
FLASHBACK.....
Pagi itu di dalam markas...
" Apa kau gila....??, bagaimana bisa...??, oke , aku akan segera ke markas..."
" ada apa, James...??"
" markas kita kebakaran, banyak anak buah kita yang terluka dan gudang persenjataan kita pun juga hancur..., aku akan kesana sendiri.., kau tetap disini..."
" tapi kau baru saja sembuh, James..."
" anak buah kita membutuhkanku..., aku tak bisa diam saja disini..., lagipula aku sangat yakin ada orang dalam yang berkhianat, bagaimana mungkin peledakan itu terjadi hanya di beberapa titik penting saja, itu mustahil...."
" aku ikut..."
" tidak, aku tak mau ambil resiko...., aku lebih mencemaskanmu ,aku tak mau sesuatu hal buruk terjadi padamu..."
" aku masih bisa menembak, setidaknya aku bisa membantu jika kau terdesak, aku takut mereka masih mengawasimu disana, dan aku takut kau akan gemetar saat mereka menyerangmu, kau tau kan tangan mu masih belum fokus..., James..., aku mohon.."
" shhhiiitt....., oke, tetap disampingku, tetap bersamaku..." akhirnya pria itu pasrah, ia sadar melarang wanita itu juga percuma ditambah lagi yang di ucapkan istrinya benar , kondisinya kini masih belum siap menembak. cidera pada punggung kirinya tepat mengenai syaraf tempat pria itu memegang senjata, akan sangat beresiko baginya jika ia harus bertarung dalam adu tembak nanti.
Mereka keluar kamar, membuat dua orang yang sedang bersantai dengan komputer dan ponselnya harus bangun dari duduk nya di sofa panjang.
" ada apa...???" tanya Mark.
" kami harus pergi..."
" kemana...???" kini Jack yang bertanya.
" Markas The Queen Black..." Jack mengerenyitkan dahi.
" Why...???"
" markas kami diserang, sepertinya musuh tau kalau aku dan James tak ada ditempat..."
Mark menahan bahu James..., " tunggu..., jangan gegabah..., bisa jadi ini pancingan agar kalian keluar..."
James diam ditempat..., dirinya seperti sedang berfikir...," aku tetap harus kesana..., jika memang ini hanya sebuah jebakan, setidaknya aku bisa mengakhiri perselisihan ini..."
" dengan lawan yang banyak dan strategi mereka yang matang kau pasti kalah , James...., aku yakin anak buah mu pasti banyak yang terluka..." Jack mulai esmosi.
" Jack...." Mark memegang pundak Jack mengingatkan agar dia tetap tenang.
" tapi Mark..." Mark semakin menatap Jack tajam. Jack menghela nafas panjang dan berbalik ke arah meja di ruang tengah. Menyambar kunci mobil dan melemparnya pada Mark.
HAP....
" Kau yang ambil alih kemudi, Mark..." Mark mengangguk.
Queen tersenyum, ia tau David sudah mengirim orang yang tepat untuk menjaga nya..., Jack dan Mark, walaupun hanya dua orang itu disamping nya, tapi kecepatan , ketangkasan serta keahlian menembak nya melebihi dua puluh pengawal penjaga profesional.
Kini mereka ada di dalam mobil.
" pakai pelindung peluru kalian..., aku tak ingin ambil resiko..., mengingat kita kini tak tau apa musuh masih ada disana atau sudah oergi begitu mengetahui kalian tak ada di tempat...., Mark..., ini punya mu..." Jack memberika masing2 rompi anti peluru yang sudah ia rancang sendiri guna berjaga jaga.
" bagaimana dengan mu...???" tanya James saat melihat Jack tidak menggunakan rompi seperti yang lainnya.
Mark tersenyum..., " seluruh tubuhnya sudah anti peluru..., kau tak perlu mencemaskannya..."
Krek...krek...
Jack mulai memeriksa persenjataan nya, dua di pinggang kiri dan kanan, dua di belakang sepatu khusus yang sudah dia desain untuk senjatanya dan sebuah senapan laras panjang yang kini sudah ia teliti alat pembidik untuk musuhnya nanti...
