
...Ga nyangka bgt aku sebagai penulis bisa sesenang ini, setiap hari melihat respon para pecinta novel yang baik dan semua komentar nya yang bagus. Makasih karena udah selalu ikutin perkembangan novel pertama aku yang masih sangat jauh dari kata memuaskan....
...Tapi aku senang, karena para pembaca yang dari awal mengikuti novel ini ga ada yg komentar jelek atau pun menyakitkan, awalnya aku takut novel ini ga bisa diterima banyak pihak . Makasih untuk like 👍👍, vote🌹 dan juga semua komentar komentar kalian yang baik. Makasih😘😘😘...
...🌹LANJUT🌹...
Jika ada yang paling bahagia dari semua perasaan yang ada di dalam ruangan , jawabannya hanya satu. Daniel sang asisten..., melihat Tuannya tersenyum, terkadang memiliki arti tersendiri untuk nya.
Seorang pria yang pernah jatuh pada titik serendah rendahnya, bertopang pada pijakan yang rapuh, serta menjalani hari hari berat tanpa waktu istirahat.
Tapi...., semua terbayar, setidaknya kini akan ada lebih banyak senyuman yang di lihatnya dari pria itu.
Pria yang selalu berusaha untuk tak pernah menangis , tak pernah menampakkan kesedihan pada orang lain. Kini pria itu punya tempat nya berteduh.Pria itu punya tempat nya mengeluh. Daniel tau gadis yang kini sedang di peluk Tuannya bukan gadis biasa.
Aralia pasti bisa membuat David sedikit demi sedikit terbebas dari rasa sepi, sakit dan sedih. Semua rasa yang dirasakan oleh Tuan muda nya , seorang Tuan Muda David Savier.
David menatap Daniel lekat, David tau apa yang kini sedang asistennya itu pikirkan.Dia berjalan dan memeluk sang asisten.
" selamat, Tuan...., akhir nya keputusan finally..."
" Ya..., bagaimana menurutmu...??"
Daniel melepas pelukan dan menatap ke arah gadis yang kini sedang dipeluk oleh banyak orang.
" Ya..., harus ku akui , gadis itu berbeda..."
Daniel masih terus menatap Nona muda nya.
" hei..., jangan menatapnya lama lama..., nanti pesona ku luntur di depannya..."
" well, sekarang anda bisa mengakuinya bukan...???"
" apa.....????"
" bahwa wajah ini lebih dari kata hight quality....???"
" Ya..., Ya..., Ya..., kau memang lebih tampan dari pada aku..., PUAS...???"
Daniel tersenyum.....
" Daniel..."
Pria itu menatap wajah Tuan nya, seolah jika hanya satu kata seperti itu, pasti Tuan muda nya ingin meminta sesuatu hal penting.
" buatkan aku konsep pernikahan disebuah taman , dengan banyak bunga tulip menghiasi disekelilingnya, karpet merah sepanjang jalan menuju altar dan...." pria itu terdiam menatap gadisnya.
" Sebuah gaun caktik bertemakan cerita dongeng...., PUTRI SALJU...."
" apapun untuk anda, Yang Mulia..."
PLAAAKKK
" Sial..." David memukul punggung asistennya.
Daniel tersenyum...., " saya permisi , pamit menyiapkan semua nya , Tuan..."
" hmmm..., cepat selesaikan..."
Daniel pergi meninggalkan tempat yang begitu penuh dengan kesenangan. Daniel lebih memilih melakukan rutinitas lain seperti perusahaan, atau apapun itu saat Tuan muda sedang merasa bahagia, ataupun saat semua orang bersuka cita...
Nyonya besar menatap kepergian Daniel dengan tatapan sendu.
" Ada apa , Bu...???" seolah mengerti.
" Apa setelah kalian menikah, putraku yang lain akan bisa menemukan cinta...???, menemukan kekasih seperti kau dan Aralia...??"
" Jangan pernah memaksa nya Bu..., kau tau Daniel tipe pria yang keras dalam hal seperti itu..., Kita berdoa saja semua akan baik baik saja..., dan semoga dia menemukan nya segera..."
" Semoga..." ucap Nyonya seraya tersenyum.
************************************
__ADS_1
************************************
" Jangan mengikutiku..., pergi kalian...."
" ayolah , Nona muda...., Pulang bersama kami...."
" tidak mau..."
" Tuan besar akan membunuh kami kalau kami tidak membawa anda pulang...."
" suruh kakak ku tak usah peduli padaku..., urus saja kantor serta kertas kertas di diatas meja nya....."
" Nona..., saya mohon...."
" Ga mau ....."
BUGGHHH....
Gadis itu menendang pria di depannya.
" aaa....."
" rasakan...."
" Tunggu , Nona...."
