali seseorang masuk mereka tak akan pernah kembali...., bagaimana....?"
" apa yang kalian ingin ambil dari sana....??, hanya banyak bangunan tua disana...."
" ada taman kecil yang di dalam nya terdapat sebuah tanaman yang langka..., kamu butuh tanaman itu...."
" justru akan di jadikan obat untuk putriku..."
" putrimu....???"
" pria yang mati bunuh diri sebelum kabur telah membuat nya tidur terlalu lama...., aku butuh penawar nya dan hanya tanaman itu yang bisa menyembuhkan nya...., apa bisa....???"
" Tuan ku tak akan percaya.....???"
" kalau begitu, beliau bisa menyaksikan sendiri setelah obat itu jadi dan juga saat aku menyembuhkan putriku....."
Mark diam...., " oke..., setelah korban racun ini sembuh, aku sendiri yang akan mengawal pasukan anda...."
" terima kasih...." ucap nya menunduk dengan tangan di dada....
" baik lah, aku pergi...., semoga racun ini bisa menyembuhkan nya...."
" silahkan , Tuan...., biar ku antar keluar...."
flashback off
Mark menjelaskan semua tanpa ada hal yang disembunyikan.....
" begitulah, Tuan...., aku rasa pria itu tak akan berbohong...."
" racun itu memang tak ada penawar, tapi bisa di netralkan, Tuan... begitu kata nya..."
Rey menunjukkan sisa cairan berwarna ungu pada David.
" di dalam botol ini ada racun yang setara dengan racun yang terdapat di tubuh Nona...." ucap Rey
" Lalu bagaimana caranya mereka bertemu....???"
" saya akan menyuntikkan racun ini ke tubuh Nona dan melihat hasil nya...."
David bangun dari duduk nya , " kau mau mati....????" tanya pria itu esmosi menarik kerah Rey.
" Tuan..., lebih baik mendengarkan hingga akhir...." ucap Daniel menenangkan Tuan Muda nya....
" Kami sudah meneliti ulang , dan benar jika kedua racun ini di satukan , senyawa jahat di dalam nya akan bersifat netral, Tuan...." ucap Mark membantu Rey menjawab.
" apa sudah di uji coba....???"
" sudah..., tapi...." Mark diam...., Daniel menghela nafas...
" tapi apa...???" tanya David.
" sekuat apapun kita berusaha, semua tergantu dari kuat tidak nya tubuh Nona menerima kedua racun ini...."
David mengerenyitkan alis nya , otak nya sedikit berusaha mencerna....
__ADS_1
" hanya dua pilihan, mati lebih cepat atau sembuh lebih cepat...." ucap Rey pasti...
" berapa banyak uji coba yang sudah kau lakukan....???"
" tiga mati, satu selamat...." Mark kini yang menjawab....
" arti nya nyawa gadisku berada di tiga berbanding satu....???" ucap David mengelus pipi mulus Aralia...
" seberapa cepat proses itu terjadi....???"
" dalam hitungan menit...." jawab Mark.
David diam dalam bimbang....
" anda harus mengambil keputusan Tuan...., jika terus di tunda tunda, racun di tubuh Nona semakin menjalar ke seluruh organ vital...." ucap Rey
David menggenggam tangan kekasih nya...., mencium seluruh wajah gadisnya tak bersisa....., " kau harus kuat, aku hanya ingin menikah dengan mu saja...., jadi kau harus kuat....." ucap nya berbisik di telinga Aralia.
" lakukan..." perintah David.
Rey mulai menyuntikkan racun tersebut dan benar saja dalam hitungan menit , tubuh Aralia bereaksi...., mulai mengejang tak terkendali, wajah nya menyiratkan kesakitan yang mendalam, selang infus lepas dari pusat suntikan sanking kuat nya guncangan, David memegang kedua pundak kekasih nya agar tak jatuh dari tempat nya berbaring...., tak berapa lama tubuh itu diam , lemas tak bergerak....
Tiiiiiiiiitttttttttttt.........
Layar jantung yang memperlihatkan gerakan lurus tanda sudah tak ada kehidupan disana..., David diam menatap gadis nya, menatap Rey dan Mark bergantian...., Rey menggelengkan kepalanya....
" Maaf..."
David terhuyung kebelakang..., dengan sigap Daniel menobang tubuh pria itu...