" Mark..., jaga senjataku..., dan ini senjatamu, Mark..." Jack memberi senjata laras panjangnya, dua pistol berukuran standar dan tiga bilah pisau mini untuk Mark gunakan nanti saat terjadi pertarungan.
" oke, kita siap..."
Mobil berangkat dengan kecepatan penuh , awalnya Mark yang seharusnya menyetir kemudi, akhirnya Jack yang ambil alih sedang Mark membuat beberapa cctv mini kecil di tangan nya kini.
" untuk apa Mark...??" tanya Queen yang begitu penasaran saat Mark dengan lihainya menyambung kabel demi kabel mini dan sebuah kaca kamera berukuran kecil sekitar sepuluh buah.
" berjaga jaga..., kita tak akan tau kedepannya seperti apa bukan..., kita juga tak tau musuh ada dimana..."
" Jack..., menepi..."
Mobil berhenti , Mark turun tak berapa lama ia naik lagi, begitu terus berulang hingga menuju markas.
Markas tampak sepi, tak ada sinyal kehidupan disana.
" Mark..., hidupkan..."
" Tidak terdeteksi..., Jack..."
" oh..., shiitt...., Mark..., siap kan senjatamu..., kalian..., tetap di dekatku..."
Queen tampak kebingungan..., tapi kemudian James menyentuh tangannya dan berbisik..., " musuh menunggu kita disini..."
__ADS_1
" dengar, Queen..., Dalam hitungan ketiga kau harus berlari masuk ke dalam bangunan itu..., bersama dengan James..., serahkan mereka pada kami..., kau mengerti..."
" tapi..."
" Queen..., mereka yang diluar sana pasti memiliki cara menembak yang jauh lebih hebat daripada yang di dalam..., kalian bagian dalam.., kami bagian luar...,Paham..." perintah Jack nampak menakutkan dan membuat Queen mengangguk.
Jack memasak alat pemindai dan pendeteksi detak jantung jarak jauh yang sudah dirancang nya sendiri.
" semua siap..., Go..."
Mereka keluar dari mobil dan benar saja baru sedikit pintu terbuka , peluru banyak tertembak di mobil itu.
Dooorrr...
Dooorr..
Dorrr...
Dooorr...
" Jack..." teriak Mark.
" terdeteksi, Mark..., Lets go..."
Jack keluar, mengarah tembakan pada empat batang pohon dan dua semak sekaligus.
Dooorr.....dooorrr...dooorrr...doorr...
" Aaaa...." beberapa orang loncat dari sana tak bernyawa.
Mark dan suami istri itu berlari kedalam.
Dorr...
" Aaa.."
Seorang pria dibalik pintu tergeletak bersimbah darah.
" oh..., shhiitt..., hampir saja.., ayo Queen segera ke dalam..." perintah Mark begitu pria itu menembakkan timahnya.
Dorr..
Doorr...
Doorr...
beberapa pria kembali tumbang oleh Jack. Tiba tiba, sebuah peluru mendarat hampir mengenai kaki Jack.
Doorr..., Doorr...doorrr....
Dorr...dorr...doorr...doorr...
Jack berlari dari satu pohon kepohon lain, tembakan bersaut sautan, tak satupun mengenai orang itu begitupun penembak jauh itu ia melayangkan tembakan pada Jack dan tak satupun mengenainya.
Kini mereka dalam jarak yang sangat dekat, kembali serangan terjadi.
Dorrr...dorr...dorrr...
Doorr...Doorr...Doorr...
" Aaa..." pria itu tertembak, namun saat Jack mendekat pria itu mengarahkan tendangannya.
Bugh...
Srekk....
Pria itu mengeluarkan sesuatu bubuk pasir tepat kemata Jack yang sudah tak memakai alat pendeteksi karena terjatuh tadi, membuat Jack seketika terhuyung kebelakang. Pistol kedua nya terlempar entah kemana.
Jack menggelengkan kepala nya pelan, tak bisa melihat ia mulai memasang telinga nya tajam mendengar gerak dan detak jantung lawan.
Pertempuran pun terjadi....
Bugh.... tendangan tertangkis oleh Jack,
Tak......Pukulan diarahkan keperut lawan ditangkis oleh tangan.
Bugh....kini giliran Jack yang menendang.
Pria itu terhuyung ke belakang. Jack lanjut mengarahkan pukulan tepat di kepala lawan.
