Cinta Untuk Ara

Cinta Untuk Ara
Selamaaattt


__ADS_3

Pesawat meninggalkan landasan setelah matahari gagah berdiri. Membuat seseorang terpaksa memutar seluruh jadwal kegiatan yang telah disusun tadi malam. Setelah posisi Tuan muda dan kekasihnya aman dan dapat duduk dengan nyaman, barulah sang Asisten masuk ke dalam kamar yang di buat khusus untuk nya di dalam pesawat.


" Perjalanan kita masih lama. Jika nanti lelah, lebih baik istirahat di dalam kamar..." Aralia hanya mengangguk tanpa menjawab.


" kau kenapa...??"


" Aku ingin segera bertemu Kesya..."


" Pernikahan itu tak akan mulai jika kaki mu belum menyentuh kota Paris.."


" Ya, aku tau..."


" So...???"


" entah kenapa hati ku menjadi tak tenang..., seolah sesuatu hal yang besar akan terjadi..."


" jangan terlalu banyak berfikir..., berdoa yang terbaik saja, dan ikuti semua alur..."


" hmmm...."


" kemarilah..." Aralia memandang wajah kekasih nya. Bangun dari duduk nya menuju David. Tangan ditarik pelan, David mendudukkan Ara di pangkuan nya. Mengelus lembut rambut kekasihnya berusaha menenangkan.


" aku sudah mengirim Jack dan Mark menjaga Kesya mu itu, mereka jauh lebih tau, apa yang harus dilakukan saat keadaan mereka sudah terdesak..."


Mata itu saling bertemu, Aralia menghela nafas, berusaha menerima apa yang David ucapkan.


" semoga kau benar..." ucapnya.


David masih dalam mode memeluk pinggang mungil itu, lalu tersenyum... "tidurlah..."


Aralia berusaha memejamkan mata, beberapa menit kemudian , ia benar benar tertidur dalam pelukan, membuat David memencet tombol merah disamping nya yang langsung mengarah ke Daniel. Entah darimana datang nya , Pria itu sudah berdiri disamping Tuannya.


" kamar sudah siap tuan..."


" hmmm..."


David bergerak menuju kamar yang terdapat di pesawat tersebut, kamar yang sengaja khusus untuk Tuan muda nya beristirahat.



David menaruh tubuh Aralua pelan berharap gadis nya tak terbangun dari tidur manis nya. Menarik selimut ke seluruh tubuh. Keluar dari kamar menuju dimana Daniel berdiri saat ini.


" Aralia mencemaskan Kesya..."


Daniel mengerenyitkan dahi, menatap Tuannya masih setia menunggu ucapan yang keluar selanjutnya.


" hubungi Jack dan Mark, aku tak ingin ada kesalahan saat disana...."


" baik , Tuan..."


David kembali masuk ke dalam kamar, sedang Daniel entah sudah pergi kemana lagi.


Aralia nampak gelisah dalam tidurnya, membuat David yang saat itu sedang membaca berkas perusahaan menutup pekerjaannya, David menghampiri kekasihnya, menaruh kepala Aralia di dada bidang nya dan memeluk serta mengelus punggungnya. Mungkin karena parfum yang David pakai, atau memang karena pelukan David yang membuat nya hangat, tidur gadis itu kembali dalam dengkuran yang tenang. David memandang wajah gadisnya saat ini dengan tangan yang masih bergerak mengusap punggung sang gadis.


" saat di Paris nanti aku harap kau bahagia..." David.


David menyejajarkan tubuhnya di atas kasur, menaruh tangan di pinggang gadis dan tertidur lelap pula menuju alam mimpi.


Beberapa jam setelahnya David terbangun karena ketukan pintu. Berjalan pelan berusaha agar suasana tetap tenang.


Daniel sudah berdiri disana dengan seorang pelayang mendorong troli.


" telat dari jam makan , Tuan...., anda pasti lapar....."


" hmm..., biar aku saja yang dorong..., dia masih tidur..." mata David menunjuk kedalam, tanpa memperlihatkan siapa yang ditunjuk. Pelayan itu menyerah kan troli makanan dan membiarkan David membawa masuk seluruh nya ke dalam, Daniel menutup pintu saat Tuannya telah masuk sempurna.


David menaruh troli makanan itu disamping kasur, seseorang yang tidur dengan perut kosong mulai terpancing indra penciumannya. Menggeliatkan tubuh kesana kemari berlenggak lenggok dengan cantinknya, membuat sang Pria tertawa kecil dan menggelengkan kepala. Pria itu beranjak naik ke atas kasur menindih sang gadis. Merasa sesuatu yang berat di atas tubuhnya, Aralia membuka mata.


" sayang..."


" akhirnya kau bangun ya..."

__ADS_1


" aku lapar..." ucapan Aralia membuat David terkekeh kecil.


" aku juga lapar..."


" kalau begitu turun dari tubuhku, lalu kita makan..."


" aku ingin makan cemilan dulu..."


" Ya....???" Aralia bingung.


" aku ingin makan cemilan..." Aralia nampak berfikir, diam lama sekali, David yang gemas langsung melakukan aksinya.


" akh, sayang..., kau...apa yang kau..."....


