Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
yes, i will


__ADS_3

Disuatu tempat yang hijau, banyak bunga bertebaran , cahaya matahari yang cerah dan suara burung burung berkicau. Seorang gadis duduk disalah satu bangku taman sendiri menatap ke arah rusa yang berlarian. Tertawa geli saat kupu kupu jahil menaruh tubuh nya di atas tanduk rusa kecil yang terus menerus menggelengkan kepala merasa terganggu.


Tiba tiba langit cerah itu berubah mendung. Awan hitam bergelayutan kian banyak di angkasa. Air kecil turun berawal dari satu titik berubah menjadi seribu titik.


Gadis itu berlari menuju ke sebuah rumah. Tiba tiba terdengar seseorang memanggil dari arah yang berlawanan.


" Aralia...., ikut aku...." Gadis itu menatap pemuda yang tak jauh dari tempat nya berdiri mengulurkan tangan ke arahnya.


" Aralia...., ikut aku..." teriak nya lagi...


Gadis itu mendekat..., " kau mengenalku...???"


" tentu..., kau putri Aralia..."


" ikutlah dengan ku, menikah lah dengan ku...."


" menikah....???"


" Ya..., sebuah altar dengan gaun indah dan bunga tulip disetiap sisi nya..., bukankah itu yang kau mau...???"


" menikah lah denganku..." ucap pria itu masih berusaha mengulurkan tangannya ke arah sang gadis.


Aralia menatap jari itu...., " tapi....???"


" aku akan membuat mu bahagia...., aku mohon..., menikahlah dengan ku...." pinta pria itu memelas.


Gadis itu tersenyum, meraih tangan pria itu..., " tinggallah disini saja..."


" tidak..."


" kenapa...???, disini indah..., aku suka disini..."


" disini bukan tempatmu..., aku mohon..., ikutlah bersamaku...."


" tapi...???" gadis itu ragu.


" aku akan selalu menjagamu..., mencintaimu, memberikan senyuman untukmu..., aku akan membuat hidupmu bahagia..., aku mohon..., percayalah padaku..., ikutlah denganku..."


Gadis itu kembali tersenyum..., dia mengangguk..., " baiklah..., aku ikut...."


SEMENTARA DI RUANG LAIN.....


David masih mendekap kekasihnya erat. Membuat semua mata yang menatap nya dari jendela kaca transparan yang besar semakin bersedih. Sang ibu ingin masuk ke dalam, namun sang asisten melarang.


Pemandangan yang membuat siapapun tak tega untuk melihatnya...., bagaimana tidak..., saat ini, dia melihat seorang pria yang begitu terkenal dengan kekuatan nya sedang memohon pada sebuah tubuh tak bernyawa, untuk bangun dan kembali padanya.


" aku mohon..., kembalilah sayang..., bangunlah..., ayo kita menilkah..., sayang..."


Pria itu masih mendekap gadisnya..., berharap usahanya tak sia sia...


" jangan tinggalkan aku..., aku mohon..." lirih pria itu.


" mari menikah..., mari ikat kan janji suci...., mari hidup bersama..., aku berjanji akan membuatmu bahagia...., aku berjanji...."


" jangan berbohong...." ucap gadis itu dengan mata posisi terpejam.


Davi kaget..., dia melepas pelukan menatap gadisnya...., " honey..."


" kau pasti akan membuat ku menangis karena wanita lain.." gadis itu mulai sedikit membuka kelopak matanya...


" kau gila..., aku hanya mencintaimu..., bagaimana mungkin ada wanita lain...???"


" aku ingin pernikahan seperti putri salju...., disebuah taman dengan banyak makanan dan juga teman..." ucap nya tersenyum.


David menatap gadisnya..., " apapun untukmu..., apapun...."


" oh...., Tuhan...." David kembali memeluk erat kekasihnya.

__ADS_1


Semua yang melihat kejadian dari luar kaca terkejut. Berlari menerobos masuk.


" KAKAK..."


" Sayang..."


" Nona...."


Gadis itu menatap wajah mereka satu persatu. Lalu senyum itu terbit...., membuat semua mata yang melihat tersenyum namun air mata menangis.


" Rey..., periksa wanitaku...., cepat..., Rey..."


Rey kaget mendengar ucapan Tuan muda nya yang tinggi..., " ah..., iya..., Tuan..."


" maaf semua orang keluar dahulu..., biar aku memeriksa Nona terlebih dahulu..."


Akhirnya seluruh orang keluar dari ruangan menyisakan Tuan muda dan dua perawat serta Rey selaku dokter disana.


" jangan usir aku Rey..., dan biarkan perawat perawat itu yang memegang gadisku..." ucap nya tegas.


" astaga..., anda begitu sensitif ya..., Tuan..." kesal Rey.


Aralia hanya tersenyum....


Para perawat mulai memeriksa seluruh tubuh gadis itu, bagian lutut yang dipukul palu kecil..., detak jantung..., sistem pernafasan..., dan juga bagian mata serta kepucatan kulit.


" semua aman, Dok..." ucap perawat tak percaya.


Perawat itu saling menatap, kemudian menatap bersama ke arah gadis itu..., " amazing..., anda benar benar hidup..." ucap salah satu nya dengan mata berkaca kaca.