" Shhiitt..." Pria itu memegang kepalanya yang sedikit pusing dan mengeluarkan darah karena pukulan Jack yang menggunakan sarung tangan dengan bahan sedikit keras.
Dorrr.....
Mark mengarahkan tembakan ke lawan namun meleset.
Pria itu tau tak bisa melawan Jack di tambah lagi ada bantuan dqtang menolongnya, karena nya ia segera berlari menjauh, sedang Jack karena mata nya tak bisa melihat sempurna, tak mampu mengejar pria itu yang telah pergi menjauh menggunakan motor nya.
__ADS_1
Mark berlari menuju Jack..., " Are you okay..., my brother...???"
" Ya...., bagaimana yang lain...??"
" tidak ada siapapun di dalam sana, Jack..., seperti katamu, aku rasa ini adalah jebakan..."
" Queen...???"
" It's okay, dia baik baik saja..., Jack..."
" matamu...???"
" hanya dengan air sudah sembuh, kau tenang saja..."
Suami istri dibawah sana sudah menunggu..., " Jack..., kau kenapa..."
" I'm Fine , my sister..., but...." Jack nampak kelelahan tak bisa meneruskan ucapannya.
Mark menyerahkan botol air mineral pada Jack..., " minum dulu, Jack..., lalu basuh matamu dengan air itu..."
" thank's Mark..."
Setelah Jack nampak sedikit segar, dan penglihatannya kembali, ia menatap sekelilingnya. Tampak sunyi dan sepi...
Jack semakin merasa curiga..., " aku rasa mereka akan punya poin kedua jika tak berhasil membunuh kita dengan tembakan jarak dekat maupun jauh, Mark..."
" apa kira kira, menurutmu...??"
" entahlah...."
" aku harus menghubungi seseorang guna berjaga jaga..., Jack.." ucap Mark mulai mengangkat ponselnya.
" siapa yang Mark hubungi...???" tanya James.
" Rey...., aku takut terjadi apa apa di jalan pulang kita nanti, jika benar terjadi, pasti sulit untuk ku bertanggung jawab pada Tuan muda..., atau mungkin aku bisa mati ditembak ditempat, oleh bos Daniel..."
" maaf kan aku..." ucap James.
Ya, ini semua terjadi karena James memaksa ingin kembali ke markas, tapi ternyata, seluruh orang disana sudah tak ada, semua sudah di sandera..., andai ia mendengar perkataan Jack..
" it's okay..., uncle..., semua orang bisa melakukan kesalahan, termasuk aku nanti..."
" Jack..., ayo kembali..., semua sudah beres..."
" aku rasa kali ini aku tak sanggup menyetir..."
Mark terkekeh geli..., " ya, aku rasa kalau kau yang menyetir kita akan terjun ke jurang bersama sama, Jack..."
" sial..." Jack meninju punggung Mark Pelan, membuat Queen tersenyum.
" terimakasih..." ucapnya hanya dibalas senyuman oleh Jack dan Mark.
" kita belum sampai tempat aman, Queen..." ucap Jack.
Mereka menaiki mobil, dengan Mark sebagai sopirnya. Sudah pertengahan jalan, Jack melihat sesuatu yang aneh pada mobil mereka.
" Mark, hentikan mobil, kita harus segera keluar, came on , Mark...Go...Go...."
Mereka semua keluar berlari sekencang kencangnya, Jack dan James menarik Queen dengan cepat...
DUUUUAAARRR.......
PRAAAKKKKK....
PRAAAKKKK...
BOOOMMMMM...
Mobil meledak mengeluarkan ledakan yang dasyat, kemudian meledak lagi dan kini mobil itu terlempar membumbung tinggi dari jarak yang seharusnya.
" Queennn...."
" Queennn..."
Suara semua orang menyadarkannya, tapi semakin lama suara itu hilang dari pendengaran wanita itu.
" Aralia...." ucap Wanita itu dan pingsan.
" Queeennnn...."
*
*
*kasih like dan koment ya.🙏aku suka banget film berbau action dan pertualangan..., tapi kurang bisa merealisasikannya dalam bentuk tulisan, bagi yang kurang puas, jangan marah ya.
*
__ADS_1
*
@ara ❤