David terkekeh kecil lalu terdiam, menunduk kan wajahnya, berdiri kembali menuju ranjang.
Menatap wajah dan tubuh yang kini berubah semakin membiru...., beberapa syaraf sedikit menonjol tanda racun di dalam tubuh nya begitu dasyat berperang....
David memeluk tubuh kekasihnya...., " bisakah x ini aku memanggil roh mu kembali....., bisakah kau tetap disisi ku....???" bisik nya.
Semua diam dalam keheningan dan pikiran nya sendiri...., tiba tiba layar monitor detak jantung kembali berbunyi...
Tuut...Tuut...Tuut...
uhuuukkkk...., uuhuuukkkk...., chrroooottt..... , darah hitam pekat, keluar dari mulut kekasih nya...., David melepas pelukan dan menatap mata gadis itu dalam dalam....
Aralia tersenyum, lalu pingsan....
" Rey...." teriak David.
David segera melepas pelukan dan membaringkan kekasih nya pelan, Rey menghampiri Aralia bersama dengan rak berjalan penuh alat medis.
Rey langsung memeriksa seluruh panca indra, deru nafas dan juga detak jantung..., tak selang beberapa lama, mata gadis itu kembali terbuka, disertai batuk dengan cairan darah segar berwarna hitam nan pekat keluar dari mulut nya...
Rey memiringkan tubuh Nona Muda nya ke arah kiri, Aralia kembali batuk dan memuntahkan cairan hitam...., wajah nya yang sudah biru berangsur angsur berwarna merah padam...., saraf saraf yang tadi nya nampak menonjol kembali berubah normal.
" Rey, apa yang terjadi....???, kenapa dia terus menerus mengeluarkan darah segar....???" panik David.
" mungkin itu merupakan reaksi nya , Tuan...." jawab Mark.
David diam, masih sabar menunggu...., tak berapa lama Rey menghentikan aktifitas nya....
Rey tersenyum...., " kira kira, dimana saya bisa dapat kekasih seperti Nona Muda, Tuan....???, saya mau satu...."
" Mark..., suntikkan sisa racun itu di tubuh Rey...." ucap David dingin.
Semua tertawa kecil, sementara David hanya tersenyum...., menghampiri Aralia dan mengelus pipi nya.
Rey membersihkan sisa darah di tubuh Pasien dan membereskan semua alat medis, mencabut beberapa alat bantu yang tidak terpakai dan memasang kembali alat infus di tangan Nona Muda nya....
" Saya akan menyuruh perawat membawa pakaian ganti untuk Nona..., Tuan..."
" hmmm...." ucap David tak lepas menatap kekasih nya dari dekat...
" terima kasih karena sudah bertahan..." ucap nya tersenyum seraya tangan nya terus mengelus pipi Aralia.
Diruangan itu kini tinggal Mark , Daniel dan David yang sedang duduk disamping Aralia..., sementara Rey sudah pergi beberapa menit yang lalu memanggil perawat menyiapkan pakaian ganti dan juga perlengkapan ruangan yang baru karena ruangan Nona nya tampak kacau dan banyak darah hitam pekat berbau di lantai sekitar ranjang Nona Mudanya....
" Mark...., beri perlindungan pada mereka dan tetap awasi mereka..."
" baik , Tuan muda...." Mark pergi dari tempat nya
" semua sudah aman, kau bisa bertemu dengan nya, gadis itu pasti cemas sama seperti mu..."
" itu......"
David terkekeh kecil....., " pergilah..."
Daniel tersenyum...., " hanya tiga jam...., permisi , Tuan...." ucap Daniel menunduk dan pergi serta menutup pintu dengan pelan...
Setelah Daniel pergi....., dan ruangan itu sepi.....
Mata lentik itu mulai bergerak, terbuka sedikit demi sedikit menetralisir cahaya yang masuk...., bergerak kesana kemari, lalu berhenti menatap pria di depan nya....
Aralia tersenyum....., " maaf..."
David mengelus poni kekasih nya , menyelipkan rambut di belakang telinga, menunduk dan berbisik...., " jangan pernah keluar rumah lagi tanpa seizinku...., atau kau akan ku hukum...., paham..." ucap nya dingin...seraya memeluk tubuh mungil itu...
*
*
*
*
*
__ADS_1
@ara❤