Para pengawal saling melirik....., " kita paksa saja, Bos...." Pria itu mengangguk.
" Hei..., lepaskan, kalian berani kurang ajar ya...."
" maaf , Nona..., kami terpaksa..., ini sudah malam dan kami tak ingin ambil resiko , kami takut tuan besar benar benar akan membunuh kami..."
" kubilang lepaskan....., aku ga mau pulang..."
" Tidak..., anda harus ikut kami..."
TIN....TIN....TIN.....
" tolonnnngggg..., tolong aku...."
" Nona , jangan macam macam..."
" tolong...."
Daniel menatap dari kaca luar..., wanita berteriak teriak meminta tolong.
Daniel menarik nafas panjang...., menghentikan laju mobil nya. Lalu turun menghampiri mereka.
" Lepaskan dia...."
" Dia...." Pengawal paling senior mengenali wajah Daniel.
" lebih baik anda pergi , Tuan..."
" jangan pergi..., Tolong aku , lepaskan aku dari mereka...."
" diam, lebih baik anda menurut dan ikut kami, Nona..."
" ayo..." paksa mereka.
Daniel mulai kehilangan kesabaran.Menarik paksa punggung pria yang menarik tangan gadis itu.
BUGH....pukulan pun melayang...
" aku bilang lepaskan gadis itu...."
" tidak..., wanita ini harus ikut kami pulang..."
" begitu....???, kalau itu mau kalian..., maaf..., aku terpaksa...." ucap Daniel.
Dan perkelahian pun terjadi..., pukulan dan tendangan di layangkan. tiga anak buah tumbang...
__ADS_1
" kurang ajar...., hiyyyyaaaaayyyyy......." kesal pemimpin pasukan melepas tangan sang gadis dan ikut berkelahi.
BUGH..., BUGGHHH..., TAAAKKK...., TAAAKKKK...., BUGHH...
" akh...." ucap nya keaakitan sambil memegang perutnya.
Lima orang tergeletak di tanah kesakitan, sedang satu orang sudah pingsang akibat pukulan yang terlalu kencang.
" Bangun..." ucap Bos mereka pada anak buah.
Semua anak buah bangun dan dua orang memapah yang pingsan.
" Bos...????"
" kita mundur...."
" tapi..." Baru saja anak buah itu ingin bicara, mata itu sudah menatap tajam ke arah nya.
" baik bos..., ayo..." mereka masuk ke dalam mobil.
Saat di dalam mobil..., " Tapi bos..., Tuan Besar...???"
" biar itu jadi urusanku.., ayo pergi..." mobil melaju meninggalkan tempat kejadian.
Daniel menatap mobil itu yang kian menjauh. Setelah itu berjalan menuju mobil nya. Saat hendak menutup pintu....
" hei..., Tuan..., jangan pergi..."
Daniel menatap gadis itu lalu menutup pintu. Gadis itu berlari ke arah nya tapi Daniel tetap melaju..., gadis itu mengejar dan terjatuh.
" oh..., shhiittt...." Daniel memutar balik mobil menuju sang gadis yang menangis karena terjatuh.
" apa yang kau mau dariku..." ucap Daniel saat berdiri di depan gadis itu.
" aku..., aku ..., tak tau harus tidur dimana malam ini..." lirih gadis itu seraya tetap menangis.
Daniel menatap wajah sang gadis, gadis itu berkata jujur, Daniel dapat melihat kejujurannya.
" uang, atm serta tanda pengenalku semua tertinggal di tas , dan para pria itu membawa tas ku..."
" ini..." Daniel menyerahkan beberapa lembar uang berbentuk Dollar.
" aku tidak mengenal siapa siapa disini, aku juga tak tau tempat ini, aku besar di Inggris..."
Daniel mendongakkan kepala dan menghela nafas ke atas tanda frustasi....
" lalu...???" menatap gadis itu lagi.
" bisakah aku menginap ditempat mu....???"
" tidak..., lebih baik kau ambil uang ini dan cari hotel terdekat..."
" tidak mau..."
" baiklah..., jika begitu...." Daniel memutar badan menuju mobil nya.
" Jangan tinggalkan aku..., aku takut..., mamah.., papah..." gadis itu menutup matanya dengan posisi duduk dan kaki tertekuk ke depan wajah.
" Oh..., Shhiiittt...." Daniel menatap gadis itu kembali. Bayangan Jenni dan Jessi menangis terlintas saat sang ayah serta Tuan besar meninggal.
" Ayah...., Paman...., jangan pergi..., kami sama siapa...., Ayah...., Paman...., hiks...hiks...."
" Hanya malam ini..., ayo pergi..., aku sudah lelah.."
*
*
*
*
__ADS_1
*@ara❤