
James menatap manik biru itu, tangannya terulur menyentuh tekut sang gadis. James men darat kan bibir nya tepat di atas bibir sang gadis, menyesap bibir itu dengan alur yang lembut. Queen m enikmati semua sentuhan James dan mem balas ciuman James yang lembut.
" kau akan tetap bersama ku , Queen...??" menangkup wajah gadis nya. matanya tajam menelisik mata sang gadis.
Queen mengangguk pelan, " jangan kecewakan aku James..."
James tersenyum, " aku janji dan aku pasti akan selalu menanti Mu, walaupun dalam jangka waktu yang lama..."
James kembali men cium bibir gadis nya, meng gendong tubuh mungil itu ke tempat tidur, tanpa melepaskan tautan nya. James menaruh tubuh Queen pelan ke ranjang seolah Queen barang mahal yang harus dijaga agar tak pecah. Entah bagaimana caranya , kini tubuh mereka sudah sama sama polos.
" James, aku tak ingin hamil terlebih dahulu, aku tak bisa menjaga nya dalam kondisi hamil.."
" akan ku keluar kan di luar..."
" James"
" akan sakit tapi hanya awal, aku akan bermain lembut, jika kau tak bisa menahan sakit nya, kau bisa men cakar tubuh ku dengan kuku cantik mu, atau meng gigit pundak ku dengan gigi mu..."
" lakukan pelan..."
James men..ciptakan tanda di seluruh tubuh kekasih nya. menyesap buah dada Queen hingga tubuh gadis melengking tak ter kendali. tangan satu me remas tangan yang lain bermain di area rerumputan.
" James, aku merasa sesuatu akan keluar, aku seperti ingin me...ledak , James..."
" keluar....kan , Queen, jangan kau tahan..."
Benar saja tak berapa lama sesuatu yang hangat keluar dibawah sana.
" aku lelah James,..."
__ADS_1
" kau ingin lanjut kan atau sudah sampai di sini...???" James ber tanya karena tak ingin me nyakiti gadis nya. Walau dalam hati nya ia masih belum puas karena dirinya belum tuntas. Queen tau itu dan menyadari jika James menunggu jawaban nya.
" lanjutkan James..." ucapnya membuat senyum di wajah pria itu terbit.
James me masuk...kan milik nya , awalnya hanya meng gesek...kan ujung nya saja kemudian sedikit demi sedikit masuk. Saat baru setengah, ia merasakan ada sesuatu yang ter koyak.
" sakit...James" James diam di posisi nya. Menunggu sejenak sampai gadisnya nyaman, men cium kembali bibir itu mengurangi rasa sakit sang gadis. Saat sang gadis sudah mulai tenang dan tak kesakitan, James meng gerak kan lagi milik nya masuk ke dalam, Masuk sempurna menyentuh dinding rahim.
" James..." kuku itu menancap di punggung James, perih tapi tak sebanding dengan yang dibawah sana. James terdiam sejenak memberi ruang nafas untuk gadisnya.
" kau siap...???" Queen mengangguk.
Awalnya sakit, perih tapi lama kelamaan tubuhnya seperti dikelitik banyak kupu kupu, James merasa sudah tak kuat menahan, ia me...mompa pinggul nya bergerak dengan cepat membuat sang gadis di bawah nya men jerit.
" James...pelan"
" aku hampir sempurna...aku ingin me ledak ..."
" aku tau Sayang...."
James masih me...mompa pinggul nya, lebih... cepat...semakin... cepat...dan menarik milik nya keluar...menjauh kan tubuh nya dari sang gadis.
James ambruk di atas tubuh Queen yang juga sama lelah nya.
" aku rasa aku tak akan bisa jalan James...aku sangat merasa perih..."
" akan ku gendong..."
James mengambil ponsel di atas nakas dengan tubuh yang masih polos tanpa sehelai benang.
__ADS_1
James meng hubungi seseorang, berbalik ke arah Queen, me meluk nya dalam posisi tidur membelakangi James.
" 3 jam lagi keberangkatan mu..., berjanjilah kau akan tetap selamat, kalau sampai sesuatu terjadi padamu aku akan membunuh mereka semua..."
" aku pergi agar tak ada pertumpahan darah, kau tau itu..."
" kau akan tetap menjadi pimpinan kami, aku hanya akan menjadi kan Sandra sebagai pion agar tak ada pertumpahan darah seperti keinginanmu..."
" tapi..."
" jangan melawanku Queen...semua sudah benar...sudah pada tempatnya..."
" kau atur saja James, aku percaya padamu..."
Mereka saling ber pelukan...Meng hangat kan tubuh masing masing dalam selimut yang tebal...
" I love You..."
" Me ...too...."
*
*
*
*
*
__ADS_1
*Ditolak lagi...revisi lagi...ditolak lagi...revisi lagi...terus aja sampe martabak mateng...ampun DJ
@ara❤