" pasang selang infus dan langsung suntikkan vitamin pada botol nya..." perintah Rey...


" baik , Dok...." satu perawat menyiapkan botol infus..., satu yang lain memeriksa syaraf mana yang akan di aliri cairan infus.


Saat semua sudah seleaai...., " semua selesai..., Dok...."


Rey mengangguk, dua perawat pergi..., menyisakan Rey dan dua pasang mata yang saling menatap.


David tersenyum menatap kekasihnya..., " aku berjanji padanya untuk menarik roh itu saat dia pergi dari raganya..., entah lah..., tapi aku yakin jika semua hanya sebuah kebohongan saja..., gadis ku tak mungkin pergi , bukan...???"


Aralia tersenyum..., " baik lah..., Nona Aralia..., jangan banyak bergerak dan juga perbanyak istirahat..., saya pamit...." ucap Rey.


" terima kasih, Dok...." Rey hanya tersenyum dan pergi.


" kemarilah..." pintanya.


David memeluk kekasihnya..., " aku mencintaimu..., sangat...."


Rey keluar dari ruang menyisakan raut wajah tegang pada tatapan seluruh orang di luar ruangan.


" Tenang saja..., Nona Aralia benar benar telah aman, dia selamat..., jika ingin membesuk nya.., aku harap jangan buat banyak pertanya......"


Belum sempat Rey berkata panjang lebar, semua orang menerobos masuk ke dalam ruang, meninggalkan nya sendiri diluar dengan wajah syok....


" jangan banyak pertanya...an..." ucap nya sendirian diluar ruang...


" Aiiissshh..., dasar..." kesal Rey karena di cuekin. Pria itu berjalan menuju ruang seseorang pasien lagi yang membutuhkan nya, siapa lagi jika bukan SANDRA....


SEMENTARA DI DALAM RUANG......


Seluruh orang duduk dan ada yang berdiri mengelilingi ranjang pasien. Sementara David tadi pamit pergi sebentar diseret Daniel keluar.


" Kakak kemana, Bu...???" tanya Jenni


" entahlah..., mungkin ada urusan..., kau tidak apa apa kan , David tinggal sebentar..." tanya nya pada Aralia.


Gadis itu hanya menggeleng dan tersenyum.

__ADS_1


Diluar ruang, Daniel sedang menunggu di kamar pribadi milik Rey yang ada di puncak atas rumah sakit. Daniel memberikan baju ganti berupa kaos polos berwarna navi dan juga celana sprot pada Tuan nya , guna memudahkan sang Tuan muda bergerak. Pria itu menyisir dan menyemprotkan parfum disekujur tubuh nya agar tampak fres dan juga maskulin.


" akan lebih baik anda beristirahat disini, Tuan..."


" tidak..., siap kan satu ruang dengan kasur yang tak biasa agar aku bisa leluasa tidur disamping nya nanti malam..."


" pasti , sudah saya atur..."


" hmmm..., kita kembali..., ini sudah terlalu lama..."


" Ck..., ini baru 40 menit..., Tuan..."


" Jangan biasakan menggerutu dalam hati..." ucap David seraya berlalu.


" Maaf..." ucap Daniel seperti orang yang ketahuan berbuat salah.


David memasuki ruangan yang berbeda. Saat dia tadi membersihkan diri para perawat telah memindahkan Aralia ke ruangan yang David inginkan atas perintah Daniel.


" sayang..., kau sudah berganti pakaian...???"


" wah..., wah..., kakak pasti malu kan, karena tidak tampan di depan kakak ipar..." celetuk Jessi


" setelah ini akan ada pernikahan bukan...???" celetuk Jenni saling bersautan.


" kalian berisik..." ucap nya menuju tempat tidur...., memeluk ibu nya dan mencium kening sang kekasih yang sedang bersandar di ranjang tempat tidur.


" apa masih sakit...???" menatap luka yang sedikit terlihat perban penutupnya.


" hanya ngilu..."


" hmm...."


" maaf membuat semua nya cemas..."


" seharusnya aku yang minta maaf karena tidak bisa menjagamu..."


" itu semua bukan salahmu..., tidak ada yang akan tau ending nya seperti apa..., bukan...???"


" Ya..., kau benar....."


" apa kau yakin kita akan menikah...???"


Semua mata menatap ke arah David..., menunggu dengan sabar kata yang keluar dari mulut pria.


" kenapa semua menatap ku...???"


" iiisshhh...., kakak..., jawab saja pertanyaan kakak ipar..., kau ini...." kesal Jen.


David tersenyum...., mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya. Sebuah kotak berudu berwarna merah dan membuka nya di hadapan sang kekasih.


" Aralia Zahra...., WILL YOU MARIED ME....????"


Semua orang di dalam ruang bersorak....


" terima..., terima...., terima..., terima...." teriak semua orang.


Gadis itu tersenyum...., " Yes, I Will......"


David mengambil telapak tangan sang gadis, dan menyematkan cincin di jari manisnya. Lalu memeluk gadisnya.


" akan kubuat kau diam dalam penjaraku...." bisik nya ke telinga gadis.


*


*


*

__ADS_1


*


@ara❤


__ADS_2