Sang Tuan mencium dan memakan gadisnya dengan rakus, membuat Aralia hanya bisa pasrah dan mendes*ah saat David melakukan aksinya.


" aku lapar..." ucapnya kesal...


David masih memakaikan pakaian gadisnya setelah puas dengan cemilannya. Memasang pengait itu kembali ketubuh gadis sambil mendengarkan ocehan kekasihnya. Sepanjang gadis itu mengeluh dan mengoceh, David hanya tertawa kecil menanggapi. Sepertinya indra pendengaran nya telah rusak, karena ocehan sang gadis menurutnya bukan kemarahan tapi alunan musik dari gesekan biola.


" oke, sudah..."


" iiisshhh, kau ini..."


" ayo makan...."


" aku lelah..."


" hei..., harusnya aku yang lelah, bukannya hanya aku yang bekerja , kau kan hanya bernyanyi saja..."


Plak...


David terkekeh kecil lagi...," baiklah..."


Pria itu menggendong tubuh kekasih nya menuju sofa mini di depan tempat tidur. Disana semua makanan sudah tertata rapi.


" makan lah..." mengusap poni gadis kencang lalu tersenyum, sementara gadisnya hanya memonyongkan bibir tanda protes.


" Daniel bilang semua aman..." Aralia menatap pria disampingnya.


" saat nanti tiba kita langsung menuju hotel..."


" kenapa...???"


" aku lelah..., ingin istirahat..."


" sayang..."


" jangan membantah, ini perintah..."


" tapi..."


" habiskan makananmu, nanti malam, aku akan menyuruh Kesya menemui mu di hotel..." senyum itu mengembang begitu David selesai berucap. Aralia mengangguk dengan wajah sumringahnya...


Saat tiba di Paris kondisi sudah sangat malam. Daniel membuka kamar hotel tempat David menginap dan menyuruh pengawalnya menjaga dengan sigap, lalu pergi meninggalkan mereka menuju kamar nya sendiri.


Daniel merebahkan tubuhnya kekasur, berusaha memejamkan mata. Tiba tiba ponselnya berbunyi. Daniel menghela nafas dengan sangat berat, pikirnya berkata " apalagi sekarang..."


derrrttt.....ddeeerrrrttt.....


" hmmm..."


" kami sudah di depan pintu , Tuan muda..."


" ketuk saja..."


" baik , Tuan..."


Kamar David di ketuk pelan berharap penghuni dalam kamar belum tertidur. Seseorang nampak menyaut dari dalam. Aralia membuka pintu lalu berlari memeluk tamu nya.


" aku merindukanmu....." Airmata itu menetes.

__ADS_1


" masuklah..." ucap David pada kekasihnya. Mereka semua masuk ke dalam kamar.


Ya , tamu itu adalah sang pengantin yang sedang dipingit, yaitu Kesya dengan dua pengawal setianya, Jack dan Mark.


" bicaralah di kamar..." Aralia tersenyum mengangguk, menarik tangan Kesya ke kamar. Sementara ketiga pria duduk di sofa.


" sepertinya , musuh mulai bergerak..." ucap Jack.


" Patton sendiri yang memimpin pasukan...." ucap nya lagi.


" markas kita di Paris,...???" tanya David.


" mereka semua siap..."


" tidak boleh ada kesalahan saat pernikahan itu berlangsung..."


" kami mengerti, Tuan..."


" bagaimana dengan ibu...???"


"Nyonya dan Duo J sudah kembali sekitar 2 jam yang lalu.."


" masalah tamu undangan...???"


" Paman James hanya mengundang beberapa rekan sesama mafia dan beberapa pebisnis..."


" adik tiri Kesya...???"


" belum nampak hingga saat ini.."


" waspadai pergerakannya..., ia yang paling berbahaya, bisa jadi ia datang hanya untuk mengambil informasi..., Patton adalah kekasihnya ...." Dua pria di depan terkejut.


" ba.. bagaimana , Tuan bisa yakin....???"


" Ck..., info kecil yang memakan biaya besar..., seperti biasa..."


" jadi , Tuan membayar mata mata Paris...???"


" kalian fikir...???"


" maaf atas kecerobohan kami..." seperti tau letak kesalahan mereka.


" Ck...., aku tak ingin ada kesalahan..., nyawa Kesya terlalu berharga untuk yang mulia ratu..., aku tak ingin kehilangan mata sayu itu.." Duo JM tertawa kecil.


" anda harus segera menikah , Tuan..." ucap Mark.


" ya, secepatnya..." David tersenyum lebar, sementara Duo JM tertawa.


" Tuan Daniel...???"


" jangan ganggu dia, saat ini otaknya sedang dalam mode "ON"......, salah ucap kalian bisa mati....." ucap David terkekeh kecil.


Duo JM menelan ludah nya, pantas saja saat di hubungi tadi, Daniel tampak enggan menjawab. Untung nya mereka berdua datang membawa pesanan Tuan mudanya, jika tidak...., pasti saat kamar Daniel terbuka, pria itu telah siap melepaskan timah panas ke otak mereka, tanda jika seseorang mengganggu ketenangan dirinya.


Mereka berdua saling menatap seolah berkata...." selamaaattt...." .


*


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


@ara❤


__ADS_2